Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 55


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu Mei Yin pun tiba. Sekarang mereka berkumpul di rumah yang memang di khusus kan untuk mendiskusikan rencana mencuri harta di makam.


Semua orang yang berada diperkumpulan mulanya heran, kenapa Lee San mengajak perempuan ketempat mereka. Tidak pernah ada perempuan yang mau datang ketempat perkumpulan mereka itu, karena mereka fikir itu bukan tugas mereka untuk pergi keluar mencari penghasilan yang membutuhkan tenaga yang cukup banyak, karena tidak hanya menggali makam tapi juga jarak dari desa mereka ke suatu makam itu setidaknya memerlukan beberapa hari, paling cepat 4 haru mereka kembali kalau tidak satu minggu.


Para perempuan di desa itu lebih memilih pekerjaan yang menetap di desa saja yaitu seperti menjahit, membuat kerajinan, dan sebagainya yang dapat dijual ke pasar, itu juga yang menjual para lelakinya, karena jarak pasar ibukota di masing-masing kerajaan lumayan jauh.


"Perkenalkan ini Mei Yin, dia yang kita temukan saat dimakam itu," jelas Lee San.


Orang yang berjumlah 10 orang itu pun menatap Mei Yin dan tanpa ekspresi, tapi itu tak bertahan lama. Mereka mulai menanyakan segala hal pada Mei Yin dan membuat Mei Yin kewalahan menjawabnya. Mei Yin tak menyangka akan sikap semua orang di desa ini yaitu sama dengan Lee San. Mereka cepat rukun dengan orang baru dan tak memiliki jarak yang dibatasi oleh status. Sama seperti zaman modern yang semua orang setara, yah meskipun masih ada yang ya....kalian tahu lah.


...


Mereka semua siap pergi pada keesokan harinya. Mei Yin menggunakan pakaian hitam laki-laki yang sudah dibuatkan untuknya dan tak lupa dengan cadar sebagai penyamaran bahwa dia perempuan.


"Ayo kita berangkat," ucap Hong Yu yang merupakan ketua dari kelompok yang akan pergi tersebut dengan semangat dan di ikuti dengan teriakan semangat para anggota lainnya.


Sebelum pergi mereka pun berpamitan terlebih dulu dengan sanak saudara sekaligus kepada para warga desa, meminta restu dan doa agar diberikan keselamatan dan penghasilan yang di harapkan.


...


Perjalanan ditempuh dengan membawa kereta sederhana yang fungsinya untuk membawa hasil kerja nantinya.


"Mei, kenapa aku tidak bisa melihat kekuatanmu ya? Apakah kekuatanmu di atas kami semua?" tanya Hong Yu yang sambil berjalan disebelah Mei Yin.


Lee San menatap Mei Yin dan Mei Yin pun juga menata Lee San meminta tolong bagaimana harusnya dia menjawab.


"Em kak Hong Yu, kak Mei Yin ini hanya diatas satu tingkat di atas kak Hong, jadi Kak hong dan lainnya tak dapat melihatnya, kan di sini yang paling kuat kak Hong pada level alam dunia tingkat 5 sedangkan kak Mei Yin alam dunia tingkat 6 benar kan kak Mei," jelas Lee San sambil mengedipkan matanya sebagai isyarat beres.


Mei Yin pun mengangguk untuk meyakinkan mereka dan syukurnya mereka semua yang mendengar pun hanya mengangguk paham.


"Berarti disini yang cocok jadi ketua adalah Mei kan?" kata Hong Yu.


"Eh," bingung Mei Yin, ya meskipun kekuatannya diatas dari mereka semua, tapi dia sudah tidak ingin jadi ketua apa pun itu, cukup dulu dia dikejar-kejar rasa tanggung jawab yang berat.


"Iya benar tuh," sahut yang lain.


"Eh tidak tidak aku tak berani, aku orang baru juga, bagaimana bisa memimpin kalian, lagi pula kan aku perempuan," ucap Mei Yin mencari-cari alasan.


"Meskipun perempuan, kamu sepertinya orang yang dihormati dilihat dari makammu, jadi bisa dipastikan kau orang yang berkemampuan," ucap Hong Yu. Mereka yang mendengar mengangguk.

