
Perlahan tapi pasti Mei Yin membuka pintu dengan pelan, bahkan hampir tak bersuara. Dia melangkah masuk dan berjalan menuju bilik penghalang di tengaj ruangan itu dan setelah sampai pada tempat tujuan dia melihat orang yang dicarinya.
Orang yang duduk di balik meja itu mendongakkan kepala melihat siapa yang datang tanpa pengumuman dan ngeloyor masuk tanpa diizinkan.
"Ekhem, boleh bicara sebentar," ucap Mei Yin yang berusaha meredakan kegugupannya dan debar jantung akibat gugupnya.
Orang yang ditanya pun mengangguk dan berdiri dari tempatnya menuju meja dengan 4 kursi yang tak jauh dari tempat asal duduknya. "Duduklah," ucapnya.
Mei Yin duduk menghadap orang itu.
"Mau bicara apa?" tanya Weiheng, ya dia Raja dari ras Vampir.
"Ahhhh i-itu aku ingin bicara mengenai kesepakatan kita yang lalu," ucap Mei Yin sambil mengusap lehernya menghilangkan gugupnya.
"Ada apa mengenai itu? Apakah kauntak ingin menepatinya?" tanya Weiheng dingin sambil menatap tajam Mei Yin.
"B-bukan tak ingin menepati, tapi... bisakah di perpendek gitu, jangan selamanya. Lagi pula kan kau hanya berhasil menyelamatkan kedua temanku dan membiarkanku terjebak di istana kerajaan Dewa. Syukut aku beruntung dapat keluar dari sana bernyawa," jelas Mei Yin bernegosiasi.
Weiheng menimbang-nimbang perkataan Mei Yin, lagi pula benar yanh dikatakan Mei Yin, tapi dari cerita Mei Yin juga tidak bakal tuh orang kerajaan Dewa membunuhnya. Tapi difikir lagi dia harus mematuhi peraturan kesepakatan itu.
"Tapi dalam kesepakatan kita tidak ada peraturannya jika kau yang tidak selamat, hanya menyelamatkan kedua temanmu iti saja," jelas Weiheng yang tak mau kalah.
"Benar, tapi beri aku keringanan dong, aky juga ingin bebas bepergian, aku tidak mau disini selamanya," rayu Mei Yin.
"Memangnya kau ingin pergi kemana?" tanya Weiheng.
"Aku ingin kembali ke alam bawah," jawab Mei Yin.
"Untuk?" tanya Weiheng lagi.
"Aky ingin hidup normal, damai bersama kedua temanku, tanpa ada yang tahunkekuatan kami. kami ingin hidup menjadi rakyat biasa dan hidup berdampingan dengan rakyat lainnya. Dengan begitu, tak ada lagi yang namanya pertumpahan darah," jelas Mei Yin sambil menatap keatas membayangkan kehiduapn damai bersama teman-temannya.
"Hmmm, akan ku fikirkan," jawab Weiheng dari permintaan Mei Yin.
"Benarkah," ucap Mei Yin berbinar. "Terimakasih," lanjutnya sambil mengambil tangan Weiheng menyalaminya.
Weiheng membeku dan tak merespon apapun. Mei Yin pun bangun dari duduk nya dan hendak pergi, tepat di depan pintu Mei Yin berteriak lagi mengucapkan 'terimakasih' untuk negosiasi yang sukses menurutnya.
Mei Yin langsung berlari menuju kamar kedua temannya untuk memberitahu kabar gembira ini, dia tak sabar lagi untuk bebas dan kembali ke alam bawah untuk menjalani hidup damainya.
__ADS_1
Brakk
Suara pintu terbuka dengan kerasnya
"Xiuhuan, Chen, hosh hosh" panggil Mei Yin dengan berteriak sambil mengatur nafas sehanis berlari.
Xiuhuan dan Chen terlonjak kaget dan dengan kesal berkata.
"Apaan sih Mei, bisa tidak sebelum masuk ketuk pintu dulu atau tidak jangan seperti mendobraknya," gerutu Xihuan.
"Hehehe, maaf, habisnya aku senang bangetttt," ucap Mei Yin dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.
"Senang? senang karena apa?" tanya Chen.
"Itu...negosiasi ku dengan Raja berhasil, dia mempertimbangkannya," kata MeinYin menjelaskan dengan menggebu-gebu.
"Hasilnya?" tanya Xiuhuan ikut menggebu-gebu juga.
