
Saat di perjalanan tak sengaja Mei Yin menabrak seseorang dan alhasil
Brukk
"Akh, aduh dahiku, benjol gak ya," gumam Mei Yin sambil mengelus dahinya dan tak menyadari siapa yang di tabraknya.
Saat Mei Yin masih fokus dengan dahinya dan Lee San yang tak bersamanya, orang yang ditabrak berbisik. "Sudah lama tak berjumpa ya istriku,"
Mei Yin langsung mendongak dan terbelalak. "Kau," ucap tertahan Mei Yin. Mei Yin menarik orang itu ke sebuah kedai makanan.
Mereka duduk di pojokkan. "Kenapa kau bisa kesini?" tanya Mei Yin sedikit berbisik.
"Tentunya ingin menemui istri durhaka yang tak pernah pulang kerumah suaminya," ucap santai Li Shuwan.
Istri kapan mereka menikah? Ya tentu saja setelah Mei Yin sampai di desa dan baru sehari merasa tenang Li Shuwan menjemput Mei Yin untuk mengadakan pernikahan. Saat itu...
Flashback on
Setelah kepulangan dari berburu harta di makam sesui kesepakatan Mei Yin dengan Li Shuwan bahwa mereka akan menikah. Dan sekarang Mei Yin sedang di dandani menjadi seorang pengantin. Mei Yin kira tidak akan ada seorang pun mengingat kemesteriusan seorang Li Shuwan, tapi tak di sangka ternyata Li Shuwan merupakan seorang raja misterius yang banyak di bicarakan orang-orang. Orang-orang tahunya bahwa Li Shuwan adalah seorang manusia biasa yang dapat menembus keabadian dan mendirikan sebuah istana, tapi tak ada yang mengetahui rupanya dan letak istana kerajaannya.
Orang-orang yang berada di kerajaan nya merupakan orang-orang terlantar dan terbuang dari ras masing-masing maupun manusia biasa yang tak sengaja masuk kedalam wilayahnya. Orang-orang yang sudah masuk ke wilayahnya tak akan dapat keluar lagi, kecuali orang tersebut merupakan orang terpercaya.
Dan jadilah sebuah kerajaan yang memiliki penduduk.
Wilayah kerajaan Li Shuwan tidak bisa diketahui oleh orang karena di setiap ujung wilayah terdapat formasi yang membuatnya tak terlihat meskipun orang tersebut dekat asal tak masuk, jika pun masuk tak akan dapat keluar lagi.
"Yang Mulia," panggil pelayan yang mendandani Mei Yin. Beberapa kali dipanggil tak ada respon dan ternyata Mei Yin tertidur.
Tak berani membangunkan gadis yang akan jadi ratu ini pelayan itu memilih menunggu Mei Yin bangun, tapi tak lama datang seorang kasim meminta pengantin wanita untuk bergegegas ke aula istana untuk menjalankan prosesi pernikahan.
"Dimana Yang Mulia? Waktu baik akan segera berakhir," tanya kasim.
"Yang Mulia tertidur saat di dandani," jawab pelayan.
Belum sempat Kasim meminta pelayan itu membangunkan Mei Yin terdengar suara bariton, mengagetkan dua orang yang sedang bicara di depan pintu.
"Dimana pengantin wanitanya?" tanya Li Shuwan. Ya dia Li Shuwan yang jengkel menunggu lama mempelai wanita yang sudah lama ditunggu tapi tak kunjung datang, karena ingin cepat selesai Li Shuwan mendatanginya.
Kedua orang tersebut langsung membungkuk memberi salam.
"Hormat pada Yang Mulia raja," ucap keduanya dan diangguki Li Shuwan.
__ADS_1
"Menjawab, Yang Mulia calon Ratu sedang tidur,"
Terlihat kejengkelan diwajah Li Shuwan yang jarang menampilkan ekspresi itu. Kasim dan pelayan hanya menunduk takut karena aura marah yang dipancarkan Li Shuwan.
Li Shuwan masuk kedalam kamar dimana Mei Yin berada. "Hei bangun," tak ada respon. "Hei bangun," dengan sedikit nyaring tapi tak ada respon juga. Merasa tak ada hasil segera Li Shuwan mengangkat Mei Yin ala Bridal Style.
