Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 23 (Menuju Semi Final)


__ADS_3

Seperti biasanya Zeint yang selesai bertanding memilih untuk segera menonton pertandingan para peserta yang lain dari balik kursi penonton.


Ia pun sesegera mungkin berganti pakaian dan langsung keluar dari balik ruangan tunggu.


"Cepat !"-Ucap seseorang sesaat setelah Zeint keluar dari sana.


Di lorong tersebut terlihat beberapa prajurit dengan seseorang yang mencolok dari pada yang lain ikut berjalan di depan mereka.


Orang itu ialah Arthur dengan para bawahannya yang sedang mencari Yu di ruangan tunggu.


Zeint yqng tak mengetahui niatan mereka hanya berjalan melewati mereka tanpa mau bertanya ataupun ikut campur urusan mereka.


Para penonton bersorak dengan meriah menyaksikan pertandingan yang baru saja di mulai.


Pertandingan kedua ialah Fin melawan Killy dari blok B.


"Hemmzz cowok tampan itu ya!"-Ucap Zeint dari ujung tempat duduk gladiator.


Fin memakai senjata pedang berukuran sangat tipis, itu adalah pedang sejenis Rapier yang sangat menonjolkan kecepatan dari pada yang lainnya.


Sedangkan lawannya Killy yang berumur sama, dengan rambut acak acakan berwarna merah menyala menggunakan pedang besar sangat berbeda dengan lawannya.


"Waw apa aku bisa memegang pedang besar seperti itu? kaya'nya tak mungkin deh!"-Komentar Zeint.


Dalam segi senjata kemungkinan Killy lebih unggul dari pada Fin tapi jika mengingat pertandingannya yang sebelumnya mungkin tak bisa di prediksi siapakah yang akan memenangkannya.


"Mulai"-ucap sang pembawa acara Degucaf.


Fin masih menyarungkan pedangnya dengan posisi tangan siap menarik keluar.


Di sisi lain Killy sudah memegang pedangnya dengan dua tangan sambil memasang senyuman keyakinan.


Killy menyerang terlebih dahulu dengan ayunan pedangnya yang begitu kuat ke arah Fin.


"Matilah kau Fin!!!!!"


Saat Killy sudah berada dekat dengan Fin ia menebas Fin secara herizontal sehinggan tubuh Fin terbelah.


"eh kemana?"-ucap Killy kebingungan saat tau yang di tebas barusan ialah bayangan yang di buat oleh Fin.


Fin sendiri sudah berada di belakang Killy sambil menyodorkan Rapier miliknya tepat di punggung Killy.


"Wahh Fin lagi-lagi kau mengincar kemenangan yang mencolok ya!"-Zeint memasang senyuman.


"Pertandingan berakhir pemenangnya adalah Fin!"-Ucap sang pembawa acara mengakhiri pertandingan.


HuaaaAaaa...


"Lagi-lagi dia menang dengan cepat ya!"-ucap penonton di depan Zeint.


"iya kemungkinan dia yang akan menjadi juara!"-balas seseorang di sebelahnya.


Pujian orang-orang kepada Fin banyak di dengar oleh Zeint di kala itu, yang membuat Zeint merasa sangat tertanntang di buatnya.


Pertandingan selanjutnya ialah Tiar vs Gozen dari blok A.


Tiar ialah seorang tante tante bohay dengan sebuah tongkat sihir sebagai senjatanya.


Topi yang lonjong keatas menandakan bahwa ia adalah seorang ahli sihir.

__ADS_1


Sedangkan Gozen seorang Om-om dengan senja di kedua tangannya yang menandakan dirinya ahli pedang ganda.


"Mulai!"-ucap sang pembawa acara.


Tiar mengangkat tangannya keudara di saat yang bersamaan muncul segerombolan undead muncul dari arena. Walau terlihat hanya segerombolan tengkorak dengan pedang di tangan namun itu cukup menyulitkan bagi Gozen karena jumlah mereka yang terus bermunculan.


Gozen menebas setiap Undead yang menghampirinya dengan kedua pedang ditangannya itu sehingga membuat tubuh undead tersebut hancur lebur.


Di tengah kesibukan Gozen meladeni para undead, Tiar memanfaatkan keadaan tersebut untuk menyerang kembali menggunakan sihir jarak jauh miliknya.


Fire Arrow


Muncul beberapa anak panah berselimut api di samping tubuh Tiar langsung mengarah ke tempat Gozen berada secara beruntun.


HuaaaAaaa..


Sorak para penonton terdengar lagi yang menandakan situasi di arena semakin memanas.


Situasi Gozen saat ini sangat gawat karena ia harus menahan segala serangan yang di lontarkan Tiar beserta melawan undead yang sedari tadi tak ada habisnya.


Gozen melempar salah satu pedangnya lurus ke arah Tiar yang membuat Tiar harus berhenti menyerang dan memilih menangkis serangan tersebut.


Wall


Pedang Gozen terhenti di depan wajah Tiar seakan ada dinding yang menghalangi laju dari pedang tersebut.


Tiar yang saat itu terfokuskan pada pedang milik Gozen ,tak menyadari jika Gozen ikut menerjang bersamaan dengan lemparannya itu sehingga membuat Tiar lengah.


