Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 28


__ADS_3

Acara masak memasak selesai dengan cepat Xiuhuan menempati meja makan yang ada di dapur.


"Giliran makanan kau sangat cepat, kalau di suruh membantu lambannya minta ampun," gerut Mei Yin.


Malam itu pun mereka kenyang dan tidur dengan lelap.


...


Keesokan harinya Mei Yin melakukan aktifitas seperti biasa yaitu memperkuat fisik melatih kekuatannya dan berkultivasi.


Saat Mei Yin Xiuhuan dan Chen sedang santai di halaman mereka, 2 pelayan pun datang menghampiri mereka dan menyajikan makanan dan teh untuk mereka. Mei Yin sedikit curiga tidak biasanya jam segini mereka di antarkan makanan kecil dan teh, tapi Mei Yin menerimanya dengan baik. Dua pelayan itu pergi dan Mei Yin langsung mencium makanan dan teh itu.


"Tidak ada apa-apa," gumam Mei Yin sambil menciumi.


"Ada apa Mei?" tanya Xiuhuan yang bingung.


"Tidak ada, makanlah," kata Mei Yin yang mulai meminum teh itu dan diikuti oleh Xiuhuan. Mei Yin membagi makanan kecil itu kepada Chen juga.


Setelah selesai dengan itu Mei Yin memilih mandi dan berencana untuk jalan-jalan keluar istana, karena dia sedari datang tak pernah keluar istana.


Dia mengajak Xiuhuan dan Chen.


Mereka bertiga melenggang di jalanan yang ramai, orang-orang menunduk saat melewati mereka, Mei Yin bingung jadinya.


"Xiu Chen kenapa mereka begitu?" tanya Mei Yin.


"Karena mereka tahu jika kau Putri Mahkota kerajaan iblis," jawab Xiuhuan.


"Huh, ngasal kamu, darimana kamu tahu?" tanya Mei Yin.


Bukannya Xiuhuan yang menjawab tapi Chen yang berada di gedongan Mei Yin yang menjawab.

__ADS_1


"Bisa di lihat dari wajahmu yang sangat mirim dengan Ratu," kata Chen.


"Huhh kalian ini kenapa sih," kata Mei Yin bingung menatap Xiuhuan dan Chen yang sedari tadi selalu menyebut nya keturunan lah Putri mahkota lah apalah.


Karena moodnya hilang Mei Yin memilih kembali ke istana.


Hari-hari berlalu sikap Xiuhuan dan Chen semakin aneh. Mei Yin bingung dan sekarang yaitu tepatnya malah hari di sebuah taman dia duduk di tepi kolam.


"Mengapa perilaku mereka (Xiuhuan dan Chen) berdua berubah ya akhir-akhir ini, mereka selalu menenatang keputusanku saat ingin pergi dari istana ini, dulu tidak seperti ini, dulu mereka selalu mendukung keputusan ku, ada hal yang tidak beres ini," gumam Mei Yin. "Aku harus mencari tahu," lanjut nya kemudian dia menuju kamar Xiuhuan dan Chen, ya sekarang mereka berdua memiliki kamar mereka sendiri yaitu satu kamar untuk Xiuhuan dan Chen. Mei Yin mengendap-ngendap di atas atap. Dia membuka bagian genteng yang memang hanya bersusun saja. Saat Mei Yin melihat ke dalam betapa terkejutnya dia saat melihat Xiuhuan dan Chen sedang berbincang-bincang dengan para tokoh istana dan termasuk Ratu. Dia baru tahu hal ini karena saat dia ingin mengunjungi mereka pada malam hari pasti mereka selalu beralasan mereka ingin istirahat.


"Bagaimana apakah Putri sudah tidak berniat untuk kabur lagi?" tanya Ratu/Cu Mei/ibu Mei Yin.


"Putri masih berniat Ratu, tapi kami selalu mencegahnya," jawab Xiuhuan. "Dan akhir-akhir ini putri terlihat hanya diam tak melakukan apapun dan berniat kabur lagi," lanjutnya.


