Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 59


__ADS_3

Dimana Mei Yin mendapatkan koin-koin itu? jawabannya yaitu di dalam ruang waktu. Setelah salju mencair, harta-harta yang awal tertimbun tumpukan salju terlihat dan kebetulan saat itu Mei Yin sangat memerlukannya dan mengambilnya beberapa.


"Beneran ya ini?" tanya Hong Yu lagi memastikan dan diangguki Mei Yin. "Makan lah sepuas kalian untuk yang lain akan kita bawakan setelah kembali nanti," ucap Mei Yin.


Tak lama menunggu makanan pesanan mereka datang. Hong Yu dan Lee San terlihat sangat lahap memakan makanan yang mereka pesan. Sedangkan Mei Yin jangan di tanya, selera makannya hilang saat merasakan rasa masakan hambar dan keasinan.


"Kenapa tak makan?" tanya Hong Yu.


"Aku tak selera, aku akan minum teh saja," ucap Mei Yin, dia akan mencari makanan lain saja nanti, daripada memaksakan tenggorokannya merasakan garam berlebih dan sup hambar yang membuatnya tak berselera melanjutkan makannya.


Lee San telah menghabiskan makanannya. "Kau masih kuat makan?" tanya Mei Yin yang melihat Lee San yang masih terlihat memandang Hong Yu memakan makanannya.


"Hehehehe," tawa kikuk Lee San. Tanpa Lee San jawab pun Mei Yin sudah mengerti. "Jika ingin pesan lagi, pesanlah," kata Mei Yin.


"Tidak usah, sebaiknya aku makan makanan kakak saja, kak Mei kan tidak mau, kan sayang," ucap Lee San dengan polosnya. Meski dari umur hanya beda satu tahun dari Mei Yin tapi sikap Lee San ini terlalu polos, tapi itu hanya di hadapan orang-orang desa saja, jika berhadapan dengan orang asing sikap dan sifatnya akan berubah dingin sama dengan yang lainnya pun begitu, mereka tak dapat mempercayai orang asing, karena mereka trauma dengan orang asing yang menyebabkan desa mereka hancur dan berakhir di desa sekarang yang mereka tempati, tetapi mereka juga berayukur dengan berpindah seperti itu mereka dapat memulai dari awal lagi membangun desa bersama-sama.


"Jika kau mau silahkan dan jika ingin pesan lagi tidak apa," ucap Mei Yin.


"Tidak perlu aku makan ini saja," ucap Lee San kemudian makan lagi.


Setelah semua selesai dengan makan mereka, Mei Yin pun membayar dan mengajak merek ke tempat lain agar mendapat lebih banyak informasi.


"Kau tahu besok akan diadakan perayaan ulang tahun Raja dan di alun-alun ibukota akan dirayakan juga oleh para penduduk. Kau mau kesana?" ucap warga A.


"Aku mau dan aku juga mendengar, para Raja dan pangeran dari kerajaan ras lain akan datang," ucap warga B.


"Ya kau benar, setelah peperangan itu semua kerajaan ras telah berdamai dan tak bermusuhan lagi, aku jadi tenang karena tak akan lagi ada perang," ucap warga C


"Huh, kita tidak tahu nantinya. Bisa saja ada yang membelot, bukan raja atau pangeran tapi bangsawan lain yang tak suka dengan perdamaian ini," ucap warga D.


"Hus kau ini jangan berbicara sembangan, untuk sekarang kita nikmati saja dulu kedamaian ini," ucap warga B dan diangguki yang lain.


Itulah percakapan yang ditangkap oleh mereka bertiga.


"Benarkah yang mereka katakan?" tanya Mei Yin.

__ADS_1


Lee San dan Hong yu mengangguk. Mereka sudah tahu akan hal itu, jadi memudahkan mereka untu bepergian dan masuk ke kerajaan mana saja karena tak akan dilarang oleh penjaga gerbang perbatasan. Wajar Mei Yin tak tahu, kan dia baru sadar dari tidur panjangnya.