"Ya tadi dia akan mempertimbangkannya, tapi aku tidak tahu hasil mutlaknya," ucap Mei Yin kembali lesu.
"Ohhh, tenang saja, dari penglihatanku Raja itu orangnya tepat janji," ucap Xiuhuan sambil mengelus dagunya.
....
Hari-hari berlalu, masih tidak ada kepastian yang diberikan oleh Weiheng tentang permintaan Mei Yin. Mei Yin nampak gusar menunggu.
"Aduhhh bagaimana ini? apakah aku harus menanyakannya lagi?" tanya Mei Yin pada dirinya sendiri. "Ya aku harus menhatakannya lagi," ucap Mei Yin meyakinkan diriny sendiri.
Pasalnya selama hampir satu minggu ini Mei Yin tak bertemu dengan Weiheng, entah? biasanya Weihenh selalu menyempatkan dirinya untuk menemui Mei Yin, tapi tidak dengan sekarang, setelah mengatakan keinginan dan negosiasinya kepada Weiheng, sekarang Weihengnya yang tidak menemuinya. Bukannya rindu, tapi ya greget aja bagaimana kelanjutannya dengan negosiasi Mei Yin itu.
Mei Yin pun mengunjungi ruang kerja Weiheng, dan sesampainya di depan pintu yang sama saat dia bernegosiasi tempo lalu.
Saat Mei Yin hendak membuka pintu seseorang menghentikannya.
"Permisi nona, ada apa gerangan nona kesini?" tanyanya, dia seorang kasim yang selalu membantu pekerjaan Weiheng, namanya kasim Fu.
"Aku hanya ingin menemui Raja," jawab Mei Yin.
"Oh maaf nona, Raja sedang tidak ada di ruang kerjanya, sekarang dia juga tidak ada di kerjaan," jelas Kasim Fu.
__ADS_1
"Tidak ada? memangnya apa yang sedang terjadi? biasanya dia kurang kerjaan," kata Mei Yin blak-blakan.
Kasim Fu hanya tersenyum simpul. "Sekarang keadaan sedang tegang nona, karena kerajaan ras Dewa sedang berperang dengan kerajaan ras iblis dan karena kerajaan ras Iblis kalah, ditakutkan kerajaan ras Dewa akan menyerang kerjaan ras Vampit ini," jelas Kasim Fu.
Mei Yin terkejut bukan main, pasalnya dia tak tahu apa-apa mengenai perang itu dan sedihnya lagi tak ada seorang pun yang memberitahunya. Kan kalau dia tahu, kemungkinan kecilnya dia akan membantu, tidak dengan tenaga dengan pikiran pun jadi.
"Kenapa aku baru tahu dan mendengar kabat ini, selama di sini keadaan damai saja?" tanya Mei Yin sambil menuntut jawaban yang memuaskan dari Kasim Fu.
Kasim Fu meneguk salivanya dengan susah payah. "A ahhh i itu, kami di larang mengatakan sesuatu hal mengenai ini di dalam istana, tapi karena nona bersikeras bertanya, terpaksa saya jawab," ucap Kasim Fu.
Jawaban Kasim Fu masih jauh dari kata menjelaskan, jadi Mei Yin daripada kesal dia pun bertanya lagi, setidaknya ada jawabanya, meskipun hanya sedikit.
"Sekarang Raja kalian dimana?" tanya Mei Yin menatap tajam Kasim Fu.
"Raja sedang berada di perbatasan,"
"Kenapa disana? bukankah kau bilang tadi, 'mungkin saja' jadi tidak pasti, kenapa harus Rajanya sendiri yang harus turun tangan?"
"K kabar yang saya tahu kerajaan ras Dewa telah mengibarkan bendera perang kepada kerajaan ras Vampir. Lebih berbahayanya lagi Kerajaan ras Penyihir membantu kerjaan ras Dewa untuk perang, jadi Raja langsung yang turun tangan,"
"Apa? bagaimana bisa? itu sangat genting, baiklah aku akan kesana bersama kedua temanku untuk membantu," ucap Mei Yin hendak pergi berlari, tapi di taham oleh Kasim Fu.
"Tunggu nona, anda tidak bisa kesana, karena Raja melarang nona kesana, jadi tidak ada yang memberitahukannya kepada nona," ucap Kasim Fu.
Kasim Fu ini terlihat masih muda, mungkin karena di alam atas ini ya, semuanya terlihat awet muda meskipun umurnya sudah tua.
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
dengan like, komen and vote.
__ADS_1
Selamat Membaca.