Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 53


__ADS_3

Ditempat lain, tepatnya disebuah gubuk yang terdapat seorang gadis sedang terbaring di sebuah kasur kecil. Nampak dia sudah lama tak sadarkan diri, terlihat dari wajahnya yang pucat dan badannya yang mulai kurus. Perlahan mata gadis itu terbuka dan berusaha duduk meskipun kepalanya masih pusing akibat melayang tak tahu arah dan seperti jatuh tanpa ujung mendarat .


"Dimana ini? bukankah jika aku tak bernafas maka aku didalam kuburan?" gumam Mei Yin sambil mengedarkan pandangannya kesegala arah kamar itu.


Tap tap tap, suara langkah kaki mendekat.


Kreattt, suara pintu terbuka dan muncullah seorang pria paruh baya yang dengan ekpresi kagetnya melihat kearah Mei Yin.


"Ekhem ekhem," deheman pria paruh baya itu untuk menghilangkan keterkejutannya. "Kau sudah sadar ternyata," ucpanya. Mei Yin pun hanya diam dan tak merespon.


"Apakah ada yang tidak nyaman?" tanya pria paruh baya itu, dibalag gelengan oleh Mei Yin. Karena penasaran Mei Yin pun bertanya.


"Ini dimana dan siapa kah anda?"


"Ini di rumahku dan panggil saja aku paman Lee," jawab paman Lee.


"Bagaimana aku bisa dirumah anda, seingat saya, saya mati dan pastilah dikubut bukan?" bingung Mei Yin.


"Ya, sebenarnya aku seorang pencuri harta di pemakaman dan saat itu aku menggali makammu bersama anakku dan anakku mendapatimu masih bernafas jadi kami bawa saja kamunya," jelas paman Lee.


"Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri paman?" tanya Mei Yin.


"Kau tak sadarkan diri selama 3 bulan," jawab paman Lee.


"Wah ini waktu yang sama dengan aku tinggal dialam ilusi itu," fikir Mei Yin. "Dan lagi pencuri makam? wahh nasib ku ini beruntung atau apa ya? masa pencuri makam yang menemukanku masih bernafas, tapi untunglah, jika tidak aku juga akan mati kan, kan gak mungkin orang akan menggali kuburku lagi untuk mengecek aku hidup atau enggak," batin Mei Yin.


Puk,


"Eh ya ya," kaget Mei Yin setelah bahunya ditepuk oleh paman Lee.


"Jangan berfikiran aneh-aneh, kami mencuri makam juga bukan untuk kami saja hasilnya, tapi untuk para warga desa ini," jelas paman Lee sambil menyerahkan gelas berisi air untuk Mei Yin. Kemudian diterima dan diminum oleh Mei Yin.


Mei Yin pun jadi penasaran dengan cerita paman Lee.


"Memangnya kenapa paman dengan desa ini?"


Paman Lee pun bercerita tentang desa mereka yang merupakan mayoritas manusia biasa yang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan yang berasal dari 4 ras. Mereka di alam atas ini karena mereka adalah keturunan-keturunan dari manusia terdahulu, jadi mereka berusaha hidup dengan berbagai cara seperti menjadi pencuri harta yang ditinggalkan dalam peti makam, berdagang dan lainnya yang pastinya mampu menghasilkan untuk warga desa.

__ADS_1


"Ayah," panggil seseorang dari luar, kedengarannya suara pemuda. "Ayah," panggilnya lagi.


"Ya ya ada apa, ayah di dalam," jawab paman Lee.


Pemuda itu pun masuk kedalam kamar dan mendekati ayahnya, dia belum sadar jika Mei Yin telah sadar dan duduk di atas kasur.


"Ayah, kami mendapatkan cukup harta untuk makan se desa untuk beberapa hari dari mencuri di makam malam tadi," ucap pemuda itu dengan riangnya. Di lihat dari penampilannya, dia berumur sekitar 17 tahun an, masih di bawah Mei Yin yang sekarang berumur 19 tahun.


"Ya ya bagus kalau begitu," jawab paman Lee. "Oh ya nona ini anak paman namanya Lee San," ucap paman Lee beralih menatap Mei Yin.