"Wahh aku sangat banyak tertinggal kabar ini," batin Mei Yin.


Mereka kembali menyusuri pasar dan mencari informasi-informasi lainnya. Tak terasa hari mulai beranjak sore dan mereka telah diperjalanan menuju tempat pertemuan mereka dan tak lupa membawakan makanan untuk yang lainnya.


"Hai semua," sapa Mei Yin sambil melambaikan tangan dan dibalas.


"Hai Mei, kalian bawa apa?" ucap Woo menunjuk keranjang di tangan Mei Yin, Lee San dan Hong Yu.


"Ini untuk kalian," ucap Mei Yin menyerahkan keranjang itu di ikuti oleh Lee San dan Hong Yu menyerahkan pada yang lain.


"Kalian isilah perut kalian terlebih dulu sebelum kita beraksi," ucap Hong Yu.


"Wahhh, banyak banget. Ini...," belum sempat Fang menyelesaikan perkataannya langsung di potong Mei Yin.


"Jangan tanya kami dapat dari mana, yang penting makan saja dulu," ucap Mei Yin tahu maksud yang akan ditanyakan Fang.


Mereka makan dengan lahap dan terhenti saat menyadari Lee San Hong Yu dan Mei Yin tak ikut makan. "Kalian tak makan?" tanya Wei.


Hong Yu dan yang lain tak makan dan hanya minum saja pun menoleh dan menjawab. "Kami sudah makan, habiskan lah untuk kalian,"


Mereka bersebelas menunggu di sekitar pemakan. Kenapa tak beraksi? karena mereka menunggu tengah malam agar tak membuat mereka kewalahan jika ada orang maupun prajurit yang sedang patroli.


Biarpun angin dingin menemnus kulit tak menyurutkan semangat mereka untuk berhasil dalam misi mereka. Yaitu misi mencuri harta di dalam makam hehe.


"Makam siapa yang akan kita curi hartanya?" tanya Mei Yin.


"Keluarga salah satu bangsawan di kota, dia seorang perempuan paruh baya yang baru 2 jari dikuburkan," jelas Fang.


Mei Yin pun mengangguk dan melihat situasi sekitar. "Sepertinya sudah aman dan tengah mal juga hampir tiba," ucap Mei Yin menatap kelangit.


Mereka semua menganggul dan mulai menjalankan aksi mereka ada yang bertugas mengawasi sekitar dan menggali kuburannya. Dan Mei Yin bertugas mengawasi lingkungan sekitar berasama Woo dan Wei.


Yang lain dengan cepat menggali dan mengambil harta yang ada dalam peti dan setelah semua telah dimasukkan kedalam tas yang dibawa mereka kembali menutup kuburan itu.

__ADS_1


"Selesai, sebaiknya kita langsung saja kembali ke hutan dan pagi nanti baru kembali ke desa," ucap Hong Yu dan di angguki oleh semuanya.


...


"Huhhh, akhirnya selesai juga," ucap Fang.


"Benar, akhirnya kita bisa kembali ke desa," ucap Woo.


Mereka pun tidur terlelap kecuali yang berjaga termasuk Mei. Dia tak bisa tidur, entah kenapa.


Mei Yin menghadapi api unggun untuk menghangatkan tubuhnya. "Kalian tidur lah, biar aku yang berjaga, kalian telah bekerja keras tadi," ucap Mei Yin pada Hong Yu dan Lee San yang berjaga.


"Tidak, seharusnya kau yang istirahat, kami sudah terbiasa begini," ucap Hong Yu.


Mei Yin menggeleng. "Aku tak bisa tidur, kalian tenang saja, lebih baik kalina tidur. Aku memaksa," ucap Mei Yin.


"Lee San kau tidur lah aku akan menemani Mei berjaga," ucap Hong Yu.


"Ta..,"


"Tak ada tapi-tapian istirahatlah,"


Lee San pun menuruti Hong Yu dan terpaksa tidur.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote


Selamat Membaca


__ADS_2