Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 29


__ADS_3

Saat berjalan Mei Yin tak sengaja menemukan sekelompok orang sedang bersiap-siap untuk berangkat, karena dilihat dari kerjaan mereka, malam tadi mereka berkemah di lokasi itu. Di lihat dari pakaian yang mereka kenakan adalah prajurit dan mungkin mereka sedang mengawal seseorang atau beberapa orang yang memiliki pangkat.


Mei Yin hanya berlalu melewati perkemahan mereka tanpa di ketahui. Saat dengan santai Mei Yin berjalan, karena pandangan nya lurus kedepan saja dia tak melihat sesuatu yang tergeletak di tanah dan membuatnya tersandung.


Brukk


"Auu, siapa sih naroh batu sembarangan, eh ini kan hutan mungkin aja batu ada di jalan kan," kata Mei Yin seraya berpikir dan bangkit.


Saat dia melihat kebelakang, alangkah terkejutnya dia menemui seseorang yang sedang tak sadarlan diri dan di penuhi luka di tubuhnya, dia adalah seorang pria yang di kiranya batu ternyata orang.


Mei Yin memeriksa keadaan pria itu.


"Dia masih hidup," gumam Mei Yin seraya menyeret tubuh pria itu bersandar ka batang pohon dekat situ.


Dengan telaten Mei Yin merawat luka yang di derita pria itu. Matahari hampir tenggelam tapi tak ada tanda-tanda bahwa pria itu akan bangun, karena hari hampir gelap Mei Yin pun meninggalkan pria itu bersama Xiuhuan dan Chen yang masih tertidur dan dia mencari kayu bakar dan beberapa makanan.


"Ah cukup untuk makan malam ini, apa sekalian aja yang aku mencoba membuat obat untuk menghancurkan pengaruh obat pencuci otak itu. Baiklah apa yang bisa ku temukan di hutan ini," kata Mei Yin seraya mencari beberapa tanaman obat unuk membuat obat. Dia juga tidak yakin dengan obat buatannya, tapi dia pernah membaca tentang obat penangkal segala obat yaitu jika mengosumsi obat itu maka obat lainnya tidak akan berpengaruh lagi.


Mei Yin berhasil mendapatkan bahan-bahannya dan dia kembali ketempat peristirahatannya.


Sesampainya di tempat dia tidak bisa menemukan pria tadi, dia meletakkan kayu bakar, ikan yang di tangkapnya dan tumbuhan obat, dia bergegas melihat kearea sekitar. Saat Me Yin ingin melewati pohon di mana dia meletakkan keperluannya tadi tiba-tiba sebuah pedang mengarah ke lehernya.


"Siapa kau?" tanya orang itu yang ternyata pria yang di tolong Mei Yin.


"Ah ternyata kamu, aku orang yang menolongmu," kata Mei Yin santai.


Pedang masih terarah di leher Mei Yin. "Kau masih tak percaya ya sudah, kau bisa menjadikanku tawananmu, sampai kau percaya," kata Mei Yin.


Perlahan pedang itu turun dan pria itu pergi meninggalkan Mei Yin.


"Hey kau mau kemana lukamu masih belum sembuh," teriak Mei Yin sambil mengejar pria itu dan saat pria itu menahan Mei Yin dengan mengangkat pedangnya agar tidak mengikutinya, tiba-tiba.


"Akhgg," ringisnya saat merasakan sakit di bahunya.


"Kan sudak ku katakan lukamu belum sembuh, jadi lebih baik kau duduk di tempat semula," kata Mei Yin langsung meninggalkannya dan menyusun kayu bakar untuk di buat api unggun.


Ikan telah matang dan perut semakin lapar.

__ADS_1


"Makanlah," kata Mei Yin sambil menyerahkan satu ekor ikan.


Pria itu menyambutnya dan memakannya.


Mei Yin belum makan, dia menghilangkan totokan Xiuhuan dan Chen dulu dan membiarkan mereka makan, setelah mereka kenyang sebelum Xiuhuan mengeluarkan kata-katanya Mei Yin menotok mereka kembali dan baru lah dia makan.


Pria itu bingung menatap Mei Yin yang melakukan itu, dia ingin bertanya tapi diurungkannya, dia memilih memejamkan matanya, dia merasa Mei Yin tak berbahaya, jadi dia bisa tenang.


