Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) END


__ADS_3

Uhuk uhuk


Mei Yin batuk darah dan membuatnya terhuyung dan tak sadarkan diri.


Di sebuah kamar terdapat seorang perempuan yang tengan tertidur? tak sadarkan diri? di kasurnya. Di kamar tersebut juga terdapat seorang pria yang dengan tekunnya mengelap keringat sang perempuan.


"Kapan kau akan bangun?" lirih pria tersebut. Tapi ya memang si perempuan tak bergerak untuk merespon jadi nya tak ada jawaban dari pertanyaan si pria.


Di kediaman yang sama tetapi beda lokasi, yaitu tepatnya di ruang tamu. Beberapa pria dan juga dua anak kecil laki-laki dengan gelisah menunggu. Menunggu siapa? Menunggu si perempuan yang tak sadarkan diri yang berada di kamarnya. Dia adalah Mei Yin. Setelah peperangan di menangkan oleh pihak nya, Mei Yin jatuh tak sadarkan diri. Akibat dari apa tidak diketahui, yah meskipun saat bertarung dia sempat terkena serangan, tapi itu tidak parah.


...


Di alam lain yaitu di alam bawah sadar Mei Yin.


"Ughh, dimana ini? terasa asing,"


"Selamat datang," ucap sebuah suara.


"Siapa itu?"


"Kau tak perlu tahu aku siapa, yang terpenting sekarang tugasmu selesai dan kau bisa memilih untuk tetap tinggal di dunia itu atau ingin bereinkarnasi secepatnya,"


"Apa ini, apakah ini alam baka?" batin Mei Yin sambil melihat sekeliling yang hanya ada kegelapan di setiap sudut.


"Ini bukan alam baka yang sebenarnya, ini adalah perbatasan alam baka dan dunia nyata,"


"K-kau bisa membaca pikiranku?"


"Sudahlah, apa pilihanmu?"


Mei Yin berpikir apa yang hatinya inginkan, apakah harus tinggal atau pergi reinkarnasi. Jika reinkarnasi, masih ada yang menunggunya di dunia nyata, tapi jika tidak reinkarnasi sekarang maka akan lama hidup di dunia antah berantah yang tak ada di sejarah negara manapun.


"Ayo gadis, apa pilihanmu,"


"Aku pilih tinggal saja," masih ada yang menunggunya, jadi dia tak ingin meninggalkannya, baru sebentar baikan masa langsung pisah.


"Baiklah jika itu pilihnmu, maka akan terjadilah,"


Wushhh


Seketika keadaan yang gelap menjadi semakin gelap dan membuat badan Mei Yin menjadi lemas.


"Egh," erang pelan Mei Yin yang merasakan badannya seakan remuk dan kepalanya ditimpa batu berton-ton.


Pria yang duduk di tepi kasur Mei Yin seketika berucap.


"Mei kau sudah sadar, mana yang sakit," terdengar nada bahagian, cemas, khawatir secara bersamaan.


"H-haus," lirih Mei Yin, tapi masih dapat terdengar.


Si pria yang adalah Li Shuwan selaku suami Mei Yin dengan sigap mengambilkan air untuk Mei Yin.


"Minumlah," dengan bantuan Li Shuwan Mei Yin pun menegak air sampai tandas.

__ADS_1


"Hahhh," lega Mei Yin yang telah mengatasi kehausannya.


Di lihat Mei Yin raut wajah Li Shuwan yang sangat khawatir itu seketika Mei Yin terkekeh, pasalnya ini pertama kali dia melihat raut wajah khawatir Li Shuwan yang berlebihan menurutnya.


"Kenapa?" tanya Li Shuwan bingung.


"Tidak...hanya saja wajahmu itu sangat lucu,"


Li Shuwan mendengus kesal, tapi dalam hatinya lega melihat istri tercinta baik-baik saja.


"Berapa lama aku tidur?"


"Tidur? kau itu pingsan bukan tidur," kesal Li Shuwan.


"Hehehe sama sajalah," masih sempat saja Mei Yin bercanda.


"Kau pingsan selama dua hari, tapi aku bingung padahal tak ada luka serius yang kau derita, tapi kau tak sadar selama dua hari," jelas Li Shuwan.


"Oh,"


"Oh ya tunggu, aku akan memberitahu yang lain bahwa kau sudah sadar," setelah mengatakan itu Li Shuwan langsung keluar.


Tak lama setelah keluar Li Shuwan kembali lagi bersama dengan yang lain.


"Mei," panggil para hewan kontrak Mei Yin yaitu, Xiuhuan, Long, Chen dan Fan.