Kini Gozen sudah berada di depan Tiar dan melancarkan serangan telak kepada Tiar.


Dead Slash


Sebuah tebasan itu menghancurkan sihir pelindung milik Tiar dalam sekejap sehingga membuat kemenangan berpihak kepada Gozen.


"Si om karismatik itu menang ya baiklah sepertinya bakalan tambah seru ini!"-Sela Zeint sambil ikut menepuk tangan.


Lanjut di pertandingan selanjutnya yaitu Rita melawan Diaz.


Pertandingan kali ini ialah pertama kali di saksikan Zeint dimana keduanya sama-sama wanita.


Rita ialah mbak-mbak berusia sekitar 20 tahunan dengan sebuah sabit besar sebagai senjata.


Sedangkan lawannya Diaz memiliki umur yang sama dengan senjata bumerang. Ia memiliki rambut pendek sebahu berwarna pirang dengan mata biru langit.


"Baiklah aku pasang 30 perak untuk Diaz!"-ucap lelaki di depan Zeint kepada teman sebelahnya.


"ok aku juga 30 perak gimana buat dia?"-balas lelaki di sampingnya.


"eh jangan gitu mana ada taruhan dengan satu pemain bodoh kau?"-cegat lelaki yang tadi.


"Woi woi woi....itu tak bisa dimaafkan!"-Sela Zeint dengan nada kesal.


Mereka berdua menatap kearah Zeint bingung dengan perkataannya.


"Kenapa mas?"-tanya salah satu orang itu.


"Mana bisa kalian lebih tertarik kepada wanita yang tepos seperti dia dari pada yang satunya yang memiliki dada montok itu!"-Balas Zeint.


"eh????"

__ADS_1


"lawan aku sudah.... aku pasang 30 perak juga kepada yang berambut hitam dengan dada montok itu gimana?"-Ajak Zeint yang terbawa suasana.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain kemudian menganngguk setuju.


Zeit tak punya uang 30 perak sama sekali namun karena terbawa suasana akhirnya secara sepontan ia ikut dalam pertaruhan tersebut.


"Baiklah mbak montok menangkanlah!"-ucap Zeint dalam hati.


"Mulai!!!"


Rita dan Diaz memasang kuda-kuda meraka masing-masing untuk menunggu serangan pertama yang akan di lancarkan lawannya.


Diaz Melempar bumerangnya ke arah Rita namun dapat di elak oleh Rita dengan mudahnya.


Bumerang itu melewati tubuh Rita dan kembali lagi kepada Diaz.


Tak mau kalah Rita berlari dengan sabit besar mikiknya ke arah Diaz dan dengan cepat mengibaskan sabitnya tersebut.


Diaz melompat kebelakang tapi tak dibiarkan begitu saja oleh Rita.


Dengan sabit yang lebih besar dari tubuhnya itu ia kibaskan lagi kearah Diaz yang baru saja menghindar sehingga mau tak mau Diaz harus menahan serangan itu dengan bumerang miliknya.


"ehh cuma segini saja kemampuanmu mbak berdada montok?"-Sapa Diaz yang masih menahan serangan Rita.


Mendengar ledekan dari Diaz, Rita dengan senyuman licik membalasnya dengan segera.


"ha ini belum seberapa ataukah mungkin ini saja kekuatan yang bisa dilakukan olehmu da...da.... Raaa..aa..taa?"


Cih...


Diaz terlihat marah dengan balasan Rita itu dan langsung mendorong bumerangnya sehingga membuat Rita mundur kebelakang.


"baiklah akan aku akhiri ini dada montok!"-ucap Diaz sambil bersiap menyerang.


Grow Up


Bumerang milik Diaz kini berubah sangat besar dan langsung di lemparkannya ke arah Rita.


"Menarik sekali baiklah aku juga tak akan sungkan-sungkan meladenimu dada rata!"-balas Rita.


Circular Slash


Rita melemparkan sabitnya ke arah serangan yang dilancarkan Diaz sehingga keduanya berbenturan.


Senjata mereka yang bertabrakan saling mendorong satu sama lain.


Bumerang milik Diaz terus bergerak maju sedangkan Sabit Rita berputar dengan cepat menahan serangan itu sehingga muncul percikan bunga api dari benturan senjata tersebut.


Taklama kemudian tiba-tiba bumerang milik Diaz terpental ke atas sedangkan sabit milik Rita langsung berputar mengarah ke tubuh Diaz.


Clek...


Sabit milik Rita menancap tepat di hadaoan Diaz yang membuat Diaz jatu terduduk karena kaget.


"pemenangnya Rita!"-sela sang pembawa acara dengan cepat.


Tepuk tangan meriah penonton di berikan kepada Rita. Sorak soraian sangat heboh dengan sorakan Zeint yang begitu keras sebagai tambahan.


"Woi gimana power of big ? hebatkan!....jadi mana uang kalian hahahahah!"- Zeint menyodorkan tangannya sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Kedua lelaki di depan Zeint menghela nafas dan hanya pasrah memberikan uangnya krpada Zeint.


Zeint tak menyangka bahwa Rita yang akan menang padahal ia berniat jika Rita kalah dia mau langsung kabur.


__ADS_2