Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 06 (Dunia lain)


__ADS_3

8 tahun kemudian


Terlihat seseorang sedang berlari dengan menggendong anak laki-laki di punggungnya melewati hutan gelap tanpa membawa pencahayaan di sisinya.


Lelaki tersebut kian menambah kecepatan berlarinya sesaat setelah terdengar suara riuh derapan langkah seseorang yang sedang mengejar mereka.


"cepat temukan mereka jangan sampai mereka lolos!"


Suara yang terdengar seperti amarah kian mendekati Lelaki tersebut, dengan nafas terengah engah Lelaki tersebut berhenti di sebuah tambang tak terawat yang kebetulan di temuinya.


"Zeint....kakak pasti membawamu pergi dari sini!"-ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Albert.


Albert masuk kedalam tambang goa tanpa ragu sama sekali, ketegangan di dalam benaknya tak bisa terpungkiri lagi dan hanya menyisakan keyakinan keselamatan bagi mereka berdua.


Albert bersembunyi di balik sela-sela retakan dinding tambang dan kemudian mengucapkan beberapa kata.


"Tanah menutuplah!"


Dinding tanah muncul seketika itu menutup sela-sela dinding goa yang menghapus keberadaan Albert dan juga Zeint.


Derapan langkah seseorang kini tepat di mulut goa menerawang jauh kedalam gelap tambang tersebut.


"Tidak ada tanda-tanda seseorang kapten!"


orang tersebut berlalu ketika selesai memastikan keadaan di dalamnya.


helaan nafas lega dari Albert di lepaskannya karena dia berfikir sudah lolos dari kejaran para pasukan kerajaan Centaury.


Albert kembali menggendong Zeint yang masih tak sadarkan diri itu pergi dari tambang tersebut dan membawanya ke suatu desa di sebelah timur hutan tersebut yang mana disana tempat tinggal Albert.


Malam yang panjang kini berakhir di ganti dengan cerahan sinar mentari pagi tubuh Zeint yang terbaring kini terpapar sinar matahari membuat kernyitan di dahi Zeint.


Zeint terbangun dari tidur sambil melihat sekeliling tempat dia tertidur dengan tatapan bingung.


"sekarang dimana lagi aku?"


ah..... teriakan di ucapkan Zeint beberapa saat setelah itu, rasa sakit di kepalanya muncul lagi ingatan seseorang kembali merasukinya walaupun samar terlihat namun Zeint mengerti titik besar kesimpulan dari ingatan tersebut.


Rasa sakit itu perlahan mereda dan zeint kembali membaringkan tubuhnya sambil menatap ke dua tangannya yang berubah.

__ADS_1


"ah..... aku mati dan kini hidup sebagai Zeint ya......!"- ucap Yu atau Zeint mencoba menerima kenyataan.


Planet ini bernama Dunia bukan bumi disini terdapat beberapa kerajaan seperti Selleburk, Centaury, Aquas dll. sihir? apa itu? ingatan aneh milik Zeint sebelumnya menjadi pertanyaan yang tak lazim buat dirinya sendiri rasa sakit di kepalanya mulai terhasut lagi membuat dia kembali beeteriak kesakitan.


"Zeint kamu sudah sadar!"


ucap seseorang dari balik pintu.


Dia terlihat berusia sekitar 28/30 tahunan memiliki mata coklat legam, rambut berponi membelah dua menampilkan dahinya meskipun begitu tetap elegan saat di lihat.


Zeint menatap tajam ke orang tersebut yang berjalan menghampiri sambil berlinang air mata.Menurut Zeint tidak ini menurut dia sebagai Yu sangat janggal dan aneh orang tak di kenalnya langsung memeluknya begitu saja. Ia mencoba menjauhinya tapi ingatan Zeint datang.


"kak Albert!"-kata itu spontan keluar dari mulut Yu.


"iya ini aku Albert kakakmu Zeint....."


Suasana haru terjadi disana meskipun tanggapan Zeint tidak seperti itu namun ia tetap memeluk Albert yang mana kini menjadi kakaknya sendiri.


"sebenarnya apa yang terjadi kak?"


