Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 62


__ADS_3

"Aduh bagaimana ini," gumam Mei Yin sambil mondar mandir dihadapan Lee San.


Lee San jadi pusing dibuatnya. Lee San menarik Mei Yin dan mengahadapkan kepadanya kemudian memegang kedua bahu Mei Yin. "Tenang, jika kau seperti ini kau akan ketahuan dan bersikaplah biasa dan kalau bisa ubah sifatmu yang diketahui mereka," ucap Lee San meyakinkan.


Mei Yin menatap Lee San berbinar. "Kau benar, ambilkan cadar dan tudung ku," pinta Mei Yin.


Segera Lee San mengambilkannya.


Terlihat dua lelaki duduk dan dua lelaki lainnya berdiri disamping masing-masing lelaki yang duduk.


"Maaf menunggu lama," ucap Mei Yin kemudian duduk di hadapan kedua orang tersebut.


"Tidak masalah," jawab Hongli tak kalah datar. "Mengapa orang ini nampak tak asing," batin Hongli.


*Sekarang sebutan untuk raja-rajanya dengan nama saja*


"Ekhem, ada urusan apa anda sekalian datang kedesa kami dan ingin bertemu pemimpin desa ini?" tanya Mei Yin.


Karena deheman Mei Yin dan ucapannya Hongli yang melamun dengan fikirannya pun tersentak tapi tak nampak.


"Oh ya, kami mendengar bahwa desa ini dulunya terabaikan dan semenjak empat bulan terakhir menjadi desa yang indah dan ramai akan pendatang, tapi setelah datang rumor itu benar adanya, desa ini memanglah indah," ucap raja ras iblis.


"Oh begitu, seperti yang anda-anda lihat, beginilah keadaan desa kami. Tapi tidak lah sopan jika saya dan anda sekalian belum memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Lee Yi Sang," ucap Mei Yin bohong. Penduduk desa sudah tahu akan hal itu, karena permintaan Mei Yin jika ada yang bertanya akan dirinya, kasih tahu jika namanya Lee Yi Sang.


"Oh maafkan ketidak sopanan kami, nama saya Zhao Yun, dan teman saya namanya Hongli, seperti yang telah diberi tahu kami berasal dari kerajaan ras dewa dan ras iblis," jelas Zhao Yun.


"Oh, kalau begitu maaf dengan ketidak sopanan saya, tapi maaf juga karena di desa kami tidak ada namanya pangkat, semua orang disini memiliki status dan pangkat yang sama," ucap santai Mei Yin.


Penjaga disamping Hongli geram dengan ketidak sopanan Mei Yin. "Beraninya kau," ucapnya geram.


Bukannya takut Mei Yin malah gencar memprovokasi. "Jika kalian tak bersedia mengikuti peraturan di desa ini maka pergilah. Di desa ini tak memerlukan kedatangan para bangsawan sombong bahkan raja atau kaisar sekalipun," ucap Mei Yin.


Lee San sudah berkeringat dingin mendengar ucapan Mei Yin yang menyinggung dua penguasa sekaligus.


"Kak Mei," lirih Lee San tapi masih dapat di dengar Mei Yin. Mei Yin pun mendongak menatao Lee San dan memberikan senyuman di balik cadarnya dan mengangguk isyarat "Jangan khawatir, tenang saja,"


"Sudahlah Xi, ikuti saja," ucap Hongli.

__ADS_1


Mereka pun berjalan-jalan berkeliling desa dengan ditemani Lee San dan Hong Yu yang di panggil untuk menjadi pemandu. Mereka tak menggunakan kereta, mereka hanya berjalan kaki menyusuri desa. Sesekali mereka akan mampir di kedai makanan yang makanan nya tak pernah mereka temui.


Hongli yang lumayan lama bersama Mei Yin saat di alam bawah merasa tak asing dengan makanan tersebut, tapi dia ragu, karena dia tak mengingat masa dia masih bodoh. Tak mau banyak berfikir dia hanya fokus mendengar penjelasan Hong Yu yang mana merupakan wakil dari pemimpin desa.


Sebenarnya Mei Yin juga ikut, tapi hanya ikut jalan saja, tak menjelaskan.


