
Jenny baru saja tiba di rumah. Wanita itu menjatuhkan tubuhnya di sofa untuk istirahat sejenak sebelum mencuci muka. Sambil duduk santai ia mengambil ponselnya dan memeriksa pesan yang telah masuk. Bibirnya tersenyum ketika dia membaca pesan cinta dari suaminya.
"Aku juga merindukanmu," ucap Jenny sebelum mengetik pesan tersebut dan mengirimkannya ke nomor Ali.
Wanita itu sempat tidak percaya ketika membaca salah satu pesan dari nomor baru yang masuk ke dalam ponselnya. Di sana tertulis jelas kalau pesan itu dikirim oleh Nirma.
"Apa ini nomor baru Nirma? Akhirnya Nirma menghubungiku," gumam Jenny di dalam hati dengan wajah yang bahagia. Tanpa pikir panjang ia segera menghubungi nomor baru Nirma tersebut. Tidak butuh waktu lama panggilan telepon itu segera tersambung.
"Jenny ... Akhirnya aku bisa mendengar suaramu lagi," ucap Nirma dari kejauhan sana.
"Nirma, Aku sangat merindukanmu," sahut Jenny dengan mata berkaca-kaca. "Rasanya masih seperti mimpi kalau kita sudah setahun lamanya tidak bertemu. Kau ke mana saja? Apa kau baik-baik saja? Kenapa selama setahun ini kau tidak menghubungiku. Tadinya aku tidak mau menghubungimu karena aku marah. Tetapi aku tidak bisa membendung rindu ini.Aku sangat ingin bertemu denganmu." Jenny terlihat sangat bahagia. Rasanya dia tidak mau berpisah lagi dari Nirma.
__ADS_1
"Maafkan aku Jenny. Setahun terakhir ini hidupku berantakan. Aku ingin bertemu denganmu. Bisakah besok kita bertemu di cafe biasa?"
"Kau sudah kembali ke kota ini? Sejak kapan? Kenapa baru ini menghubungiku!" ketus Jenny marah.
"Aku baru saja tiba di kota ini tadi sore. Aku segera menghubungimu karena ada hal penting yang ingin aku katakan."
"Hal penting apa? Cepat katakan sekarang juga!" paksa Jenny tidak sabar.
"Tidak Jenny. Aku tidak akan menceritakannya. Besok ketika kita sudah bertemu aku akan katakan yang sebenarnya terjadi. Oh ya bagaimana kabarmu?"
"Aku ikut senang mendengarnya. Semoga saja aku juga bisa menemukan jodoh yang bisa memperlakukanku layaknya seorang Ratu."
__ADS_1
"Nirma, Kenapa suaramu kedengarannya sedikit aneh. Apa kau baru saja menangis?" tebak Jenny.
"Tidak. Aku baik-baik saja." Nirma menahan kalimatnya.Dari situ Jenny semakin yakin kalau sahabatnya sedang dalam masalah besar. "Ini sudah malam. Kenapa kau belum tidur?" tanya Nirma lagi.
"Aku baru saja pulang. Tadi aku bertemu dengan Rico. Kak Ali tidak ada di rumah. Dia pergi untuk menghadiri acara keluarganya. Aku sengaja mencari alasan agar tidak ikut dengannya. Sekarang kau ada di mana? Katakan padaku, aku akan menjemputmu. Sekarang belum terlalu malam. Masih ada waktu untuk kita bertemu."
"Tidak Jenny. Aku tidak mau menyusahkanmu. Di luar sangat dingin. Sebaiknya kau tetap tinggal di rumah saja. Besok pagi kita bertemu di cafe biasa."
"Aku juga tidak bisa tidur dengan nyenyak jika aku tahu sahabatku sedang tidak baik-baik saja. Aku akan minta antarkan supir ke sana. Kau tidak perlu mengkhawatirkan keselamatanku karena saat ini keselamatanmu yang sangat mengkhawatirkan," ucap Jenny.
"Baiklah. Aku akan mengirim alamatnya," jawab Nirma terpaksa. Wanita itu tidak bisa menolak sahabatnya. Memang saat ini dia sangat membutuhkan bantuan Jenny.
__ADS_1
"Oke! Kalau begitu aku mau bersiap-siap dulu. Aku akan panggil supir untuk mengantarku. Segera kirim alamatnya. Kita akan bertemu malam ini juga."
Jenny segera memutuskan panggilan telepon tersebut lalu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan kamar. Sambil berjalan wanita itu kembali memikirkan keadaan Nirma. "Aku yakin tadi dia pasti sedang menangis," gumam Jenny di dalam hati.