Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 38


__ADS_3

Mei Yin, Weiheng dan Ren terkejut dan menatap ke arah Xiuhuan dan Chen secara bergantian meminta penjelasan. Saat Xiuhuan mengangguk Mei Yin paham dengan pertanyaan yang akan di lontarkannya pada Xiuhuan sudah terjawab.


"Tak perlu bingung dan terkejut, kami sudah tahu jika kau akan datang menolong teman-teman mu Puteriku, tapi yang aku tidak menyangka adalah kau membawa raja ras vampir hahahaha, kau memang puteriku yang luar biasa," kata Cu Mei sambil tertawa kemenangan.


Weiheng dan Ren beralih melindungi Mei Yin dan teman-temannya yang sedang dalam keadaan lemah.


"Kau obatilah teman-temanmu itu, aku dan Ren akan menghalangi mereka untuk mendekat," ucap Weiheng dalam keadaan siap siaga.


"Baiklah," jawab Mei Yin yang langsung menyalurkan energinya kepada Xiuhian dan Chen setelah memberi mereka pill obat buatannya.


Cu Mei memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang dan menangkap mereka semua. Weiheng dan Ren berusaha menghalau mereka dengan kekuatan mereka, terlihat mudah bagi mereka berdua dengan tingkat kekuatan mereka yang tidak sebanding dengan kekuatan prajurit yang masih jauh di bwah mereka berdua, tapi prajurit datang semakin banyak itu membuat mereka berdua kewalahan.


Xiuhuan dan Chen mulai membaik dan mereka telah mampu membantu Weiheng dan Ren melawan prajurit begitu juga dengan Mei Yin yang berusaha sekuat tenaga membantu.


Trang trang trang, suara pedang menggema dengan nyaringnya di dalam ruangan itu. Sedikit demi sedikit prajurit berkurang.


Mungkin karena lengah atau sudah terlalu lelah Mei Yin tak merasa jila lengan atasnya telah tergores pedang yang ternyata pedang itu sudah di lumuri racun. Perlahan pandangan Mei Yin memburam dan brukk, Mei Yin jatuh tak sadarkan diri.


Bayangan terakhir di lihatnya yaitu Weiheng yang berlari menghampirinya dan setelahnya gelap.


...


"Hoammm, ah kepalaku kenapa berat banget ya...," gumam Mei Yin berusaha duduk sambil memegangi kepalanya yang berdenyut.


Diarahkannya pandangannya keseluruh ruangan. "Ah di mana ini?, aku tak kenal dengan ruangan ini," gumam Mei Yin dengan bingungnya. Dia pun beranjak dari peraduan dan ingin keluar dari ruangan itu.


Saat di depan pintu Mei Yin tidak langsung membuka pintu itu dengan lebar, tetapi dia mengintip terlebih dulu melihat situasi di luar. Mungkin saja kan dia masih di istana ras Iblis cuman ruangannya berbeda.


Merasa tak ada bahaya dia membuka lebar pintu secara perlahan.


Kreatt.

__ADS_1


"Huhh, syukur tak ada orang. Ahh tapi kenapa sepi ya, tidak ada satu orang pun," gumam Mei Yin sambil kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan orang-orang.


Dia berjalan di koridor kediaman itu atau juga bisa di sebut istana, tapi jika istana, istana ras apakah ini? Karena Mei Yin merasa tak pernah melihatnya.


Mei Yin melihat pintu yang kemungkinan akan membawanya keluar dari halaman itu.


Kreeaattt


Mei Yin hendak membuka pintu itu, tapi tiba-tiba pintu itu sudah ada yang membukanya, cepat-cepat Mei Yin bersembunyi di balik pohon yang berada di dekat pintu.


Terlihatlah seorang pelayan perempuan yang masuk dan berjalan ke arah ruangan Mei Yin tadi. Tak ingin membuang waktu Mei Yin bergegas keluar dari pintu yang pelayan perempuan tadi masuki.


"Hosh hosh hosh, syukur-syukur tak terlihat. Ahhh ini apa lagi?" mengatur nafas yang terengah-engah sehabis menahan nafas agar tak ketahuan dan setelah kembali ke mode nafas normal Mei Yin lagi-lagi merasa frustasi karena melihat tempat baru pertama kali di lihatnya lagi, tapi sekarang ada beberapa pelayan dan prajurit yang berlalu lalang. Dengan cepat Mei Yin bersembunyi dan mulai berjalan perlahan di balik-balik pohon dan semak agar tak terlihat.


