Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 68


__ADS_3

Kepulangan Mei Yin di sambut oleh ayah angkatnya yaitu paman Lee dan adiknya yaitu Lee San.


Tiga bulan mereka tak bertemu, karena Mei Yin berkata akan berkultivasi ke sebuah hutan, jadi urusan desa di serahkan kepada Lee San.


"Kak/Mei," ucap Lee San dan ayah angkat Mei Yin (paman Lee)


Mei Yin pun memeluk satu persatu mereka berdua.


"Mei Yin," panggil seseorang dari belakangnya dan saat berbalik ternyata ada banyak orang mereka adalah para pasukan pengaman desa yang di dirikan oleh Mei Yin dan kawan-kawannya.


"Kalian,"


"Kami rindu denganmu," ucap mereka serempak.


Mei Yin terharu dengan kepedulian kawan-kawan plus warga desa yang juga menghampiri mereka.


"Eh kak dia siapa?" tanya Lee San menatap Fan kecil.


"Oh ini adik baru kita," jelas Mei Yin seraya menarik lembut tangan Fan menuju Lee San dan ayah angkatnya.


"Wahh aku punya adik," senang Lee San sambil menggendong Fan. "Sebelum kamarmu siap, kau tidur dengan ku dulu ya,"


Sebenarnya Fan gengsi di gendong, tapi perasaan hangat juga tak dapat dipungkirinya dan dia menerimanya saja.


Skip.


Hari pagi menyejukkan, orang-orang dengan semangat melakukan aktivitas masing-masing, tetapi tidak dengan Mei Yin yang sekarang masih bergelut dengan selimutnya.


"Hei kak Mei, ayo cepat bangun," ucap Fan sambil menggoyangkan tubuh Mei Yin.


"Hmmm, sebentar lagi, aku masih ngantuk,"


"Cepat bangun, ada yang mencarimu,"


"Siapa?" dengan malas duduk di kasurnya.


"Tak tahu, lihat saja di luar,"


Fan keluar kamar Mei Yin.


Mei Yin pun menyiapkan dirinya sendiri dengan malas.


30 menit kemudian dia keluar. "Siapa yang datang?"


Orang-orang yang sedang berbincang pun menatap Mei Yin.


"Oh kalian, ngapain kesini?" tanpa sopannya langsung duduk disalah satu kursi kosong.


Mereka hanya menggelengkan kepala mereka.


Mereka ada empat raja ras yaitu Weiheng, Hongli, Haocun dan Zhao Yun.


"Kami di sini ingin memberitahu bahwa serangan-serangan telah gencar di lakukan oleh musuh. Apakah kau sudah berhasil naik level?" jelas dan tanya Zhao Yun. Mei Yin hanya mengangguk mengiyakan.


"Bagus kalau begitu, karena dari mata-mata yang ku kirim mereka telah menyiapkan pasukan mereka. Diperkirakan sekitar empat bulan lagi mereka akan siap menyerang empat kerajaan," jelas Zhao Yun.


"Apa? Secepat itu? Huhh kapan aku istirahatnya kalau begitu," keluh Mei Yin.


...

__ADS_1


Mereka berempat kembali ke kerajaan masing-masing untuk mempersiapkan peperangan.


Mei Yin pun pamit lagi untuk melanjutkan latihannya dan membawa Fan bersamanya. Mulanya ayah angkat Mei Yin serta Lee San meminta Fan tinggal, tapi Fan memilih ikut Mei Yin, karena memang seharusnya.


Mei Yin masuk ke ruang waktu dengan mengajak Fan.


"Mei," panggil Long senang di lanjutkan oleh Xiuhuan dan Chen yang langsung manja dengan Mei Yin minta gendong.


"kenapa kalian ini? Baru beberapa hari tak bertemu juga," ucap Mei Yin gemas dengan mereka bertiga.


"Oh ya perkenalkan dia Fan, dia burung phonex,"


Chen turun darin gendongan dan menghampiri Fan.


"Hai namaku Chen,"


"Namaku Fan,"


Rasa gimana gitu melihat dua bocah kenal-kenalan.


"Kau sudah datang!" ucap Li Shuwan. Mei Yin mengangguk saja mengiyakan. Sudah tahu dirinya di depan mata malah nanya, itulah batin Mei Yin.


"Siap melanjutkan ketahap selanjutnya?"


"Ah mau tidak mau aku harus siap,"


Pelatihan Mei Yin pun berlanjut ketahap selanjutnya.


...


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tak terasa sudah empat bulan berlalu. Mei Yin tanpa henti berlatih dan berkultivasi mengejar targetnya dalam waktu empat bulan dan sekarang dia sudah berada pada level dan tingkat tertinggi yaitu level surgawi tingkat 100.


