Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 25


__ADS_3

Mei Yin berjalan tak tentu arah, berjalan pun masih sempat menabrak orang. Sampai dia tiba di sebuah hutan, Mei Yin juga tidak tahu hutan apa itu, tapi dia tetap masuk kedalam.


Saat sudah cukup dalam dia menemukan air terjun tinggi yang sangat cantik dan air terjun itu menimbulkan efek pelangi, bukannya membuat hatinya senang ini malam makin sedih. Dia duduk sambil menatap air terjun itu.


Xiuhuan mengubah wujudnya menjadi manusia dan duduk di samping Me Yin."Jangan putus asa," ucap Xiuhuan.


"Huh, bagaimana tak putus asa, aku rasa aku memang tak berjodoh dengan Pangeran Hongli, dia orang alam atas ras dewa lagi sedangkan aku hanya manusia lemah," kata Mei Yin sedih.


Xiuhuan juga ikut sedih karena selama tinggal bersama Mei Yin dia merasa lebi hidup, meskipun selalu bertengkar.


Air mata Mei Yin jatuh ke tangannya dan mengenai cincin pasangannya bersama Pangeran Hongli dan seketika cincin itu bersinar terang sangat menyilaukan, beberapa saat kemudian sinar itu menghilang perlahan.


Cincin yang mulanya kusam sekarang menjadi cincin yang sangat cantik.


"Kenapa cincin ini bisa bersinar," kata Mei Yin bingung. "Dan berubah menjadi sangat cantik lagi," lanjutnya.


"Lepaskan cincin itu seperti nya berbahaya," ucap Xiuhuan.


Dengan cepat Mei Yin melepas kan cincin itu tapi nihil cincin itu tak bisa lepas dari jarinya.


"Kenapa tak bisa di lepasss," kata Mei Yin sambil berusaha melepas.


Xiuhuan coba membantu melepaskan juga tapi tetap tak ada hasilnya dan seketika ada sesosok perempuan berpakaian hitam merah muncul dihadapan Mei Yin dan Xiuhuan dia langsung menunduk hormat.


"Salam kepada Puteri Mahkota," ucapnya.


"Siapa kamu? Aku bukan Putri Putri apalah itu," kata Mei Yin waspada.


"Hamba Dong Yu, di perintahkan Ratu untuk mengawal anda," ucap nya.


"Siapa lagi itu Ratu, aku tak kenal dengan mu dan Ratumu itu, yuk Xiu kita pulang," kata Mei Yin seraya mengajak Xiuhuan.


Perempuan itu masih bersikeras mengikuti Mei Yin. Xiuhuan pun sudah mencoba melawannya tapi kekuatan perempuan itu sangat kuat jauh di atas Xiuhuan.


Mei Yin pun pasrah dan membiarkannya saja. Sesampainya di halamannya Mei Yin langsung melakukan kebiasaannya yaitu mandi setelah itu baru makan, saat makan sudah selesai Mei Yin masih belum mengantuk dan memilih duduk di taman seperti biasa.


Mei Yin terkejut saat melihat keatas pohon yang ternyata perempuan tadi ada di sana.


"Ya ampun turun kau," panggil Mei Yin kesal.

__ADS_1


Perempuan itu turun dan membungkuk hormat dan stelah itu berdiri tegak kembali. Sekarang mereka hanya berdua di taman.


"Apa sih maumu dan apa tujuanmu mendekatiku?" tanya Mei Yin.


"Hamba di perintahkan Ratu untuk membimbing anda agar dapat kembali ke alam atas," kata Dong Yu.


"Huhh kau bercanda kan, kenyataannya aku ini anak dari perdana Menteri dan ibuku yang bernama Cu Mei, kau pasti salah orang," kata Mei Yin.


"Hamba tidak salah Putri, Ratu adalah ibu anda dan bama beliau memang Cu Mei dana ayah anda adalah Perdana Menteri Rong," jelas Dong Yu.


Mei Yin tak dapat berkata apa-apa lagi dia syok mendengar itu.


"B bukankan ibuku sudah meninggal saat melahirkanku?" tanya Mei Yin.


"Beliau tidak mati, tapi hanya kembali ke istana," jelas Dong Yu.


"Jadi ibuku itu berasal dari alam atas dan ras apakah dia?" tanya Mei Yin.


