Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 61


__ADS_3

"Hahaha, kita sama-sama saling membantu," ucap Haocun. Haocun menatap Mei Yin yang masih fokus pada herbal-herbal ditangannya. "Ekhem nona," panggil Haocun tapi tak direspon Mei Yin. Lee San pun menyenggol tangan Mei Yin. Sontak membuat Mei Yin terkejut.


"Ah ya ada apa?" ucap Mei Yin menatap Lee San dan mata Lee San mengisyaratkan pada Mei Yin untuk menatap kedepan dan Mei Yin pun mengikutinya.


Mei Yin menegang melihat sesosok pria dihadapannya, siapa lagi kalau bukan Haocun.


"Ah bukankah nona yang di pasar tadi," ucap Haocun.


Lee San dan Hong Yu pun baru sadar dan langsung memberi hormat. "Maafkan kami Yang Mulia tak mengenali anda,"


Haocun hanya menganggukkan kepalanya untuk merespon. Mei Yin hanya memasang wajah datarnya.


"Benar, memang kenapa?" sarkas Mei Yin. Dia tak ingin Haocun mengetahui identitasnya.


"Tidak ada, cuman ingin mengenal saja," ucap santai Haocun.


Mei Yin hanya ber 'oh' ria, sedangkan Lee San, Hong Yu dan yang lainnya yang sudah tahu identitas orang dihadapannya ini sudah berkeringat dingin karena sikap santai Mei Yin menanggapi setiap ucapan Haocun.


"Ayo kita pergi," ajak Mei Yin kepada kawanannya. "Dan oh sekali lagi terimaksih kepada para prajurit kalian telah membantu kami," setelah mengatakan itu Mei Yin berlalu pergi tanpa salam.


"Kalau begitu kami permisi Yang Mulia," sambil membungkuk hormat Hong Yu yang di ikuti yang lainnya kemudian menyusul Mei Yin yang telah berjalan melewati para prajurit yang sedang duduk mengobati luka mereka.


...


Tak terasa mereka bersebelas telah sampai di desa. Mereka disambut dengan sukacita oleh para penduduk desa.


"Selamat datang kembali,"


"Wahh kita akan lebih santai untuk beberapa hari kedepan,"


Banyak lagi sukacita yang dilontarkan para penduduk.


Sekarang Mei Yin dan Lee San telah berada di rumah dan menunggu paman Lee pulang dari kebun.


"Kalian sudah pulang," ucap paman Lee yang baru datang sambil meletakkan keranjang yang berada dipunggungnya.


"Iya ayah," sahut Lee San, sedangkan Mei Yin hanya tersenyum.


"Bagaimana?" tanya paman Lee


"Apanya yang bagaimana ayah?"


"Itu hasil nya,"


"Lancar,"


"Bagus, eh apa kalian sudah makan?"

__ADS_1


Mei Yin dan Lee San menggeleng pertanda mereka belum makan. Ya tentu karena setelah berpisah dari rombongan Haocun mereka tak terus berjalan dan sesekali istirahat hanya untuk sekedar minum saja.


Akhirnya mereka makan bersama dengan diselingin canda tawa.


Tak terasa sudah 4 bulan Mei Yin tinggal di desa itu. Dengan ceoat Mei Yin akrab dengan seluruh penduduk desa yang tak seberapa itu.


Ya terlihat seperti sekarang, Mei Yin sedang membantu kakek Ho yang sedang membersihkan sawah.


"Terimaksih Mei sudah membantu kakek ini,"


"Sama-sama kek," sekarang ekspresi Mei Yin tak terlalu datar lagi.


Semenjak kedatangan Mei Yin desa yang bernama desa sunyi itu perlahan mulai dipadati penduduk yang datang dari jauh. Hanya untuk sekedar singgah atau pun menetap.


Banyak para saudagar, pengembara dan lainnya datang berkunjung kesana karena mendengar sebuah desa yang mulanya ditelantarkan sekarang menjadi desa yang indah dengan ornamen dan warna warni pada setiap rumah penduduk. Tidak hanya itu, tepi jalannya ditanami dengan berbagai macam bunga dan pohon, sedangkan atasnya di pasang dengan berbagai macam hiasan yang terbuat dari bahan bekas yang mulanya terbuang. Dengan memsang tali dari rumah satu kerumah lainnya terciptalah kemeriahan disetiap sudut desa.


