Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 47


__ADS_3

"Mei...Mei Yin kau dimana," suara panggilan itu.


Mei Yin langsung berdiri dan hendak mendatangi arah suara tapi terhenti saat Haocun memanggilnya.


"Mei Yin mau kemana?" tanya Haocun.


"Kau tunggu disini, nanti aku akan kembali, sepertinya teman-temanku sudah mencarimu," ucap Mei Yin kemudian langsung berlari tanpa mendengarkan ucapan Haocun lagi.


Ditempat lain, tapi masih area hutan Xiuhuan dan Chen memanggil-manggil Mei Yin yang tak didapati mereka di dahan pohon ditempat dia tidur malam tadi, alhasil mereka memanggil-manggil Mei Yin dan mencari Mei Yin dengan mengikuti aroma tubuhnya.


"Dimana dia?" gerutu Xiuhuan.


Saat Xiuhuan dan Chen hendak kembali, karena kalau-kalau Mei Yin akan kembali ketempat semula, mereka dikejutkan dengan teriakan Mei Yin yang muncul dari balik semak-semak.


"Xiuu Chen, aku disini," teriak Mei Yin.


Xiuhuan dan Chen pun langsung berlari menghampiri Mei Yin.


"Darimana saja? kami sangat khawatir setelah tidak mendapatimu diatas pohon," ucap Xiuhuan dengan nada khawatir.


Mei Yin tak langsung menjawab tapi dia membawa Xiuhuan dan Chen menemui Haocun. Xiuhuan terus saja menggerutu karena tak mendapat jawaban dari Mei Yin tapi malah di tarik menuju tempat yang tak diketahui Xiuhuan.


Mereka sampai di pirnggir sungai dimana tempat Haocun berada. Xiuhuan menyenggol bahu Mei Yin meminta penjelasan dengan mengarahkan dagunya menunjuk seorang pria yang sedang bersender dibawah pohon.


"Kau kembali, ku kira kau akan langsung pergi," kata Haocun pada Mei Yin.


"Aku tak sejahat itu. Haocun perkenalkan ini temanku namanya Xiuhuan dan ini peliharaanku (merujuk pada Chen yang berada di gendongan Mei Yin) namanya Chen, Xiu Chen ini Haocun," kata Mei Yin memperkenalkan.


Haocun hanya mengangguk dengan wajah datarnya, begitu juga dengan Xiuhuan.


Suasana terasa canggung karena tak ada yang mau membuka suara.


Kruyuk kruyuk, suara perut Mei Yin berdemo meminta makan, betapa malunya Mei Yin karena suara perutnya itu.


Dua orang pria dan seekor kucing memandang Mei Yin, itu membiat Mei Yin tambah malu lagi, sekarang wajahnya merah karena malu, dia hanya dapat tersenyum malu. Tak lama setelah itu tawa Xiuhuan pecah, sedangkan Haocun menahan tawanya dengan deheman.


"Ahhh maaf, aku mau menangkap ikan dulu kalau begitu daripada perut ini terus berdemo," ucap Mei Yin kemudian pergi dengan malunya.


"Mei tunggu aku bantu menangkap ikan, hei kau jaga kucing Mei Yin dan ini makanlah dulu buah ini," ucap Xiuhuan sebelum pergi menyusul Mei Yin.


Haocun hanya tersenyum simpul. Tak lama setelah Mei Yin dan Xiuhuan pergi datanglah 2 orang berpakaian prajurit lengkap menunduk hormat kepada Haocun.


"Hormat pada Yang Mulia, hukumlah kami karena terlambat," ucap kedua prajurit yang di duga adalah panglima perang.

__ADS_1


"Bangunlah kalian, tak perlu seperti itu, aku baik-baik saja dan oh kalian pergilah terlebih dulu ke perbatasan, aku akan menyusul," kata Haocun.


"Tap.," belum sempat salah satu penglima itu menjawab Haocun sudah memotong perkataannya.


"Sudahlah jangan tanya alasannya, pergilah," ucap Haocun sambil mengibaska tangannya menyuruh pergi.


Kedua prarajurit dan panglima itu pang menuruti perintah atasannya itu yang ternyata adalah Putra Mahkota dari kerajaan ras penyihir dan pergi meninggalkan Haocun.


...


Beralih kepada Mei Yin dan Xiuhuan yang siap menceburkan dirinya ke sungai untuk mencari ikan.


"Siap," teriak Mei Yin kemudian diangguki Xiuhuan. "Siap," teriak Xiuhuan dengan semangat.


"Satu, dua, tiga," teriak keduanya.


