
Hampir setiap hari dari pagi sampai siang Mei Yin selalu melamun, tapi bukan melamun sembarangan, di dalam lamunannya dia merencanakan segala sesuatu yang akan di lakukannya nanti setelah sembuh.
Perdana Menteri Rong merasa sangat tak berguna sebagai ayah yang tak mampu menjaga anaknya. Lain hal nya dengan Selir pertama dan Selir kedua mereka merasa bahagia atas penderitaan Mei Yin.
Bao Yu sering berkunjung untuk sekedar menemani Mei Yin, dia merasa sangat simpati pada adiknya yang satu ini.
"Mei kenapa melamun terus?" tanya Bao Yu yang datang dari arah belakang.
Mei Yin menoleh dan tersenyum.
"Tidak kok aku hanya menikmati pemandangan," kata Mei Yin.
"Kau mau jalan-jalan?" tawar Bao Yu.
"Boleh," kata Mei Yin senang.
Bao Yu pun membantu Mei Yin berjalan, jalan nya pun masih tertatih-tatih.
Mereka berjalan mengelilingi taman bunga yang ada di kediaman Perdana Menteri itu.
Mereka bertemu dengan Selir pertama yang ternyata juga sedang menikmati bunga di taman.
"Eh Mei Yin, sudah baikan, jadi bisa berjalan," kata Selir pertama dengan nada mengejek.
"Iya sudah baikan sebentar lagi juga akan bisa berjalan normal," kata Mei Yin santai.
"Baguslah kalau begitu, kami pergi dulu suasana hatimu jadi kacau," kata Selir pertama mencemooh sambil berlalu pergi.
"Jangan di dengarkan," kata Bao Yu.
"Tidak ada pengaruhnya kepada ku, kau tenang saja," kata Mei Yin santai sambil tersenyum.
...
5 bulan telah berlalu Mei Yin sudah berjalan normal dan tubuhnya sudah baik, dan kemutannya pun masih sempurna, cuman harus memperbaiki dantiannya yang rusak karena jika tidak di perbaiki maka dia tak akan dapat lagi menerobos.
"Xiu, apakah kau tahu tempat atau pintu masuk ke alam atas?" tanya Mei Yin.
"Tidak ada cara, kecuali portal yang seperti kita lihat saat Pangeran Hongli dibawa terbuka atau ada yang membukanya baru kita bisa ke sana," penjelasan Xiuhuan membuat Mei Yin kembali sedih.
"Apakah tak ada cara lagi?" gumam Mei Yin. "Kalau begitu aku harus menunggu," lanjutnya.
"Eh kau tahu kapan portal itu akan terbuka?" tanya Mei Yi tak patah semangat.
"Tidak, lagian jika terbuka dan bersamaan maka akan terjadi bencana," kata Xiuhuan. "Kau tak memikirkan kalau Pangeran Hongli itu berasal dari alam atas, kan tidak ada alasan orang alam atas membawa Pangeran Hongli, apalagi dengan sifay anak-anak Pangeran Hongli," kata Xiuhuan.
"Kau benar, ku merasa ada yang di sembunyikan oleh orang-orang istana," kata Mei Yin. "Aku harus bertanya pada Raja Jun," lanjut Mei Yin.
Keesokan harinya Mei Yin yang tak bisa tidur bangun lebih pagi, dia berlari mengelilingi kediaman Perdana Menteri Rong dan hari sudah agak siang dia berhenti dan bersiap ke istana.
__ADS_1
Sesampainya di gerbang istana Mei Yin di sambut baik oleh para penjaga dan pelayan. Dia meminta di antarkan ke ruang kerja Raja, tapi karena raja masih sibuk, jadi dia menunggu di taman. Bosan menunggu Mei Yin mengajak Tang Yi berkeliling, tak terasa kaki mereka sudah berada di taman tanaman obat.
Saat fokus melihat-lihat tanaman obat, tabib Hu menghampiri mereka.
"Nona," panggil tabib Hu.
"Eh tabib Hu," sahut Mei Yin.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Tabib Hu.
"Seperti yang terlihat sangat baik," kata Mei Yin sambil berputar.
"Hahaha, untuk apa nona ke istana?" tanya Tabib Hu setelah tertawa melihat tingkah Mei Yin.
"Aku ingin bertemu Raja, ada yang ingin ditanyakan," jawab Mei Yin.
"Oh begitu, lalu kenapa tidak bertemu sekarang?" tanya Tabib Hu lagi.
