
Albert menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong yang tersirat dari balik wajahnya.
Ruangan yang luas berbentuk bundar dengan beberapa tiang penyangga menjadi saksi keputus asaannya dan hanya pasrah menerima kemungkinan terburuk dari skenario yang ia rencanakan.
"Suruh para budak yang ada di lantai atas berikan sihir mereka kepada kristal itu!. Jangan biarkan Moster ini meninggalkan sarangnya!"- klausse memberi perintah sambil memcoba menjauh dari area jangkauan kristal itu.
Albert menggeretakkan giginya rapat-rapat, menahan amarah karena olokan kepada adiknya. Ia geram saat mendengar ucapan moster dari mulut klausse namun dia menahannya sebisa mungkin. melihat posisi dirinya yang hanya sebatas bawahan.
Albert di perintahkan mengawasi reaksi kristal tersebut di saat Klausse berlalu dari ruangan tersebut.
Tatapan kesal ia lontarkan kepada Klausse meskipun tak dianggap demikian olehnya.
Tak lama setelah itu, beberapa anak mulai memasuki ruangan tersebut.
Suara gemercik rantai mengiringi kehadiran mereka dari luar ruangan. Wajah pucat,kurus kering dengan pakaian yang hanya menutupi sebagian tubuh berjalan beriringan.
5 bocah tak berdaya itu di tarik paksa oleh seseorang penjaga. Full armor yang ia kenakan sambil membawa sebilah pedang di pinggul menjadi ancaman buat mereka semua dan jalan satu-satunya hanya diam menuruti kehendak sang penjaga.
Albert melihat itu merasa sesak di dadanya.
namun tak mampu berbuat apa-apa. kata-kata kutukan kepada dirinya sendiri ia lontarkan mengetahui ketidak berdayaannya.
"kalian semua cepat berdiri jarak satu meter dari keristal itu!"-perintah angkuh sang penjaga tersebut.
Mereka semua mengikuti perintah yang di berikan tanpa perlawanan. dengan segera mereka berjalan mendekati keristal tersebut lalu ambruk seketika.
Albert berlari ke arah budak-budak itu tapi segera di hadang oleh penjaga tersebut.
"Lepaskan !"-Albert mencoba memberontak
"Maaf Tuan anda sebaiknya kembali bekerja. ini perintah dari Ketua Klausse!"
Kata-kata itu langsung membuat Albert terhenti dan memilih menjauh ke sudut ruangan.
Kondisi tak enak di pandang menjadi tontonan mental buat Albert sendiri. Kristal yang mana tubuh sang adiknya itu terus menerus menyedot energi spiritual para budak tersebut dan perlahan retakan-retakan itu mulai menutup kembali.
Kini kristal itu sudah utuh kembali dengan mengambil paksa energi dari para budak di dekatnya.
Sang penjaga kemudian keluar ruangan meninggalkan tubuh tak berdaya itu tanpa rasa kasihan.Albert ikut serta dengan penjaga itu sambil membawa kertas gulung di tangan.
Sesekali Albert memalingkan wajah menatap iba tubuh tak berdaya itu dan berjalan ke luar ruangan.
Disisi lain
Kesadaran Yu perlahan kembali dari balik kristal yang mengekangnnya. Rasa sakit di kepala Yu kini tak terasa lagi.
__ADS_1
dalam samar Yu dapat mendengar suasana di sekitarnya meski pandangannya terhalang oleh sesuatu ia berusaha memfokuskan segenap kekuatannya agar dapat melihat.
Yu berfikir ada orang di luar sana yang dapat menjelaskan keadaan tentang dirinya itu.
Setelah berusaha sekuat tenaga resepsi pandangan Yu berubah ia berhasil melihat keluar menebus benda yang menghalangi.
Ia terkejut dengan apa yang terjadi kepada dirinya karena di dapati ia berada di sebuah tempat aneh dengan mesin-mesin kuno mengelilingi.
"apa maksudnya ini?"
"aku dimana?"
Yu bertanya-tanya kepada dirinya sendiri namun terhenti disaat pandangannya terarah ke beberapa anak kecil yang terkapar di depannya.
"Heyy!"
"kalian bisa mendengarku?"
"apa yang terjadi pada kalian?"
5 anak itu tak merespon segala sesuatu yang di ucapkan Yu karna bagaimanapun Ia tak menyadari kondisinya sendiri yang ada di dalam sebuah kristal.
