Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 31


__ADS_3

Mei Yin keluar dari kamar dan mencari keberadaan Xiuhuan dan Chen, dan terlihat mereka duduk disebuah meja. Mei Yin pun menghampiri mereka dan langsung duduk di hadapan mereka.


Xiuhuan dan Chen bingung, siapa yang dengan santainya duduk di meja mereka.


"Maaf tuan, meja ini sudah kami pesan," kata Xiuhuan sopan.


"Ekhem, kau tak kenal aku," kata Mei Yin sambil menunjuk wajahnya.


Xiuhuan dan Chen terbelalak dengan penyamaran Mei Yin yang sangat sempurna, cuman yang sangat menonjol yaitu wajahnya sangat cantik, jadi bisa dikatakan saat ini dia adalah pria cantik.


"Mei ini kau," kata Xiuhuan sedikit berbisik dan Mei Yin pun mengangguk.


"Kita harus mengubah nama kita," kata Mei Yin.


"Kau buatkan nama untuk kita," kata Xiuhuan tak mau repot, tapi sebenarnya dia sangat buruk memberi nama seseorang, namanya saja orang lain yang menyarankan.


Mei Yin berpikir. "Ah kau Jierui sebagai kakak dan aku Jingmi adiknya dan Chen namanya tetap saja Chen, dan dia akan menjadi hewan peliharaan kita, bagaimana setuju?" tanya Mei Yin tentang pendapatnya.


"Setuju," ucap mereka berdua pelan, agar tak terdengar orang.


Mereka pun mendaftar sebagai prajurit dan mereka melakukan tes kekuatan, seperti yang sudah di ketahui kekuatan Mei Yin pada level abadi tingkat 5 agar para pemerilsa tak curiga kalau mereka kakak beradik Mei Yin menekan kekuatan nya menjadi abadi tingkat satu.


Mereka lulus segala test dan sekarang mereka telah berbari di lapangan mendengarkan arahan.


"Kalian akan menjadi prajurit sementara di kerajaan ini dan jika kinerja kalian Bagus maka kalian akan di ambil sebagai prajurit tetap nantinya," kata ketua prajurit lantang. "Untuk tugas kalian sekarang adalah menjaga keamanan kerajaan dan berkeliling kota dan setiap malam kalian harus melaporkan hasilnya pada orang yang berada di pos keamanan, kalian akan menjadi beberapa kelompok dan kalian bisa melihatnya sekitar siang hari nanti beserta tugasnya, di pos keamanan," lanjutnya. "Apakah kalian paham," teriaknya.


"Paham ketua," jawab para prajurit serempak.


"Kalian boleh bubar dan tempat asrama kalian ada di belakang istana, silahkan letakkan barang-barang kalian dan siang nanti datanglah melapor untuk menjalankan tugas masing-masing," kata Ketua Prajurit.


"Baik ketua," jawab para prajurit serempak.


Semua prajurit sementara menuju asrama mereka. Dalam satu kamar ditempati oleh 4 orang, jadi Mei Yin bersama Xiuhuan dan 2 orang pria lainnya sudah di kamar asrama mereka. Kamarnya tidak luas hanya muat 4 ranjang kecil muat sendiri dan 4 lemari kecil.

__ADS_1


"Kak Jie, apakah kau sudah selesai memasukkan pakaianmu kelemarimu?" tanya Mei Yin.


Xiuhuan lupa jika nama mereka sekarang disamarkan.


"Me..," panggil Xiuhuan terhenti saat Mei Yin menatapnya. "Ekhem, kak Jie," kata Mei Yin menekankan kata-katanya.


"Ahh sudah Jingmi, kau?" sahut Xiuhuan paham.


"Baguslah, aku juga sudah selesai," sahut Mei Yin sambil menaruh puntalan ke ranjangnya, karena itu berisi Chen yang masih di dalam.


Bagaimana tidak cepat selesai pakaian mereka hanya satu di pakai dan dua di simpan, apalagi yang satunya baju perempuan untuk Mei Yin.


"Ekhem ah kita kan sekarang jadi teman sekamar akan lebih baik kita saling mengenal bukan," kata salah satu pria teman kamar Mei dan Xiu.