Saat tiba di sebuah pohon yang lumayan besar dan rimbun Mei Yin di kagetkan dengan tepukan di bahunya.


Puk puk.


"Pangeran Hongli," gumam Mei Yin dalam hati. Rasa rindu yang amat sangat dalam di rasakan Mei Yin, tapi rasa rindu itu hanya ada pada dirinya tidak pada Pangeran Hongli yang sekarang kemungkinan tak mengingat masa lalu mereka. "Ahh aku tak boleh berada di sini, ini akan fatal akibatnya, karena kemungkinan aku berada di sini sudah di rencanakan ibu," pikir Mei Yin yang merasa ini aneh, kenapa dirimya bisa sampai di kerajaan ras dewa?.


"Kau mau kemana?" tanya Putra Mahkota Hongli.


"Ahhh, aku akan pergi, ku rasa aku salah tempat berada di sini," jawab Mei Yin gugup.


"Tidak kau tak salah berada di sini, memang aku yang membawamu kesini," kata Putra Mahkota Hongli datar.


"Ohh benarkah, kenapa aku bisa ada di sini, bukankah aku berada...," perkataan Mei Yin menggantung dan, "Apakah dia tahu aku puteri dari ras iblis?" batun Mei Yin.


"Berada di mana?" aku menemukanmu di depan gerbang istana ku, jadi aku membawamu masuk dan juga aku merasa familiar dengan mu," kata Putra Mahkota Hongli menyelidik.


"Hahaha, mungkin kau salah orang dan jika begitu ceritanya maka aku akan pergi, takut merepotkanmu lagi," kata Mei Yin yang mulai berjalan pergi, tapi belum 2 langkah tangannya sudah di cekal oleh Putra Mahkota Hongli.

__ADS_1


"Mau kemana, kau tak boleh pergi sebelum menjawab semua pertanyaanku," kata Putra Mahkota Hongli seraya menarik lengan Mei Yin menuju ke halaman asal Mei Yin tadi.


"Ihhh lepaskan, apa sih kamu," keluh Mei Yin sambil menepuk tangan Putra Mahkota Hongli.


Putra Mahkota Hongli (sekarang sebutlah itu karena dia memang Putra Mahkota bukan lagi pangeran) tak menghiraulan keluhan dan tepukan yang Mei Yin lakukan dia terus berjalan menuju tempat tujuannya.


Sesampainya di sana dia langsung masuk bersama Mei Yin, tapi sebelum masuk tadi dia telah memerintahkan pengetatan penjagaan dan memerintahkan tak boleh membiarkan Mei Yin keluar dan juga meminta pelayan perempuan untuk membawakan makanan dan keperluan lainnya untuk Mei Yin.


"Kenapa sikapnya seperti ini, dia kan tahu jika aku seseorang dari ras iblis tapi kenapa?" sikap dingin dan mata tajam Putra Mahkota Hongli yang tak pernah Mei Yin lihat sebelumnya, dia bergidik ngeri karena nya. Karena sangat penasaran Mei Yin memberanikan untuk bertanya. "A apakah kau tahu siapa aku?" tanya Mei Yin dengan hati-hati.


Putra Mahkota Hongli yang duduk di sebelah kursi Mei Yin menatap tajam Mei Yin lalu kembali menatap lurus kedepan. "Ya aku tahu siapa kamu, kamu adalah puteti dari ratu ras iblis kan, tapi aku juga tak yakin akan hal itu karena di dirimu aku tak merasa ada aura dari ras iblis maupun aura lainnya, aku merasa kau hanya manusia biasa, Tapi aku merasa akrab denganmu, oleh sebab itu...," jeda Putra Mahkota Hongli. "Kau harus menjawab semua pertanyaanku," lanjutnya.


Mei Yin hanya mampu menatap orang yang selama ini di rindulannya, meskipun tak ada mata yang lembut perilaku lugu dan yang biasa ditampilkan orang di rindukan ini, tapi dengan hanya menatap seperti ini sudah mengobati rindu mendalamnya. Tanpa sadar Mei Yin menganggukkan kepalanya untuk merespon keinginan Putra Mahkota Hongli.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.


Maaf akhir-akhir ini author tidak up, karena ada urusan lainnya, tapi di usahakan up.


Terimakasih.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2