Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 22


__ADS_3

*Keesokan paginya*


"Nona bangun, ini sudah pagi, apakah nona lupa makan pagi bersama tuan besar dan yang lainnya?" panggil Tang Yin sambil mengguncang tubuh Mei Yin.


"Iya iya aku bangun, aku mandi dulu," kata Mei Yin berjalan sambil merem dan sempat saja kakinya menyenggol meja.


Di ruang makan.


"Nak Raja Jun sudah menetapkan tanggal pertunangan kalian, yaitu bertepatan dengan pertunangan Putra Mahkota dan Pangeran lainnya yang akan diadakan satu minggu lagi, adik-adikmu juga akan pergi karena mereka akan menjadi Selir Putra Mahkota dan Pangeran Zhang Jiangwu, maka mereka akan pergi juga untuk melihat prosesi itu," jelas Perdana Menteri Rong.


"Huh gara-gara j****g ini aku tak bisa menjadi permaisuri dari Putra Mahkota," gerutu Fu Cai dalam hati.


"Sial, aku hanya menjadi Selir Pangeran Zhang," gerutu Niuren dalam hati.


"Baiklah ayah," jawab Mei Yin.


Di jalan Mei Yin melamun. "Satu minggu lagi waktuku yang bebas, aku harus memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk memperkuat diriku lagi," gumam Mei Yin.


Sesampainya di halamannya Mei Yin langsung masuk ke kamarnya mencari Xiuhuan. Seperti biasa Xiuhuan hanya bermalas-malasan di peraduan Mei Yin sambil menakuti Chen.


Mei Yin menggapai Chen dan menggendongnya. "Sudahlah Xiu kau ini memang tak mau me dengarkan peringatanku ya," kata Mei Yin marah.


"Bukan salahku, dia sendiri yang terlalu lemah," kata Xiuhuan dengan santainya.


Plak, "au apaan sih sakit tau," gerutu Xiuhuan setelah mendapat pukulan di kepalanya oleh Mei Yin.


"Sakit, tahu rasa," umpat Mei Yin.


Mei Yin pun keluar kamar dan membawa Chen ke halaman untuk bermain. Chen dibiarkan berlarian di taman padang bunga.


Xiuhuan datang dan duduk di samping Mei Yin yang duduk di atas rumput sambil memperhatikan Chen yang berlari-larian mengejar kupu-kupu.


"Bisakah aku menerobos dalam waktu satu minggu ini?" tanya Mei Yin.


"Bisa, tapi harus di tempat yang lebih banyak Qi nya daripada tempat yang kita datangin malam tadi," jawab Xiuhuan.


"Apakah kau tahu tempatnya?" tanya Mei Yin.

__ADS_1


"Aku tahu, tapi di sana sangat berbahaya," kata Xiuhuan.


"Kau takut ya," ejek Mei Yin.


"Tidak, aku hanya takut kaunterluka dan aku mendapat dampaknya," ketus Xiuhuan.


"Ya ya ya, tapi aku akan tetap pergi mau bantu aku kan," rayj Mei Yin sambil dengan mengkedipkna matanya dengan penuh harap.


"Huhhh baiklah malam ini akan ku bawa kau ketempat yang tak terlalu berbahaya dulu dan malam selanjutnya akan meningkat bahayanya, disana tidak hanya berkultivasi tapi kau harus melawan hewan-hewan spirit lainnya," kata Xiuhuan.


"Baik," jawab Mei Yin dengan senyum sumringahnya.


Malam hari pun tiba seperti janji tadi pagi mereka pergi menuju tempat yang di sarankan Xiuhuan. Malam pertama Mei Yin hanya mampu menerobos ke level alam dunia tingkat 4, karena semakin tinggi level makan semakin banyak pula Qi yang di perlukan.


Hari ke enam yaitu hari terakhir Mei Yin dan Xiuhuan pergi ketempat-tempat banyak Qi nya. Sekarang Mei Yin sudah menyetarai kekuatan Xiuhuan yaitu level alam langit tingkat 10.