"Kau benar, nama ku Shen," ucap Shen.


"Namaku Mo Yan, kalian?" tanya Mo Yan pada Mei Yin dan Xiuhuan.


"Nama ku Jierui dan dia adikku Jingmi," sahut Xiuhuan.


Mereka pun saling mengenal Shen dan Mo Yan merupakan berasal dari ras dewa asli, kekuatan mereka sudah berada di level Abdi tingkat 5. Mei Yon dan Xiuhuan memberitahu identitas mereka sebagai manusia yang berasal dari alam bawah, Shen dan Mo Yan pun sangat antusias bertanya dan mendengarkan cerita Xiuhuan dan Mei Yin. Belum sehari mereka sudah sangat akrab.


Karena terlalu asik bercerita tak terasa wakti sudah menunjukkan tengah hari dan mereka bergegas ke pos keamanan untuk mengetahui kelompok dan tugas mereka.


Mei Yin dan Xiuhuan kebetulan sekelompok dengan Shen dan Mo Yan sungguh sangat kebetulan. Dalam satu kompok terdiri dari 8 orang dan untuk tugas pertama mereka yaitu menjaga di keamanan istana jadi mereka harus patroli keliling istana.


"Kita semua berjodoh ya, sudah satu kamar dan sekarang satu kelompok lagi," kata Shen.


Mereka berdelapan pun patroli mengelilingi istana. Mei yin selalu memperhatikan setiap tempat yang di laluinya dan karena tidak melihat siapa pun berada di istana ini kecuali para pelayan penjaga dan prajurit Mei Yin pun bertanya.


"Kemana orang-orang penting di istana ini seperti Raja Ratu dan lainnya? Dan juga saat pertama datang kesini aku melihat banyak prajurit yang menuju keluar," tanya Mei Yin, padahal dia tahu jika Raja Ratu dan lainnya itu pergi perang perebutan wilayah, tapi pertanyaan sebenarnya adalah menanyakan keberadaan Pangeran Hongli.


"Kalian orang baru pantesan saja tidak tahu berita di sini," kata Shen.

__ADS_1


"Mereka semua pergi perang termasuk Putra Mahkota yang baru kembali," kata Mo Yan.


"Putra Mahkota? Bukankah Putra mahkota ras dewa itu sedikit ya... seperti anak-anak gitu, itu yang ku dengar dari orang-orang," kata Mei Yin pura-pura baru tahu.


"Aku tidak tahu pasti, tapi dari rumor yang ku dengar bahwa Putra Mahkota saat baru kembali memang seperti itu, tapi dari kabar yang diberikan oleh temanku yang seorang prajurit di istana ini, katanya Putra Mahkota sudah sembuh 3 bulan yang lalu kabarnya lagi setelah kesembuhannya dia menjadi seorang yang dingin dan ditakuti oleh semua orang di istana ini," jelas Mo Yan.


"Lalu dia sekarang dimana?" tanya Mei Yin.


"Ya ikut perang lah," kata Shen.


"Sudah berceritanya, kita lanjutkan berkeliling karena malam hampir tiba dan kita harus lapor," kata Mo Yan.


Mereka pun melanjutkan tugas mereka.


Mei Yin selalu memikirkan apakah dia harus menyusul ke peperangan itu atau di sini saja menghentikan rencana ibunya.


Mereka melapor ke pos keamanan dan kembali ke kamar asrama mereka. Saat semua mandi Mei Yin tidak mandi, setelah semua orang tertidur baru dia mandi. Tugas jaga malam merupakan tugas dari prajurit tetap, jadi mereka yang prajurit sementara hanya bertugas pada siang hari.


Mei Yin tak bisa tidur dan selalu bergerak di ranjang nya karena memikirkan apa yang akan terjadi besok apakah ibunya akan benar-benar menyerang kerajaan ras dewa ini.


"Memang pemalas," gerutu Mei Yin yang melihat Xiuhuan yang tidur dengan lelapnya. Dia pun memaksakan agar matanya mau tidur dan setelah berusaha dia pun mau tidur.


°


°


°


°


°


Tinggal kan jejakmu di tulisan ini ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2