Kasim dan pelayan terkejut dan hanya dapat mengikuti dari belakang.
Karena silau cahaya matahari tidur Mei Yin terusik dan membuka matanya perlahan.
"Kenapa langit-langit nya bergerak ya," gumam Mei Yin masih tak menyadari dimana posisinya sekarang.
"Sudah bangun," suara bariton itu mengagetkan Mei Yin refleks Mei Yin menatap sumber suara yang tak jauh di hadapan mata.
Satu, dua, tiga. "Hei turunkan aku," kesadaran Mei Yin telah pulih sepenuhnya.
"Diamlah, sebentar lagi kita sampai," ucap Li Shuwan.
Telinga Mei Yin menangkap suara-suara orang banyak sedang berbincang, semakin lama semakin jelas suara itu. Dengan posisi nya saat ini, dia sangatlah malu.
"Turun kan aku... bisa? Aku malu tahu," ucap Mei Yin berusaha turun sendiri.
"Tahu juga ternyata malu," ucap Li Shuwan dengan nada mengejek dan menurunkan Mei Yin.
...
Sekarang mereka berdua di dalam sebuah kamar pengantin dan Mei Yin sedang berberes untuk segera kembali ke desa.
"Hei kenapa cepat sekali kembali?" tanya Li Shuwan.
"Bukan kah tugasku disini sudah selesai,"
"Benar, tapi masa pengantin pria nya di tinggal kan di malam pertamanya," ucap Li Shuwan yang sifatnya telah berubah jika di hadapan Mei Yin. Dia tak tahu juga semenjak pertemuan pertamanya dia tak malu menunjukkan sifat aslinya di hadaoan Mei Yin, mungkin karena Mei Yin juga menunjukkan sifat aslinya dan tak dibuat-buat.
"Huh, ini hanya pernikahan bersyarat, tak perlu malam pertama, emangnya apa yang akan kita lakukan juga," masih membereskan barang-barang yang akan dibawanya.
Mei Yin kaget saat seseorang memeluknya dari belakang dan berbisik. "Kau pasti tahu maksudku," bisik Li Shuwan.
Wajah Mei Yin memanas. "H-hei jangan bercanda lepaskan," ucap Mei Yin terbata sambil memberontak. Dia itu takut juga karena dia tu lemah (menurutnya) tak sekuat pria yang memeluknya itu, jadi biarpun dia melawan tetap saja dia akan kalah.
Dengan berontakkan yang sangat kasar akhirnya Mei Yin terbebas dari pelukan Li Shuwan.
__ADS_1
Seketika tawa Li Shuwan pecah menggelegar di dalam ruangan dan terdengar sampai di luar, membuat penjaga, prajurit dan pelayan yang tak sengaja mendengar terkejut. Ya tahu lah kebiasaan Li Shuwan yang tanpa ekspresi itu.
Kembali ke kamar sepasang pengantin baru.
"Hei hei lihat wajah mu yang memerah itu hahaha," ucap Li Shuwan sambil menunjuk wajah Mei Yin yang memerah dan tak berhenti tertawa.
Mei Yin mendengus dan melempar bantal ke arah Li Shuwan tapi tak kena karena Li Shuwan menghindar. "Cepat antarkan aku pulang," ucap Mei Yin kesal.
"Ya ya ya,"
Wushhh
Mereka telah berada di luar formasi.
"Dah aku pulang dulu, kau kembali lah ke istana mu," ucap Mei Yin sambil melambaikan tangan, tapi...
Singkat cerita MeinYin di antar kan Li Shuwan sampai ke desa.
Flashback off
Back to story
Mei Yin mendengus terhadap Li Shuwan yang seenaknya saja bicara keras, inikan banyak orang, jika ada yang mengenali nya bagaimana? Repot kan jadinya.
"Heh suami apaan, kan udah kelar tuh kewajibanku yaitu hanya menikah denganmu tapi tak ada kesepakatan kita untuk menjadi suami istri beneran," dengus Mei Yin.
"Ya iya sih, tapi kau tetap harus menjadi seorang ratu di kerajaan ku itu kewajibanmu dan juga kau tak pernah ke ruang waktu untuk meningkatkan kekuatanmu,"
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
Dengan like, komen dan vote
__ADS_1
Selamat Membaca