Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 66


__ADS_3

Karena terlalu asik Mei Yin tak menyadari mata naga terbuka, mata merah darah itu menatap tajam orang yang dengan beraninya mengganggu tidurnya dan juga menyentuhnya.


Naga itu berdiri dan refleks Mei Yin mundur karena kaget.


"Eh eh eh, wah sudah bangun ternyata. Kalau begitu aku pergi ya naga," ucap Mei Yin perlahan mundur. Bukanya dia lemah dan tak mampu mengalahkan naga tersebut, tapi dia malas untuk mengeluarkan tenaganya.


Belum lima langkah Mei Yin berjalan, suara yang kemungkinan kepunyaan naga terdengar di telingan Mei Yin.


"Hei, sudah berani mengganggu tidurku dan kau hendak pergi," ucap Naga dengan nada mengejek.


"Maaf kalau gitu," ucap Mei Yin malas.


"Maaf? Tak ada kata maaf bagi orang yang telah mengganggu tidurku apalagi menyentuhku," ucap naga.


"Lalu apa maumu?" ucap Mei Yin resaya menatap tajam tepat kemata naga.


Naga tersentak kaget, selama dia hidup ribuan tahun, dia tak pernah menemukan seseorang yang berani menatapnya tajam dan mata gadis itu tak ada rasa takut tersirat dari matanya, dia terlihat santai saja tak menganggap naga di depannya ini bisa saja membunuhnya.


"Hei naga kau dengar tidak ucapanku," bentak Mei Yin pada naga karena si naga tak menyahuti nya.


Naga tersentak dengan bentakan Mei Yin. "Memang apa yang kau katakan barusan,"


"Sudahlah, percuma bicara denganmu," melambaikan tangan acuh lalu pergi.


Teriakan naga memanggil Mei Yin menggema di hutam membuat binatang-binatang di hutan berlari kocar-kacir.


Si naga masih saja memanggil Mei Yin dan mengikutinya tapi tak di hiraukan.


Karena terlalu berisik dan mengganggu Mei Yin berhenti dengan tiba-tiba dan berbalik menghadap naga di belakangnya.


"Ada apa?" kesal Mei Yin.


"Kau enak saja pergi, bawa aku juga kalau mau pergi," ucap si naga.


"Kenapa? Untuk apa kau ikut?"


Dengan susah payah menghilangkan keegoisannya si naga pun berucap.


"Ayo jalin kontrak denganku,"


"Huh?" bingung Mei Yin. "Kenapa? tadi kau sombong dan marah-marah tak jelas, sekarang...malah mau jalin kontak dengan ku?" menunjuk dirinya. "Kepalamu kebentur batu ya? apa tadi saat kau mengejarku jatuh dan kesombinganmu itu ketinggalan?" lanjut Mei Yin.


Si naga memerah menahan emosi dan berusaha agar emosi nya tak pecah. "Bukan begitu, aku tadi hanya kebawa emosi karena terkejut dan bangun," ucap si naga berusaha lembut, tapi terlihat dari nada bicaranya karena terpaksa.


"Hmm, baiklah," ucap Mei Yin yang melukai jarinya dan menempelkan ke dahil naga. Muncul cahaya dari arah dahi naga yang terkena darah dan perlahan cahaya itu hilang.


"Wahhh, perasaan tubuhku menjadi lebih kuat," kagum Mei Yin yang mendapati tingkat kekuatannya meningkat.


"Ya tentu karena aku naga sugawi ditingkat 30," ucap naga dengan sombongnya.


"Aku tidak bertanya," dengus Mei Yin dan begitu juga di balas naga dengan dengusan.


"Ok, sekarang kita sudah terjalin kontrak, siapa namamu? namaku Mei Yin, terserah mau kau sebut apa,"


"Emmm a-aku tak memiliki nama, karena kau merupakan tuan pertamaku,"


"Hah? benarkah, baiklah kalau begitu namamu emmmm Long,"

__ADS_1


"Terimakasih,"


"Hmm, yasudah aku akan pulang, malam semakin larut, dahhh," ucap Mei Yin melambaikan tangannya dan berbalik pergi, tapi tiba-tiba berbalik lagi menghadap Long.


"Kau bisa berubah menjadi bentuk manusia?"


"Ya aku bisa," Long pung merubah wujudnya dan muncullah lelaki tampan bersurai putih dengan pakaian berwarna merah dengan wajah yang wah wah wah sangat sangat tampan.



