Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 10 (sihir)


__ADS_3

Dengan petunjuk yang di berikan oleh pedagang waktu itu, Zeint berjalan pergi ke arah tenggara menyusuri jalan setapak yang akan membawanya menuju ke kerajaan Aquas.


Menurut pendapat pedagang itu Zeint lebih baik memilih jalan memutar dari pada harus menerobos masuk ke tengah hutan, bukan hanya karena wilayah tengah hutan yang cukup berbahaya saja yang menjadi kendala tapi, Jika ia ingin mencari informasi terlebih dahulu disarankan mampir kesana karena disana ada kota perdagangan terbesar yang memiliki banyak informasi dari seluruh penjuru benua.


Untuk kesana di butuhkan waktu 1 hari penuh dengan kuda sedangkan jika berjalan kaki Zeint membutuhkan waktu 2 hari.


Pedagang itu juga tak lupa memberikan tas yang berisi pembekalan perjalanan untuk Zeint yang membuat ia tidak harus kesusahan dalam mencari makanan.


Di tengah perjalanan Zeint berhenti untuk beristirahat sejenak dari letih yang ia rasakan selama perjalanan tersebut.


"ah... indahnya!,"-ucap Zeint duduk di bawah pohon sambil membuka topengnya.


Riuk pohon yang di tiup angin, suasana sejuk di tengah hutan dengan suara kicauan burung yang saling bersautan menjadi moment yang sempurna bagi dirinya kalau mengingat masa pertempuran di kehidupan sebelumnya yang penuh dengan suara bising memekatkan telinga.


Di tengah rebahannya Zeint teringat tentang sihir, dimana membayangkan adalah salah satu langkah yang sangat sulit untuk di lakukan. Tapi Zeint kemudian paham apa yang di maksud dengan itu, dan akhirnya Zeint kembali berlatih sihir.


[proses]


-Membayangkan mana terkumpul...done


-Mengubah analisa.....done


-Resepsi mana digantikan aliran listrik...done


-Membayangkan tangan menjadi konduktor...done


-Pelontaran tekanan Listrik jangka luas...done


Rambatan Listrik!


Ucap Zeint sambil mengulurkan tangannya lurus ke arah batu.


Sesaat setelah mengucapkan kalimat itu sebuah lingkaran sihir terbentuk dengan sinar terang menjalar keluar dari balik tangannya yang serentak menyambarkan listrik berwarna hitam kegelapan menghancurkan keberadaan batu tersebut.


"waw.....hebat,"-ucap Zeint takjub.


Sihir itu mudah asalkan kita bisa membayangkan proses awal terjadi hingga pada penerapannya.

__ADS_1


Sama halnya seperti mengubah warna air bening menjadi berwarna; dimana kita punya air/mana sebagai pondasi dan selanjutnya kita tinggal menetekan pewarna/imajinasi kita sehingga air itu berubah sesuai dengan apa yang kita pikirkan.


Tak puas dengan hanya itu Zeint bereksperiment banyak hal mulai dari api,air,udara,dll. namun dari sekian banyaknya uji coba, Mana Zeint hanya merespon 3 saja yaitu, sihir listrik, teleport, dan juga ruang.


Zeint berfikir Mungkin setiap orang tidak bisa melakukan semuanya ya bayangin saja jika semua orang bisa melakukan apa saja pasti mereka akan di anggap Tuhan.


"biarlah meski cuma ada satu sihir serangan yang penting bisa berguna!"-ucap Zeint agak kecewa.


Cuaca masih panas terik Zeint melanjutkan lagi perjalanannya menuju kerajaan Aquas dengan segera agar tidak menyita banyak waktu dan tenaga.


*****


Hari sudah mulai gelap matahari yang tadinya berdiri tegak kini telah bersembunyi di balik pepohonan dan bukit.


Zeint menghentikan perjalanannya dan memilih beristirahat dari pada harus berjalan di tengah hutan yang gelap.


