Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)

Rahasia Perubahan Gadis Cupu (Takdir Hidup)
RPGC(TH) 51


__ADS_3

Mereka turun dari pohon dan membantu yang terluka. Mula nya para prajurit kaget dna waspada dengan Mei Yin dan Xiuhuan yang tiba-tiba muncul, tapi kewaspadaan mereka hilang saat Weiheng mematap tajam diberikan Weiheng pada Mei Yin, tapi bukan Mei Yin namanya jika dia meladeni itu, dia acuh dan mulai mengobati yang luka, setelah mendapat anggukan dari Weiheng yang sudah pasrah dan lelah tentunya. Bukan lelah bertarung, tapi lelah dengan sikap keras kepala dan acuh Mei Yin yang tak menuruti perintahnya agar tetap diam di perkemahan.


Pasukan Weiheng terdesak dan sekarang Weiheng berhadapan dengan Putra Mahkota Hongli. Dia masih tak menyadari keberadaan Mei Yin karena Mei Yin menggunakan cadarnya.


"Hahaha, menyerahlah," ucap Putra Mahkota Hongli sambil tertawa mengejek.


"Ck jangan harap," ucap Weiheng sarkas lalu menyerang dengan membabi buta, yah meskipun Putra Mahkota Hongli baru di alam atas ini, tapi tak menurutkan kekutannya yang lama tersegel.


Mereka bertarung dengan sengit. Hujan panah masih berluncuran dari atas sesekali Mei Yin menghalau panah itu dan tak sengaja dia melihat seseorang siap meluncurkan anak panahnya kearah Weiheng yang sedang fokus bertarung dengan Putra Mahkota Hongli.


"Awass," teriak MeinYin sambil berlari sesekali menerjang dan menebas prajurit musuh yang menghalanginya.


Srak set argk, jeritan-jeritan para prajurit menggema dihutan itu dam bunyi pedang beradu pun tak kalah nyaringnya.


Mei Yin dengan cepat menghalau pedang Putra Mahkota Hongli dengan pedangnya dan segera menangkis panah yang hendak mengenai Weiheng. Seketika Mei Yin batuk darah akibat menangkis serangan pedang Putra Mahkota Hongli yang luar biasa kuatnya dengan seluruh tenaga dalamnya.


"Uhuk uhuk," batuk MeinYin sambil menutup mulutnya.


"Mei Yin," teriak Weiheng sambil menangkap tubuh MeinYin yang oleng.


Seketika tubuh Putra Mahkota Hongli menegang. Ren, Haocun Xiuhuan menatap asal suara dan mendapati seorang gadis bercadar terkulai lemah di dekapan Weiheng.


"Mei Yin," gumam Putra Mahkota Hongli, Haocun dan Xiuhuan.


Seketika semua pasukan terdiam dan berhenti bergerak hanya Weiheng, Haocun, dan Putra Mahkota Hongli yang masih sadar, tak lupa Mei Yin yang setengah sadar.


Mereka semua kebingungan "Kenapa ini? kenapa semuanya tak bergerak?" itulah pertanyaan dibenak masing-masing dari mereka.


Tak ada jawaban dan mereka pun beralih menatap Mei Yin yang terkulai lemah di dekapan Weiheng yang duduk sambil menyenderkan kepala Mei Yin didadanya dan melepas cadarnya ini yang lebih penting sekarang.


Kenapa Haocun juga sadar? ya, karena sedari pertama bertemu ada rasa yang mengganjal dihatinya saat pergi meninggalkan Mei Yin tanpa pamit. Mungkin dia telah mempunyai perasaan lada Mei Yin. Karena sifat dan sikapnya yang unik dimata Haocun, tak tahu saat berdekan dengan Mei Yin jantungnya berpacu cepat, meskipun meraka hanya sekali bertemu, tapi ada perasaan akrab dengan itu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!" marah Weiheng. "Kenapa? kenapa? kenapa kau yang disukainya terlebih dulu, kenapa bukan aku?" lanjut Weiheng meracau.


"A aku...," Putra Mahkota Hongli tak dapat berkata- kata lagi. Dan saat semua tegang Mei Yin pun bersuara.


"Hah hah, kalian jangan seperti ini, jikalau bisa sudahi peperangan ini dan hiduplah dengan saling membantu dan berdampingan, jangan mudah dihasut oleh pihak ketiga hah hah," ucap Mei Yin sambil tersengal-sengal.


