
Xiuhuan mengambil alih tubuh Mei Yin yang terkulai lemah dan membawanya ke tenda sederhana yang telah dibuat oleh para prajurit. "Bagaimana keadaanya?" tanya Xiuhuan tak sabar.
Wajah para tabib mulai pucat dan keringat bercucuran di dahi mereka. Dari mereka semua tak ada yang berani menjawab setelah satu-persatu memeriksan denyut nadi Mei Yin.
"Ada apa?" tanya Putra Mahkota Hongli dengan nada dingin sambil menatap tajam para tabib.
Salah satu dari mereka memberanikan diri menjawab. "Denyut nadi nona tidak terasa Yang Mulia," ucap salah satu tabib dengan mada bergetar dan seketika didalam tenda itu diselimuti aura mencekam yang berasal dari orang yang tingkatan nya paling tinggi dari ketiga kerajaan ras. Semu orang yang berada di bawah level kekuatan mereka bertiga kesulitan bernafas dan ada yang memuntahkan darah dan lebih parahnya tak sadarkan diri.
"Tidak mungkin, kenapa aku tak merasakan nya, bukankah jika tuanku mati maka aku akan mati juga sebagai hewan kontraknya?" jawab Xiuhuan dengan marah.
"Itu karena sebelumnya Mei Yin telah memutus kontrak kalian berdua," ucap Weiheng yang membuat Xiuhuan terduduk.
Meskipun dia dan Mei Yin selalu bertengkar, tapi pertengkaran itulah yang membuat mereka semakin dekat.
Hening beberapa waktu sebelum Haoucun memecah keheningan itu dengan berkata.
"Sudah lah, kalau begini kita sudahi saja perang diantara kita dan wujudkanlah keinginan terakhirnya.
Putra Mahkota Hongli dan Weiheng pun mengangguk, lain halnya dengan para pendamping mereka yaitu Ren dan dua pengawal Putra Mahkota Hongli dan Haocun tak mengerti apa yang dibicarakan oleh junjungan mereka itu.
Semua pasukan dari tiga Kerajaan ras pun bersiap untuk kembali ke Kerajaan masing-masing, tapi tidak dengan tiga pemimlin dengan masing-masing pengawal mereka. Mereka bersiap untuk ikut ke Kerajaan ras Vampir untuk acara pemakaman Mei Yin.
Skip perjalanan pulang.
...
Di alam lain yang bisa dikatakan alam mimpinya atau alam bawah sadar yang tepatnya seperti sebuah hutan tanpa ujung yang dipenuhi pepohonan dan pohon rambat yang bergelantungan di pphon maupun melayap di tanah.
Terlihat Mei Yin sedang berjalan tak tentu arah. Sesekali dia berguma. "Dimana ini? apakah aku sudah di neraka? tapi kok neraka begini? apakah harus melewati jalan ini dulu?"
Saat terus berjalan dan melewati semak-semak yang lumayan lebat mata MeinYin disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah, seperti taman berbagai macam bunga yang sangat indah dan harumnya menguar kesegala arah dan jangan lupa pondok sederhana di tepian sungai, seperti rumah impian Mei Yin.
Segera dia melangkahkan kakinya kearah taman bunga dan sesekali memetiknya dan mencium baunya yang harum, setelah itu dia pergi ke pondok sederhana.
"Permisi, apakah ada orang?" panggil Mei Yin jikalau ada penghuninya.
Tak ada sahutan, Mei Yin memberanikan diri untuk masuk kedalam dan saat memegang gagang pintu dan mendorongnya ternyata pintu tak dikunci. Mei Yin masuk dan. "Wahhh rapi banget, ini mah rumah idamanku banget. Eh tapi masa neraka begini, apa ini surga? tapikan aku sudah banyak dosa ya," bingung Mei Yin. "Ah bodo lah yang penting impian ku tercapai mempunyai rumah seperti ini dan juga lingkunganya nyaman banget," ucap Mei Yin dengan senang.
__ADS_1
...
Kembali kedunia nyata. Mereka telah sampai di Kerajaan ras Vampir pada malam hari.
Jenazah Mei Yin diletakkan di peraduan dengan dipakaikan pakaian indah berwarna putih dengan hiasan phonex.
...
