Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 42


__ADS_3

Mereka berdua telah tiba di tempat tujuan yaitu di sebuah kedai makanan sederhana yang menurut Mei Yin kedai ini mirip dengan sebuah tempat makan di dunia modern. Huh? Apakah pemilik kedai ini juga berasal dari dunia modern sama denganku? pikir Mei Yin yang masih memandangi keseluruhan ruangan kedai makanan itu.


Tak berapa lama menunggu makanan pesanan Mei Yim datang, karena pengunjungnya cumam sedikit jadi tak lama menunggu.


"Kamu benar-benar tak mau makan?" tanya Mei Yin yang bingung dengan Putra Mahkota Hongli atau pujaannya saat dulu ini tak ada niatan untuk memesan meakipun sekedar hanya air minum saja pun tidak.


"Tidak," Putra Mahkota Hongli yang mulanya menatap kearah lain kemudian beralih menatap Mei Yin dengan banyaknya makanan yang dia pesan.


Karena risih di perhatikan Mei Yin mendengus dan berkata, "Mau?" sambil menyodorkan mangkuk berisikan mie.


Putra Mahkota Hongli menggeleng pertanda tidak ingin. "Kamu saja yang makan," ucapnya.


"Baiklah jika tidak mau," Mei Yin pun memakan makanan yang dia pesan sampai habis.


Karena kekenyangan Mei Yin masih betah untuk duduk santai di kedai itu sambil memperhatikan setiap gerak gerik seorang pria yang di ketahui Mei Yin merupakan pemilik kedai makanan ini.


Merasa ada yang aneh pada Mei Yin yang selalu menatap pria yang tak di kenalnya Putra Mahkota menghalangi pandangan Mei Yin.


Mei Yin mendengus melihat tindakan Putra Mahkota Hongli yang selalu saja menghalangi pandangannya. "Kenapa menghalangi pandanganku? Apa sih maumu?"


"Siapa yang menghalangi pandanganmu, aku cuman mau bergerak," elak Putra Mahkota Hongli.


"Ih males aku mengurusi dia, beda dengan yang dulu yang menggemaskan," gumam Mei Yin yang mungkin tak terdengar oleh Putra Mahkota Hongli, dia berjalan menghampiri pemilik kedai tersebut, meski sudah di cegah oleh Putra Mahkota Hongli tetap saja Mei Yin tak menggubrisnya.


Dari kejauhan Putra Mahkota Hongli melihat Mei Yin terlihat tersenyum berbincang dengan si pria pemilik kedai.


Di tempat Mei Yin bersama si pria pemilik kedai, awalnya Mei Yin bertanya, Bagaimana si pria bisa memikirkan arsitektur dan gaya pada kedainya? dan jawaban yang tak di sangka adalah. "Aku memimpikannya, dan mimpi itu terlihat nyata, didalam mimpiku aku melihat banyak bangunan yang tinggi dan mengagumkan termasuk gaya kedai yang di bangunnya ini,"


Mei Yin merasa ada yang aneh dari penjelasannya. "Ohhh,"


Merekapun berbincang-bincang rungan dan karena terlalu malas Mei Yin tak bertanya lagi mengenai kemungkinan kalau pria di hadapannya ini juga berpindah dari zaman modern ke zaman kuno ini.


"Baiklah kalau begitu saya permisi," ucap sopan Mei Yin.


...

__ADS_1


Hari semakin sore, Mei Yin dan Putra Mahkota Hongli memutuskan untuk kembali ke istana.


Sesampainya di istana Mei Yin langsung ke kamarnya, sedangkan Putra Mahkota Hongli ke ruang kerjanya.


...


Pagi tiba dan Mei Yin telah siap untuk berangkat, tapi sebelum itu dia telah meminta salah satu pelayan untuk menyerahkan surat pada Putra Mahkota Hongli setelah dia pergi.


Mei Yin diantarkan Putra Mahkota Hongli sampai keoerbatasan. "Jika kita berjodoh kita akan bertemu lagi," ucap Mei Yin sambil membungkuk hormat.


"Baiklah, hati-hati dan ku harap kita akan bertemu dalam keadaan bersahabat," sahut Putra Mahkota Hongli dan di blas senyuman kecut dari Mei Yin. "Aku hrap begitu, meski harapan itu sangat kecil, karena kemungkinan setelah kau membaca suratku kau akan membenciku dan mencariku untuk membunuhku," gumam Mei Yin yang setelah itu membungkuk sekali lagi sebelum benar-benar pergi.