Pemuda bernama Lee San anak paman Lee itu pun sontak kaget, dia baru menyadari bahwa gadis yang ditemukannya masih bernafas dan sudah dikubur telah sadar.


"Kau sudah sadar, wah memang aneh ya kau sudah dikira meninggal tetapi ternyata masih hidup," ucapnya bersemangat.


"Hus kau ini sembarangan bicara," tegur paman Lee.


"Memang benarkan, itu luar biasa bin aneh deh," ucap Lee San.


Mei Yin hanya terkekeh melihat tingkah lucu Lee San.


"Sudahlah, biarkan nona ini istirahat, oh ya nama nona siapa?" tanya paman Lee beralih kepada Mei Yin.


"Ohh, kalau begitu kau istirahatlah dan paman akan membawakan kau makanan," ujar paman Lee diikuti Lee San.


"Apa yang harus ku lakukan terlebih dulu ya? dan ini juga daerah mana?" gumam Mei Yin. "Nanti saja ku tanyakan pada paman Lee, sekarang lebih baik aku menyembuhkan diri dulu dan aku merasa kekuatanku masih ada, tapi berkurang, wajar sih kan aku telah melepas kontrak dengan Xiuhuan dan Chen. Tapi tak apa lah aku bisa memperkuat tubuhku lagi," lanjutnya. Kruk kruk, suara perut Mei Yin berbunyi, yah wajar kan dia lama tak sadar.


Tak berapa lama paman Lee datang membawakan makanan. "Makanlah ini, sederhana tapi lumayanlah daripada tidak ada makanankan," ucap paman Lee.


"Ini juga syukur paman, terimakasih paman," ucap Mei Yin sopan dan dibalas anggukan dan senyuman oleh paman Lee.


"Kalau begitu paman tinggal ya, masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan," ucap paman Lee dan dibalaa anggukan oleh Mei Yin.


Mei Yin telah selesai dengan makannya dan niatnya dia akan membawa peralatan makannya ke dapur dan mencucinya. Dia berjalan kearah belakang rumah dan melihat anaknya paman Lee yaitu Lee San sedang memotong kayu.


"Ekhem," deheman Mei Yin sedikit nyaring agar didengar Lee San dan itu membuahkan hasil, Lee San langsung menghentikan pekerjaannya dan melihat kesumber suara.


"Eh nona, kenapa keluar?" tanya Lee San sopan.

__ADS_1


"Sopan juga," batin Mei Yin lalu tersenyum. "Aku bosan di dalam dan sekalian mau mencuci peralatan makan ini," ucap Mei Yin sambil mengangkat peralatan makan yang ditangannya.


"Oh biar saya saja yang mencuci nya," ucap Lee San berjalan kearah Mei Yin untuk mengambil peralatan makan ditangan Mei Yin, tapi ditarik oleh Mei Yin. "Biar aku saja, beritahu saja tempatnya," ucap Mei Yin.


"Ah baiklah, disamping sana nona," jelas Lee San sambil menunjuk arah sumur.


"Baiklah, aku kesana dulu ya," ucap Mei Yin melangkah kearah sumur.


Lee San kembali melanjutkan memotong kayu.


Setelah selesai mencuci peralatan makan, Mei Yin duduk di kursi yang ada di bawah pohon. Dibelakang rumah ini terdapat sumur, kebun sayur dan herbal dengan ukuran mini.


Lee San selesai dengan pekerjaannya dan terlihat terengah mengatur nafas dan keringat yang bercucuran, dia duduk ditumpukan kayu yang sudah dipotong.


"Haus? mau kuambilkan minum?" tanya Mei Yin.


"Tak perlu nona," tolak nya.


"Tunjukkan saja arah dapur aku akan mengambilkannya, tidak boleh nolak," ucap Mei Yin.


"Baiklah, dapurnya disana," ucap Lee San kemudian menunjuk arah pintu disebelah pintu saat Mei Yin keluar pertama kali.


Mei Yin pun mengambilkan air untuk Lee San. Tak butuh waktu lama Mei Yin kembali membawa air yang sudah dijanjikannya.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2