"Bagus lah, jadi rencana kita akan berjalan lancar, karena saya mendapat kabar, jika ras dewa akan segera bergerak untuk menaklukan wilayah ras penyihir dan dalam kesempatan itu kita bisa menyerah istana nya yang dalam keadaan sepi," kata salah satu tokoh.


"Kapan kita akan menghapus ingatan putri lagi, terakhir kali dengan obat itu gagal dan hanya mereka (Xiuhuan dan Chen) yang telah tercuci otaknya," kata tokoh lainnya.


"Baik, siap laksanakan," ucap mereka berdua.


Karena tak sanggup mendengar lagi Mei Yin memilih pergi ke kamarnya dan berkemas, dia berusaha kabur dengan tanpa Xiuhuan dan Chen, tapi dia merasa ragu dia tak tega meninggalkan teman-temannya yang sudah menemaninya suka dan duka.


Malam semakin larut Mei Yin menyelinap masuk ke kamar Xiuhuan dan Chen. Dia menotok Xiuhuan dan Chen, lalu Xiuhuan pun berubah menjadi bentuk rubahnya. Mei Yin membawa mereka berdua dalam gendongannya, dia melompati pagar yang tinggi itu dengan mudahnya dan melewati para penjaga. Dia berhasil kabur, dia terus berlari dengan ilmu peringan tubuh. Tak terasa dia sudah berada di ujung kota dan dia memilih masuk kedalam hutan perbatasan antara kerajaan ras iblis dan kerajaan ras penyihir.


Mei Yin menyalakan api unggun dan menghangatkan tubuhnya karena malam itu begitu dingin. Dia masih belum melepas totokannya pada Xiuhuan dan Chen.


Karena terlalu lelah karena lama berlari dia pun tertidur.


Sinar matahari mengenai wajahnya dan membuatnya bangun, saat dia membuka matanya masih seperti malam tadi Xiuhuan dna Chen masih belum bangun karena totokan Mei Yin.


Mei Yin menaruh mereka di atas pohon agat tak ada yang mengganggu mereka sedangkan dia berjalan mencari sungai.

__ADS_1


Dia menemukan sungai yang mengalir pelan dan airnya terlihat sangat jernih.


Dia mencuci wajahnya dan membersihkan tubuhnya. Saat sedang asik mandi Mei Yin mendengar langkah kaki kuda yang lumayan banyak.


Drap drap drap


Suara kuda juga terdengar semakin dekat, dia bergegas mengenakan pakaiannya dan pergi dari situ. Dia berlari ke arah dia meninggalkan Xiuhuan dan Chen dan suara langkah kuda itu semakin menjauh.


Sesampainya dia merasa lega saat melihat Xiuhuan dan Chen masih di tempatnya. Dia mengambil keduanya dan mengikat mereka ke gendongannya dan melangkah pergi.


Saat dia sedang berjalan santai dia tak sengaja menginjak jebakan dan dengan sigap dia menghindari nya dan bersembunyi. Taka lama setelah dia bersembunyi beberapa orang datang, Mei Yin tak bisa membedakan orang-orang ini berasal dari ras apa, jadi dia memilih diam bersembunyi, karena dia tahu jika kekuatan mereka jauh di atas nya, karena Mei Yin sekarang hanya pada level abadi tingkat 3, dna Xiuhuan sekarang berada di levek abadi tingkat 2, sangat sulit memang untuk mencapai kesempurnaan level abadi ini meskipun dia sudah berada di tempat kumpulan Qi yang menumpuk tetap masih sangat sulit untuk menerobos ke tingkat selanjutnya.


Saat orang-orang itu pergi karena tak mendapatkan apapun dari jebakan mereka.


Mei Yin keluar dari persembunyiannya dan memindahkan Xiuhuan dna Chen pada punggungnya.


"Aku harus mencari cara untuk ke wilayah ras dewa untuk menemui Pangeran Hongli sekedar memperingatinya saja tentang rencana ras iblis," gumam Mei Yin seraya melanjutkan perjalanannya.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejakmu di tulisanku ya. Dengan cara like, komen dan vote.


Selamat Membaca.

__ADS_1


__ADS_2