
Hari yang di hindari pun tiba, sekarang Mei Yin beserta yang lainnya menunggu kedatangan pasukan musuh.
Para raja dari dunia bawah pun telah bersiap di dunia bawah. Karena selain di dunia atas pasukan musuh juga menyerang dunia bawah.
Pengintai yang berjaga di wilayah terdepan berlari dengan cepat kearah mereka.
"Salam kepada para raja dan saudara sekalian,"
"Bangunlah, ada kabar apa dari pasukan terdepan?" tanya Weiheng.
"Lapor, pasukan musuh telah terlihat, tekanan yang mereka berikan sangat kuat para pasukan berusaha bertahan di depan,"
"Baiklah, kalau begitu kita bergegas ke pasukan terdepan," ucal Mei Yin.
Mereka pun pergi ke pasukan terdepan. Tak lama mereka sampai, pasukan musuh juga sampai.
Ada satu orang yang sangat mendominasi dan pancaran aura hitam menguar dari tubuhnya menekan para pasukan, dia mengapung di udara. Ada yang memintahkan darah ada yang pingsan.
"Hahahaha, ternyata kalian telah bersiap ya, aku ingin lihat orang yang diramalkan akan mampu membunuhku," tawanya menggema di hutan tersebut.
Mei Yin terbang ke udara dengan kekuatannya.
"Aku lawanmu,"
"Oh, kau ya, ku kira seorang lelaki kekar yang akan membunuhku. Tak ku sangka hanya seorang perempuan hahaha,"
"Heh jangan terlalu sombong, kita belum tahu siapa yang akan mati di sini,"
Mei Yin terbang semakin tinggi untuk menjauhkan musuh terbesarnya ini, agar pasukannya tak tertekan.
"Heh mau kemana kau?" teriak nya pada Mei Yin.
Mei Yin tak menghiraukannya dan saat lumayan tinggi dan jauh dari pasukannya Mei Yin berhenti.
"Huh ku kira kau taku dan kabur. Kau menyerah saja nona dan jadilah istriku. Oh ya perkenalkan dulu namaku Wang Jimo, pasti kau ingin tahu namaku kan, secara aku ini sempurna dan kuat kau pasti akan mau menikah denganku,"
"Heh, kau terlalu percaya diri tuan. Tapi maaf untuk tawaranmu aku menolaknya," ledek Mei Yin.
Wang Jimo marah dan langsung menyerang Mei Yin. "Kau tak tahu terimakasih, sudah ku beri kesempatan kau menolak, maka jangan salahkan aku jika berlaku kasar," Serangan deni serangan diarahkannya kepada Mei Yin.
Mei Yin dengan tenang menghindari setiap serangan. Mei Yin merasa level serta tingkatan mereka seimbang kecuali teknik-teknik lain yang Mei Yin punya serta akalnya yang licik.
...
Beralih kepada empat raja serta Li Shuwan. Mereka melawan para jenderal para musuh yang juga lumayan kuat.
Sekuat tenaga mereka melawan, karena pasukan mereka yang lebih sedikit dari pasukan musuh, itu membuat 1 orang akan melawan setidaknya 3 orang. Kekuatan pasukan mereka hampir seimbang.
...
Kembali ke atas langit yaitu pertarungan sengit antara Wang Jimo dan Mei Yin.
Mereka sama-sama mendapat luka, tapi Mei Yin masih belum mengeluarkan hewan-hewan kontraknya, karena dia merasa masih mampu melawan Wang Jimo tanpa bantuan.
Berkali-kali Long meminta ijin agar di perbolehkan untuk membantu, tapi Mei Yin menolaknya.
Mei Yin lengah dan duarrrr
Mei Yin terkena serangan Wang Jimo, di memuntahkn darah segar.
__ADS_1
"Hahahah, sudah ku bilang menyerahlah,"
"Mei ijinkan aku membantumu," pinta Long.
"Benar Mei ijinkan kami," sahut Xiuhuan.
"Baiklah, tapi hanya Long, dia lebih dewasa dan juga dia bisa terbang, kalian kelurlah, dan bantu di pasukan bawah, kecuali Chen dan Fan aku tak ingin mereka kenapa-kenapa, mereka masih kecil,"
Fan dan Chen sangat terharu dengan perhatian Mei Yin pada mereka. Mereka tak membantah.
Long keluar dan meminta Mei Yin duduk di punggungnya.
"Wah wah ternyata kau memiliki hewan kontrak yang legendaris ya, tapi tenang aku juga punya,"
Wang Jimo pun mengeluarkan seekor Rajawali yang masih di bawah tingkat Long, tapi dia di lapisi dengan aura gelap, jadi kekuatannya berlipat ganda.
Pertarungan antar hewan kontrak pun berlangsung dengan saling melepar bola-bola api. Tak jauh dari masing-masing tuan nya pun juga salong menyerang dengan kekuatan elemen yang berlawanan.
