
Untuk apa informasi? yaitu untuk menambah pengetahuan tentang seluruh wilayah agar para penduduk desa tak ketinggalan akan informasi penting, kalau-kalau akan membantu menyejahterakan penduduk desa dan meningkatkan pengetahuan.
"Kita akan kemana dulu?" tanya Mei Yin.
"Biasa nya kami akan mencari perkumpulan yang menonton pertandingan," ucap Hong Yu.
"Benar, disan biasanya selain menambah pengetahuan cara bertarung tapi juga banyak yang akan bergosip tentang kabar terbaru," lanjyt Lee San.
Mei Yin mengangguk paham. "Tunggu apa lagi mari kita cari," ajak Mei Yin antusias.
Mei Yin sangat antusias mendengar pertandingan, karena dia sudah lama tak pemanasan badannya terasa kaku, bagaimana tidak dia berbaring dikasur selama 3 bulan.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat kerumunan warga maupun orang pendatang bersorak-sorak mendukung jagoan mereka masing-masing.
Saat tepat bawah arena panggung dapat dilihat dua orang laki-laki muda yang kemungkinan tak jauh beda dengan usia Mei Yin sedang bertarung. Yang satunya tinggi, kekar tak terlalu kurus, lumayan tampan dan yang satunya lebih gemuk meskipun juga tinggi, jatuhnya seperti raksasa dan wajahnya imut-imut karena lemak pada pipinya hehe.
Pemuda sempurna (anggaplah begitu) memimpin pertandingan, si gemuk terlihat ngos-ngos an, dia terus menyerang tetapi si sempurna hanya menghindari. Melihat kesempatan dia langsung mengakhiri pertandingan.
Bugh bugh bugh
Brakkk
Tubuh si gemuk jatuh terlentang dan tak sadarkan diri, alias pingsan.
"Hahahaha, siapa lagi yang berani menantangku?" ucap pemuda sempurna itu dengan sombongnya.
"Siapa penantang selanjutnya?" ucap pembawa acara.
Tak ada yang berani maju, mereka hanya saling dorong saja. Saat pembawa acara ingin mengumumkan kemenangan terhadap si pemuda sempurna seorang berpakaian hitam ditambah cadar hitamnya maju dan berkata. "Saya yang akan menantangnya,"
Seketika pemuda sempurna itu tertawa nyaring. "Gadis lebih baik kau pulang dan berdandan saja diliht dari kau menggunakan cadar pasti wajahmu sangat jelek kan oleh karena itu lebih baik kau mempercantik diri agar ada yang mau dengan mu," ucapnya.
"Nona saya tidak ingin ada yang mati di arena saya apalagi seorang gadis," ucap pabawa acara khawatir akan akhir gadis di depannya ini.
Mei Yin tak menanggapi ocehan lelaki di depannya ini, "Mana ada laki-laki sempurna dengan sikapnya yang terlampau sombong ini, itu hanya akan menodai yang namanya pemuda sempurna yang sebenarnya, ini mah cocoknya pemuda banci banyak omong," batin Mei Yin.
"Tenang saja paman, aku tak akan membuat kerugian maupun mati disini," jawan Mei Yin sopan.
__ADS_1
Pembawa acara pun pasrah dan memulai pertandingan.
"Hei gadis menyerahlah, aku tak akan melawan gadis lemah,"
"Hah, aku tak akan menyerah, oh apakah kau yang takut padaku?" ucap Mei Yin mengejek.
Pemuda sok, itulah sebutan yang cocok bagi Mei Yin. Dia geram dengan ucapan Mei Yin. "Jangan salahkan aku jika kau terluka, aku sudah berbaik hati kepadamu dengan membiarkan mun menyerah tapi kau menolak, biklah, kita mulai saja," ucap nya langsung menyerang Mei Yin.
Mei Yin hanya menghindari setiap serangan lawannya dan dalam fikirannya. "Mungkin karena masih muda kali ya dia tak menyadari bahaya di depan mata dan hanya membanggakan diri,"
Lawan Mei Yin menyerangnya dengan elemen api tapi dengan santainya Mei Yin menghindari serangan itu. Setelah cukup puas menghindar sekarang giliran Mei Yin menyerang.
Mei Yin menyerang dengan elemen airnya, hanya itu ditunjukkannya, dia tak ingin ada yang tahu tentang kekuatan yang lainnya yang ada pada dirinya.