Li Shuwan juga sudah berada di tingkat maksimal dirinya yaitu tingkat 60. Sama seperti Mei Yin dan Li Shuwan empat raja pun meningkatkan kekuatan masing-masing.


Mei Yin dan Li Shuwan pun keluar dari ruang waktu menemui empat raja yang memang sudah berkumpul di kerajaan ras Iblis untuk berdiskusi.


"Bagaimana persipannya?" tanya Mei Yin.


"Sudah siap semua, para pasukan sudah diperkuat dan dibekali senjata lengkap," kelan Haocun.


"Benar, para penduduk kerajaanku pun mereka telah bersiap untuk membantu, kalau-kalau ada hal yang tak diinginkan terjadi di daerah mereka masing-masing," lanjut Zhao Yun.


"Kalau kerajaan ras dewa dan Vampir bagaimana?"


"Kerajaan kamin pun sama dengan kerajaan lainnya, telah mempersiapkan semuanya," jelas Weiheng.


"Bagus, kalau begitu tinggal kita menunggu penyerangan mereka. Kira-kira mereka akan menyerang kita di daerah mana? Apakah kalian tahu? Kalau tahu kan kita bisa segera pergi ke tempat itu untuk bersiaga. Agar tak membahayakan para penduduk,"


"Mereka akan mulai menyerang di antara empat kerajaan," sahut Li Shuwan.


"Huh, bukankah di sana desa awan. Kalau begitu aku harus kembali kesana secepatnya,"


"Tenang, untuk sekarang masih belum, jadi kau berangkat bersama kami saja," ucap Hongli.


"Baiklah," lega Mei Yin.


...


Hari dimana seluruh pasukan menuju tempat yang di perkirakan akan terjadinya perang yaitu desa awan. Bukan tepat di desanya tapi sekitar wilayahnya saja.

__ADS_1


Setengah hari berlalu dan mereka pun sampai di tempat tujuan. Sambil menunggu Mei Yin memilih untuk kembali ke desa untuk memperingati para penduduk desa terutama keluarga angkatnya.


"Aku akan pergi sebentar ke desa awan, untuk memperingatkan mereka akn peperangan ini,"


"Baiklah," ucap mereka berempat


"Aku akan ikut bersamamu," ucap Li Shuwan.


"Terserah," sahut acuh Mei Yin.


Mereka berdua menunggangi kuda masing-masing dengan kecepatan sedang.


Kuda mereka beriringan dan Li Shuwan membuka pembicaraan karena terlalu lama hening.


"Mei, setelah peperangan ini berakhir, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Li Shuwan.


"Hmmm, aku tak tahu, mungkin jika aku masih selamat, aku akan...ah tak tahu aku bingung,"


Li Shuwan terdiam sejenak. "Emmm, kalau begitu, tidak bisakah kau menjadi ratu seutuhnya di kerajaanku dan menerimaku sebagai suamimu? aku suka padamu semenjak pernikahan kita," sambil mengucapkan itu Li Shuwan menunduk.


Tanpa aba-aba Mei Yin menghentikan kudanya yang berjalan pelan ya refleks Li Shuwan juga menghentikan kudanya dan menatap Mei Yin.


Mereka saling tatap dalam diam. Li Shuwan menatap Mei Yin menanti jawaban sedangkan Mei Yin menatap Li Shuwan sambil berfikir. "Apakah sekarang dia memintaku menjadi istrinya yang sesungguhnya," batin Mei Yin. "Ahh mungkinkah, tapi...selama ini dia selalu ketus padaku. Ya ku akui, aku mulai memiliki rasa padanya, tapi aku tak terlalu berharap,"


"Mei," panggil Li Shuwan sedikit keras sambil memegang tangan Mei Yin.


Sontak lamunan Mei Yin buyar dan terkejut. "Ah ya ya ada apa?"


"Kamu kenapa? Dari tadi ku panggil tidak menjawab,"


"Oh ah tidak kenapa-kenapa. Memangnya kenapa?"


"Huhh, apa jawabanmu tentang tawaranku,"


"Apakah kau memintaku jadi istrimu yang sesungguhnya?" goda Mei Yin.


"Ah i-itu... b-bisa kau anggap begitu," gagap Li Shuwan kemudian pergi mendahului Mei Yin.


Pipinya merona tapi tak terlihat oleh Mei Yin.


"Hei hei hei tunggu, kau mau tahu jawabannya tidak,"


Kuda Li Shuwan berhenti, Mei Yin mensejajarkan kudanya dengan kuda Li Shuwan.


"Jawabanku...aku...


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2