Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 54


__ADS_3

Mereka duduk santai disatu bangku dan Mei Yin memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajahnya. "Ah rasanya aku sudah terbiasa hidup di dunia ilusi itu dan suasana ini hampir mirip dengan dunia itu, cuman disini ada orang yang menemani, sedangkan di duni ilusi itu aku hanya sendiri," batin Mei Yin.


"Ekhem, emmm nona," panggil Lee San.


Mei Yin pun membuka matanya dan menatap Lee San. "Ya ada apa?"


"Boleh tanya?"


"Boleh, mau tanya apa?"


"Dilihat dari kuburan nona saat itu, nona seperti orang yang dihormati dan apakah nona seorang yang berkedudukan di alam atas ini? Yang saya tahu jika kuburannya seperti itu dia adalah seorang bangsawan ras atau pahlawan, jadi nona ini yang mana?"


Mei Yin pun berfikir dia harus menjawab apa? apakah dia harus mengatakan bahwa dia anak dari ratu ras iblis?


"Emmm, sebenarnya aku keturunan ras iblis, meskipun hanya sebagian, karena ibuku ras iblis dan ayahku manusia biasa dan tempat tinggalku berpindah-pindah, aku juga bingung kenapa bisa dihormati seperti itu," ucap Mei Yin yang tak tahu menahu tentang kuburan alam atas ini.


Lee San pun terkejut dan kemudian. "Wah luar biasa, jarang loh yang seperti itu, itu luar biasa. Tapi kenapa nona berpindah-pindah? itu membingungkan?"


Mei Yin terkekeh melihat tingkah Lee San yang terbuka padanya dan tak menjaga jarak denganya. Jarang loh di zaman ini Mei Yin menemukan orang yang mirip di zaman modern yang selalu blak-blak an kalau bertanya.


"Kau bisa saja, tidak ada yang bagus kok dari itu, malah aku jadi terombang ambing mencari kedamaian hidup," menghela nafas. " Aku juga bingung kenapa bisa diberi kesempatan hidup lagi,"


"Nona harus bersyukur dong sudah diberi kesempatan hidup lagi, jadi dapat memperbaiki diri, banyak orang yang ingin hidup, tapi tidak memilikinya," kata Lee San.


"Wah bijak sekali perkataanmu. Berapa usiamu?" tanya Mei Yin.


"Aku 18 tahun, nona?"


"Ah meleset satu tahun dari tebakanku," batin Mei Yin. "Aku 19 tahun, jadi kau panggil Kak Mei saja, jangan nona, gimana gitu rasanya," ucap Mei Yin.


"Baiklah kak Mei," setuju Lee San.


"Lee San, bolehkah aku ikut bekerja dengan kalian, kan tidak enak kalau cuman numpang dirumah kalian, aku bisa apa saja, yah meskipun kekuatanku hanya pada level alam langit ditingkat 10, tapi aku bisa bantu apa saja," ucap Mei Yin antusias.


Lee San rasanya hendak memukul kepala Mei Yin yang mengatakan hanya level alam langit tingkat 8 itu hanya wah wah untung hanya dia yang mendengar jika orang lain mungkin banyak yang mengatainya, meskipun tak berani itu bagi manusia biasa seperti nya buakn orang alam atas asli.

__ADS_1


"Wah nona kau mengatakan hanya wah aku tak bisa berkata apa-apa lagi, itu sudah sangat luar biasa. Dengar ya nona di desa ini kan mayoritas manusia biasa dan paling beberapa saja yang berasal dari ras vampir, iblis, dewa dan penyihir, itu pun kekuatan mereka hanya pada tingkat alam dunia dan tak bisa naik lagi, karena rata-rata dari mereka itu cacat dari lahir dan cedera. Jadi nona yang paling kuat di desa ini untuk sekarang bukan dari ras lagi, lagipula aku tal merasakan aura ras iblis pada diri nona, jadi anggap saja nona manusia biasa itu akan membuat bangga kaum manusia di desa ini dan jangan katakan nona dari ras iblis juga ya, harus aku saja yang tahu ya ya," kata Lee San panjang lebar dengan sangat antusias.