"Raja masih sibuk dan aku masih menunggu, jadi karena bosan aku berjalan-jalan dan sampai sini deh," jelas Mei Yin.
Tabib Hu mengangguk mengerti. "Sementara menunggu berkenankah nona minum teh bersama saya," ajak Tabib Hu.
"Dengan senang hati," jawab Mei Yin.
Mereka pun minum yeh bersama di tengah taman obat tersebut. Sangat pekat aroma tanaman obat yang menerobos ke penciuman Mei Yin.
"Apa maksudmu? Memang dia maaih muda kan," kata Mei Yin melalui pikiran pula.
"Aneh saja, dilihat dari auranya usia dari pria ini sudah tua, tapi wajahnya masih muda, seperti para abadi saja," kata Xiuhuan.
"Memang abadi seperti itu?" tanya Mei Yin.
"Iya," jawab Xiuhuan.
Mei Yin pun tak menjawab lagi dan memikirkan apa yang di katakan Xiuhuan barusan.
"Nona," panggil Tabib Hu. "Nona," panggilnya lagi.
Saat bahu Mei Yin di sentub oleh Tang Yi baru Mei Yin sadar.
"Ah ya ada apa Tang Yi?" tanya Mei Yin.
"Itu Tabib Hu memanggil nona dari tadi," kata Tang Yi.
"Oh benarkah, maaf Tabib saya melamun tadi," kata Mei Yin.
"Tidak apa, kau bawalah ini, teh ini datap membuat pikiranmu tenang," kata Tabib Hu.
"Ah terimakasih banyak, kalau begitu saya permisi, kalau-kalau Raja sudah selesai dengan urusannya," kata Mei Yin.
__ADS_1
"Silahkan," kata Tabib Hu.
Mei Yin dan Tang Yi pun berjalan keluar dari taman obat itu dan berjalan menuju rang kerja Raja.
Saat sampai dia langsung di persilahkan masuk, karena sudah di beritahu dari awal pada Raja Jun akan kedatangan Mei Yin.
Sekarang mereka berdua ada di sebuah hazebo di dekat kediaman Raja.
"Ada apa kau ingin betemu denganku," tanya Raja Jun.
"Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya lancang, tapk saya sangat penasaran dan memberanikan diri untuk bertanya," kata Mei Yin.
"Silahkan tanyakan apapun selagi aku bisa menjawab akan ku jawab," kata Raja Jun.
"Begini dari buku yang kubaca tentang portal hitam dan putih itu merupak pintu dari alam atas," kata Mei Yin.
"Benar," jawab Raja Jun.
"Dan orang yang mampu masuk kesana hanya orang-orang yang berasal dark sana atau memiliki kekuatan yang tinggi," kata Mei Yin menjeda lagi.
"Benar," jawab Raja Jun.
"Yang saya tanyakan, apakah Pangeran Hongli merupakan orang alam atas?" tanya Mei Yin.
Deg deg deg
Jantung Raja jun berdetak mendengar pertanyaan Mei Yin.
Raja Jun terdiam sejenak sebelum menghela nafas.
"Huhh, seperti aku harus memberitahumu tentang kebenarannya," kata Raja Jun. Mei Yin mendengarkan dengan seksama.
"Pangeran Hongli bukan anak kandungku, dia di temukan di hutan selagi bayi dan aku membawanya ke istana dan kebetulan Selir Kehormatan habis keguguran dan di katakan dia tak akan mampu hamil lagi, jadi aku memintanya merawat bayi itu seperti anaknya sendiri dan Selir Kehormatan menyanggupi itu dan jadilah Pangeran Hongli sekarang. Aku tidak tahu identitas sebenarnya dari Pangeran Hongli dan aku baru menyadari identitasnya setelah kejadian itu yang ternyata dia berasal dari ras dewa," jelas Raja Jun.
Mei Yin pun mulai patah semangat mendengar perkataan Raja Jun. Setelah dari Istana Mei Yin tak langsung pulang, dia meminta Tang Yi untuk pulang dulu dan jika ada yang bertanya tentang dirinya, Mei Yin meminta Tang Yi mengatakan jika dirinya lagi kepasar dan Tang Yi pun mengiyakan karena merasa sedih dan khawatir saat melihat nonanya sedih setelah berbicara dengan Raja Jun, dia juga tak tahu apa dibicarakan oleh keduanya.
•
•
•
•
•
Tinggalkan jejakmu di tulisanku ya. Dengan like, komen dan vote
Selamat Membaca
__ADS_1