Ia memang tak merasa takut tapi mengingat dirinya berada di dunia berbeda dan memiliki tubuh yang berbeda pula Zeint memilih agar lebih beradaptasi dari pada tergesa-gesa yang membuat dia kembali menemui kematian kedua kalinya.


"hemm mungkin buat api unggun pilihan yang tepat!" Zeint bergumam sendiri.


Ranting-ranting kering ia kumpulkan bermodal cahaya samar dari bulan yang menyinari di langit malam tersebut.


Rambatan listrik!


Dum.....


Bukannya menimbulkan api malah membuat semua ranting yang ia kumpulkan langsung menjadi arang seketika.


Zeint tak memperhitungkan kekuatannya dan malah langsung mengeluarkan seluruh kekuatannya sekaligus dan hasilnya pun seperti itu.


"eh...........๐Ÿค”๐Ÿคจ๐Ÿง๐Ÿ™„"-Ucap Zeint sambil menatap arang-arang itu menjadi abu.


"oh...aku ingat....!"๐Ÿ˜ฒ


"ini yang namanya KEBABLASAN ya.....hemm hemmm... begitu...!"๐Ÿ˜…


"biarlah cari ranting lagi sudah!"๐Ÿ˜’

__ADS_1


Pada akhirnya Zeint kembali lagi mengumpulkan Ranting untuk kedua kalinya.


๐Ÿ”ฅ


Api unggun telah berhasil ia nyalakan dan kini Zeint duduk di samping sambil mengeluarkan roti dari balik tas yang di berikan pedagang waktu itu.


"paman trimakasih makanannya!"-ucap Zeint.


Selesai makan Zeint kembali mengembangkan sihirnya dan satu persatu ia terapkan fungsi dan juga kegunaannya.


Untuk yang listrik skip dulu karena udah ada penjelasannya di atas.


Sihir Teleport milik Zeint memungkinnkan ia memindahkan sesuatu sesuai keinginannya dengan sarat harus benda mati, dan juga hanya bisa di teleport sejauh mata memandang saja tidak bisa lebih.


Sihir Ruang ini memungkinnkan Zeint menyimpan dan mengeluarkan benda sesuka hatinya. Tidak ada syarat untuk yang satu ini karena Zeint sempat melemparkan kodok kedalamnnya dan mengeluarkannya kembali hasilnya kodok itu masih dengan keadaan utuh dan hidup.


Dan saat memasukkan kayu yang terbakar kedalam ruang tersebut beberapa lama lalu mengeluarkannya kembali masih tetap dengan keadaan menyala seakan di dalam sana waktu terhenti.


Zeint menganalisanya dan mulai memikirkan ide agar semua itu bisa efisien jika di butuhkan saat keadaan genting.


Lama berfikir Zeint menemukan sebuah ide cemerlang. Ia melempar batu ke arah lingkaran sihir teleport lalu melakukan teleport sejauh matanya memandang dan hasilnya batu tersebut tetap terlempar saat teleport itu berhasil.


"kalau batu itu di lempar ke dalam sihir ruang lalu di teleport gimana ya?"- ucap Zeint ๐Ÿค”


Ia menerapkan pemikirannya itu dan hasilnya ternyata tidak bisa, di saat batu itu di telan oleh sihir ruang dalam keadaan di lempar dan saat di keluarkan batu itu tidak bergerak malah keluar pelan.


Jadi kesimpulannya hanya sihir teleport saja yang bisa melakukan perpindahan tetap.


Malam terus berlanjut Zeint yang masih saja terus bermain-main dengan kekuatannya pada akhirnya tiba-tiba mengalami sesuatu.


"kepalaku kenapa berat sekali?"


"pandanganku semakim kabur....."


"aku tak bisa membu...ka... ma...ta....."


Zeint yang tak tahu akan batasan mana yang ia punya terus melakukan eksperimen sehingga membuat tubuhnya lemah dan ambruk.

__ADS_1


Ia pingsan karena Mana dalam tubuhnya tersisa sedikit.


Dengan kejadian tersebut Zeint tertidur di tanah tanpa bisa melakukan apa-apa lagi sampai ke esekon harinya.


__ADS_2