"Wahhh Long kau sangat tampan," puji Mei Yin.


"Tentu, siapa dulu," ucap Long membusunglan dadanya bangga.


"Huh nyesal aku memujimu, kau terlalu percaya diri," kesal Mei Yin berlalu pergi.


Mereka menggunakan ilmu peringan tubuh agar cepat sampai ke desa di tengah jalan mereka melihat kembang api berwarna warni di langit yang menandakan puncak festival telah berlangsung.


Mereka berhenti di atas pohon menikmati kembang api yang indah.


"Long," panggil Mei Yin tanpa menghadap Long.


"Hmmm," menatap Mei Yin.


"Aku tak bisa membawamu ke rumah ku, bagaimana kau akan ikut dengan ku?" menatap Long. Seraya berfikir dia teringat dia kan memiliki ruang waktu, mungkin dia dapat memasukkan Long kesana.


"Oh ya, aku lupa aku kan memiliki ruang waktu, mungkin kau dapat masuk kesana, ayo kita coba," ucap Mei yin kemudian memegang tangan Long dan menyuruhnya menutup mata kemudian dirinya.


Tak berapa lama. "Bukalah matamu," pinta Mei Yin.


"Hmmm, kebetulan saja mungkin, sudah-sudah kau tinggal di sini ya, aku akan kembali. Tuh masul ke gua itu, disana ada pondokku,"


"Tapi...,"


"Tak ada tapi-tapian kalau mau nanya nanti saja saat aku kesini, sekarang aku harus pulang,"


Belum melontarkan perkataan Mei Yin langsung menghilang meninggalkan Long yang mendengus kesal.


...


"Ahhh, akhirnya sampai juga," lega Mei Yin yang sekarang sudah di depan rumah.


Kreatttt


Pintu terbuka dan Mei Yin pun hendak masuk, akan tetapi suara yang akrab terdengar memanggil Mei Yin.


"Kak Mei,"


"Mei Yin,"


Mei Yin pun berbalik dan mendapati 3 orang yang penampilannya acak-acakan. "K-kalian kenapa?" berusaha menahan tawanya.


ketiga orang tersebut lalu melihat penampilan masing-masing dan juga orang-orang disamping mereka.


"Kenapa penampilanku jadi begini,"


"Uhh, lihat penampilanku yang berantakan ini.

__ADS_1


Yang satu nya tak berkomentar apa pun tentang penampilannya.


Mereka bertiga adalah Li Shuwan, Lee San dan Weiheng.


"Kami mencarimu di kerumunan orang-orang, jadi nya begini deh," ucap Lee San.


"Darimana saja kamu?" tanya Weiheng dingin.


"Aku dari hutan," jawab Mei Yin seadanya.


Mereka bertiga mengusap kasar wajag mereka menahan kesal.


"Yasudahlah, kau sudah disini, aku akan kembali," ucap Weiheng.


"Aku juga," sambung Li Shuwan.


Tertinggal Lee San dan Mei Yin melihat mereka berdua pergi.


"Yuk masuk, aku sangat lelah," sambil menguap lebar dan menutup dengan kedua tangannya.


...


Keesokan paginya Mei Yin di panggil lagi untuk bertemu dengan para raja ras.


"Maaf telah membuat anda sekalian menunggu," ucap Mei Yin menunduk.


"Tidak masalah, kami juga baru datang," ucap Zhao Yun.


"Ada masalah apa gerangan sekalian memanggil saya lagi?" tanya Mei Yin.


"Sebenarnya tidak ada masalah apa-apa cuman....," perkataan Zhao Yun terpotong oleh sahutan dari Weiheng.


"Jangan berpura-pura lagi, mereka sudah tahu tentang mu," ucap Weiheng.


"Eng???" selagi berfikir datang lah dua orang berbeda umur yang sedang berlari-lari ke arahnya.


"Mei Yin benarkah ini kau? kami sangat merindukanmu, kami kira tak akan pernah bertemu dengan mu lagi," ucap pria dewasa sambil terisak.


"Iya, aku selalu merasakan bahwa kau tak akan mudah mati dengan mudah," ucap lelaki kecil.


Mei Yin masih tegang, terkejut. Tak dapat menahan air mata yang akan jatuh Mei Yin pun menangis dalam diam di balik cadarnya.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2