Di lain tempat yaitu di temoat para raja bertarung, hampir semua pasukan musuh dapat di kalahkan tinggal para petinggi, seperti raja dari dunia bawah yang bersekutu dengan Wang Jimo, para jenderal dan para panglima.
Dengan matinya raja terakhir yang bersekutu dengan Wang Jimo pun maka berakhirlah peperangan di daratan dengan kemenangan ditangan para pejuang yang bersama Mei Yin.
Sekarang menunggu hasil dari pertarungan Mei Yin bersama Wang Jimo.
Suara ledakan di udara terdengar memekakkan telinga tatkala serangan demi serangan di arahkan pada Mei Yin dan hasilnya di tangkis oleh Mei Yin.
Boommm
Suara ledakan besar yang akhirnya mengenai Wang Jimo, yang membuat Wang Jimo terpental ke bawah dan menghantam tanah yang mengakibatkan lubang besar.
Long turun bersama Mei Yin di punggungnya. Mei Yin mendekati lubang dan
Wushhhh
Sekarang pertarungan terjadi di darat.
Wush
Trang
Trang
Boom
Kecepatan menghindar, tangkisan pedang serta serangan elemen pun tak terelakkan.
Para pasukan Mei Yin mundur karena Mei Yin memintanya. Dia takut jika itu akan berdampak pada mereka.
"Huh, ku kuat ternya, tapi itu tak membuatku takut," ucap Wang Jimo. Setelah mengatakan itu tubuh Wang Jimo di kelilingi oleh kabut hitam.
"Mei Yin hati-hati, dia akan bertransformasi ke bentuk iblis," teriak Li Shuwan.
Mei Yin hanya menatap tak menanggapi. "Huh akhirnya aku dapat melihat bentuk aslinya," batin Mei Yin.
Tak berapa lama Wang Jimo sekarang sudah berubah ke bentuk iblisnya. Bentuknya sangat menyeramkan, besar, tinggi, hitam, dan menjijikan.
"Kau akan mati," ucap Wang Jimo sombong.
Mei Yin pun bersiap siaga dengan serangan yang kemungkinan akan di arahkan padanya.
__ADS_1
Wush
Boomm
Serangan yang sangat kuat berhasil mengenai Mei Yin dan membutanya terpental dan menumbangkan pohon. Darah segar keluar dari mulut Mei Yin.
Dengan menahan sakit di dadanya Mei Yin bangkit. "Huh sakit juga ternyata," ucap Mei Yin memprovokasi Wang Jimo.
"Long masuklah ke ruang waktu, aku akan meminjam kekuatanmu," ucap Mei Yin kepada Long lewat pikirannya.
Long yang di luar pun masuk ke ruang waktu.
Bukannya kekuatannya kurang, tapi Mei Yin ingin segera menyelesaikannya, jadi dia akan mengumpulkan kekuatannya di gabung kekuatan Long untuk membunuh dalam satu kali serang.
Sekeliling tubuh Mei Yin di lapisi cahaya warna-warni, kupu-kupu mengelilingi Mei Yin dan saat kupu-kupu itu menyebar pakain yang Mei Yin gunakan berubah.
Pakaian berwarna putih polos dengan sulaman phonex di bagian kedua lengan dan juga rok. Jangan lupa mahkota yang sangat indah bertengger di kepala Mei Yin menambah keagungan dan kecantikan Mei Yin.
Dengan mengumpulkan kekuatannya di kedua tangannya Mei Yin bersiap untuk menyerang Wang Jimo yang juga sedang mengumpulkan kekuatannya.
Dan Wussssss Booooommm
Belum sempat Wang Jimo melempar kan energi negatifnya ke arah Mei Yin. Mei Yin terlebih dulu melemparkan energi dari seluruh elemen yang disatukan dengan kekuatan Long.
Uhuk uhuk
Wang Jimo kembali kebentul manusia dengan memuntahkan darah segar yang banyak. Tersengal-sengal nafas tak beraturan pada Wang Jimo menandakan Wang Jimo sekarang dalam keadaan sekarat.
Mei Yin kembali mengambil pedangnya dan mendekati Wang Jimo yang tergeletak tak berdaya.
"Heh sudah ku katakan jangan meremehkan orang lain,"
"Hehehe, aku akui kau memang kuat," sambil mengatur nafas yang tak beraturan Wang Jimo mengatakan itu sambil terkekeh.
Slap jleb.
Terpisah lah antara kepala dan tubuh Wang Jimo.
Hening dan seketika para pasukan Mei Yin bersorak gembira dengan kemenangan mereka.
Perlahan keadaan Mei Yin berubah kesemula.
Mei Yin berjalan ke arah empat raja, Li Shuwan dan Xiuhuan.
"Sudah berakhir, dan tugasku juga selesai," ucap Mei Yin dengan senyuman manisnya.
Dan tiba-tiba...
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
__ADS_1
Dengan like, komen dan vite
Selamat Membaca