Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 64


__ADS_3

Mei nampak berfikir. "Apa harus ya?" batin Mei Yin. "Hah apa harus aku mengerjakan urusan istanamu dan meningkatkan kekutanku?"


"Ya harus," ucap Li Shuwan. "Perjalananmu masih panjang untuk menuntaskan suatu yang sudah ditakdirkan, kekuatanmu pun masih tersegel dan juga aku tak ingin kau jauh dariku," lanjutnya dalam hati, menurutnya belum waktunya Mei Yin tau takdir yang sudah menantinya dimasa depan.


Orang-orang dari dunia atas tak tahu akan hal yang akan menimpa mereka kelak, karena suatu hal yang mengerikan akan terjadi apabila sang ditakdirkan untuk menghancurkannya masih sangat lemah. Dia adalah seorang abadi yang memasuki dunia gelap untuk meningkatkan keabadiannya, karena menurut orang itu meningkatkan kekuatannya ke level surgawi itu sangat sulit, oleh karena itu dia memilih jalan pintas yaitu terjun kedunia kegelapan yang mana memerlukan pengorbanan dari kultivator-kultivator di level abadi.


Oleh karena Mei Yin seorang yang di takdirkan jadinya dia harus menjalankan tugas pembasmian orang tersebut. Bukan main-main orang tersebut jadi di segel oleh para kultivator-kultivator terdahulu, karena dia memiliki pasukan dari berbagai ras yang sama serakah dan gilanya seperti tuan mereka, jadi mereka sepakat untuk menyegelnya.


Kenapa tak dibunuh saja? Karen mereka tak mampu membunuhnya dan para pasukannya, mereka hanya mampu menyegelnya saja.


"Huh, baiklah tapi aku hanya seminggu sekali kesana ya, dan juga jemput aku, aku tak ingin lama berjalan dan akhirnya kelelahan seperti waktu itu," dengus Mei Yin saat mengingat Li Shuwan mengantarnya hanya berjalan kaki. Katanya sih di hutan itu tak kalau menggunakan kekuatan internal akan lebih melelahkan karena energi yang terserap oleh alam berkali lipat dan bodohnya Mei Yin percaya.


"Tenang lah, untuk tugas istana kau boleh seminggu sekali datang, tapi untuk meningkatkan kekuatanmu, kau harus setiap hari meskipun hanya sebentar," tak terduga sudut bibir Li Shuwan menyeringai, tapi itu tak disadari Mei Yin yang sibuk dengan fikirannya.


"Bagaimana aku meningkatkan kekuatanku setiap hari, dimana juga?" ucap Mei Yin.


"Apakah kau lupa? Kau kan bisa masuk ke ruang waktu dan berkultivasi di sana. Disana terdapat banyak esensi Qi, jadi akan lebih cepat menerobos," jelas Li Shuwan kesal dengan keleletan Mei Yin.


"Oh iya, kau benar hehe. Eh tapi setahuku level dan tingkat kekuatan itu hanya pada abadi. Apakah ada lagi yang lebih kuat?" tanya Mei Yin yang memang tak tahu.


"Level dan tingkat kekuatan masih ada yang lebih kuat lagi, yaitu level surgawi yang memiliki 100 tingkatan," jelas Li Shuwan berbisik.


Memang di dunia bawah maupun dunia atas hanya mengetahui level pada abadi. Orang atas ada yang tahu, tapi hanya orang-orang tertentu seperti Li Shuwan yang memang pada level surgawi tingkat 50. Dia pun masih memperkuat diri karena suatu alasan yang mengharuskannya kuat.


"Ah benarkah, ku kira hanya se level abadi saja, tak kusangka ada yang lebih tinggi lagi," ucap MeinYin antusias. Ya memang sekarang MeinYin sudah berada di level abadi tingkat akhir.


Li Shuwan menceritakan orang-orang yang juga berada di level surgawi dan dia merupakan orang terkuat dari orang-orang tersebut yang hanya berada di tingkat 20 paling tinggi.


Karena terlalu asik mendengarkan dan memikirkan cerita Li Shuwan sampai Mei Yin tak menyadari lagi orang-orang sekitar dan dia dikejutkan dengan kedatangan Lee San.


