
Satu minggu persiapan telah selesai tinggal menjalankan rencananya.
Pada siang hari Mei Yin mengajak ayahnya berjalan-jalan di pasar dengan menyamar menjadi orang biasa tanpa pengawalan.
Perjalanan masih aman damai lancar sebelum terjadinya penyergapan oleh 20 orang berpakaian hitam, karena Mei Yin menyembunyikan kekuatannya sehabis kejadian dibawanya Pangeran Hongli, dia pura-pura lemah dan dengan mudah orang berpakaian hitam itu membawa Mei Yin dan menghadang Perdana Menteri agar tak mengejar, setelah serasa jauh orang-orang berpakaian hitam itu juga pergi dan tertinggallah Perdana Menteri seorang.
Perdana Menteri langsung bergegas pulang dan melaporkan kejadian itu agar mendapat bantuan untuk mencari Mei Yin.
Di tempat lain yaitu tempat yang sudah di rencanakan Mei Yin untuk pertemuannya dengan Xiuhuan dan Chen, tapi sebelum bertemu mereka Mei Yin sudah membayar dan menyuruh orang-orang berpakaian hitam itu pergi.
Seketika Dong Yu muncul dan membuat sebuah portal berwarna hitam yang akan menjadi pintu masuk kami ke alam atas.
Mei Yin pun mau pergi bersama Xiuhuan, chen dan Dong Yu ke alam atas.
Setelah sampai Mei Yin, Xiuhuan dan Chen pun terkagum dengan pemandangan di hadapan mereka karena sangat berbeda dengan keadaan alam bawah.
"Wahhh di sini juga banyak orang dan ada pasar ya ku kira tak ada hal seperti ini cuman bedanya keadaan lingkungan dan cara kerja mereka yang berbeda," kata Mei Yin dan di angguki oleh Xiuhuan dan Chen.
"Mari ikuti hamba di sini masih wilayah yang berbahaya untuk keberadaan kita," kata Dong Yu.
Bisa di lihat dari tatapan tajam semua orang terhadap mereka. Seperti pemangsa yang siap menerkam mangsanya.
Mereka pergi dengan menggunakan jasa teleportasi menggunakan batu berwarna warni bening untuk bayarannya dan itu merupakan hal baru yang mereka lihat.
Sesampainya di tujuan Mei Yin langsung muntah karena tak tahan dengan arus teleportasi yang sangat cepat itu.
Mereka melanjutkan perjalanan dan hanya memerlukan waktu setengah jam untuk sampai dan tibalah mereka di kerajaan ras iblis. Ketika mereka masuk ke wilayah ras iblis para penduduk kerajaan iblis tunduk, Mei Yin juga tak tahu dan menganggap mereka hormat pada Dong Yu.
Mereka sampai di gerbang istana dan disana sudah ada seorang wanita cantik dan beberapa pelayan menunggu.
"Anakku akhirnya kita bertemu," ucap wanita itu dan dia langsung memeluk Mei Yin. Tentunya Mei Yin bingung dan membiarkan saja tanpa membalas pelukan wanita itu.
Merasa tak ada balasan wanita itu melepas pelukannya dan berkata.
__ADS_1
"Ah aku terlalu senang dan sampai lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku Cu Mei dan aku adalah ibumu," kata ibunya Mei Yin.
Mei Yin menatapinya dari atas sampai bawah melihat kemiripan orang ini dengan tubuh gadis yang di tempatnya. "Mungkin aku harus berkata jujur padanya," batin Mei Yin.
"Maaf nyonya tapi kurasa aku bukan anakmu, percaya atau tidak rohku berasal dari dunia lain," kata Mei Yin.
Xiuhuan dan Chen terkejut mereka baru tahu dengan kebenaran ini, tapi Cu Mei dan lainnya tidak terkejut.
"Mengapa kalian tak terkejut maupun menyangkal?" tanya Mei Yin yang melihat mereka tenang saja.
"Kau anakku, rohmu benar anakku juga karena roh kalian sejak kecil telah ku tukar dengan roh seorang anak gadis di dunia lain," jelas Cu Mei.
