
Mereka melewati sebuah desa yang ramai penduduknya sebelum menapakkan kaki mereka diperbatasan. Hanya perlu beberapa jam lagi mereka akan sampai.
"Mau mampir dulu melihat-lihat?" tanya Xiuhuan pada Mei Yin.
"Boleh," jawab Mei Yin.
Mereka pun menitipkan kuda mereka kepenitipan dan mereka menelusuri pasar pada desa tersebut. Banyak orang berlalu lalang bukan hanya penduduk setempat tetapi juga pedagang dan orang-orang dari luar desa tersebut juga banyak.
"Kita beli 2 jubah untuk menyamar," ucap Mei Yin dan diangguki Xiuhuan. Yah meskipun mereka sudah menggunakan cadar, tetap saja mereka jadi pusat perhatian daripada tanggung lebih baik sekalian terlihat misterius gitu dengan menggunakan jubah yang bertudung.
Mereka memasuki toko pakaian dan disambut oleh pelayan toko tersebut.
"Bisa dibantu, apa yang kalian butuhkan?" tanya pelayan perempuan paruh baya dengan sopan.
"Apakah ditoko ini ada jubah yang menggunakan tudung kepala?" tanya Mei Yin.
"Ada, silahkan tunggu sebentar saya akan ambilkan," ucap pelayan itu.
Sembari menunggu Mei Yin melihat-lihat beberapa pakaian untuk laki-laki yang ukuran dia dan Xiuhuan. Tak lama menunggu pelayan yang membawakan jubah datang. Dia membawa beberapa jubah dengan warna berbeda.
"Kau mau yang mana?" tanya Mei Yin pada Xiuhuan.
"Aku mau yang warna biru ini," kata Xiuhuan.
"Aku yang ini," ucap Mei Yin memilih warna hitam. "Dan sekalian bungkus 2 pakaian ini," kata Mei Yin menunjuk 2 pakain laki-laki, satu untuknya dan satunya untuk Xiuhuan.
Mereka pun keluar dari toko dengan menggunakan jubah yang sudah mereka beli.
Mei Yin merasa risih ditatap oleh para penduduk setempat, tapi apa boleh buat memang itu tujuan nya, agar tidak tanggung-tanggung membuat orang penasaran.
...
Mereka sampai diperbatasan dan tujuan pertama mereka yaitu mencari keberadaan pasukan Weiheng.
"Kira-kira dimana ya pasukan tentara Weiheng?" tanya Mei Yin dan ditanggapi gelengan oleh Xiuhuan.
"Mereka ada di tengah hutan itu tepat diperbatasa antara kerajaan ras Vampir dan kerajaan ras Penyihir," ucap Chen yang memang penciumannya cukup tajam.
"Benarkah? kalau begitu jangan buang waktu lagi, kita harus bergegas," ucap Mei Yin yang memacu kudanya dengan kecepatan sedang.
...
Sekarang mereka telah sampai di perkemahan yang kemungkinan perkemahan para pasukan tentara kerajaan ras Vampir. Mereka tak langsung kesana karena itu akan membuat para pasukan curiga dan dikira mata-mata. Karena tidak semua pasukan kerajaan ras Vampit tahu tentang keberadaan Mei Yin dan teman-temannya.
__ADS_1
"Chen bisa kau periksa tentang keberadaan Weiheng dengan wujud kucing biasa agar mereka tak curiga, aku akan menghilangkan aura mu," pinta Mei Yin. Chen pun menyanggupinya dan berjalan semestinya kucing biasa yang berjalan-jalan.
Saat Chen berjalan tak ada yang mencurigainya dan dengan mudahnya Chen mencari keberadaan Weiheng.
Dua puluh menit menunggu Chen pun datang bersama Ren.
Mei Yin dan Xiuhuan berdiri menyambut kedatangan Ren.
"Kenapa kalian kesini?" tanya Ren.
"Kami ingin membantu," jawab Mei Yin dan dingguki Xiuhuan dan Chen.
"Inilah yang tidak diinginkan Yang Mulia," ucap Ren frustasi sambil mengacak rambutnya.
"Memangnya kenapa?" tanya Xiuhuan.
"Karena seperti inilah jadinya, jika kalian tahu maka kalian akan bersikeras ikut kesini, Yang Mulia tak menginginkan itu, dia tak ingin membahayakan kalian," jawab Ren.
"Kami tidak tahu mengenai itu, tapi kami kesini ingin membantu dan tak ingin menjadi orang yang egois yang membiarkan orang yang telah menampung kami kesulitan sedangkan kami duduk enak," sanggah Mei Yin.
