Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 46


__ADS_3

Karena tak ada respon dan hanya dipandangi Mei Yin berkata.


"Ayo cepat ambil, tanganku pegal ini," ucap Mei Yin.


Perlahan pria itu mengambilnya, tapi terlihat tangannya tak mampu bergerak keatas sedikit saja untuk menggapai daun itu. Melihat itu Mei Yin berinisiatif membantunya dengan menyodorkan cawan tersebut langasung kemulut si pria. Sang pria sedikit terkejut tapi tka terlihat karena ditutupi dengan wajah datarnya.


Perlahan tapi pasti air didalam daun itu mulai habis. Sekarang Mei Yin berdiri dan melangkahkan kakinya ke semak-semak pertama dia masuk.


Sang Pria menghela nafasnya pasrah dengan hidupnya, tapi tenggorokannya mulai enakan saat setelah minum air itu.


Sang pria memejamkan matanya lagi untuk sekedar istirahat.


Srak srak


Mata sang pria terbuka kembali di saat mendengar suara semak-semak, di pandangnya arah semak-semak arah dimana Mei Yin pergi dan ternyata yang datang adalah si gadis yaitu Mei Yin.


"Kenapa kau kembali?" tanya sang pria.


"Aku tak pergi, ku hanya mencari tanaman obat disekitar sini," ucap Mei Yin yang berjalan ke pinggir sungai mencari batu kali.


Sang pria memperhatikan setiap gerak-gerik Mei Yin yang menumbuk obat dengan batu yang dia dapat.


Setelah obat selesai Mei Yin menghampiri si pria.


"Minumlah ini," kata Mei Yin menyodorkan daun lainnya ynag di bentuknya kembali menjadi kerucut dengan berisikan obat yang telah ditumbuk dan campur dengan air.


Pria itu meurut lalu meminumnya, dia juga tidak tahu kenapa dia tidak khawatir jika gadis didepannya ini bisa saja membunuhnya dalam keadaannya yang lemah sekarang.


"Sekarang buka bajumu, oh ya kan kau tidak mampu bergerak," ucap Mei Yin.


"Untuk apa?" tanya sang pria.


"Untuk ku obatilah, nih obatnya akan kubalurkan diluka-lukamu," jawab Mei Yin.


"Biarkan aku saja yang membalurkan obatnya," pinta sang pria. "Aku sudah merasa baikan," lanjutnya.


"Ih kau ini, coba kau gerakan tanganmu keatas, apakah mampu?" ucap Mei Yin gregetan.

__ADS_1


Mei Yin meletakkan daun berisi obat itu keatas rerumputan agar tak kotor dan tanpa ijin membuka paksa baju sang pria.


"Eh apa yang kau lakukan," ucap sang pria terkejut dan berusaha mencegh tangan Mei Yin tak membuka bajunya, dia kan pria malu lah buka baju didepan gadis.


"Diamlah," bentak Mei Yin dengan melotot ke sang pria. Sang pria diam dengan wajah merah merona karen malu.


"Tak perlu malu, aku sudah terbiasa dengan ini," ucap Mei Yin santai sambil membuka perlahan baju sang pria.


Sang pria terkejut, pikirannya pun berkecamuk, gadis macam apa dia yang sering melihat tubuh pria.


Melihat raut wajah sang pria seperti berpikir dan Mei Yin pun paham apa yang dipikirkannya. "Huh memang orang zaman dulu ini begini amat, pasti pikirannya aku ini aneh-aneh," batin Mei Yin.


"Jangan berpikiran aneh-aneh tentangku, aku bisa menyembuhkan orang tapi bukan tabib, aku alkemis," jelas Mei Yin sambil membalurkan obat keluka si pria.


Mendapatkan penjelasan itu si pria hanya ber oh ria dan di malu pada diriny yang telah berpikiran yang aneh-aneh terhadap gadis ini.


"Oh ya, siapa namamu? kenapa kau bisa terluka? dan oh itu semua mayat siapa dan karena apa mereka mati?" tanya Mei Yin berturut-turut sambil meninjuk sekeliling yang penuh mayat.


Sang pria memjamkan matany sejenak sambil menahn sakit dari obat yang diberikan Mei Yin lalu membuka matanya lagi. Dia menatap Mei Yin yang duduk disampingnya.


"Namaku Haocun," jawabnya.