Mei Yin menaiki kudanya dan pergi menuju kerajaan Vampir dengan menggunakan kuda agar lebih cepat sampai.


"Huh akhirnya sampai," gumam Mei Yin yang tidak sabar untuk bertemu dengan teman-temannya. "Ahh, apakah mereka di kerjaan vampir bersama Weiheng," Mei Yin terlihat ragu-ragu untuk mendatangi istana Vampir. "Aha begini saja,"


Mei Yin pun mencari penginapan dekat dengan istana untuk memudahkannya memantau situasi istana.


Malam telah tiba seperti yang sudah di rencanakannya pada siang hari tadi Mei Yin akan masuk ke istana tanpa sepengetahuan siapa pun.


...


Suara langkah kaki yang hampir tak terdengar menyusuri lorong-lorong istana dan sesekali suara langkah kaki itu berhenti di dekat sebuah pintu ruangan.


"Aku harus mencari kemana dulu ya?" Mei Yin melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Weiheng.


kreattt


Suara pintu terdengar pelan. Mei Yin perlahan masuk ke dalam dan menyusuri ruangan itu secara swembunyi-sembunyi.


"Ah tidak ada seorang pun di sini. Apakah dia di kamarnya?" Kembali Mei Yin melangkahkan kakinya, tapi kali ini dia di atas atap.


kratak kratak


Suara atap di geserkan cerara pelan. Mei Yin mengintip dari sela atap yang di buka kecil.

__ADS_1


"Mereka di sana," Mei Yin pun lebih membuka lebar atap itu.


3 orang dan 1 hewan di dalam ruangan itu langsung bersiap siaga jikalau ada penyusup masul pandangan mereka serempak menuju atap yang ada di atas mereka. Mereka melihat seseorang yang membuka atap.


"Siapa di sana?" teriak Ren yang sudah mengeluarkan pedangnya.


"Hei hei hei tenanglah kalian ini aku," ucap Mei Yin yang melompat turun dan membuka cadarnya.


"Mei," teriak Xiuhuan dan Chen serempak lalu memeluk Mei yin. "Kau tidak apa-apa? Apakah ada yang terluka? Maafkan kami yang tidak dapat membantumu waktu itu," ucap Xiuhuan dengan wajah yang bersalah.


"Hei..aku tidak apa dan dalam keadaan yang sangat baik. Tapi aku bingung kenapa aku bisa sampai di kerajaan Dewa ya?" Mei Yin berfikir ada yang tidak beres ini.


"Ekhem," deheman Weiheng yang membuat acara berfikir Mei Yin buyar.


"Eh eh ada Raja dan Ren juga di sini," ucap Mei Yin cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sebenarnya dia tahu jika di ruangan itu ada mereka juga, tapi ya...karena terlalu bahagia bertemu teman-temannya jadi lupa deh.


"Bagaimana kau bisa terlepas dari istana kerajaan Dewa?" tanya Weiheng dingin. Sebenarnya dia senang dengan selamatnya Mei Yin, tapi dia tak bisa menunjukkannya dan juga saat Mei Yin datang tadi mereka menyusun rencana untuk membebaskan Mei yin tak tau nya Mei Yin telah datang dengam sendirinya. Sebenarnya ingin Weiheng bertanya, tapi ragu mungkin kalau ada kesempatan lain kali.


"Ohh itu ceritanya sangat melelahkan dan panjangggg, biarkan lah aku minum dulu ya," ucap Mei yin sambil duduk dan meminum teh yang ada di atas meja, dia tak perduli cangkir siapa yang di gunakannya untul minum dan setelah dia minum, dia tak sadar ada wajah yang memerah karena itu. Siapa lagi kalau bukan Weiheng, ya...cangkir itu milik Weiheng.


...


Di lain tempat yaitu tepatnya di kerajaan istana Dewa. Putra Mahkota Hongli telah menerima surat yang di titipkan Mei Yin pada seorang pelayan. Terlihat dari raut wajahnya nampak amarah, kecewa dan sedih bercampur aduk, dia tak menyangka akan menjadi hal yang paling di takutinya. Dia sudah merasa nyaman dengan Mei Yin meskipun dia masih belum percaya sepenuhnya dengan cerita Mei yin tentang kebersamaan mereka, tapi dia berusaha untuk percaya, tapi belum sepenuhnya percaya malahan datang lagi hal baru yang membuatnya harus menjauhi Mei Yin.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian di tulisanku ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca


__ADS_2