Rahim Sahabatku

Rahim Sahabatku
Bab. 15


__ADS_3

Jenny terbangun dari tidurnya ketika merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Wanita itu mengernyitkan dahi lalu segera duduk. Dia kembali bernapas lega ketika melihat Nirma tidur di sampingnya. Tadinya wanita itu berpikir kalau dia di peluk oleh pria yang bukan suaminya.


"Aku masih ngantuk," ucap Nirma. Wanita itu membuka matanya secara perlahan. "Tumben bangun cepat. Ini masih pagi."


Jenny memandang jam dinding. Karena masih menunjukkan pukul 06.00 pagi akhirnya Jenny memutuskan untuk tidur lagi. Namun wanita itu tidak bisa memejamkan mata. Dia memandang wajah Nirma yang kini kembali tertidur.


"Nirma, jika seseorang meminjam rahimmu, apa kau akan setuju?" Debaran jantung Jenny menjadi tidak karuan karena dia takut Nirma marah.

__ADS_1


"Tidak mungkin ada orang yang memiliki pemikiran seperti itu. Semua wanita memiliki rahim, untuk apa dia meminjam rahim wanita lain. Urusannya juga akan sangat sulit. Karena benih dari seorang pria tidak bisa diambil seperti menangkap ikan. Tentu saja harus melalui sebuah proses. Wanita mana yang mau disetubuhi oleh pria yang jelas-jelas tidak mencintainya dan hanya menginginkan anak saja darinya," jawab Nirma sambil memejamkan mata.


"Kau benar. Hanya wanita bodoh yang mau meminjamkan rahimnya untuk membantu wanita lain." Wajah Jenny terlihat sedih. Wanita itu mengurungkan niatnya untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi karena kini ia sudah tahu jawaban Nirma terlebih dahulu.


Namun tiba-tiba saja Nirma membuka matanya. Wanita itu langsung duduk dan menatap wajah Jenny dalam-dalam. "Jangan bilang kalau sekarang kau sedang mencari seorang wanita yang mau meminjamkan rahimnya untuk membantumu mendapatkan anak!" tebak Nirma asal saja.


Jenny ingin turun dari tempat tidur namun Nirma tiba-tiba saja memegang tangannya. Wanita itu memaksa Jenny untuk kembali duduk.

__ADS_1


"Aku bersedia untuk meminjamkan rahimku. Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri Jika ada peluang aku akan membantumu. Mungkin ini adalah kesempatan bagiku untuk membalas kebaikanmu selama ini."


"Tapi aku tidak butuh balasan untuk kebaikanku selama ini karena aku membantumu benar-benar ikhlas. Aku sudah menganggapmu seperti saudara kandung."


"Anggap saja aku juga melakukan hal yang sama sepertimu sekarang. Aku rela membantumu karena aku menganggapmu sebagai saudaraku. Siapa lagi wanita di dunia ini yang bisa kau percaya selain aku Jenny. Kau bisa mempercayai benih Ali di dalam rahimku karena kita akan sama-sama menjaganya."


Kedua mata Jenny berkaca-kaca mendengarkan perkataan Nirma. Dia masih tidak menyangka kalau Nirma sebaik itu. "Terima kasih, Nirma." Wanita itu segera memeluk sahabatnya.

__ADS_1


Nirma tersenyum hangat memeluk Jenny. "Akhirnya aku berhasil untuk membalas kebaikan Jenny. Aku memang tidak bisa membalas kebaikannya dengan nominal uang, tapi setidaknya sekarang aku bisa membentuk sebuah kebahagiaan untuk membuatnya tenang dan bahagia," gumam Nirma di dalam hati.


__ADS_2