Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 67


__ADS_3

Perlahan Mei Yin mengelus kepala si pria dewasa dan berkata lirih. "Xiu,"


Ya dia Xiuhuan si rubah mantan hewan kontrak Mei Yin.


Xiuhuan mendongak menatap Mei Yin. Mereka pun saling menatap, ada pancaran kerinduan di masing-masing pasang mata.


Para raja ras pun meninggalkan ruangan mereke, memberi ruang pertemuan mereka.


"Kau sangat kejam Mei, apakah kau tak merindukan kami?" racau Xiuhuan.


Mei Yin pun memeluk Xiuhuan dengan erat.


Setelah cukup lama menangis mereka pun duduk di masing-masing kursi.


Mei Yin menatap anak kecil laki-laki di samping Xiuhuan.


"Xiu, apakah dia anakmu?" tunjuk Mei Yin pada sesosok anak kecil laki-laki yang imut.


Xiuhuan mengikuti arah tunjuk Mei Yin dan kemudian dia tertawa.


"Hahaha dia?" tawa Xiuhuan sambil menunjuk anak kecil disampingnya.


Mei Yin mengangguk.


"Apakah kau tak mengenalinya?" Mei Yin menggeleng. "Hahaha, kasian sekali kau hahaha, dia Chen, apakah kau tak dapat merasakannya?"


"Hah Chen? benarkah?" Mei Yin pun mendekatinya dan menatap intens. "Apakah benar kau Chen, bagaimana bisa kau bisa berubah, terakhir kali ku tinggal kau masih tak dapat berubah?"


Chen mengangguk menyakinkan. "Aku Chen, dulu aku masih lemah jadi tak dapat berubah, tapi sekarang aku sudah kuat dan mampu berubah,"


"Benarkah? Coba ubah bentuk asalmu," pinta Mei Yin.


Chen pun merubah bentuknya ke wujud hewan.


Wushhh


Chen telah kembali ke bentuk hewannya dan saat itu Mei Yin telah yakin bahwa dia memang Chen.


Mei Yin mengangkat Chen dan memeluknya. "Chen," lirih Mei Yin.


Mereka bertiga saling bercerita disaat mereka tak bersama.


Malam telah tiba makan malam pun juga telah siap mereka menghabiskan waktu bersama untuk makan malam bersama.


Setelah usai makan malam mereka beristirahat.


Menjelang pagi suara ricuh terdengar dari luar Mei Yin yang memang sudah bangun dan sedang menyelesaikan laporan sebagai pemimpin desa pun keluar.


Dan terlihat lah banyak penduduk desa yang berhamburan keluar rumah mereka, karena setiap rumah mereka di masuki oleh banyak ular. Yang lebih anehnya lagi ular itu tak ada habisnya meskipun di bunuh karena saat badan ular di potong maka ular tersebut akan menghilang dengan sendirinya.


Mei Yin di lantai 2 rumahnya itu mencari-cari keberadaan pasukan intinya.


"Ternyata mereka telah mengetahui keberadaanmu," ucap seseorang di samping Mei Yin dan mengejutkannya.


"Astaga, kau, bisa tidak datang jangan tiba-tiba, huhhh," kesal Mei Yin.

__ADS_1


Dia adalah Li Shuwan. Setelah mendapat laporan bahwa musuh sebenarnya telah bangkit dan dia tahu bahwa orang yang ditakdirkan untuk melenyapkannya telah datang. Dia menyuruh para bawahannya untuk mencari keberadaannya dan mengetahui bahwa si pelenyapnya berada di sebuah desa yang bernama desa awan.


"Maksudnya mereka siapa?" tanya Mei Yin.


"Huhh sepertinya aku harus menceritakan semuanya," Li Shuwan pun menceritakan semua kejadian dan apa yang harus di lakukan Mei Yin di masa depan.


Mei Yin sangat terkejut dengan cerita Li Shuwan, bagaimana bisa gadis lemah sepertinya akan mampu melawan orang terkuat itu.


"Aku hanya gadis yang lemah, malahan aku lemah dari para raja ras sekalian dan juga kau, mana bisa aku melawan nya, kalian berlima saja tak mampu apa lagi aku," protes Mei Yin yang merasa keberatan.


"Kau tak bisa menghindar, inilah takdirmu berada di sini. Untuk memperkuat kekuatanmu aku akan membantu,"


"Huh, baiklah. Tapi untuk saat ini kita musnahkan dulu kekacauan di desa ini,"


Mereka pun mulai membantu para penduduk dan para anggota pasukan pelindung desa untuk membasmi ular yang ternyata adalah ular yang mengandung ilmu hitam.