Byurrrrr


Air yang mulanya dengan tenang mengalir sekarang bergelombang dengan hebat, karena sungai itu dangkal yang tingginya hanya sepinggang Mei Yin dan selutut Xiuhuan itu, memudahkan mereka menangkap ikan menggunakan belati yang dibawa keduanya, dengan cara melemparkan belati itu kearah target yaitu ikan yang sedang berenang bergerombol.


Tak berapa lama mereka berdua berhasil menangkap beberapa ikan, yaa cukuplah untuk mereka mengganjal perut.


Mei Yin tiba-tiba berhenti berjalan. "Ada apa?" tanya Xiuhuan.


Setelah selesai berbicara dengan Chen, baru Mei Yin merespon pertanyaan Xiuhuan.


"Ada apa?" tanya Xiuhuan lagi.


"Itu setelah tak berapa lama kita pergi ada dua orang berpakaian lengkap untuk perang datang dengan berlutut dihadapan Haocun kata Chen, siapa ya?" ucap Mei Yin memberitahu Xiuhuan. "Katanya juga mereka memanggil Haocun dengan sebutan Yang Mulia, mungkinakan dia anggota kerajaan?" lanjutnya.


"Mungkin, tapi kenapa kau bisa bertemu dengannya?" tanya Xiuhuan yang dari tadi ingin menanyakannya, tapi tidak ingat karena keasikan menangkap ikan.


Mei Yin pun menceritakan kronologi sampai dia bisa bertemu dengan Haocun sambil berjalan santai. Xiuhuan manggut-manggut menanggapi cerita Mei Yin sambil sesekali menanggapinya dengan pertanyaan.


Tak terasa mereka sampai ditempat tujuan. Chen langsung berlari kearah Mei Yin dan disambut Mei Yin dengan gendongan dan elusan.


Chen masih belum bisa berubah menjadi manusia dikarenakan umurnya yang masih muda.


...


Mei Yin mempersiapkan peralatan dan bumbu-bumbu yang diperlukan untuk membakar ikan hasil tangkapan mereka.


Sembari menunggu ikan matang Mei Yin dan Xiuhuan bercanda gurang. Chen? dia berbicara melalui batin mereka, agar tak dicurigai oleh Haocun bahwa Chen merupakan hewan kontraknya Mei Yin.

__ADS_1


Sedangkan Haocun hanya berandar beristirahat dibawah pohon sambil mengamati interaksi Mei Yin bersama Xiuhuan dan Chen.


"Makanlah ini," kata Mei Yin yang sudah berjongkok dihadapan Haocun sambil menyerahkan ikan bakar yanf beralaskan daun. Haocun menerimanya tanpa kata kemudin memakannya. Mei Yin kembali bergabung dengan kedua temannya dan memakan ikan bakar bagiannya.


Tak terasa hari hendak malam. mereka memutuskan beristirahat dipinggiran sungai tempat dimana mereka membakat ikan dan berencana esok harinya melanjutkan perjalanan.


...


Mereka berempat duduk mengelilingi api unggun untuk mengahangatkan tubuh mereka. Karena Mei Yin orangnya cepat ngantuk jadinya dia tertidur dengang nyenyak bersender dibawak pohon yang ditempati Haoucun. Xiuhuan dan Chen berjaga.


...


Angin sepoi-sepoi, nyanyian burung bersahutan, dedaunan menari-nari, cahaya mataharu mulai naik mengusik tidur insan-insan yang dengan tenangnya bersender dibawak pohon.


"Ugh, sudah pagi ternyata," lenguh Mei Yin sambil mengucek matanya, dan saat dia menelusuri sekitar dia tak mendapati Haocun, dia hanya mendapati Xiuhuan dan Chen yang sedang tidur.


Mei Yin menengok kesana kemari dan mulai bangkit dan menelusuri tepi sungai kalau-kalau Haocun berada disekitar, tetapi nihil dia tak mendapatinya. Karena lelah dia kembali ketempat asalnya.


"Darimana saja?" tanya Xiuhuan.


Bukannya menjawab Mei Yin malahan balik nanya. "Kalian melihat Haocun?"


Xiuhuan dan Chen menggeleng tak tahu. "Mungkin dia sudah pergi," duga Xiuhuan.


"Mungkin saja ya, baiklah kalau begitu kita juga berangkat. Tapi sebelum itu kita cari makanan dulu," ucap Mei Yin.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka keperbatasan yang kira-kira akan memakan waktu setengah hari dengan berkuda, itu jika tidak berhenti.


Mereka pun membelah hutan dengan menaiki kuda mereka masing-masing.


°


°


°


°


°


Tunggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2