Keesokan harinya acara pemakaman pun di mulai dengan meletakkan jenazah Mei Yin di peti mati mewah berhiaskan bermacam-macam bunga.
Udara sekitar dingin, sejuk karena masih pagi di tambah aura murung mencekam meyelimuti ruangan itu akibat satu Raja dan dua calon raja yang menyayangkan kepergian pujaan hati mereka dengan cepat.
Skip acara pemakaman telah selesai, para tamu kembali ke kediaman masing-masing.
Di sebuah ruangan terkumpullah 7 pria tampan serta seekor kucing.
"Sekarang bagaimana?" tanya Weiheng. "Apa rencana kalian?" lanjutnya.
"Ku fikir lebih baik kita ambil alih terlebih dulu kerajaan ras iblis, tapi bukan kita yang akan mengaturnya, tapi kita akan memcari seseorang dari ras iblis juga untuk memerintah dan dapat bekerja sama dengan kita, seperti keinginannya yang terakhir," ucap Putra Mahkota Hongli.
Mereka semua mengangguk menyetujui rencana yang disampaikan Putra Mahkota Hongli.
"Kami juga bingung, sebenarnya rencana awal kami bersama MeinYin dulu ingin kembali kealam bawah untuk mejalani hidup damai, tapi Mei Yin sudah tidak ada begini kami jadi bingung," jelas Xiuhuan.
Xiuhuan dan Chen pun memutuskan untuk menetap diKerajaan ras Vampir saja.
Hari-hari berlalu tanpa kehadiran seorang gadis yang dulunya selalu membuat rusuh dikerajaan ras Vampir itu sekarang menjadi tenang seperti sediakala.
...
Mei Yin terlena dengan kehidupan barunya, ya bisa dibilang begitu karena kenyamanan yang dirasa tak kunjung hilang, tapi setelah beberapa hari, minggu, bulan berlalu Mei Yin mendapati seorang wanita berpakaian merah muda duduk di tepi sungai di atas batu yang sering diduduki oleh Mei Yin.
Mei Yin mendekatinya. "Permisi, siapa ya?" tanya Mei Yin.
Wanita itu menoleh dan terlihat lah wajah cantik dengan senyum manisnya. "Hai, kau Mei Yin ya?" ucap wanita itu. Sontak membuat Mei Yin kaget, karena wanita ini tahu dirinya, tapi dia tak tahu siapa wanita itu dan lagi, selama dia berada di sini tak ada seorang pun yang datang.
"Siapa kamu?" tanya Mei Yin waspada.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum semakin manis. "Tak perlu waspada seperti itu, aku tidak jahat kok dan kau tak perlu tahu siapa aku. Aku datang hanya untuk menyampaikan pesan dan menyelesiakan tugasku," ucapnya. "Sudah waktunya kau kembali, masih banyak yang harus kau selesaikan diduniamu," ucapnya dengan serius.
Mei Yin bingung apa yang dibicarkan wanita didrpannya ini. "Apa maksudmu?" tanya Mei Yin.
"Ini bukan duniamu dan kau tak bisa selamanya tinggal didunia ilusi ini," jelasnya.
"Dunia ilusi?" gumam Mei Yin tapi masih didengar si wanita.
"Ya dunia ilusi. Dunia ilusi ini merupakan dunia yang diciptakan oleh keinginan pribadi yang sangat diimpikan dan sebagi ganti tercapainya harapan maka kehidupan diluar akan hilang," jelasnya.
"Maksudmu! ini dunia ilusi dan aku seharyanya tidak disini, tapi bukankah aku sudah mati di duniaku?" tanya Mei Yin lagi.
"Tidak, tubuhmu hanya tak bernafas sementara, tapi bukan mati, karena ada yang masih memerlukan pertolonganmu," jelasnya.
"Jadi aku harus kembali?"
"Ya,"
"Bagaimana caranya?"
"Pejamkanlah matamu dan fokus, fikirkanlah kau ingin kembali kedunimu,"
Mei Yin pun mengikuti instruksinsi wanita, dan seketik keadaan gelap dan tubuhnya seperti melayang.
°
°
°
°
°
Tinggalkna jejak kalin ya...
Dengan lile, komen dan vote.
__ADS_1
Selamat Membaca.