Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 33


__ADS_3

Cahaya matahari pagi menyinari Mei Yin, Xiuhuan dan Chen yang sedang tidur lelap di dahan pohon.


Karena merasakn silau Mei Yin terbangun dan mengerjab matanya.


"Ahh sudah pagi," gumam Mei Yin yang turun dari dahan pohon itu dan berniat untuk mencari sesuatu untuk di makan, melihat Xiuhuan dan Chen ya g masih nyenyak tidur dia tak tega membangunkan mereka dan memilih mencarinya sendiri.


Mereka sekarang berada di hutan perbatasan antara kerajaan ras dewa dan kerajaan ras penyihir. Bagaimana mereka sampai di situ? Mereka semalaman berlari menggunakan ilmu peringan tubuh dan karena terlalu lelah dan hari pun sudah melewati tengah malam dan kebetulan juga mereka sudah cukup jauh jadi mereka memilih istirahat.


2 jam berlalu Mei Yin pun kembali dengan ikan yang sudah di bersihkan dan kayu bakar di kedua tangannya.


"Hey kalian masih tidur?" teriak Mei Yin.


Karena terkejut Xiuhuan pun langsung terduduk, karen duduknya tiba-tiba jadinya tubuhnya tak seimbang dan mengakibatkan bokongnya mencium tanah.


"Hahahaha rasain tuh, mangkanya jangan tidur terus," kata Mei Yin sambil tertawa.


"Huh kau ini, bahagia di atas penderitaan orang lain," dengus Xiuhuan yang mulai berdiri sambil memasang wajah cemberut.


"Sudahlah, kau nyalakan api untuk membakar ikan ini, ini kagu bakarnya," perintah Mei Yin.


"Ya ya," kata Xiuhuan sambil mendengus kesal.


Xiuhuan pun menyalakan api dan setelah selesai Mei yin langsung membakar ikat yang sudah di tusuknya dengan kayu, agat memudahkan memegangnya.


15 menit ikan lun matang dan mereka pun makan bersama dengan Chen yang makan di atas daun yang sudah di siapkan Mei Yin.


"Kenyangnya," kata Xiuhuan.


"Ya tentu kerjaan mu kan cuman tidur makan, tak tahu rasanya yang nyari ikan itu," ketus Mei Yin.

__ADS_1


"Hehehe maaf nanti kami akan bantu nyari, kan Chen," kata Xiuhuan cengengesan.


Mereka pun berkemas dan ingin melanjutkan perjalanan mereka menuju daerah yang pertama kali mereka datangi setelah datang ke alam atas ini, karena mereka berencana untuk kembali ke alam bawah. Sebabnya karena dia tak ingin membuat Pangeran Hongli dalam bahaya gara-gara dia, meskipun hatinya sangat sakit meninggalkannya, tapi Mei Yin berusah tegar.


Sudah 2 hari mereka melakuakn perjalanan dan sekarang mereka berada di kerajaan ras Vampir, karena orang-orang tak dapat mendeteksi dari ras mana mereka jadi orang-orang tak menghiraukannya mereka mengira Mei Yin dan Xiuhuan hanya manusia biasa bukan berasal dari 4 ras yang ada di alam atas itu begitu juga Chen yang merupakan hewan spiritual juga sama seperti Xiuhuan karena wujud hewannya tak bisa berubah kebentuk manusia jadi orang-orang mengira itu hanya hewan biasa. Saat mereka istirahat di sebuah kedai makanan mereka mendapati seseorang yang sangat mencurigakan dengan menggunakan jubah dan penutup kepala sedang duduk di seberang mereka. Mei Yin dan Xiuhuan menjadi waspada, setelah selesai makan mereka pun pergi, tapi lagi-lagi orang misterius itu mengikuti mereka.


Saat tiba di hutan yang berada di perbatasan kerajaan ras vampir dan kerajaan ras iblis. Mei Yin, Xiuhuan dan Chen di hadang oleh pasukan Cu Mei yang ingin menyuruh Mei Yin kembali. Sedangkan orang minterius yang mengikuti mereka tadi langsung bersembunyi.


"Pulanglah, kau mau pergi kemana jika tak kembali ke kerajaan iblis?" tanya Cu Mei.


