
Matahari belum muncul tapi para prajurit sementara sudah di suruh bangun. Mereka segera melakukan aktifitas mereka yaitu seperti mandi dan lainnya setelah itu mereka di suruh berbaris di lapangan. Karena Mei Yin sudah bangun lebih dulu dari mereka dia dapat mandi.
Di lapangan sudah berkumpul semua prajurit yang jumlahnya sekitar 80 orang.
"Kalian bangun harus lebih awal dan sebelum matahari muncul kalian harus sudah berada di lapangan ini untuk melakukan latihan fisik. Meskipun kalian bukan prajurit resmi, tapi itu di wajibkan untuk semua prajurit resmi ataupun tidak. Berhubung prajurit resmi hanya tertinggal 20 orang. Anggaplah mereka senior kalian," kata Ketua prajurit berbicara kepada prajurit sementara.
"Kalian masing-masing akan membimbing 4 junior kalian," perintah ketua prajurit kepada prajurit senior.
"Siap laksanakan ketua," ucap mereka serempak.
Mei Yin tidak sekelompok dengan Xiuhuan maupun teman sekamar lainnya.
"Perkenalkan namaku Haocun, panggil saja senior Hao, perkenalkan diri kalian masing-masing aku tahu jika kalian masih ada yang tidak saling kenal," kata senior Hao.
"Baik senior Hao," ucap mereka berempat serempak.
Mulai dari pria tinggi tegap di sebelah kanan dan di akhiri oleh Mei Yin. Pria pertama bernama Changyi, pria kedeu bernama Kaibo, pria ketiga bernama Quon dan terakhir pria jadi-jadian yaitu Jingmi (Mei Yin).
"Baik sekarang tugas kalian yaitu berlari mengelilingi lapangan ini sebanyak 100 kali," perintah senior Hao.
"Siap laksanakan senior Hao," kata Mereka serempak lalu berlari.
20 menit berlalu, mereka semua hampir selesai dengan lari 100 putaran mereka, dan saat mereka sudah menyesailan lari mereka, mereka langsung berbaris ke tempat semula.
"Kalian sudah menyelesaikan lari 100 putaran pertama dan untuk besok sebelum matahari muncul kalian harus sudah selesai dengan lari 100 kali seperti tadi, selanjutnya kalian akan berlatih pedang, aku yakin kalian sudah mahir bermain pedang," kata Senior Hao. "Untuk hari ini kita cukupkam sampai di sini, karena matahari sudah semakin tinggi dan kalian juga harus melaksanakan tugas, jadi sampai jumpa besok dan jangan lupa sebelumnya yang ku katakan," lanjutnya.
"Baik senior Hao," ucap mereka serempak.
Mereka pun kembali le kelompok mereka masing-masing dan me jalankan tugas yang sudah di cantumkan di dinding pos keamanan.
....
Malam tiba Mei Yin, Xiuhuan dan aggota kelompoknya sudah selesai mengerjakan tugas mereka dan sekarang giliran untuk melapor. Langkah kaki Mei Yin terhenti.
"Ada apa Jingmi?" tanya Xiuhuan.
Mei Yin menatap Xiuhuan dan memberi isyarat, Xiuhuan pun mengambil arah pandang Mei Yin.
__ADS_1
"Hey kalian kenapa berhenti di sini?" tanya Shen yang tidak mendapati Mei Yin dan Xiuhuan di samping mereka dan dia melihat mereka berdua tertinggal di belakang sambil menatap kesatu arah. "Apa yang kalian lihat?" tanyanya lagi.
"Tidak ada ayo cepat kita lapor nanti terlambat," kata Mei Yin sambil menatal Xiuhuan yang mulai waspada.
"Ayo," kata Xiuhuan.
Mereka pun melanjutkan menuju ke pos keamanan untul melapor.
Sesudah melapor Mei Yin dan Xiuhuan menyuruh mereka duluan saja.
"Kalian duluan saja ya, ada yang ingin kami tanyakan pada senior penjaga," kata Mei Yin beralasan. "Ya kan kak Jie," kata Mei Yin menatap Xiuhuan.
"Ah iya Jingmi benar ada yang perlu kami bicarakan dengan mereka," kata Xiuhuan membenarkan.
"Baiklah, kami duluan kalau begitu," kata Mo Yan.
"Silahkan," kata Mei Yin.
Setelah keadaan sunyi mereka berdua ya g bersembunyi di atas pohon rimbun di dalam istana pun melihat beberapa orang berpakaian hitam yang sangat mencurigakan.