Sesudah menghabiskan ikannya Mei Yin berkutik dengan tumbuhan obat.


Sepanjang malam Mei Yin membuat obat itu dan hanya di temani cahaya api unggun.


Pagi hampir datang dan Mei Yin telah berhasil membuat obat itu dengan keahliannya dan ingatan nya tentang resep obat itu.


"Yeayyyy, berhasil," teriak Mei Yin kegirangan.


Pria itu terkejut dan terbangun.


"Hey kenapa kau ribut sekali, hari masih belum terlalu pagi untuk kau berteriak," gerutunya.


"Maaf," ucap Mei Yin. Dia bergegas menghampiri Xiuhuan dan Chen yang berada di dekat pria itu.


Mei Yin menghilangkan totokannya dan meminta Xiuhuan dan Chen meminum obat itu, mulanya mereka menolak, tetapi dengan paksaan Mei Yin yang memasukkan kedalam mulut mereka akhirnya obat itu berhasil tertelan mereka.


Dengan penuh harap Mei Yin menunggu reaksi obat itu dan mengikat Xiuhuan dan Chen dalam bentuk hewan mereka di Batang pohon.


Matahari bersinar terang, tapi reaksi obat itu masih belum terlihat, Mei Yin mulai putus asa dan berjalan pergi.


"Hey kau mau kemana?" tanya pria itu.


"Kau tenang saja aku tak akan kabur, aku hanya jalan-jalan menghilangkan frustasiku ini," kata Mei Yin berlalu pergi dengan jalan lunglai.


Pria itu membiarkannya dan memperhatikan rubah dan anak harimau yang diikat oleh Mei Yin. Mereka berusaha melepaskan ikatan itu, tetapi tiba-tiba mereka berhenti tak bergerak lagi, pria itu mendekati keduanya dan memeriksanya.


"Ternyata pingsang," gumamnya dan kemudian dia duduk kembali. Tak ada niat melepaskan mereka.


Beberapa menit telah berlalu Mei Yin masih belum kembali dan pria itu melihat rubah dan anak harimau itu mulai siuman.

__ADS_1


"Kepalaku sakit," keluh Xiuhuan.


Saat Xiuhuan sudah membuka matanya, dia mendapati dirinya dalam bentuk rubah terikat di batang pohon dan tak jauh darinya Chen juga terikat dan terlihat juga ada seorang pria sedang duduk santai.


"Hey kau, kenapa kami bisa diikat disini," teriak Xiuhuan.


Pria itu menyatukan kedua alisnya seraya bangkit dan menghampiri Xiuhuan.


"Apakah kau tak ingat alasan kau di ikat di sini?" tanya Pria itu.


"Apa maksudmu, seingatku aku berada di istana bersama Mei Yin dan anak harimau itu," kata Xiuhuan.


Pria itu semakin bingung dan belum sempat dia bertanya lagi teriakan Mei Yin mengagetkannya.


"Xiuhuan Chen apakah kalian sudah mengingat ku sebagai teman kalian?" tanya Mei Yin sambil melepas ikatan Xiuhuan dan Chen.


Setelah terlepas Mei Yin langsung memeluk mereka berdua dan tak terasa air mata Mei Yin jatuh tak terbendung.


Xiuhuan berubah dalam bentuk manusia nya dan menenangkan Mei Yin. Pria itu terkejut dengan perubahan Xiuhuan, tapi dia diam dan memperhatikan interaksi mereka.


Serasa sudah tenang Mei Yin meminta mereka duduk berhadapan termasuk pria itu.


"Aku masih tidak tahu harus memanggilmu apa, tapi perkenalkan dulu namaku Mei Yin dia Xiuhuan dan ini Chen," kata Mei Yin memperkenalkan dirinya dan menunjuk Xiuhuan dan Chen yang ada di pangkuannya. "Aku ingin menceritakan tentang kejadian yang menimpaku dan membawaku sampai kesini, karena aku merasa kau tak jahat, jadi aku bisa tenang dan juga ini bukan rahasia juga," lanjut Mei Yin santai.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejakmu di tulisanku ya...


Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2