Dari raur wajah empat raja, ayah angkat, Lee San dan para bawahan Mei Yin di desa awan, mereka terlihat lega dan senang melihat Mei Yin telah baik-baik saja.


"Sekarang apa rencanamu?" tanya Weiheng.


"Ahhh, mungkin aku akan ikut," menatap Li Shuwan. Yang di tatap pun menatap balik.


"Ehem, baiklah kami paham, kami tak akan menahan mu," ucap Zhao Yun.


...


Satu minggu telah berlalu sekarang keadaan Mei Yin telah membaik.


"Kalian akan pergi sekarang?" ucap lesu Lee San kepada Mei Yin yang akan pergi ke kerajaan Li Shuwan.


"Hmmm," deheman Mei Yin sambil mengangguk.


"Tidak bisakah aku ikut?"


Mei Yin menggeleng. Bukannya tak mau mengajak Lee San tapi di desa awan perlu pemimpin desa dan sudah kewajiban Lee San mewarisi jabatan dari ayahnya.


"Kau harus memimpin desa ini. Kau boleh berkunjung," ucap Mei Yin meyakinkan.


"Ahhh, baiklah,"


"Ayah terimakasih telah merawatku selama ini," ucap Mei Yin pada ayah angkatnya seraya membungkuk.


Dengan cepat ayah angkat (paman Lee) menegakkan badan Mei Yin. "Tak perlu berterimakasih, seharusnya aku yang berterimakasih, karena kau telah datang di kehidupan desa ini dan membuat desa ini lebih berwarna dan hidup,"

__ADS_1


...


Mei Yin dan Li Shuwan pun berangkat ke kerajaan, untuk menjalankan kewajiban mereka menjadi raja dan ratu.


sepuluh tahun kemudian, terlihat seorang anak laki-laki berumur sembilan setengah tahun sedang berlatih memanah dengan dua anak laki-laki lainnya yang berumur 19 dan 18 tahun. Mereka adalah dan Chen dan Fan , sedang yang paling kecil adalah Li Wan Heng anak dari Li Shuwan dan Mei Yin dan juga putra mahkota kerajaan yang namanya hanya penduduk asli yang tahu yaitu kerajaan Bayang.


Kenapa namanya kerajaan bayang? Karena sama seperti bayangan seseorang yang hanya terlihat di satu sisi dan tak dan di gapai dan tak dapat di masuki atau di lihat dari sudut pandang lain.


"Wan," panggil perempuan cantik.


"Ya bunda," sahut Wan.


"Kenapa latihan terus? anak-anak seumuran mu ini harusnya bermain saja,"


"Ini lebih mengasikkan daripada main tak karuan bunda,"


"Huhh, kau ini, mewarisi sifat ayahmu,"


Dia adalah Mei Yin yang masih terlihat muda, karena dia telah mencapai ranah keabadian, sama seperti Li Shuwan sang suami.


"Salam kak Mei," ucap Chen dan Fan.


"Ah tak perlu salam-salam,"


"Iya tak perlu, kalian telah kami anggap keluarga bukan sejak dulu," suara berta menimpali ucapan Mei Yin.


Dia adalah Li Shuwan, dia datang bersama Long dan Xiuhuan.


"Ah kalian, sudah selesai rapatnya?" tanya Mei Yin dan di balas anggukan oleh ketiganya.


"Kapan kalian mencari istri, jangan sampai hidup kalian sampai tua tak memiliki pasangan," sindir Mei Yin pada Long dan Xiuhuan. "Kalian itu sudah tua, masih aja tak dapat pasangan. Di kira nanti kami yang melarang kalian. Itu banyak para sejenis kalian maupun manusia yang ngantri, tapi kalian, ahhh aku tak tahu nasehat apa lagi yang dapat ku berikan," lanjut Mei Yin pasrah.


Semua hewan yang berkontrak dengan Mei Yin, Mei Yin bebaskan, jadi tak ada lagi ikatan hewan kontrak dan majikan yang ada kekeluargaan.


"Benar, sampai kapan?" lanjut Li Shuwan.


Xiuhuan dan Long hanya terkekeh dan menggaruk tenfkuk mereka yang tak gatal.


Mereka semua tertawa bahagian bersama, karena tak lama lagi setelah Li Wan Heng naik tahta maka Mei Yin dan Li Shuwan akan berkelana dan mengasingkan diri sebagai abadi.


°


°


°


°


°


Maaf jika cerita rada aneh di awal tengah maupun akhir.


Author gak ada pencerahan lagi jadi di akhiri sampai sini saja.

__ADS_1


__ADS_2