Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 34


__ADS_3

Pria itu menatap intens Mei Yin dengan jarak yang amat dekat. Hanya sejengkal jarak mereka sekarang.


"Biasa saja, masih ada yang lebih canti, badannya pun tak sebagus Puteri kerajaan ini, lalu apa yang membuatku tertarik?" batinnya.


Dia berdiri dan pergi begitu saja, tapi di kira Mei Yin seperti itu ternyata saat di ambang pintu dia meminta pelayan untuk memanggil tabib dan masuk kembali lalu menggendong Mei Yin kembali keperaduannya. Mei Yin tak mampu berbuat apapun selain tubuhnya yang lemah kekuatan pria itu pun tak dapat Mei Yin ketahui tingkatannya.


Pria itu duduk di kursi di dekat peraduan dan sedang merenung atau memikirkan sesuatu kayak nya.


Tak lama pelayan yang di perintahkan pria iti datang bersama seorang tabib yang sudah berumur dari luarnya, tau di dalamnya, apakah memiliki jiwa muda.


"Salam Yang Mulia Raja," ucap tabib itu.


Mei Yin langsung melotot menatap pria itu yang di kiranya hanya seorang pejabat pemerintahan ternyata seorang yang berkuasa.


"Periksa dia," titahnya.


"Baik Yang Mulia," ucap tabib lalu memeriksa Mei Yin. Ekspresi terkejut Mei Yin tak bisa di sembunyikan sangat nampak jelas jika dia sekarang merasa frustasi, karena selalu berhubungan dengan kerajaan.


"Keadaan nona ini baik-baik saja, hanya perlu beristirahat sambil menyembuhkan luka luarnya dan luka memar di kaki," jelas tabib.


"Baiklah, terimakasih kau boleh pergi," kata pria itu/Raja? (yang masih tak di ketahui namanya).


Pelayan dan tabib itu pun kelur dan teritinggal Mei Yin bersama pria itu.


"Kau Raja?" tanya Mei Yin memastikan.


"Jika sudah tahu jawabannya kenapa bertanya," sahut pria itu dingin.


"Lalu kenapa kau membawaku kesini, apakah kau mengenal?" tanya Mei Yin.


"Kau mau tahu?" tanya Raja itu dan si angguki Mei Yin lalu mendekatinya. "Aku menyukaimu," kata Raja itu datar dan dingin, sebenarnya dia juga ragu, tapi dari pandangan pertamannya saat di jalan ibukota kerajaan ras vampir dia melihat senyum Mei Yin hatinya menghangat dan jantungnya berdetak kencang. Oleh sebab itu dia mengikuti Mei Yin. Bukan dari kedai dia mengikuti tapi dari awal masuk Mei Yin ke ibukota kerajaan raa vampir.


Mata Mei Yin membulat karena tak percaya. "Hahaha, kau pasti bercanda, bagaimana seseorang yang baru bertemu langsung jatuh cinta," kata Mei Yin sambil tertawa.


"Jika kau tak percaya, maka besok aku akan membawamu untuk menikah," kata pria itu.


"Huh kenal aja tidak langsung mau nikah, itu namanya cinta sepihak tahu lagian aku juga sudah punya tunangan," kata Mei Yin.


"Siapa? Aku Weiheng Raja ras Vampir tak akan membiarkan yang ingin ku miliki tak ku dapatkan, siapa dia biar ku bunuh dia?" kata Weiheng dengan amarah membara.


"Tak akan ku beritahu, jika kau tahu seperti yang kau katakan kau akan membunuhnya," kata Mei Yin menatap mata Weiheng tanpa ada rasa takut pun.

__ADS_1


Weiheng pun pergi dengan amarah yang memuncak, jika di berlama-lama di kamar itu, dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan nantinya.


"Huhh selamat," gumam Mei Yin sambil mengelus dadanya.


Keesokan harinya tubuh Mei Yin sudah mulai membaik dengan menyuruh pelayan mencarikan tumbuhan herbal untuknya tanpa memberitahukan untuk apa itu dan pelayan itu juga menuruti saja.