Orang-orang itu berhasil membobol pintu dan masuk, Mei Yin dam Xiuhuan mengikuti juga untuk masuk.
Saat di dalam Mei Yin dan Xiuhuan terkejut.
"Puteri akhirnya kau berada di tempat dan waktu yang sangat tepat," kata Cu Mei/Ratu ras iblis yang membuka topengnya.
"Ibu? Jangan lakukan ini, jika kau lakukan itu, maka aku akan membunuh diriku sendiri agar tidak menjadi penyebab hancurnya kerajaan ras dewa ini," kata Mei Yin.
"Mei," kata Xiuhuan terkejut dan juga marah dengan ucapan Mei Yin yang mempertaruhkan nyawanya demi seseorang yang kemungkinan tidak mengingatnya itu.
"Hahahahaha, mau mati, jangan harap kau bisa, karena kau tak akan bisa mati selain peledakmu yang membunuhmu sendiri," kata Cu Mei tertawa. Dia sudah tak perduli lagi dengan perasaan anaknya sendiri yang di pikirannya sekarang hanya ada kehancuran kerajaan ras dewa dan kembalinya hak dari kerajaannya.
"Kau sangat egois, kau hanya memikirkan kejayaanmu kau tak memikirkan ku dan ayah," teriak Mei Yin marah.
"Kau tak perlu marah begitu, meskipun aku mencintai ayahmu dan kamu tapi kebencian lebih besar bersarang di jiwaku untuk membalas dendam," ucap Cu Mei.
"Aku tak akan membiarkan kalian berhasil mencapai tujuan kalian," ucap Mei Yin yang mulai menyerang penjaga wali pengawal yang di bawa Cu Mei. Penjaga yang di bawa Cu Mei masuk kedalam ruangan berjumlah 10 orang, itu hanya di dalam, sekarang di luar terdengar suara riuh perkelahian.
__ADS_1
Meskipun kekuatan mereka lebih tinggi dari para pengawal tapi dengan jumlah mereka yang jauh lebih banyak membuat mereka kewalahan juga, tetapi akhirny mereka juga yang menang.
Mei Yin dan Xiuhuan langsung keluar ruangan yang ternyata adalah ruangan kerja Raja dan Ratu kerajaan ras dewa.
Mei Yin dan Xiuhuan melihat semua prajurit sementara dan beberapa prajurit senior yang tersisa melakukan perlawanan pada ratusan prajurit ras iblis yang datang.
Mereka sangat kewalahan dengan jumlah mereka yang tak seimbang itu membuat sebagian dari mereka sudah mengalami luka-luka parah dan ada juga yang mati.
Di detik-detik terkahir kekalahan mereka suara seseorang terdengar nyaring di pendengaran mereka.
"Berani sekali kalian menyerang kerajaan ku dengan cara yang sangat licik ini," ucap yang ternyata adalah Putra Mahkota kerajaan ras dewa yaitu pangeran Hongli.
"Kau bagaimana bisa?" teriak Cu Mei marah dan langsung menatap tajam Mei Yin. "Serang mereka," lanjutnya berteriak.
Pertempuran pun tak terelakkan, Mei Yon dan Xiuhuan tak bergerak mereka tak tabu harus membantu yang mana. Di satu sisi ibunya dan sisi lain tunangannya, dia harus memilih yang mana. Daripada bingung Mei Yin pun pergi dari tempat pertempuran itu dan di ikuti oleh Xiuhuan.
Mereka sekarang sedang berkemas dan ingin pergi dari tempat itu, karena urusan mereka juga sudah selesai, meskipun tak sepenuhnya, karena dia tak memberitahukan Putra Mahkota Hongli tentang niat ibunya dan daripada dia akan di manfaatkan oleh ibunya untuk menekan kerajaan ras dewa lebih baik dia pergi kan.
"Siap?" tanya Xiuhuan dan di angguki oleh Mei Yin yang sekarang sudah menggunakan pakaian wanita.
Mereka melesat keluar dari kamar dan mengambil jalan belakang agar tak melewati pertempuran itu. Kenapa Mei Yi tak membantu? Karena dia yakin bahwa mereka tak akan ada yang kalah dan menang dilihat dari jumlah prajurit dan kekuatan mereka.
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian di tulisanku ini ya...
Dengan like, komen dan vote.
Selamat membaca.
__ADS_1