Mei Yin terkejut dan tak percaya dengan ucapan Cu Mei.
"Kau pasti berbohong," kata Mei Yin tak percaya.
"Aku tak berbohong ini kenyataannya," kata Cu Mei.
Mei Yin tak dapat menahan ke terkejutannya dan perlahan penglihatannya buran dan dia pun tak sadarkan diri. Semua orang panik dan Xiuhuan yang dari awal sudah menjadi manusia langsung menggendongnya dan minta diarahkan kesebuah kamar peristirahatan.
"Mei," panggil Xiuhuan. Chen yang selalu berada di samping Mei Yin pun menatap khawatir Mei Yin yang terlihat sangat pucat.
"Dimana ini?" tanya Mei Yin yang langsung duduk sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"Kita di istana," jawab Xiuhuan.
"Istana," beo Mei Yin.
"Ya istana kerajaan iblis," sahut Chen.
"Kau jangan memikirnya macam-macam dulu yang terpenting kau baikan dan selanjutnya kita bisa meningkatkan kekuatan kita di sini karena di sini Qi nya sangat kental apalagi di daerah tertentu kan," kata Xiuhuan.
"Kau benar, kita jalani saja dulu hidup di sini dan membiasakan diri sambil kita lihat jalan rencana mereka dan kita akan ikuti alur rencana mereka terlebih dulu," kata Mei Yin.
__ADS_1
Tak lama setelah itu Cu Mei datang dengan raut wajah sangat khawatir. Mei Yin melihat kedatangannya masih ada rasa tak percaya dengan hal mustahil itu, tapi apa yang tak mungkin di dunia ini.
"Nak kau sudah baikan?" tanya Cu Mei yang duduk di samping Mei Yin sambil mengelus pelan suraian rambut panjang Mei Yin dengan raut wajah khawatir.
Ada perasaan hangat yang muncul di hati Mei Yin entah itu karena dia merindukan kasih sayang seorang ibu atau memang pengaruh wanita di hadapannya ini memang ibu kandung nya.
Mei Yin mengangguk menanggapi pertanyaan Cu Mei.
"Baguslah jika kau sudah baikan, ibu lega mendengarnya," kata Cu Mei dengan raut wajah lega.
"Benarkah kau ibuku, b bukann m maksudku apa-apa, aku masih belum percaya dengan bertukar roh lah atau sejenisnya, dan kenapa kau meninggalkan ayah?" kata Mei Yin sebelum bertanya.
"Aku ibu kandungmu dan jika kau masih ragu maka kita bisa melakukan tes dengan darah," kata Cu Mei. Sebelum menjawab pertanyaan selanjutnya Cu Mei terdiam sejenak karena ini bersangkutan dengan ayah Mei Yin lelaki yang di cintai nya sampai sekarang tapi karena ras dan alam berbeda mereka tak dapat bersama lagi selamanya. "Aku kealam bawah hanya untuk mencari keberadaan keturunan dari ras dewa yang akan menjadi penerus selanjutnya dan tak di sangka aku jatuh cinta dengan manusia biasa dan menikah dengannya, ya ayahmu sekarang. Sebenarnya aku tak ingin meninggalkannya, tapi karena tugas ku yang ku lalaikan aku menjadi lemah dan setelah melahirkanmu aku semakin lemah, karena takut kau akan di buru oleh keluargaku saat itu, maka aku tukarkan rohmu dengan gadis lain dan meninggalkanmu dengan ayahmu," jelas Cu Mei.
"Tidak perlu tes aku sudah percaya kok. Emmm dan kenapa kau mencari keberadaan keturunan ras dewa itu?" tanya Mei Yin hati-hati.
"Kau akan tahu dalam pertemuan yang akan di adakan malam ini," jawab Cu Mei.
"Baik kau istirahatlah lagi, nanti malam ku datanglah untuk bergabung di aula," kata Cu Mei.
"Baiklah," jawab Mei Yin.
Cu Mei pun meninggalkan Mei Yin bersama Xiuhuan dan Chen.
°
°
°
°
°
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya di tulisanku dengan like, komen dan vote.
Selamat Membaca.