
"Kenapa takdir kita harus begini," tatapan sendu Putra Mahkota Hongli sambil menatap langit cerah tidak seperti hatinya yang merasakan kekecewaan akan takdir yang menyakitkan untuknya dan Mei Yin.
...
Kembali ke ke istana Kerajaan Vampir.
Sekarang di dalam ruang kerja Weiheng hanya ada Mei Yin dan Weiheng. Mereka duduk berhadapan dan saling diam. 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit masih dalam keadaan diam.
"Huft, ada yang ingin kau katakan atau tanyakan, aku bosan jika kita hanya berdiam-diaman seperti ini," helaan nafas Mei Yin yang sangat jelas jika dia merasa tertekan dan bosan. Setibanya pelepasan rindu antar kawan, Mei Yin pun telah menceritakan semua tentang nya saat berada di istana kerajaan Dewa. Kalau Xiuhuan dan Chen tak terkejut dengan Putra Mahkota Hongli berbeda dengan Weiheng dan Ren yang kurang percaya dengan cerita Mei Yin.
"Ahhh masih tak percaya dengan ceritaku, sudahlah, kalau begitu aku yang bertanya. Kenapa aku berada di pintu gerbang istana kerajaan dewa? Apakaj kau sengaja menjadikanku umpan? karena yang ku tahu kerajaan Vampir dan kerajaan Dewa juga tak akur," tanya Mei Yin menyelidik, karena dia merasa aneh tak mungkin kan jika Weiheng kalah dengan para prajurit dan juga ibunya.
"Itu karena kita hanya berempat," jawab Weiheng singkat.
Alis Mei Yin terangkat yang menandakan dia bingung.
"Ha" ucap Mei Yin sambil menunjuk diriny sendiri.
Weiheng mangangguk. "Kenapa bisa? jika tak kau jelaskan mana aku tahu," kesal Mei Yin.
Weiheng nampak berfikir bagaimana menjelaskan segala kejadian itu.
"Cepat jelaskan," desak Mei Yin.
"Baiklah, dengarkan dengan baik," Menghela nafas huhhhh, "Begini sesaat kau tidak sadarkan diri, kita semua dikepung oleh banyak prajurit kerajaan iblis, Ratu kerajaan iblis, ibumu memaksaku menyerahkanmu kepadanya, tentu saja kami tak mau. Setelah cukup mendesak karena kewalahan menghadapi banyak prajurit, ada sedikit kesempatan kami kabur dan sampai ke kerajaan dewa," jeda Weiheng.
"Lalu kenapa aku bisa di gerbang istana kerajaan dewa?" tak sabar Mei Yin mendengar cerita selanjutnya.
"Sabar dulu, aku bernafas dulu baru lanjut," kesal Weiheng dan Mei Yin hanya cengengesan. "Kenapa kau ada digerbang istana kerajaan dewa? Karena saat itu kami berpisah untuk mengecoh prajurit kerajaan iblis, jadi dua temanmu ke kerajaanku sedangkan aku dan Ren membawamu kekerajaan dewa, dan saat itu aku berpisah lagi dengan Ren. Ren kearah hutan dan aku kearah kota. Aku menaruhmu di bangku panjang dekat istana saat itu malam tak ada orang jadi kau aku tinggal sebentar untuk mencari air dan obat, tapi saat aku kembali kau sudah tidak ada, aku mencarimu kesana kemari dan melihat seorang perempuan yang sedang menggendongmu menuju istana, aku tidak dapat mengambilmu lagi karena jika aku nekat maka kita berdua akan dalam bahaya, pasalnya aku seorang dari ras vampir. Dan mengapa kau di gerbang istana aku tidak tahu, terakhir ku lihat itu kau di bawa ke istana, karena aku terluka cukup parah aku juga hilang kesadaran dan saat aku bangun aku sudah berada di istanaku," akhir cerita Weiheng.
Mei Yin nampak berfikir keras siapa perempuan itu, setahunya saat berada di istana kerajaan dewa dia tidak pernah melihat seorang perempuan pun yang mengaku membawanya, malahan Putra Mahkota Honglu katanya yanf menemukannya. Ahkgg daripada pusing dengan itu lebih baik sekarang dia harus apa?
