
Hari telah berganti pagi suara kicauan burung hutan membangunkan Zeint dari tidur. Udara dingin menggelitik tubuh Zeint yang lupa menutup jendela kamarnya tadi malam.
Dengan perasaan enggan mengakhiri rebahannya Zeint mencoba agar menggerakkan tubuhnya supaya bisa membiasakan diri seperti biasanya.
Saat ia sudah mulai sadar Zeint mengubah posisi rebahannya menjadi posisi duduk.
Ruangan kamarnya sedikit berantakan Zeint tak tau mengapa itu terjadi. Saat ia memperhatikan ujung rambutnya yang panjang ternyata rambutnya kini berubah putih.
Zeint tersentak kaget sambil terus memegang rambutnya.
"Apa yang terjadi?"
Ia menerawang sekeliling mencari cermin namun sayangnya di dalam kamarnya itu tak ada apa-apa, yang ada hanya sebuah meja,kursi dan lemari baju.
Zeint mencari alternatif lain dengan cara menuangkan air kedalam sebuah baskom yang kebetulan ada di atas meja di sampingnya.
Meski samar ia dapat melihat wajahnya sendiri dari pantulan air tersebut. Kini rambut Zeint berwarna putih dengan sebelah matanya terlihat mengerikan berwarna hitam dan kuning.
"Kenapa bisa begini?"
Ia mengerti kalau tubuhnya kini aneh namun ini terlalu di luar nalar bagi Zeint yang baru saja mengerti sebagian tentang dunia itu.
tok..tok..tok...
"Zeint sudah bangun?....kalau sudah bangun kita akan berangkat ke sekolah!"-Suara Lux terdengar dari balik pintu.
Dengan segera ia membalas.
"ok sebentar!"
Zeint kebingungan sendiri mencari cara agar dirinya kembali normal dan iapun teringat kembali tentang topeng yang ia selalu bawa.
Topeng yang tergeletak di lantai itu langsung ia pakai dengan segera lalu sedikit demi sedikit rambutnya kembali menghitam.
Butuh waktu sekitar 10 menit agar bisa memulihkan rambutnya kembali seperti semula.
"kalau ini di lepas lagi apa akan putih lagi ya?"
Karena penasaran Zeint membukanya lagi dan hasilnya rambut Zeint tetap hitam dan tak ada tanda-tanda akan berubah lagi.
__ADS_1
Zeint menyimpulkan bahwa dirinya tak akan berubah jika tidak terlalu lama membuka topeng tersebut. Jadi jika masih ada topeng pemberian Albert maka perubahan dirinya dapat di cegah.
Setelah sudah selesai melakukan eksperimen tersebut Zeint keluar dari kamarnya untuk segera menuju ke akademi.
*****
Para penghuni asrama termasuk Zeint kini sudah menuju ke Akademi. Banyak di antara mereka menyapa Zeint atau hanya sebatas melambaikan tangan.
Zeint juga membalas mereka sesuai dengan sapaan mereka masing-masing meskipun Zeint merasa taknyaman di buatnya.
"Zeint kenpa kamu masih memakai topeng?"-tanya Ardy di ikuti dengan Lux yang memasang wajah yang sama penasaran.
"ehhhh....itu.... ada alasan sendiri tapi yang jelas aku dan topeng ini tidak boleh jauh-jauh!"-Balas Zeint beralasan.
"Nanti kamu dikira aneh loh!"-tambah Lux.
"Biarlah sudah aku tak mempersalahkannya!".-Ucap Zeint mengakhiri percakapan tersebut.
Saat tiba di Akademi Zeint menemui kepala akademi yaitu Master Bernaltd terlebih dahulu agar bisa menyelesaikan prosedur yang di tetapkan.
Tak banyak hal yang di lakukan disana cuma mengisi lembaran dan menerima seragam Akademi Millita.
Di bilang seragam kaya'nya tidak sesuai menurut Zeint pribadi karena yang di berikan kepadanya hanya jubah setengah badan dengan warna merah bergaris putih sebagai motif.
Akademi ini ada tiga tingkatan yaitu tingkat pertama kelas pemula Brone, tingkat kedua Silver di tingkatan ini siswa di perbolehkan ikut serta dalam menjaga keamanan kota, Tingkat ketiga yaitu Master di sini para siswa akan di kirim ke ibu kota agar bisa menerima tawaran Guild.