"dan kenapa kakak kini tambah tua saja?"


Albert menghapus air mata dari pipinya itu dan kembali bersikap tenang sembari menjawab pertanyaan Zeint.


"Zeint matamu berbeda... kini kamu seperti manusia biasa ya!"


eh... maksudnya apa dari ucapan Albert itu apa aku dulunya bukan manusia?. terus apa aku sebelumnya?


"maksudnya kak?"


Albert kembali menjelaskan bahwa sejak lahir Zeint seperti terkena kutukan matanya sejak kecil berwarna hitam dengan pupil kuning keemasan mirip seperti mata para iblis pada umumnya sehingga sejak kecil Zeint di perlakukan layaknya tak pernah ada.


Zeint mencoba mencari informasi dari ingatan Zeint sebelumnya dan mendapati bayangan-bayangan samar yang menandakan kebenaran dari ucapan Albert tersebut.


[malang sekali nasipmu Zeint!] gumam Zeint sebagai Yu dalam hatinya.


Pemandangan kembali terlihat dari bekas ingatannya 2 orang berada di sekitarnya di dalam penjara mengajaknya bermain dan makan bersama dengan wajah ceria bayangan seseorang yang lebih tua itu lambat laun berubah menjadi Albert dan satunya anak perempuan yang masih anak-anak mungkin masih berusia 5 tahun.


"Laura..."

__ADS_1


"kamu ingat adik kita Zeint?"


dengan anggukan kecil Zeint merespon pertanyaan Albert.


"dimana Laura sekarang kak Albert?"


Albert memalingkan wajahnya menahan kesedihan dari hatinya itu sampai-sampai tak sanggup untuk berkata apa-apa. namun tak lama kemudian Albert kembali berbicara.


"Laura hilang saat penyerangan di malam itu!"


"bagaiman mung....kin?"


"tapi aku yakin Zeint bahwa Laura masih hidup meski kakak tidak tau dimana ia sekarang berada"


Suasa canggung yang tadinya terjadi kini perlahan mencair kembali setelah pernyataan sang kakaknya itu. Rasa lega perlahan menyelimuti hati Zeint meskipun ada sedikit keraguan dari pikirannya itu.


"tunggu dulu kak.... penyerangan maksudnya apa?"


Albert terperangah mendengar ucapan Zeint tersebut dia merasa aneh dengan itu seakan akan Zeint melupakan segala hal yang terjadi dalam hidupnya tersebut.


"bukankah kamu yang membekukan seluruh kota beserta para penyerang kerajaan musuh?"


Zeint berfikir dengan keras menjelaskan kondisinya saat ini dan pada akhirnya Zeint menjelaskan apa yang sebenarnya di alaminya.


"sebenarnya aku bukan Zeint tapi disisi lain aku juga adalah Zeint!"-ucap Zeint kepada sang kakak.


"maksudnya zeint?"


Zeint menjelaskan kepada Albert tentang pernyataannya itu. Ia memberi tahu bahwa dia pernah hidup sebagai Yu Sharelit lalu mati dan saat ia terbangun ia sudah mendapati dirinya sebagai Zeint adiknya.


Raut wajah Albert mengerut mencoba memahami cerita Zeint dan mencari kesimpulan yang pas untuk saat ini.


"Renkarnasi!"


"Zeint mungkin saat kamu berada di dalam kristal jiwamu...tidak tapi ingatan jiwamu kembali tersadar karena di dalam sana kamu sudah mengalami keadaan hidup tapi mati! mungkin itu penyebabnya!"


Pemahaman yang cukup logis bagi Zeint sehingga ia merasa itu adalah jawaban yang pas untuk menjelaskan keadaan dirinya itu.


krukkk.....

__ADS_1


Perut Zeint berbunyi nyaring sampai terdengar oleh Albert. sang kakak tersenyum sambil memandangi Zeint dan langsung mengajaknya ke luar ruangan untuk makan.


"Kita jangan bahas yang lain dulu Zeint...untuk sekarang kita makan dulu."-ucap Albert sambil membantu Zeint beranjak dari kasurnya.


__ADS_2