
Kabar kalau Jenny menjalani operasi mengangkat rahim cepat sekali menyebarnya. Kini bukan hanya kedua orang tua Jenny saja yang sudah mengetahuinya. Tetapi kedua mertuanya juga sudah tahu. Tasya kini sudah dititipkan di rumah mertua Jenny. Bahkan ketika ayah kandung Jenny ingin menjemput Tasya, dia sudah tidak bisa menemukan Tasya di rumah itu. Bahkan saat itu Ali juga tidak ada di rumah.
Jenny sendiri melarang ayah kandungnya untuk menjemput Tasya. Wanita itu merasa tidak berhak untuk menguasai Tasya. Namun kedua orang tua Jenny bersih keras untuk mengambil Tasya dari rumah Ali. Meskipun pada akhirnya mereka harus kecewa karena Tasya sudah di bawa ke rumah mertua Jenny.
Ali sendiri masih terus berusaha untuk mencari keberadaan Jenny. Jenny meminta kedua orang tuanya untuk merahasiakan keberadaannya Karena wanita itu butuh waktu untuk berpikir. Dia belum siap untuk bertemu dengan Ali lagi. Jenny merasa sangat malu.
Malam itu karena terlalu lelah seharian mencari keberadaan Jenny akhirnya Ali berhenti di sebuah cafe untuk memesan secangkir kopi. Sebenarnya hati pria itu sama sekali tidak tenang. Namun Ia juga butuh istirahat agar tidak celaka di dalam perjalanan nanti.
Setelah ini dia akan mencari keberadaan Jenny lagi. Kali ini pria itu berniat untuk memaksa kedua orang tua Jenny untuk memberi tahu keberadaan Jenny. Dia yakin kalau mertuanya itu menyembunyikan keberadaan Jenny darinya.
Ali meneguk kopi yang baru saja disajikan karyawan cafe. Tanpa sengaja Ali bertemu dengan Rico. Dokter yang dulu membantu proses kehamilan sampai lahiran Jenny. Ali segera berlari menghampiri Dokter Riko. Kali ini pria itu ingin mendengar cerita lengkapnya yang langsung dari mulut Dokter Rico. Meskipun dia tahu kalau dokter Rico melakukan semua itu pasti atas permintaan Jenny juga.
"Jadi kau sudah mengetahui semuanya? Nirma yang sudah mengatakan masalah ini kepadamu?" tanya dokter Rico kepada Ali. Pria itu juga tidak menyangka kalau Nirma bisa setega itu.
Meskipun memang sejak awal Rico sudah memiliki firasat kalau masalah ini pasti terjadi. Dia lebih setuju jika dulu Jenny meminjam rahim wanita yang tidak mereka kenali dari pada meminjam rahim Nirma.
"Ya, Dok. Nirma menemui saya. Dia bilang kalau dia jatuh cinta kepada saya. Ketika saya menolak cintanya, dia justru mengatakan semua rahasia ini kepada saya," jelas Ali lagi.
__ADS_1
"Sudah ku duga!"
Dari ekspresi Dokter Rico Ali bisa menilai kalau ternyata dokter itu benar-benar bekerja sama dengan istrinya. Dan itu membuat Ali sangat kecewa karena ia sudah dibohongi oleh istrinya sampai seperti ini.
"Berapa Jenny membayar Anda sampai-sampai Anda mengabaikan tugas anda sebagai seorang dokter. Bukankah perbuatan ini sangat beresiko dan bisa merusak karir anda sendiri?" Ali memang geram melihat Dokter Rico. Tetapi dia tidak bisa menyalahkan pria itu.
"Sebenarnya saya bukan hanya seorang dokter saat itu. Tetapi saya sebagai seorang sahabat terhadap Jenny. Kami sudah kenal lama dan sangat akrab. Saya sudah menganggap Jenny seperti adik kandung saya sendiri. Saya juga yang sudah mengangkat rahim Jenny saat dia masih gadis. Setelah operasi pengangkatan berhasil, saya terus mengutuk diri saya sendiri malam itu. Saya merasa bersalah. Kalau saja saya tidak menuruti permintaan Jenny mungkin semua tidak akan terjadi. Tetapi, Jenny adalah wanita yang keras kepala. Jika dia tidak berhasil mendapatkan bantuan dari saya. Dia pasti akan membayar dokter lain. Dan saya tidak mau hal itu sampai terjadi."
Dokter Rico terpaksa menjelaskan semuanya karena dia tahu sudah tidak ada lagi yang harus ditutup-tutupi saat ini. Dokter Rico berusaha menjelaskan semuanya kepada Ali dan membuat Ali untuk percaya kepada Jenny lagi. Bahkan pria itu mengatakan pengorbanan yang sudah dilakukan oleh Jenny agar bisa mendapatkan Tasya.