"Kak Mei ternyata kau disini hosh hosh, eh siapa ini?" ucap Lee San yang kewalahan mencari Mei Yin yang menghilang dari sisinya.

__ADS_1


"Ah Lee San, dia temanku dari luar desa," ucap Mei Yin menatap Lee San.


Ada rasa sakit dihati kecil Li Shuwan saat Mei Yin mengatakan itu, tapi itulah perjanjian mereka. Li Shuwan mulai tertarik kepada Mei Yin saat perjalanan mengantar Mei Yin kedesa. Dengan tingkah apa adanya Mei Yin yang kadang manis, menggemaskan, bar bar dan lainnya membuat pandangan Li Shuwan tak lepas sepanjang jalan.


Lee San? Dia bingung, pasalnya setelah bangun sampai sekarang Mei Yin tak pernah keluar desa selain bersama dia dan yang lain dan juga Mei Yin tak pernah memperkenalkan temannya yang lain sebelumnya dan dia juga mengatakan tak ingin ada hubungan apa-apa lagi dengan orang-orang dulu, jika tak ada yang mengharuskannya bertemu. "Apakah dia teman barunya?" tanya Lee San dengan dirinya sendiri.


"Ohh, kenalkan saya Lee San adiknya kak Mei," ucap Lee San memperkenalkan diri.


"Saya Li Shuwan temannya Mei Yin," sahut Li Shuwan.


"Kamu darimana saja? Aku cari tidak ada disampingku," tanya Mei Yin.


"Kak Mei yang kemana, aku hanya berbalik sebentar dan kakak sudah tidak ada ditempat," jelas Lee San.


"Benarkah," ucap Mei Yin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Yasudah kalau begitu, kita lanjut jalan-jalannya. Kau mau ikut?" ucap Mei Yin kepada Lee San lalu beralih bertanya kepada Li Shuwan.


"Boleh," sahut Li Shuwan.


Saat asik berjalan-jalan tak sengaja bahu Mei Yin menyenggol seseorang dan membuat badannya tak seimbang, untuk ada Li Shuwan yang dengan sigap menyangganya.


Mei Yin segera meminta maaf tanpa melihat siapa orang tersebut dan ketika dia hendak melangkah pergi, tak di sangka tangannya ada yang menarik dan...


Brukk


Badannya menabrak sesuatu yang keras. Saat mendongakkan kepalanya betapa terkejutnya dia, orang menariknya adalah orang yang sudah lama dihindarinya. Dia adalah Raja ras Vampir yang tak lain adalah Weiheng.


"Mei Yin! aku tahu kau tidak akan mudah mati seperti itu. Tidak salah perasaanku yang mengatakan kau masih hidup," racau Weiheng sambil mendekap Mei Yin erat, seperti tak membiarkan Mei Yin untuk pergi.


Mei Yin menegang, inilah yang ditakutkannya jika bertemu Weiheng, dia akan menyadari dirinya adalah Mei Yin. Wajar karena dia cukup lama tinggal bersama Weiheng dan tak lupa seringnya interaksi keduanya membuat memahami karakter satu sama lain.


"Maaf tuan, mungkin anda salah orang," ucap Mei Yin.

__ADS_1


"Tidak, kau Mei Yin," ucap Weiheng tak terbantahkan.


Mereka berada di tengah jalan ramai, orang-orang tak terlalu memperhatikan karena di depan ada pertunjukkan.


"Maaf tuan bisa lepaskan teman saya," ucap Li Shuwan.


"Ya tuan, lepaskan lah kakak saya," lanjut Lee San.


Tanpa mendengarkan Li Shuwan dan Lee San, Weiheng dengan seenaknya pergi membawa Mei Yin.


...


Di hutan terlihat dua orang berbeda jenis. Yang pria terus memeluk dan perempuan terus memberontak minta dilepas.


"Tuan bisa lepaskan, kau bisa membunuhku kalau begini," ucap Mei Yin yang merasa sesak di dadanya.


Dengan tidak rela Weiheng melonggarkan pelukannya.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2