"Hahahahahaha," Mei Yi tak dapat lagi menahan tawanya melihat ekspresi Lee San yang berubah-ubah dengan menggebu-gebu.


"Kenapa tertawa nona, aku serius ini," rajuk Lee San dengan cemberut.


"Wahh imutnya, meskipun sudah 18 tahun tapi sikapnya seperti anak-anak, sangat menggemaskan," batin Mei Yin. "Maaf maaf, habis kamu lucu banget sih. Baiklah hanya kau yang akan tahu asalku," ucap Mei Yin.


"Untuk pekerjaan bisa nanti kita tanyakan pada ayahku," ucap Lee San dan diangguki oleh Mei Yin.


Mereka pun melanjutkan berbincang-bincang sampai tak sadar waktu sudah beranjak sore hari. Mereka pun masuk kedalam rumah tapi sebelum itu Mei Yin memetik beberapa sayuran untuk di masak olehnya.


...


Malam pun tiba Mei Yin telah selesai memasak dan sekarang sedang menata peralatan makan dan masakan yang sudah dimasaknya di atas meja.


"Wah harum nya, siapa yang memasak?" kata paman Lee yang baru datang dari pekerjaannya.


Mei Yin hanya tersenyum dan Lee San yang menjawabnya.


"Kak Mei yang masak ayah, aku tadi cuman membantu sedikit, habisnya dia tidak mau ku bantu," ucap Lee San yang sudah duduk di salah satu kursi.


"Ayah, tidak seperti itu kok, cuman kadang-kadang saja," rajuk Lee San.


Mei Yin merasa senang melihat interaksi ayah dan anak ini. Tak ada aturan, tatakrama dan kekangan yang mengharuskan harus hormat sana sini.


"Ayo makan," ajak Mei Yin.


Mereka pun makan bersama dengan diselingi pembicaraan ringan, canda dan tawa. Inilah keluarga yang diinginkan Mei Yin sedari dulu saat dizaman modern, tapi tak pernah didapatkannya.


Setelah makan bersama selesai, sekarang mereka duduk santai sambil meminum teh buatan Mei Yin.


"Ayah, kak Mei ingin bekerja katanya," kata Lee San.


"Hah," kaget paman Lee.

__ADS_1


" Iya paman aku tidak enak tinggal disini tanpa bekerja," ucap Mei Yin.


"Nona tidak perlu bekerja, kami bisa kok membiayai satu orang lagi," kata paman Lee.


"Ayolah paman biarkan aku bekerja, aku bisa membantu apa saja, apalagi kalau hanya mencuri makam aku bisa kok ikut Lee San, kan Lee San," ucap Mei Yin memelas sambil meminta dukungan kepada Lee San dan diangguki oleh Lee San.


"Huh, tapi kan nona perempuan tidak baik kalau bekerja seperti itu, bagaimana kalau menjahit saja, di desa ini ada pekerjaan khusus perempun yaitu menjahit pakaian dan hasilnya akan dijual kepasar," kata paman Lee.


"Boleh yang lain, aku tidak bisa menjahit paman," ucap Mei Yin memelas. "Aku janji tidak akan menyusahkan yang lain,"


"Iya Ayah, ayah tidak perlu khawatir, ini ya kekuatan kak Mei itu luar biasa loh," ucap Lee San.


"Level berapa emangnya kekuatanmu nona, paman tak dapat melihatnya,"


"Emmm, alam langit tingkat 1," ucap Mei Yin berbohong dan mengedipkan matanya kepada Lee San agar diam saja.


"Wah hebat, kalau begitu Lee San yang akan merepotkan mu jika ada bahaya," ucap paman Lee.


"Ayahhh aku tidak akan merepotkan kak Mei juga, kekuatanku kan juga lumayan," ucap Lee San cemberut.


"Iya iya," ucap paman Lee sambil terkekeh.


Akhirnya Mei Yin pun disetujui paman Lee untuk membantu pekerjaan orang-orang desa, ya meskipun itu pekerjaan para laki-laki, tapi kan Mei Yin emang nya tomboi dan tidak suka pekerjaan seperti menjahit kecuali memasak.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2