Lee San yang melihat terkejut dia kira Mei Yin hanya memiliki elemen api, itu jug api yang di hasilkan Mei Yin sudah berada ditahap akhir, sekarang wahh Lee San tak dapat memikirkan lagi seberapa kuatkah Mei Yin itu sebagai manusia biasa.
Mei Yin mengguyur lawannya dengan elemen airnya dan alhasil lawannya basah kuyup dan saat lawannya lengah Mei Yin menyerang dan bugh bugh bugh, Mei Yin menghujami lawannya dengan pukulan di wajah perut dan terakhir tendangan di kaki membuat sang lawan jatuh babak belur dan langsung saja Mei Yin memasukkan pill penyembuh ke mulut sang lawan dan perlahan luka dan bekas pukulan Mei Yin sembuh dan terlihat kembali ke semula. Mei Yin tak ingin membuat wajah yang lumayan tampan itu buruk rupa dan tak ada yang mau lagi kan sayang hehe. Memang Mei Yin ini tak tega an melihat wajah-wajah tampan terbuang sia-sia, kecuali memang peria tampan itu ancaman baginya.
Sang lawan dan orang-orang tak menyangka si gadis yang mereka anggap lemah memiliki hati yang sangat baik.
"Terimakasih dan mohon maaf nona, atas perilaku tak sopan saya," ucap si laki-laki. "Perkenalkan nama saya Huang, boleh kah kami yang ada di sini mengetahui nama nona?"
"Baiklah kalau begitu apakah ada lagi penantang yang ingin melawan nona ini," ucap pembawa acara.
Tak ada yang mau menantang dan pembawa acara akan mengumumkan kemenangan Mei Yi tapi lagi-lagi ada seseorang yang menyela.
"Berkenankah nona melawan saya," ucap suara berat seorang peria.
Saat Mei Yin menatap metapa terkejutnya dia saat melihat siapa pemilik suara berat itu.
Mei Yin langsung menyerah. "Maaf tuan, saya mengaku kalah dengan anda," ucap Mei Yin langsung turun dari arena dan menghampiri Lee San dan Hong Yu. "Cepat kita pergi," ucap Mei Yin tak sabar sambil menarik keduanya.
Dari arena terlihat pria penantang tersenyum dan bergumam. "Aku merasa tak asing dengannya, mungkinkah? Tapi itu tak mungkin kan,"
Dia adalah Haocun yang sekarang sudah menjadi raja kerajaan ras Penyihir menggantikan ayahnya.
"Hei hei sabar, kau ini kenapa tergesa-gesa?" ucap Hong Yu sambil menarik tangan Mei Yin menyuruh berhenti.
__ADS_1
Bukannya menjawab tapi Mei Yin malah balik nanya. "Sudah jauh kan dari arena pertandingan tadi?" sambil menengok ke belakang.
Lee San dan Hong Yu kebingungan dengan sikap Mei Yin. "Kak kenapa, memangnya ada apa?" tanya Lee San.
"Huhhh syukur, itu orang tadi itu...," ucap Mei Yin ambigu.
"Iya orang tadi kenapa? Dan siapa juga?" tanya Lee San.
"Dia itu raja kerajaan ras penyihir ini," ucap Mei Yin sambil mengatur nafas.
"Huh," kaget Hong Yu dan Lee San bersamaan.
"Dari mana kau tahu?" tanya Hong Yu.
"Aduh mulutku ini, tapi tak apa kan aku jujur pada mereka, tapi untuk masalah yang di goa lebih baik di simpan sendiri saja," batin Mei Yin.
"Aku akan menceritakan seluruh ceritaku sebelum berakhir di makam dan ditemukan oleh kalian, tapi kita cari tempat duduk dulu sambil mencari informasi," ucap Mei Yin dan disetujui oleh Hong Yu dan Lee San.
Mereka singgah di sebuah kedai makanan. "Mei kenapa kita kesini, kita kan tak memiliki koin untuk membayarnya," ucap Hong Yu.
"Tenang aku ada kok," ucap Mei Yin sambil tersenyum dari balik cadarnya.
Mei Yin meminta pada Lee San dan Hong Yu memesan yang mereka ingin kan dan akan membawakan untuk yang lainnya saat pulang.
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
Dengan like, komen dan vote.
__ADS_1
Selamat Membaca.