"Kita semua adalah ras iblis putri," jelas Dong Yu.


"Ras iblis...bukankah ras itu bermusuhan dengan ras dewa...astaha kenapa bisa begini," batin Mei Yin. "Jadi ayahku juga ras iblis?" tanya Mei Yin.


"Tidak Putri, ayah Putri hanya manusia biasa, jadi dalam diri anda setengah manusia dan setengah iblis, tetapi lebih dominan ke iblis," jelas Dong Yu.


"Dulu belum waktunya Puteri tapi sekarang waktunya sudah tiba karena Putra Mahkota dari ras dewa sudah kembali," jelas Dong Yu.


"Siapa Putra Mahkota dari ras dewa?" tanya Mei Yin.


"Pangeran Hongli," kata Dong Yu.


Deg


"Lalu kenapa cincin ini memiliki pasangan untuk apa itu?" tanya Mei Yin mulai khawatir.


"Cincin ini di rancang oleh Ratu untuk mengikat puteri dengan Putra Mahkota ras dewa, agar ras dewa tak bisa melawan ras iblis karena jika ras dewa menyerang/mengancam ras iblis, kita bisa mengancam mereka dengan nyawa Putra Mahkota ras dewa, karena ras dewa sangat sulit memiliki keturunan jadi dapat di pastikan mereka tak akan mampu mengancam ras iblis karena cincin yang di pakai oleh Putra Mahkota ras dewa memiliki energi yang dapat membunuhnya dan pengendalinya ada pada cincin anda, dan jika mereka hendak memutus fungsi pengendalinya maka hanya satu caranya yaitu membunuh pengendali itu," jelas Dong Yu.


"Kalian memang iblis yang licik," marah Mei Yin. "Kalian sudah merencanakan ini dari awal ternyata, jangan harap aku akan menuruti kalian, saat aku tahu aku memikili darah iblis aku merasa jijik dengan diriku sendiri, camkan ini aku tak akan melancarkan rencana kalian meskipun aku mati," kata Mei Yin sangat marah dan berlalu meninggalkan Dong Yu.


Mei Yin tak bisa tidur karena memikirkan perkataan Dong Yu dan dia berencana akan bertanya pada ayahnya mengenai ibunya.

__ADS_1


Pagi hari Mei Yin bergegas menuju halaman ayahnya.


Mei Yin langsung mengetuk pintu kamar ayahnya.


Tok tok tok. "Ayah apakah ayah ada di dalam ijinkan aku masuk," kata Mei Yin kembali mengetuk pintu.


Tak berapa lama pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok berjanggut yaitu Perdana Menteri.


"Ada apa pagi-pagi ingin menemui ayah? Yuk masuk," tanya Perdana Menteri seraya menyuruh Mei Yin masuk dan duduk.


"Ayah aku ingin tanya ibu seperti apa sifatnya dan kapan kalian bertemu dan apakah ibu memiliki keluarga lain?" tanya Mei Yin.


"Kau ingin tahu ibumu ya, dia adalah sosok yang sangat penyayang, ayah pertama kali bertemu dengannya saat sedang di utus ke kerajaan lain dan bertemu ibumu di jalan saat itu dia sedang di hadang para bandit dan pada pandangan pertama ayah jatuh cinta pada ibumu. Untuk keluarga ayah kurang tahu karena ibumu mengatakan dia hanya sebatang kara," jelas Perdana Menteri Rong.


Setelah mendengar penjelasan ayahnya Mei Yin pun kembali ke halamannya, di halamannya ada Xiuhuan dengan Chen yang sedang bermain, dia menghampiri mereka dan duduk di samping Xiuhuan.


"Kau akan pergi?" tanya Xiuhuan.


Mei Yin bingung. "Maksudnya?" tanya Mei Yin.


"Aku mendengar saat kalian berbicara malam tadi," kata Xiuhuan.


"Ohh mungkin aku akan pergi, tapi tidak untuk mengikuti rencana mereka," kata Mei Yin.


"Terserah padamu, aku akan ikut saja, tapi bagaimana dengan orang-orang di sini, saat mengetahui kau menghilang?" tanya Xiuhuan.


Mei Yin pun mengatakan rencana nya untuk membut skema agar dia seperti di culik.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian di ceritaku ya.

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca


__ADS_2