__ADS_1
Weiheng yang beranjak pergi keluar. "Mau ikut atau tinggal disini?" kata Weiheng yang membalikkan badannya sebelum keluar kamar.
Mei Yin mengangguk saja, tapi dia tak tahu Weiheng mau membawanya kemana, kan dia tanya kedua temannya, nih malah di ajak kemana lagi.
....
Mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah pintu besar. Weiheng membuka perlahan pintu itu kemudia dia masul dan di ikuti oleh Mei Yin di belakang.
Weiheng menggeser badannya dan memperlihatkan sebuah ruangan besar dengan perabotan mewah dan sebuah peraduan yang besar mungkin cukup untuk empat tiga orang. "Ini kamarmu, istirahatlah, aku akan pergi,"
"Baiklah, aku juga sangat lelah dan mengantuk," Mei Yin menguap. "Terimakasih ya," lanjut Mei Yin.
Weiheng tak menjawab dan langsung keluar kamar.
...
Suasana istana mulai ramai oleh para pelayan dan penjaga yang berlalu lalang melakukan tugas masing-masing.
Mei Yin? Dia sudah berada di taman depan kamarnya duduk di rerumputan sambil menikmati udara pagi yang sejuk dan memperhatikan para pelayan melakukan tugas mereka.
Mei Yin berpaling mencari sumber suara. "Ah kalian, sini," lambai Mei Yin.
Xiuhuan dan Chen pun berlari kecil menghampiri Mei Yin. Setibanya Xiuhuan langsung duduk disamping Mei Yin sedangkan Chen duduk kepangkuan Mei Yin. Mei Yin mengelus lembut kepala Chen yang bermanja padanya.
"Apa rencana kita selanjutnya, apakah masih ingin ke alam bawah?" tanya Xiuhuan.
Mei Yin terlihat bingung harus berkata apa, karena dia telah membuat janji dengan Weiheng yang akan terus berada di istana kerajaan Vampir ini, tapi dia juga ingin pergi dari alam atas ini.
"Aku tidak tahu, a-aku sebenarnya...membuat janji dengan Raja kerajaan Vampir ini," Mei Yin tak dapat menatap kedua temannya itu, dia hanya menunduk karena tidak memiliki pilihan lagi.
"Janji? janji apakah itu?" tanya Xiuhuan.
__ADS_1
"Janji...kalau dia membantu dan berhasil menyelamatkan kalian berdua, maka aku akan tinggal disini selamanya," jawab Mei Yin.
"Huh...Apa-apakan kau ini, jikalau kau tidak menyelamatkan kami juga, kami pun tak akan mati semudah itu dan juga kami akan mencari jalan lain untuk melarikan diri," marah Xiuhuan.
"Benar, lagian juga memang dia kalian berhasil menyelamatkan kami, tapi kau sampai berada di kerajaan Dewa itu juga dianggap perjanjian kalian hanya setengah berhasil, karena kau tidak selamat dalam waktu yang cukup lama, dan juga kau selamat berkat dirimu sendiri," lanjut Chen.
"Benar juga ya....tapi....bagaimana mengatakannya, dilihat dari kekuatan pun jika kita bertiga melawan dia sendiri saja kita akan kalah apalagi ini di istananya," Semangat diawal lesu diakhir karena meratapi kekuatan yang tak seimbang.
"Benar juga, tapi cobalah kau diskusikan dengannya, kami ingin membantumu mengatakannya tapi kemungkinan akan semakin runyam, lebih baik kamu sendiri bicara baik-baik," nasehat Xiuhuan.
"Baiklah, akan ku coba," helaan nafas kasar terdengar dari Mei Yin yang menyiapkan mentalnya beenegosiasi dengan Weiheng.
...
Pagi menjelang siang, Mei Yin telah berjalan di koridor istana nan megah itu menuju ruang kerja Weiheng tempat dia mengintip dari balik atap kemarin malam.
Tap tap tap
Langkah mantap terdengar teratur di koridor istana dan berhenti tepat di sebuah pintu besar nan mewah terpampang didepan Mei Yin. Di depan pintu terdapat seorang penjaga yang menjaga pintu itu, dia hendak mengumumkan kedatangan Mei Yin, tapi karena dicegah oleh Mei Yin alhasil tidak jadi.
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
__ADS_1
Dengan like, komen dan vote
Selamat Membaca.