Besok adalah hari pertunangan Mei Yin dengan Pangeran Hongli beserta Pangeran lainnya. Tapi perasaan Mei Yin tidak nyaman, dia merasa bahwa besok akan ada kejadian yang mengerikan akan terjadi, tapi perasaan itu di enyahkannya dan berpikir hal-hal yang positif saja.


Sekarang Mei Yin bersama Xiuhuan dan Chen sedang menikmati makan malam. Malam ini mereka tak pergi karena Mei Yin perlu istirahat dan mempersiapkan untuk besok. Di tengah-tengah saat makan Mei Yin bertanya.


"Xiu apakah aku bisa mencapai level abadi?" tanya Mei Yin.


"Maksudmu? Aku tak mengerti," tanya Mei Yin.


"Dunia ini memiliki 2 alam, pertama alam bawah yaitu dunia kita dunia manusia dan kultivator, yang kedua alam atas yaitu dunia para ras dewa, vampir, penyihir dan iblis," jeda Xiuhuan menarik nafas. "Alam atas juga terbagi dua yaitu hitam dan putih seperti yang kau dengar itu, jika mereka keluar dari alam mereka berarti mereka akan melakukan perang antar ras. Alam bawah ini dunia yang paling lemah karena alam atas rata-rata sudah pada level abadi semua, jika salah satu dari mereka keluar dan berjalan di alam bawah ini maka dapat dibayangkan akan ada kehancuran di alam bawah ini," jelas Xiuhuan.


"Wahhh pengetahuanmu sangat luas ya," kata Mei Yin takjub.


"Tentu dong," kata Xiuhuan dengan bangganya.


Makan malam mereka pun selesai dan mereka pun beristirahat.


Pagi mungkin sangat pagi karena mataharinpun belum muncul tapi Tang Yi sudah membangunkan Mei Yin.


"Nona cepat bangun," panggil Tang Yi sambil mengguncang tubuh Mei Yin.


"Ini masih sangat pagi Tang Yi," kata Mei Yin semakin merapatkan selimutnya.

__ADS_1


"Iya saya tau, tapi tandu dari istana sudah tiba nona," kata Tang Yi.


Mei Yin langsung duduk. "Apa? Kenapa pagi sekali sihhh," kesal Mei Yin dan berlalu ke tempat pemandian.


Matahari mulai muncul dan aktifitas Mei Yin un sudah selesai. Untuk acara pertunangan Mei Yin pihak istana sudah mengirimkan pakaian untuk si kenaikannya, mungkin Fu Cai dan Niuren juga.


Pakaian yang dikirimkan berwarna merah sangat cocok dengan kulit putih Mei Yin.


Mei Yin berjalan menuju gerbang istana dan diikuti oleh Tang Yi yang menggendong Chen yang berubah menjadi kucing biasa, sedangkan Xiuhuan menjadi kalung yang cantik.


Perdana Menteri Rong, Selir pertama dan kedua beserta Bao Yu dan Jiao mengantarkan kepergian Mei Yin, Fu Cai dan Niuren. Perdana Menteri dan lainnya akan menyusul nanti.


Kereta sudah tersusun sebanyak 3 buah kereta pertama sangat cantik berwarna merah kereta kedua cantik juga tetapi lebih kecil berwarna biru dan kereta ketiga sama besarnya dengan kereta kedua cuman warnanya hijau.


Saat Fu Cai ingin memasuki kereta pertama yang di bantj oleh Selir kedua tiba-tiba Perdana Menteri Rong menghentikannya.


"Tunggu Fu Cai iti kereta Mei Yin khusus dikirim Raja Jun untuknya kereta mu yang kedua dan yang ketiga adalah kereta Niuren," jelas Perdana Menteri.


"Tapi ayah," kata Fu Cai dengan manja.


"Tidak ada tapi-tapian cepat masuk dan berangkat nanti kalian terlambat," kata Perdana Menteri Rong.


Selir kedua dan Fu Cai mendengus kesal. Selir Pertama malah tersenyum sinis menertawakan kepedean Fu Cai dan Selir kedua.


Mereka pun berangkat, di perjalanan Mei Yin merasa sangat gelisah, dia tak tahu kenapa dirinya gelisah dia merasa tak nyaman dan khawatir.







Tinggalkan jejakmu ya. Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca


__ADS_2