"ah percuma saja!"
Yu mulai menyerah dan kembali memejamkan mata.
ucap salah satu anak perempuan disana dengam mencoba bangkit dari lantai melongoh ke sekeliling mencari asal suara tersebut dan terhenti disaat pandangannya lurus ke arah kristal.
Ia berjalan mendekati kristal itu, memastikan kecurigaanya di dalam dirinya.
Yu membuka matanya kembali dan melihat anak kecil berdiri di depannya.
"apa anda berbicara?"
suara anak perempuan itu serentak mengagetkan Yu dengan cepat Yu mebalas ucapannya.
"apa kamu bisa mendengarku?" tanya Yu memaatikan
gadis itu mengangguk pelan walaupun ada sedikit ketakutan yang terpancar dalam dirinya.
Yu melontarkan beberapa pertanyaan kepada sang gadis itu tanpa bertanya tentang kondisinya saat ini, karena ia sangat tercengang melihat rantai di leher sang gadis tersebut.
Gadis itu menjawab setiap pertanyaan Yu menjelaskan bahwa mereka adalah budak.
Logika Yu kini tak bisa menggapainya mengingat ia tak tahu bahwa dirinya berada di dunia yang berbeda.
__ADS_1
"kenapa anda berada di dalam kristal?" sela sang gadis sambil perlahan menyentuh kristal itu.
Yu kaget dengan pernyataan itu. dia tak menyangka penyebab dirinya tak bisa bergerak karena berada dalam kristal. logikanya mulai mempermainkan pikiran Yu lagi mendapati ini sulit di terima.
krekk...
Suara pintu terbuka mengagetkan mereka termasuk Yu.
Seseorang dengan Full Armor masuk kedalam ruangan dan menghampiri para anak kecil di hadapan Yu.
"apa yang sedang kau lakukan budak bodoh!....jangan memegang sembarangan kristal itu dengan tangan kotor kalian!"
sang penjaga itu mencengkeram rambut gadis di depan Yu tanpa perasaan dan melemparkannya jauh.
Teriakan kesakitan sang gadis terdengar jelas oleh Yu. ia mencoba berteriak menghentikan tindakan sang penjaga sekuat tenaga namun sepertinya tak terdrngar oleh sang penjaga itu.
"jangan sakiti mereka!"
"woyy......"
Tak puas melempar gadis itu sang penjaga berjalan mendekat dan langaung menendang wajah gadis itu sampai darah keluar dari balik hidung sang gadis itu.
Jangan! jangan sakiti dia kumohon jangan.....
Teriakan Yu tak bisa terdengar lagi penyiksaan tepat di hadapannya membuat amarah Yu meluap-luap tak terbendung lagi.
Tubuh Yu bergetar oleh amarahnya sendiri kebencian kini memenuhi fikirannya tanpa disadari amarah itu perlahan menghancurkan dinding kristal di hadapannya.
krek...krekk..cling.
separuh tubuh Yu meliputi tangan kanan dan kepala kini terbebas dari kristal itu.
Tangan Yu di arahkan lurus kedepan. Mengetahui ada suara aneh sang penjaga menoleh ke arah Yu dan seketika itu sang penjaga yang menoleh kebelakang membeku menjadi es.
pandangan Yu kini beralih ke arah para anak kecil di depannya. Mereka melihat Yu dengan tatapan ketakutan yang mendalam. wajah mereka berubah putih pucat keringat dingin perlahan muncul dari balik kening mereka.
bagaimanapun buat mereka Yu seperti monster bengis; mata hitam dengan pupil berwarna kuning ke emasan, rambut panjang berwarna putih separuh hitam dengan aura kegelapan yang terus berhamburan keluar dari balik tubuh Yu tak sanggup buat mereka hadapi.
Memang Yu tak menyadari dirinya sendiri tapi yang pasti buat dirinya sekarang ialah ingin menyelamatkan mereka. Tangan Yu kembali bergerak ke arah mereka dengan sepontan, tiba-tiba lubang hitam aneh muncul di hadapan mereka dan langsung melenyapkan kelima anak kecil di hadapannya tanpa sisa.
"apa yang aku lakukan barusan?"
"kemana mereka semua?"
"kepalaku sakit ....."
__ADS_1
"Seseorang tolong....!"
Pandangan Yu lembali kabur kepalanya serasa mau pecah dan pada akhirnya Yu kembali tak sadarkan diri.