"Apa-apaan sih orang ini, aku tahu aku cantik tapi kan risih jadinya kalau dipandang terus," gerutu Mei Yin dalam hati, ya sempat saja dia narsis.


Haocun menatao arah sungai dan memandangi mayat-mayat yang tergeletak.


"Mereka merupakan prajurit dari kerajaan ras Vampir, saat aku dan prajuritku yang hanya berjumlah 10 orang hendak menuju perbatasan tak disangka kami di cegat oleh prajurit kerajaan ras Vampir yang jumlahnya berkali-kali lipat dari kami dan meskipun kami sedikit tapi tak menghentikanku untuk kalah dari mereka," cerita Haocun.


Mei Yin penasaran Haocun dari kerajaan ras apa? kenapa melawan ptajurit kerajaan ras Vampir. Apakah dia dari ras penyihir?, daripada semakin penasaran Mei Yin pun bertanya, "Memangnya kau dari kerajaan mana?" tanya Mei Yin.


Haoucun mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Mei Yin. "Apakah kau tak dapat membedakan ras dari hawanya?" bukannya menjawab Haocun malah nanya balik.


Mei Yin mengangguk, ya dia tak dapat membedakannya.


Haocun menghela nafas kasar. "Huft bisa-bisanya kau tak bisa membedakan ras, itu berbahaya," kata Haocun.


"Yahh bagaimana lagi memang tidak bisa," ucap Mei Yin santai.

__ADS_1


"Aku dari ras penyihir," akui Haocun.


Mei Yin langsung menatap Haocun. "Huh ras Penyihir, berarti dia yang akan ku lawan dong, masa aku menyembuhkannya tadi," batin Mei Yin mengeluh. Ya selain menaburkan obat herbal Mei Yin juga mengalirkan tenaga dalam penyembuhnya pada Haocun agar lukanya cepat sembuh.


Haocun memandang Mei Yin yang sedang memandangnya. "Ada apa?" tanya Haocun.


Mei Yin menggelengkan kepalanya. "Ah kalau begitu aku akan pergi, teman-temanku pasti mencariku," ucap Mei Yin berdiri sambil mengibas-ngibas pakaiannya.


"Kau tega meninggalkanku yang terluka sendirian disini?" ucap Haocun dengan wajah memelas. Tidak tahu dia sendiri pun bingung kenapa dia jadi seperti ini didekat gadis ini, dia merasa nyaman merasa di perhatikan hatinya menghangat mendapat perhatian itu dan merasa tak ingin jauh dari gadis ini.


"Huft, kau mau kemana dulu, nanti ku antarkan dan setelah itu baru aku akan melanjutkan perjalananku," ucap Mei Yin.


"Aku akan keperbatasan ke medang perang, kau mau kemana?" ucap Haocun.


"Aku.....," Mei Yin bingung harus berkata menjawab apa, pasalnya dia juga akan keperbatasan dimana perang itu berlangsung. "Masa kau mau berperang dengan keadaan begitu," ucap Mei Yin memberikan alasan agat Haocun tak pergi ke perbatasan, karena dilihat dari hasil perkelahian ini, dia merupakan orang yang kuat, gimana tidak, dengan 10 prajurit plus dirinya dapat mengalahkan prajurit kerajaan ras Vampir yang jumlahnya berkali-kali lipat, Siapa kah dia?


"Tenanglah aku akan sembuh dengan cepat, ini cuman karena lukanya terlalu dalam, jadi proses penyembuhan diriku lambat," ucap Haocun meyakinkan.


Mei Yin duduk kembali tapi sedikit jauh, "Emmmm, Haocun...," panggil Mei Yin menunduk.


"Apa?"


"Jika aku merupakan musuhmu apakah kau akan membunuhku?" tanya Mei Yin yang membuat Haocun pun berpikir dengan keras, "Bagaimana ya, tapi aku nyaman dengannya, akgr aku tidak tahu," batin Haocun frustasi. "Kau kan dari ras manusia apa hubungannya musuh, kami ras Penyihir tak memiliki dendam dengan manusia biasa," kata Haocun.


Mei Yin terlihat berpikir sangat keras antara memberitahu atau tidak. Saat dia memutuskan memberitahu dan ingin mengatakannya, perkataan nya terhenti saat mendengar namanya dipanggil.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...

__ADS_1


Dengan like, komen dan vote.


Selamat Membaca.


__ADS_2