Rahim Sahabatku

Rahim Sahabatku
Bab. 8


__ADS_3

Rico mengaduk-ngaduk makanan berkuah yang ada di hadapannya. Sejak bertemu dengan Jenny, pria itu tidak lagi berselera untuk melakukan hal apapun. Termasuk menghabiskan makanan yang kini sudah dihidangkan di hadapannya. Dia terus saja memikirkan nasib Jenny selanjutnya. Ia tidak mau Jenny sampai sedih. Karena bagaimanapun juga tidak akan ada sebuah keluarga yang mau menerima wanita yang sudah tidak memiliki rahim lagi. Apalagi jika rahim itu tidak ada karena diangkat secara sadar. Bukan karena terjadi sesuatu yang buruk sebelumnya. Kekasih Rico bingung ketika melihat pacarnya melamun saja. Wanita itu berinisiatif untuk memegang tangan Rico dan menyadarkan pria itu dari lamunannya.


"Apa yang sedang Kak Rico pikirkan? Apa Kak Rico memikirkan Kak Jenny?" tebak wanita itu asal saja. Meskipun ia akan cemburu lagi, tetapi ia berusaha untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh kekasihnya.


"Ya, kau benar," ucap Rico dengan wajah sedih.


"Apa Kak Rico cemburu melihat Kak Jenny menikah dengan pria pilihannya?" Ekspresi wanita itu mulai berbeda dari sebelumnya.


"Hei, kenapa kau bicara seperti itu? Tentu saja aku tidak cemburu. Aku hanya sedang memikirkan masa depan Jenny."

__ADS_1


"Untuk apa kak Rico memikirkan masa depan Kak Jenny? Bukankah sekarang Kak Jenny sudah menikah dengan Kak Ali? Kak Ali yang akan bertanggung jawab. Dia pasti akan memikirkan masa depan Kak Jenny. Jadi Kak Rico jangan mengkhawatirkan Kak Jenny lagi." Wanita itu menaikkan nada bicaranya. Terlihat jelas kalau ia sedang marah.


"Bukan seperti itu maksudku." Rico semakin kebingungan ketika kekasihnya terus saja mendesak. Jika tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, pria itu bisa saja kehilangan wanita yang ia cintai. Ditambah lagi mereka akan segera menikah. Rico tidak mau sampai pernikahannya gagal karena pasangannya salah paham.


"Aku akan ceritakan sebuah rahasia. Tetapi aku minta kau untuk menjaga rahasia Ini dari siapapun. Resikonya sangat besar. Karena kau akan menjadi istriku maka aku ceritakan masalah ini kepadamu. Aku harap setelah aku menceritakan semua yang terjadi Kau tidak lagi salah paham dan cemburu padaku," ucap Rico dengan wajah yang begitu serius


"Sebenarnya ada apa? Kenapa wajah Kak Rico menjadi tegang seperti ini?" tanya wanita itu di dalam hati.


Wanita itu menggangguo cepat. "Aku janji tidak akan menceritakan apa yang aku dengar malam ini kepada siapapun."

__ADS_1


"Baiklah." Rico menarik nafasnya. Ternyata pria itu merasa ragu ketika ingin menceritakan rahasia yang ada pada diri Jenny. "Sebenarnya Jenny sangat mencintai Ali tetapi Ali tidak terlalu mencintainya. Aku takut jika nanti Ali meninggalkan Jenny. Selama ini Jenny berkata padaku kalau dia sangat tergila-gila kepada Ali tetapi aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaan Ali sebenarnya," dusta Rico. Pria itu mengurungkan niatnya untuk menceritakan rahasia yang sebenarnya terjadi. Bagaimanapun juga, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menyimpan rapat-rapat rahasia Jenny dan akan membawanya sampai mati tanpa harus menceritakannya kepada siapapun.


"Dari apa yang dikatakan Kak Rico sepertinya Kak Jenny tidak pernah mencintai kak Rico. Seharusnya aku tidak cemburu lagi. Mungkin kekhawatiran yang selama ini terlihat jelas di wajah Kak Rico itu hanya kekhawatiran sebagai seorang sahabat saja," gumam wanita itu di dalam hati.


"Bagaimana dengan Kak Rico sendiri? Apa hubungan di antara kita juga hanya cinta sebelah pihak?"


"Tentu saja tidak! Aku benar-benar mencintaimu. Bahkan aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu," jawab Rico sambil tersenyum hingga membuat wanita itu tersenyum manis mendengarnya.


"Terima kasih Kak. Aku harap rencana baik kita bisa segera terlaksana. Aku juga sudah tidak sabar untuk menikah dengan Kak Rico," ucap wanita itu sambil tersenyum malu-malu.

__ADS_1


Berbeda dengan Rico yang lagi-lagi memikirkan masa depan Jenny.


__ADS_2