Bicara tentang tingkatan Nerfa dan yang lain sudah ada di tingkat Silver makanya mereka sering keluar masuk kedalam hutan guna menjaga keamanan. Sedangkan Zeint masih ada di tingkat pemula yaitu Brone.
*****
"Disini kelasmu Zeint!"-ucap wali kelasnya Pak Asklan.
Zeint memasuki ruangan tersebut bersama pak Asklan dengan kegugupan yang ikut serta menemaninya.
Ia tak menyangka saja bahwa ia akan kembali bersekolah lagi mengingat dirinya yang sebelumnya sudh pernah mengalaminya.
Ruangan yang ia masuki lumayan besar tempat duduk para siswa berjejer agak melingkar seperti aula konser orkestra.
Di sana banyak siswa laki-laki maupun siswa perempuan seusianya duduk di sepanjang tempat duduk. Mungkin jumlah mereka sampai 50 lebih siswa.
__ADS_1
"Mohon tenang kita ada murid tambahan biarkan dia memperkenalkan diri dulu!"-Pak Asklan memberi perintah.
Mereka semua terdiam dan langsung memfokuskan pandangan mereka ke depan ruangan.
Wajah gugup Zeint tertutup oleh topeng membuat dirinya agak lebih tenang.
"Ayo perkenalkan dirimu!"-Ucap Pak Asklan sambil memegang pundak Zeint lalu duduk di kursinya.
"Perkenalkan nama saya Zeint....mulai sekarang saya akan ikut bergabung bersama kalian mohon kerja samanya!"-ucap Zeint.
Mereka terdiam dan hanya melihat satu sama lain dan ada juga dari mereka saling berbisik.
"Seperti pernah terjadi?"-pikir Zeint yang kemudian membuar ia teringat kejadian di asrama.
"Oh iya saya Laki-laki jadi sekali lagi salam kenal semua?"-Ucap Zeint sambil menunjukkan wajahnya kepada seluruh siswa yang ada di sana.
"ehhhhhhHhhhh.....!"
Suara gaduh terjadi sesaat setelah itu.Zeint hanya tersenyum simpul mengingat itu yang selalu terjadi saat ia memperkenalkan diri.
"Sudah diam kita akan mulai pembelajarannya....! Zeint duduk di tempat yang kosong!"-Perintah Pak Asklan.
Zeint mengangguk kemudian berjalan melewati sela-sela tatanan tempat duduk itu dan memilih tempat paling atas karena disana hanya ada satu siswa saja yang menempati.
"Mohon bantuannya!"-Sapa Zeint sebelum duduk kepada siswa perempuan di sampingnya kemudian kembali menghadap ke depan.
Suasana kembali seperti pada umumnya di kala pelajaran di mulai. Hari ini pembelajarannya membahas tentang Mana asal muasal, sumber dan semua tentang yang bersangkutan tentang Mana.
Banyak yang bisa Zeint pelajari tentang hal tersebut karena sebelumnya Zeint hanya sebatas di beritahu dasarnya saja tak lebih dari pada ini.
Mana adalah sumber kehidupan manusia jika mana kita kosong maka jiwa kita akan terancam bahaya.
Mana di bagi menjadi 5 menurut warna yaitu Merah, Biru, Hijau, Hitam dan Putih.
Setiap manusia mempunyai satu jenis Mana dan sangat mustahil lebih dari itu.
Mana akan merespon setiap perintah kita melalui sebuah rapalan yang di sebut Mantra Sihir.
Mantra sihir dapat di buat sendiri asalkan mereka memenuhi persyaratan yang berlaku antaranya. Perubahan mana, pembayangan efek yang di hasilkan dan lain-lain.
__ADS_1
Orang yang tidak bisa mengeluarkan sihir dikarenakan kurangnya pembayangan/imajinasi mereka terhadap perubahan dan apa yang di perlukan agar itu terjadi.
Kesalahan yang sering mereka lakukan seperti saat ingin mengeluarkan bola api, mereka hanya fokus terhadap bentuk bulat api tapi tidak dengan kepadatan ataupun hal yang akan menjadi inti sehingga api itu bisa berbentuk bulat.