Mei Yin ingin keluar dari kamar, saat dia membuka pintu alangkah terkejutnya saat dia melihat banyaknya penjaga yang berjaga di depan pintu itu.


"Permisi kenapa kalian semua di depan pintu seperti ini?" tanya Mei Yin.


Semua penjaga berbalik dan kaget mereka langsung menunduk.


"Maaf nona kami di perintahkan oleh Raja untuk menjaga nona," ucap salah satu dari mereka.


"Ohh kalau begitu aku ingin keluar aku bosan di dalam terus," kata Mei Yin.


"Maaf nona kami di perintahakan melarang nona untuk keluar," kata penjaga itu lagi.


"Apa maksud nya, bukankah itu namanya mengurung, biarkan aku menemui raja kalian," kata Mei Yin emosi.


Penjaga itu berusaha meyakinkan Mei Yin agar tak keluar, karena mereka tahu jika ada yang melanggar perintah Raja Weiheng itu maka hukumannya pasti penggal.


"Ada apa?" tanya sebuah suara yang membuat semua orang menunduk takut kecuali Mei Yin yang dengan beraninya berkata.


"Hei kau Weiheng. Kenapa kau menyuruh para penjagamu melarang ku keluar kau mau aku mati bosan di dalam," kata Mei Yin emosi.


Semua orang menahan nafas karena perilaku berani dari Mei Yin.


"Nona berhentilah berkata seperti itu," batin salah satu pelayan.


Mereka tahu jika seseorang menyinggung Raja ras vampir ini maka pasti mati.


"Bosan ya, lalu?" kata Weiheng.


"Biarkan aku keluar," kata Mei Yin.


"Tidak akan, nanti pasti kau akan kabur," kata Weiheng datar.


Mei Yin mendengus kesal dan membantimg menutup pintu.


Dungggg.

__ADS_1


"Ingat besok kita akan menikah bersiaplah," kata Weiheng datar.


Di dalam kamar Mei Yim sangat kesal, dia memikirkan rencana untuk kabur.


Malam tiba seperti malam sebelumnya ada seorang pelayan wanita yang mengantarkan makan malam untuk Mei Yin, tapi karena tidak ada yang boleh masuk kekamar tersebut karena itu merupakan kamar Raja, tetapi selama ada Mei Yin Raja selalu tidur di ruang kerjanya. Jadi Mei Yin meminta pelayan itu masuk.


"Masuklah," kata Mei Yin.


"Maaf Nona tapi hamba tidak berani," kata pelayan itu.


"Kau masul di depan pintu saja, tidka perlu masul kedalamnya," kata Mei Yin.


Akhirnya dengan segala bujuk rayu Mei Yin pelayan itu pun masuk.


Mei Yin yang bersembunyi di balik pintu, setelah pelayan itu masuk Mei Yin langsung memukul pelayan itu sampai pingsan. Dia bertukar pakaiannya dengan pakaian pelayan itu dan mengilat pelayan itu kemudian membaringkannya di peraduan itu kemudian menutupinya dengan selimut.


Mei Yin keluar dengan pakaian pelayan dan membawa nampan makanan yang sudah kosong. Dia berjalan sambil menunduk agar tak ada yang mengenalinya, meskipun orang-orang belum mengetahui wajahnya.


Dia mengendap-ngendap dan sampailah dia di tempat sunyi. Kemudian dia melepas pakaian pelayan itu dan tertinggal pakaian hitam yang sudah di kenakannya sebelumnya.


Mei Yin mencari pagar atau pintu gerbang untuk keluar, tapi sekian lama dia mencari tak kunjung menemui itu. Begitu luasnya istana ini sampai-sampai Mei Yin tak menemukan apapun.


Dia beesandar di tembok bangunan istana itu. "Huh luas sekali istana ini, seberapa luas ya sampai-sampai aku tak menemukan jalan keluar sama sekali," gumam Mei Yin.


"Sudah menyerah kah?" kata sebuah suara berat yang mengagetkan Mei Yin. Mei Yin sangat terkejut dan tanpa sadar di mundur berniat untuk lari.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian di tulisanku ya...


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2