"Itu berarti anda lebih dulu mengenal Jenny daripada saya. Kemarin saat di restoran Jenny belum menjelaskan apa alasan dia mengangkat rahimnya. Sebenarnya saya sangat ingin tahu. Jika dia mengangkat rahim karena penyakit tertentu mungkin saya masih bisa untuk memakluminya." Ali semakin serius. Dia ingin mendengar jawaban Dokter Rico lagi.
Dengan begitu ia tidak perlu khawatir dengan nasibnya yang sudah tidak memiliki rahim lagi. Tetapi takdir berkata lain. Jenny bertemu dengan Anda dan dia sangat mencintai anda. Awalnya dia bilang kepada saya kalau dia akan menceritakan semua rahasia ini kepada Anda di awal pernikahannya.
Tetapi wanita itu berubah pikiran ketika dia tahu kalau anda sangat menginginkan anak. Hingga akhirnya Jenny melakukan trik bodoh ini. Saya tidak memiliki pilihan lain saat itu. Yang ada di pikiran saya hanya satu, Jenny tetap bahagia.
Kebetulan juga Nirma bersedia untuk meminjamkan rahimnya sebagai wadah untuk menampung benih anda. Saat itu tidak ada pemaksaan sama sekali di sana. Nirma melakukannya dengan sukarela.
__ADS_1
Mungkin dia merasa berhutang budi kepada Jenny hingga mau melakukannya. Tapi ada satu hal yang sempat saya khawatirkan saat itu. Pagi hari setelah malamnya Anda berhubungan dengan Nirma, saya kembali memeriksa Nirma untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses kehamilan Nirma kedepannya. Pagi itu saya tahu kalau Nirma sudah tidak perawan sebelum dia berhubungan badan dengan anda.
Tetapi entah kenapa di depan Jenny ia berkata kalau dia rela menyerahkan keperawanannya demi membantu Jenny. Di situ saya sudah curiga kalau Nirma memiliki niat buruk terhadap rumah tangga Jenny. Saya akan menggunakan senjata itu, jika suatu saat Nirma berubah pikiran dan tidak menyerahkan anak yang ada di dalam kandungannya.
Tetapi justru semua berjalan dengan begitu lancar sampai akhirnya anak itu lahir dan menjadi anak kalian berdua. Setelah itu saya tidak lagi memiliki prasangka buruk terhadap Nirma. Justru saya kagum dengan Nirma karena ia bisa berlapang dada menyerahkan putrinya kepada Jenny.
Jenny sempat menawarkan diri agar mereka mengurus anak itu bersama-sama. Jenny sudah lelah berbohong dan ia ingin menceritakan rahasia ini kepada semua orang. Tetapi Nirma mencegahnya. Dan Wanita itu pergi lalu tidak ada kabar lagi." Dokter Rico kembali terdiam sambil mengenang memori yang pernah terjadi 10 tahun yang lalu.
"Anda yakin kalau bukan saya pria pertama yang tidur dengan Nirma?" Ali terlihat jauh lebih lega sekarang setelah mendengar penjelasan dari dokter Rico.
"Ya untuk apa lagi saya menutupi semuanya? Bukankah anda sudah tahu bukan. Sekarang keputusan ada di tangan anda sendiri, Tuan. Sebagai sahabat saya inginnya anda dan Jenny tetap akur seperti biasa. Tetapi memang ini sangat berat untuk dilupakan. Sebagai sahabat saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk rumah tangga kalian berdua."
Ponsel Ali berdering. Pria itu segera mengangkat panggilan teleponnya. "Tuan, Nyonya ada di rumah. Nyonya Jenny membereskan barang-barangnya ke dalam koper," ucap seseorang di dalam telepon.
"Lakukan segala cara agar dia tidak pergi meninggalkan rumah. Aku akan segera pulang," jawab Ali dengan wajah panik. Pria itu segera memutuskan panggilan teleponnya dan masukkan ponselnya ke dalam saku. Ali memandang lagi ke arah dokter Ali untuk berpamitan. "Dok, Jenny sudah ada di rumah. Saya harus segera menemuinya."
Dokter Rico hanya mengangguk saja. Bersamaan dengan itu Ali pergi meninggalkan cafe. Bahkan dari jendela dokter Rico bisa melihat sendiri ketika Ali melajukan mobilnya dengan begitu cepat.
__ADS_1
"Selama ini dari apa yang aku lihat rumah tanggamu baik-baik saja. Masalah apapun tidak berani menghampiri kehidupan kalian berdua. Tetapi Malam ini aku sadar. Kalau setiap rumah tangga memiliki cobaannya masing-masing. Entah itu di awal pernikahan di pertengahan pernikahan maupun di akhir pernikahan. Aku hanya berharap rumah tangga kalian bisa kembali membaik. Semoga Ali tidak pernah memikirkan perceraian. Aku tahu pasti Jenny akan sangat hancur jika sampai hal itu terjadi."