"Aku tak sudi lagi kembali kesana dan juga aku merasa terhina memiliki ibu seperti mu yang hanya memikirkan keserakahanmu daripada perasaan anakmu sendiri," kata Mei Yin sinis.


Cu Mei marah karena yang di katakan Mei Yin itu fakta, karena dirinya memang egois sedari ayah dan ibunya mati karena di jebak oleh ras dewa, itu menurutnya, tapi tidak tahu dengan kebenarannya.


"Tangkap mereka," perintah Cu Mei pada pasukannya.


Pasukannya ini berjumlah 50 orang di ambil dari yang terkuat dari pasukan lainnya bisa di bilang mereka adalah pasukan inti.


Tring trang trang, suara pedang berafu bergema di dalam hutan itu. Mereka bertiga mati-matian melawan pasukan yang banyak itu. Tidak jauh dari perkelahian itu orang misterius yang mengikuti Mei dan lainnya sedari di kedai makanan tadi hanya memperhatikan perkelahian itu tanpa ada niat membantu.


Luka goresan di seluruh tubuh Mei Yin, Xiuhuan dan Chen sudah tak terhitung. Karena jumlah yang sangat tak seimbang itu membuat mereka kewalahan dan tumbang.


Perlahan pandangan Mei Yin menggelap dan dia tak sadarkan diri begitu juga dengan Xiuhuan dan Chen.


Saat Cu Mei hendak mendekati Puterinya itu, tiba-tiba sosok misterius langsung mengambil tubuh Mei Yin dengan menggendong ala dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu, dia adalah orang minterius yang mengikuti Mei Yin dan lainnya sedari tadi.


"Siapa dia? berani sekali membawa puteriku," teriak Cu Mei marah karena tak mendapatkan Mei Yin. "Ku rasa dia bukan orang sembarangan lebih baik ku tenang dan menunggu Mei Yin yang akan datang sendiri," gumam Cu Mei sambil melirih kepada Xiuhuam dan Chen yang tak sadarkan diri.


Cu Mei pun pergi dari sana dengan perasaan marah dan kesal karena hanya mendapatkan Xiuhuan dan Chen yang akan di jadikannya jaminan akan kembalinya Mei Yin untuk menyelamatkan mereka.

__ADS_1


Di lain tempat yaitu lebih tepatnya di sebuah kamar yang di desain dengan indah dan elegan.


Di sana terbaring seorang gadis dengan wajah pucat di peraduan yang amat sangat besar jika untuk 2 orang, apalagi dia hanya sendiri.


"uhgh, kenapa badanku rasanya seperti remuk ya," gumam Mei Yin seraya duduk dan bersandar di kepala peraduan itu. Ya dia sekarang berada di sebuah kamar megah. "Dimana ini, seperti nya di sebuah kediaman yang mewah, tapi bukan istana iblis," lanjutnya bergumam sambil memandangi seluruh ruangan. "Ah aku lupa di mana Xiuhuan dan Chen apakah mereka dibawa kemari juga?" tanya Mei Yin dengan dirinya sendiri dan dia pun ingin keluar kamar itu dengan berjalan tertatih-tatih, dia menyeimbangkan tubuhnya yang lemah dengan menyusuri dinding dan meja yang ada di dalam kamar itu.


Sampailah dia di depan pintu dan mulai membukanya dan saat pintu terbuka nampaklah seorang pemuda tampan dengan mata biru, kulit putih rambut panjang hitam tergerai dengan indahnya, dia memakai pakaian berwarna hitam dengan perpaduan warna emas.


"Siapa kau?" tanya spontan Mei Yin.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, kau siapa? Kenapa kau membuatku membawamu ke istanaku dan lebih parahnya kamarku," kata Pria itu.


Mei Yin menyerngitkan dahinya. "Apa maksudmu aku tak mengerti dan lagipula aku tak mengenalmu juga," kata Mei Yin.


Pria itu semakin maju dan membuat Mei Yin melangkah mundur dengan pincang.


Tak tahan lagi menyanggah tubuhnya Mei Yin pun jatuh terduduk di atas lantai dan pria itu berjongkong untuk memperhatikan Mei Yin lebih dekat.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejakmu di tulisanku ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2