Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 50


__ADS_3

"Mei," panggil Xiuhuan yang mengagetkan Mei Yin yang hendak berdiri, sekarang terduduk kembali dengan mengelus dadanya.


"Kau ini, bisa tidak jangan teriak dan jangan mengejutkn begitu, lama-lama aku mati karena serangan jantung tahu," gerutu Mei Yin.


Xiuhuan dan Chen hanya terkekeh. "Hehehe maaf, kau juga lama, kami sudah lama menunggumu bangun, mereka jadinya kan sudah pergi," kata Xiuhuan yang berjalan masuk dan duduk dikasur Mei Yin begitu juga Chen.


"Hah? siapa yang pergi?" tanya Mei Yin yang masih loading.


"Raja dan para prajurit lainnya telah pergi kemedan perang," jawab Xiuhuan dan diangguki Chen.


"Astaga aku lupa jika pagi ini mereka bernagkat, tapi...," kata MeinYin terkejut lalu kembali lesu, karena ingat pembicaraan nya dengan Weiheng malam tadi.


"Kenapa?" tanya Xiuhuan.


"Kita dilarang ikut, kita boleh membantu di perkemahan ini saja," kata Mei Yin lesu. "Tapi kan kita bisa menyusul," seringaian Mei Yin.


"Kau jangan aneh-aneh ya, kan kita dilarang ikut, bisa-bisa nyawa kita hilang jika kita tak menuritinya kau tahu kan kekuatan kita itu jauh dibawahnya yang abadi itu," nasehat Xiuhuan sambil bergidik ngeri.


"Ahhh, kau ini pengecut, aku bukan orang yang penurut tahu," ucap Mei Yin acuh.


Xiuhuan pasrah dia tahu bagaimana bat bar nya Mei Yin, tak kenal takut dan acuh dengan nyawanya sendiri jika itu berhubungan dengan orang-orang yang telah membantunya.


Mei Yin bersiap-siap dengan pakaian hitam laki-lakinya. Sedangkan Xiuhuan dan Chen telah siap menunggu Mei Yin dengan kuda mereka yang diambil tanpa sepengetahuan para prajurit yang berjaga.


"Aku sudah siap, yooo kita pergi," ucap Mei Yin dengan semangatnya.


Mereka pergi melalui jalan yang berlawanan dengan pasukan Kerjaan ras Vampir, karena takut ketahuan yahh mereka putar arah deh.


"Hosh hosh, berhenti dulu," teriak Mei Yin yang pinggangnya encok karena kelamaan berkuda, bagus cepat ini mah lambat, karena banyak nya pepohonan dan akar yang keluar dari tanah dan jika tak hati-hati kaki kuda akan kesandung.


Mereka berhenti dan beriatirahat. "Seberapa jauh lagi?" tanya Mei Yin.


"Tak terlalu jauh lagi, kemungkinan kita akan sampai tak lama pasukan raja itu sampai tepat di perbatasan. Sambil istirahat kita buat rencana kedepannya, apa yang akan kita lakukan terlebih dulu," kata Xiuhuan.


Mereka pun berdiskusi mengenai rencana yang akan meraka jalankan.

__ADS_1


"Baiklah begitu saja, jadi pertama-tama kita harus memantau situasi keadaan disana dan setelah pasukan Kerajaan ras Vampir maju kita akan membantu mereka jika mengalami kesulitan," kata Mei Yin.


Mereka melanjutkan perjalanan takut rencana yang sudah mereka susun tak sesuai keinginan.


Mereka sampai di perbatasan paling depan yaitu dibatasi oleh sungai dangkal, terlihat dari bebatuan yang nampak pada permukaan (sebagian tidak tennggelam diair)


"Xiu kita tunggu disini saja, takut ketahuan jika terlalu dekat," bisik Mei Yin.


Mereka sedari jauh sudah turun dari kuda dan meninggalkan kuda mereka dan dilanjutkan dengan melompati pohon-pohon dengan kekuatan peringan.


Sekarang tepatnya mereka berada diatas pohon paling tinggi dengan dedaunan nya yang rimbun.


Dari pernglihatan mereka pasukan dari kerajaan ras Penyihir dan Ras Dewa masih tak terlihat didepan dan para pasukan Kerajaan ras Vampir masih terlihat santai tapi tetap waspada.