Tak jarang bangsawan maupun anggota kerajaan datang berkunjung hanya sekedar melihat nya.


...


Disebuah rumah berlantai dua sedang duduk seorang gadis di lantai dua sambil menyesap teh dan memandangi orang yang berlalu lalang.


"Mei," panggil seseorang dari luar dengan berteriak sambil berlari.


"Hosh hosh hosh, Mei," panggil Lee San sambil mengatur nafasnya.


"Itu itu,..hosh hosh," membuat Mei Yin menautkan alisnya.


"Itu apa?"


"I-itu, Raja dari kerajaan ras Dewa dan ras Iblis datang berkunjung dan ingin bertemu dengan pemimpin desa,"


"Raja ras iblis?" gumam Mei Yin. Dia jadi bingung pasalnya dia tak tahu mengenai ras iblis memiliki raja, bukankah ibunya adalah ratu? tanda tanya besar di kepala Mei Yin. Tapi bukan itu yang dipermasalahkan Mei Yin tapi Raja ras Dewa itu yaitu Hongli dan apa itu? ingin bertemu pemimpin desa.


Bukan masalah jika pemimpin desa itu orang lain, ini si pemimpin desa adalah dirinya sendiri.


Kenapa Mei Yin bisa jadi pemimpin desa?


Flashback on


Malam yang tenang menjadi riuh karena kedatangan segerombolan bandit berpakaian hitam yang jumlahnya tak sedikit. Banyak penduduk desa yang terluka karena melawan saat para bandit ingin mengambil hasil jerih payah seluruh penduduk desa.


Karena keributn di luar membuat Mei Yin terbangun dari tidur cantinya.


"Ada apa sih ribut-ribut?"


Belum sempat beranjak untuk melihat keadaan di luar, dari luar terdengar seseorang berlari kearah kamar Mei Yin.

__ADS_1


"Kak Mei..dor dor dor," panggil Lee San sambil menggedor pintu kamar Mei Yin.


Segera Mei Yin beranjak membukakan pintu, karena dia merasa panggilan Lee San ini sangat tergesa dan khawatir.


"Ada apa?"


"segerombol bandit menyerang. Para penduduk berusaha memepratahankan hasil usaha mereka agar tak direbut," jelas Lee San tergesa.


"Paman dimana?"


"Ayah sedang membantu penduduk lainnya,"


Segera Mei Yin memakai cadarnya (karena dia tak ingin kawanan bandit tahu dirinya, meskipun dia sudah tak menggunakan cadar di hadapan selurih penduduk desa, tapi tidak dengan orang asing dan jahat. Setelah selesai dia bergegas mengambil pedang.


"Ayo kita bantu, dimana Hong Yu dan yang lain?"


"Mereka sudah berada di pertarungan,"


Mereka bergegasa menuju para bandit.


Note: Mei Yin sudah mengajarkan Lee San dan para pemuda lainnya teknik bela diri dari zaman modern seperti judo dan lainnya dan juga Mei Yin telah membuatkan pill-pill peningkat kultivasi untuk yang lainnya dan sekarang desa mereka tidak selemah dulu dan sekarang yang paling dominan di desa ini adalah manusia bukan lagi dari ras tapi meskipun begitu keharmonisan desa tetap terjaga.


"Hei dimana ketua kalian?" ucap Mei Yin dengan nada dingin.


"Tak perlu kau cari ketua kami, melawan ku sendiri saja belum tentu kau mampu," ucap bawahan bandit dengan sombong.


Singkat cerita Mei Yin dan para penduduk desa berhasil mengusir kawanan bandit yang hanya tersisa sedikit. Dari kejadian itu para penduduk desa sepakat mengangkat Mei Yin jadi pemimpin desa, karena mereka melihat Mei Yin sangat kuat dan mampu membuat pemuda-pemuda desa menjadi lebih kuat.


Mereka melihat sikap dan perilaku Mei Yin yang baik dan ramah jiwa kepemimpinan Mei Yin juga terlihat agung dimana mereka dan jadilah sekarang Mei Yin menjadi pemimpin desa.


Flashback off


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote


Selamat Membaca

__ADS_1


__ADS_2