Saat berada di taman buatan ada seorang pengawal datang. "Hormat Yang Mulia,"


Hongli hanya berdehem. "Ada apa?" sahut Zhao Yun.


"Yang Mulia raja dari kerajaan ras vampir dan ras Penyihir sudah datang dan menunggu di penginapan,"


Jderr


Mei Yin lagi-lagi terkejut, ini nih yang paling di takutinya. Kalau Hongli dan Haocun masih dapat di tipu, tapi tidak dengan raja ras vampir yaitu Weiheng. Di alam atas ini dia tinggal dengan Weiheng cukup lama dan kemungkinan besar dia akan ketahuan.


"Baiklah kami akan kesana," ucap Zhao Yun kepada pengawal. "Baiklah nona pemimpin, kami akan kepenginapan dulu untuk menemani teman-teman kami, dan berkenan kah nona pemimpin menemui mereka juga?" ucap Zhao Yun.


Mei Yin melirik kepada Lee San. Lee San telah tahu semua tentang Mei Yin, hanya Lee San yang tahu semuanya.


Mengerti dengan kode Mei Yin Lee San pun membuat alasan. "Kak Mei bukankah kau ada yang harus di kerjakan dan harus selesai malam ini?"


"Baiklah kalau begitu. Saya akan sampaikan kepada mereka dan akan bertemu anda di lain waktu," ucap Zhao Yun.


Mereka pun berpisah di pertigaan jalan.


"Huhh syukur, terimakasih Lee San," ucap Mei Yin.


"Sama-sama, kenapa mereka bisa datang semua dan berbarengan lagi," ucap Lee San berfikir.


"Tak tau," ucap Mei Yin menggedikkan bahunya.


"Oh ya kerjaan apa yang harus ku kerjakan?" tanya Mei Yin.


"Tidak ada semua pekerjaan telah selesai dan untuk seminggu ini tak ada pekerjaan lagi dan juga seminggu an ini akan diadakan festival jadinya desa ini kan. Kak Mei kan tahu semenjak desa ini banyak pengunjungnya, keuangan desa kita tercukupi dan kita tak perlu lagi mencuri harta di makam dan mampu merayakan hari jadi desa,"


Mei Yin mengangguk. "Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan malam ini," ajak Mei Yin.

__ADS_1


Lee San mengangguk antusias.


Malam hari tiba dan tibalah pula saatnya Mei Yin dan Lee San untuk jalan-jalan. Kebetulan malam ini, malam perayaan terbentuknya desa ini, jadilah malam ini akan di adakan festival. Tak kalah meriah dari festival dari di kota kerjaan lain. Karena desa ini berdiri sendiri jadilah memiliki hari jadi desa tersendiri.


"Siap?" tanya Mei Yin yang muncul tiba-tiba di kamar Lee San.


"Aaaa," teriak kaget Lee San. "Kak bisa tidak jangan muncul tiba-tiba," kesal Lee San.


"Ya ya ya, maaf. Siap?"


"Tentu," jawab Lee San semangat.


Lee San yang dulunya anak pemimpin desa yaitu paman Lee, sekarang adik dari pemimpin desa yaitu Mei Yin. Mei Yin yang telah di angkat paman Lee jadi anak pun merasa senang karena memiliki keluarga.


Lee San dengan pakaian berwarna biru muda ikat pinggang putih serta mengikat rambutnya dengan hiasan kepala terlihat tampan. Mei Yin pun terlihat cantik dengan pakaian berwarna abu-abu muda polos serta mengikat menggulung setengah rambutnya dan setengahnya dibiarkan tergerai serta hiasan bungan kecil di kepala sebelah kanan, tak lupa cadar dengan warna senada pakaiannya. Dia memakai cadar kerena takut jikalau ada yang menhenalnya selain penduduk desa.


"Kak kita kemana dulu?" tanya Lee San.


"Kita jalan aja dulu, lihat-lihat, jika ada yang menarik baru kita kesana," ucap Mei Yin


"Baiklah,"


Mereka berjalan-jalan santai. Orang-orang masih tak memadati jalan karena belum terlalu malam, karena festival ini akan ramai hari sudah mencapai tengah malam, karena di saat itu akan ada kebang api yang di ciptakan oleh penduduk desa dengan arahan Mei Yin.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote

__ADS_1


Selamat Membaca


__ADS_2