Matahari mulai meninggi dan kekacauan pun telah di bersihkan. Untuk berjaga-jaga dari kejadin serupa para pasukan secara bergantian untuk menjaga keamanan desa dan juga di lipat gandakan pasukan penjaganya.


...


Di ruang waktu Mei Yin di bantu oleh Li Shuwan meningkatkan kekuatannya dengan mempelajari berbagai teknik kekuatan dan juga meningkatkan kultivasinya.


Ditemani Xiuhuan dan Chen yang kembali menjalin kontrak dengan Mei Yin. Mulanya Mei Yin menolak, tapi mereka berdua memaksa dan karena malas berdebat Mei Yin pun mengiyakannya.


Tak terasa sudah tiga bulan Mei Yin berlatih dan sekarang dia berada di level surgawi tingkat 40. Ya dia telah melampaui Li Shuwan dan masih dibawah dari musuhnya yang berada 10 tingkat lebih kuat.


Selama tiga bulan juga tak ada kekacauan yang diakibatkan oleh pasukan musuh.


Mei Yin amat bosan karena selalu berlatih di ruang waktu. Selama tiga bulan ini dia tak memiliki waktu untuk bersantai dan sekarang dia ingin bersantai.


"Ahhh, akhirnya santai juga. Lelah rasanya latihan terus, tapi apa boleh buat,"


srek srek


Suara sesuatu yang berasa dari semak-semak. Mei Yin memasang sikap waspada dan mulai mendekatinya.


Srakk


Dengan perlahan Mei Yin membuka semak-semak itu. Mei Yin memiringkan kepalanya bingung dengan apa yang di lihatnya.


Itu ada sebiji telur yang besar bercorakkan seperti burung, tapi tak tahu burung apa yang bergerak-gerak.


Mei Yin mengambil telur itu dan membawanya kebawah pohon untuk sekedar duduk.


"Telur apa ini? Coraknya juga aneh, aku tak pernah melihat telur sebesar ini. Pasti kalau di rebus atau di goreng enak nih, puas makannya," ucap Mei Yin.


"Hei hei enak aja mau makan aku. Aku ini burung legendaris tau,"


"Eh telurnya bisa bicara," kejut Mei Yin.


"Ya aku yang bicara, cepat teteskan darahmu ke cangkangku," pinta si telur.


"Untuk apa? aku tak ingin berkontrak dengan telur,"


"Heh sudah ku bilang aku burung legendaris dan akan berguna untukmu," kesal si telur.

__ADS_1


"Ya ya ya, baiklah,"


Mei Yin pun meneteskan darahnya ke cangkang telur dan seketika darah Mei Yin di serap oleh cangkang telur itu.


Krak krak


Cangkang telur retak dan mengeluarkan cahaya yang membuat Mei Yin memejamkan matanya.


Lama dan merasa ada yang menarik-narik pakaiannya Mei Yin pun membuk matanya dan melihat sumber.


"Kau siapa?" tanya Mei Yin kepada seorang anak kecil laki-laki.


"Aku burung yang berasal dari telur tadi," jawabnya.


"Oh? ternyata kau berupa anak kecil ya," ucap Mei Yin kemudia berjongkok menyesuaikan tinggi si anak sambil menoel-noel pipi si anak kecil.


"Hentikan," ucap si anak kecil, Mei Yin pun menghentikan aksinya dan bertanya.


"Katamu tadi kau burung kenapa jadi anak kecil? emangnya kamu burung apa?"


"Aku burung phonex,"


"Oh,"


Mei Yin hendak melepas pakaian luarnya tapi terhenti mendengar ucapan si kecil.


"Eh apa yang kau lakukan, jangan buka pakaianmu sembarangan,"


"Apa maksudmu? Apakah kau ingin ikut denganku dengan bertelanjang seperti itu?" tunjuk Mei Yin pada si kecil.


Anak kecil itu menatap ke badannya dan langsung berbalik badan karena malu. Mei Yin langsung melemparkan pakaian luarnya kepada si kecil.


"Siapa namamu?" tanya Mei Yin.


"Aku tak memiliki nama, aku kan baru menetas," ucapnya sendu.


"Jangan khawatir, aku akan memberikanmu nama," seraya memikirkan nama yang cocok untuk si kecil imut. "Bagaimana kalau Fan?"


"Boleh," ucap Fan dengan wajah biasa saja, padahal dalam hati senang.


"Namaku Mei Yin, kau boleh panggil aku kakak saja. Baiklah kalau begitu kita pulang,"


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote

__ADS_1


Selamat Membaca


__ADS_2