"Huhh, jadi siapa yang memberitahu kalian jika Raja ada di perbatasan?" ucap Ren frustasi.
"Ada deh, itu tak penting, yang penting sekarang biarkan kami menemui Rajamu," ucap Mei Yin tak sabar.
Mata prajurit yang duduk santai di tepian memandang penasaran akan orang-orang yang dibawa Ren.
Mereka berhenti didepan tenda yang paling besar daripada tenda di sekitar. Ren masuk meninggalkan Mei Yin dan Xiuhuan.
Tak lama dia keluar dan mempersilahkan Mei Yin dan lainnya masuk. Didalam tenda yang besar itu terdapat meja yang dipenuhi ornamen yang kemungkinan strategi perang dan kasur sederhana beserta meja dan kursi kerja Weiheng kemungkinan!
Ren pun ijin undur diri membiarkan mereka berhadapan dengan Weiheng.
"Untuk apa kalian kesini?" tanya Weiheng dengan nada dingin dan tatapan tajam yang menusuk yang membuat Mei Yin beralih menatap si empu yang bicara begitu juga Xiuhuan dan Chen.
"Kami ingin membantu, kami tak ingin dianggap beban dan kami juga ingin membalas budi karena telah menampung kami," ucap Mei Yin tanpa basa-basi.
"Kalian kembalilah, kami tidak kekurangan prajurit disini," ucap Weiheng.
"Tidak, kami tak akan kembali, kami akan membantu disini," tolah Mei Yin.
Perdebatan pun dimulai, karena orang-orang yang berdebat ini sama-sama keras kepala, jadinya perdebatan ini memakan waktu yang tak sedikit, Xiuhuan dan Chen hanya menonton perdebatan itu, tanpa ada niatan melerai, karena jika dia berucap sepatah kata maka akan memperpanjang debat mereka lagi, syukur-syukur tak di tatap tajam dan di marahi.
Para prajurit diluarpun merasa bingung dengan suara gaduh yang berasal dari dalam tenda Raja mereka, tapi mereka tak berani untuk bertanya.
__ADS_1
Karena terlalu lama berdebat tenggorokan kedua orang tersebut menjadi kering dan yang mulanya suara mereka nyaring sekarang perlahan memelan.
"Baiklah-baiklah, kalin boleh disini, tapi tidak boleh ikut ke peperangan," putus Weiheng.
"Tapi...," tolak Mei Yin tapi dengan cepat Weiheng sanggah.
"Kalau tak mau, maka kalian akan dipulangkan dengan paksa," ucap Weiheng.
"Ahhh, baiklah, setidaknya kami akan membantu prajurit yang terluka dan memasak," ucap Mei Yin.
"Tidak boleh mengobati, kalau memasak boleh," sanggah Weiheng.
"Apa lagi ini, kan aku bisa ilmu pengobatan ya lumayanlah dapat meringankan beban para tabib dan mempercepat penyembuhan prajurit, ya meskipun mereka dapat sembuh sendiri, tapi kan akan lebih cepat jika aku membantu," ucap Mei Yin.
"Kau boleh menyembuhkan, tapi jangan terlalu sering," ucap Weiheng pasrah.
"Yeay, baiklah kalau begitu. Lalu kami akan tinggal ditenda mana?" tanya Mei Yin dengan senang.
"Kau tinggal ditenda ini bersama ku, dan untuk mereka para prajurit akan menyiapkan tenda lagi," ucap Weiheng.
"Tap...," Mei Yin hendak protes tapi tidak jadi karen diancam Weiheng akan dikembalikan ke istana dan Mei Yin pun menurut.
...
Tenda telah di siapkan untuk Xiuhuan dan Chen, sedangkn Mei Yin duduk bosan didalam tenda Weiheng sambil menunggu Weiheng menyelesailan berkas-berkas dan mengatur strategi untuk perang selanjutnya bersama panglima-panglimanya yang akan dipimpin olehnya sendiri.
Karena bosan Mei Yin tertidur, karena dia dilarang keluar tenda oleh Weiheng, padahal dia ingin berjalan-jalan dan mempersiapkan makanan untuk para prajurit, tapi Weiheng bersikeras untuk hari ini dia tak boleh keluar sebelum besok pagi.
°
°
°
°
°
Tinggalkan jejak kalian ya...
Dengan like, komen dan vote.
Selamat Membaca.
__ADS_1