"Bagaimana boleh seperti itu, kami sebentar lagi akan menang," ucap Haocun.


"A aku tahu peperangan ini terjadi karena hasutan kan?"


Mereka bertiga memikirkan kata-kata Mei Yin. Ya benar adanya mereka melakukan perang ini akibat mendengan rumor bahwa Kerajaan ras Vampir akan menyerang Kerajaan ras Dewa dan Penyihir, jadi karena itu ras Dewa dan ras Penyihir menggabungkan kekuatan mereka melawan ras Vampir.


Lalu dimana ras satunya yaitu ras Iblis?


"Apakah kalian tahu bahwa aku putri dari ras iblis?" tanya Mei Yin kepada Haocun dan Hongli.


keduanya menegang dan tak percaya. Kecuali Weiheng yang sudah tahu akan hal itu. Meskioun Putra Mahkota Hongli sudah tahu dari surat yang ditinggalkan Mei Yi, tetali tetap dia sulit untuk percaya itu. "Bukankah kau manusia biasa?" tanya Haocun.


Mereka tak dapat marah dengan Mei Yin yang notabennya anak dari musuh yang paling memuakkan dari ke empat ras tersebut, bisa dibilang ras Iblis merupakan ras yang ping licik dan di musuhi oleh semua ras. Karena mereka tak sanggup melukai wanita yang ada dihati mereka, jadi mereka hanya mendengarkan kata-kata Mei Yin dan menekan kemarahan tentang fakta ini.


"Hah hah hah," nafas Mei Yin tersendat-sendat sambil memegang dadanya yang amat luar biasa sakit. Tapi dengan sisa tenaganya dia bangkit. "Mau kemana? dan mau apa?" tanya Weiheng lembut.


"Aku mau ke dekat Xiuhian dan Chen," jawab Mei Yin berusaha bangkit sambil dibantu Weiheng.


Ingin rasanya Putra Mahkota Hongli dan Haocun membantu, tapi tak ingin terjadi keributan lainnya yang mengakibatkan luka Mei Yin lebih parah.


Mei Yin mendekati kedua binatang kontraknya dan memutuskan kontrak mereka.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Weiheng yang was was.


Mei Yin hanya tersenyum sebagai tanggapan. Tak lama dia telah memutus kontraknya dan merasa tak sanggup lagi berdiri, dia terduduk dan bersandar didada Weiheng.

__ADS_1


Dengan sisa tenaga untuk bicara, Mei Yin bercerita tentang dirinya yang bukan berasal dari dunia ini mulanya.


Mereka bertiga merasa aneh dan tak percaya dengan cerita Mei Yin yang diluar akal.


"Terserah kalian hah hah mau percaya atau tidak, tapi satu pesan terkahirku, damailah, maka alam atas ini akan makmur dan damai hah hah, carilah Ratu ras iblis dan musnahkan lah para penghancur alam atas ini, ya meskipun dia ibu dari tubuh yang kutempati, tapi tetap tidak menutupi semua kesalahannya," ucap Mei Yin terengah-engah.


"Apa maksudmu pesan terakhir, kau akan banyak memberi pesan pada kami, kau akan sembuh," bentak Weiheng.


Mei Yin memejamkan matanya meredam suara nyaring Weiheng.


"Hei bangun," ucap Weiheng mengguncang tubuh Mei Yin.


"Berhentilah mengguncang tubuhku, kalau kau terus begini aku akan lebih cepat mati, aku hanya beristirahat," ucap Mei Yin masih memjamkan matanya.


Diam, itulah yang terjadi saat ini, tak ada yang berbicara. Putra Mahkota Hongli telah berjongkok dihadapan Weiheng dan Mei Yin memandangi gadis yang mengisi hatinya, meskipun dia tak mengingat kenangan mereka dulu, tapi selama Mei Yin tinggal diistananya saat itu sudah membuat perasaannya tumbuh, begitu juga Haocun dia menatapi wajah pucat gadis itu.


Para pasulan dikedua belah pihak kembali bergerak dan dengan cepat Haocun dan Putra Mahkota Hongli memberi arahan untuk berhenti. Mereka memanggil para tabib yang mereka bawa dan segera para tabib yang berjumlah sekitar 6 orang beserta beberapa perawatnya datang.


°


°


°


°


°


Tinggalkan jejak kalian ya...


Dengan like, komen dan vote.

__ADS_1


Selamat Membaca.


__ADS_2