Tak tik tuk


Waktu berjalan cepat rasanya, tapi tak ada pergeraka sama sekali dari musuh, perlahan matahari meninggi menandakan setengah hari telah berlalu dan beranjak sore dan malam.


Syuttt, akgh


"Waspada," teriak Panglima perang Kerajaan ras Vampir yaitu Ren.


Semua prajurit berserta Panglima perang dan Jenderal pada masing-masing kelompok bersiap siaga akan serangan dadadakan.


Dari atas pohon Mei Yin, Xiuhuan dan Chen dapat melihat pepohonan di seberang sungai bergoyang yang menandakan pasukan musuh akan segera sampai.


"Hahaha, menyerahlah kalian. Pasukan kalian tak akan mampu melawan pasukan kami yang banyaknya berkali-kali lipat dari pasukan kalian," tawa menggema di hutan yang berasal dari seorang yang berada di pasukan musuh yang diduga adalah Panglima perang.


Weiheng maju kedepan dan berbicara. "Kami tak akan menyerah bergitu saja sebelum menyerang, kita tak tahu akan hasil akhirnya sebelum mencoba, dan oh meskipun pasukan mu banyak tapi sayang itu bukan sepenuhnya pasukan kalian akan tetapi pasukan dari ras Dewa bukan, hahaha, pengecut," kata Weiheng yang diakhiri gelak tawa sekaligus seringaian dengan nada mengejek.


Para Panglima perang beserta Jenderal dan para Prajurit musuh pun menggeram marah.


Mata Mei Yin , Xiuhian dan Chen terbelala melihat siapa yang muncul dari balik pasukan musuh.


Mereka adalh Haoucun dan Putra Mahkota Hongli. Dari perkataan dan hormat para Panglima serta Jenderal pasukan musuh diduga bahwa Haovun adalah Putra Mahkota dari Kerajaan ras Penyihir.

__ADS_1


"Haoucun," gumam Mei Yin lalu beralih menatap Xiuhuan dan Chen bergantian dan yang ditatap pun membalas tatapan yang terkejut.


Mereka bertiga semakin merasa bimbang antara membantu yang mana. Pemikiran ketiganya buyar akibat teriakan membara dari para pasukan musuh. ya bisa dibilang begitu dulu lah.


"Tak perlu basa-basi lagi, seranggg," teriakan menggema di hutan yang mulanua tenang itu.


Pertarungan pun tak terelakkan, karena jumlah pasukan Kerajaan ras Vampir yang hanya seperempat dari pasukan musuh, mereka kesulitan, tapi tak membuat mereka patah semangat. Mereka berjuang mempertahankan tanah kelahiran mereka dengan penuh tekat.


Yahh mungkin karena faktor kekurangan orang dalam pasukan, Kerajaan ras Vampir pun kalah. Bukan Raja yang disegani semua rakyatnya jika takut mati, itulah kalimat yang cocok untuk Weiheng yang tak ingin meninggalkan para pasukannya yang berjuang di medan perang untuk mempertahankan tanah mereka dan Raja mereka, padahal berkali-kali Ren sebagai Panglima Pasukan dan sekaligus sahabatnya menyuruh untuk pergi, tapi dengan sikap keras kepalanya Weiheng tak ingin pergi. Meskipun mati, dia rela daripada menjadi pengecut.


Karena terlalu fokus pada lawan di hadapan para prajurit, Ren dan juga Weiheng tak menyadari ada pasukan lain, yaitu pasukan memanah dari musuh yang siap siaga meluncurkan panahnya disetiap dahan pohon seberang sungai di belakang pasukan berpedang.


Syutttt


Panah meluncur menghujani para pasukan Kerajaan ras Vampir.


Banyak para prajurit Kerjaan ras Vampir yang mati dan terluka parah.


Geram dengan pemandangan dihadapannya Mei Yin hendak membantu, setidaknya mengobati yang terluka.


"Aku sudah muak melihatnya, ini perang yang tak seimbang, satu lawan dua kerjaan, wah wah wah, meskipun aku pernah ada rasa dan belum melupakan sepenuhnya Putra Mahkota Hongli dan Haocun yang ku sembuhkan, tapi kan ini, argh membuatku jijik dengan ini, cepat kita bantu Kerajaan ras Vampir saja, aku sudah tak perduli dengan mereka," ucap Mei Yin geram sendiri.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2