__ADS_1


Lagi-lagi Mei Yin menatap Lee San memohon bantuan.


"Sudah lah kalian ini, kak Mei kan orang baru, jadi lebih baik kita tak memaksakannya," bela Lee San.


"Benar juga kata nya, lebih baik kita lanjutkan saja rencana kita dulu," ucap Li Wei wakil dari ketua kelompok dan diangguki oleh semua orang.


Mei Yin pun dapat bernafas lega karena tak di paksa lagi untuk menjadi ketua. Dia belum siap untuk membimbing mereka karena dia bukan orang terkuat lagi di sini berbeda dengan di alam bawah. Disana dia dapat mendirikan organisasi. Oh kalau diingat-ingat bagaimana kabar organisasinya ya? Ya lupakan itu, sekarang kehidupan nya di alam atas ini lebih penting.


...


Skip, mereka hampir sampai ke kota tujuan, yaitu kota di kerajaan ras Penyihir.


Mereka beristirahat terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan yang tak jauh lagi akan sampai ke kota tujuan.


"Kita istirahat dulu dan berkemah di hutan ini dan besok kita pantau keadaan dan pada malam hari kita beraksi," ucap Hong Yu dan disetujui oleh semunya.


Mereka mendirikan tenda seadanya, ada yang mencari kayu bakar, makanan dan sebagainya. Untuk Mei Yin dan Lee San mendapat tugas berburu. Bukan disuruh tapi emang keinginan keduanya.


"Kak Mei kita sudah masuk terlalu jauh, katanya hutan ini banyak binatang spiritual yang kuat, kita harus hati-hati, atau kita kembali saja?" ucap Lee San takut.


"Eh masa laki takut sih, aku saja tidak," ledek Mei Yin.


"Mau ku ajarkan beberapa teknik beladiri?" kata Mei Yin.


"Mau," jawab Lee San dengan cepat.


"Tapi ada syaratnya," ucap Mei Yin sambil menyeringai.


Lee San memiliki perasaan yang tak karuan dengan seringaian Mei Yin.


"A apa?"


"Kita harus menembus ketengah hutan ini, aku merasa ada perasaan yang akrab dengan hutan ini," ucap Mei Yin sambil menatap kedepan.


"Perasaan akrab?" gumam Lee San. "Baiklah," lanjutnya menyetujui.


Mereka pun berjalan semakin kedalam hutan. Hari yang semakin sore hampir malam pun membuat cahaya semakin gelap ditambah rapatnya barisan pohon.


Mereka sampai pada tengah hutan, perkiraan mereka, karena Mei Yin merasa tak asing dengan sebuah goa besar berdiri tegak dihadapan mereka.

__ADS_1


Mei Yin melangkah hendak masuk, tapi di cegah oleh Lee San.


"Kak Mei," panggil Lee San sambil menggeleng.


"Tak perlu takut, kau mau tinggal sendirian disini?"


Lee San menggeleng kuat tak mau ditinggal sendiri. Dia pun mengikuti Mei Yin sambil berpegangan pada lengan baju Mei Yin.


Mereka mulai berjalan tanpa arah dan cahaya pun semakin menggelap. Tapi tak perlu khawatir, dengan elemen apinya Mei Yin pun membuat goa bercahaya.


"Aaaaaaaaaaaa," jerit Lee San mendapati sekelilingnya penuh dengan tengkorak.


"Ih jangan teriak, telingaku sakit," gerutu Mei Yin.


"Maaf, kaget" kata Lee San memelas dengan lebih mempererat cengkramannnya pada lengan baju Mei yin.


Tak terlihat ada ujungnya, semakin masuk udarapun semakin sedikit. Mei Yin masih mampu bernafas normal, tapi tidak dengan Lee San, dia mulai terengah-engah mencari udara.


"Prangggg,"


Suara yang benda jatuh yang berasal tak jauh dari tempat mereka berdiri. Lee San semakin gemetaran.


"Kau tunggu disini saja, kau tak akan kuat jika memaksakan terua masuk," ucap Mei Yin dan ditanggapi wajah cemberut oleh Lee San.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2