Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 02


__ADS_3

kematian!


disaat kematian sudah dekat di pelupuk mata apa yang bisa kita pikirkan?.


tidak ada kah?


atau malah sebaliknya?


memikirkan banyak hal dalam keputus asaan dan juga penyesalan yang tak pernah bertemu dengan ujung titik terang ketenangan.


"huh!"


kapten Yu perlahan membuka matanya yang sudah tak sanggup untuk menerawang itu dengan susah payah.


darah mengalir dari balik helmnya yang kokoh itu, melumuri separuh wajahnya sampai seperti masker perawatan wajah.


"masih hidup kah?"


suara lirih dari kapten Yu yang mencoba bangkit dari tempat berbaringnya terdengar begitu pilu.


Rasa sakit yang tak tertahankan mungkin sudah ia rasakan namun tetap mencoba untuk terus bangkit agar bisa menerawang sekelilingnya.


truk yang masih terbakar mengeluarkan suara gemuruh tak jauh dari sisinya.


matanya terus menerawang sekeliling memastikan keadaan musuh yang mungkin masih bersiaga akan sekenario kemungkinan terburuknya.


"sudah aman......"-kapten Yu menghela nafas lega dan sesekali mengusap pandangan sebelah matanya yang sedari tadi terhalang oleh darah.


Kapten Yu yang merasa bahwa dirinya sudah aman kembali terduduk lega.


matanya yang sayu karena banyak mengeluarkan darah kembali di pejamkannya dan bersandar di salah satu batu yang kokoh tertancap ke tanah itu.


Dalam kesendirian dengan kondisi yang tak menguntungkan itu kapten Yu terus menenangkan diri sebisa mungkin, karena itu adalah salah satu hal penting di setiap kondisi.


Hembusan angin dengan diselingi hawa panas melewati sekeliling tubuhnya sambil menggoda dia agar terus memejamkan matanya.


kresekk.....kreseekk...


suara rumput ilalang yang seakan di lewati seseorang terdengar olehnya, Sepontan tubuhnya merespon dan langsung memasang posisi waspada akan serangan.


"musuh?"


suara derapan langkah kaki semakin terdengar semakin jelas. kapten Yu menarik pisau dan juga pistolnya yang masih terikat di pinggang dengan cekatan, matanya memfokuskan ke salah satu arah yang begitu dekat menurutnya, posisi yang tadinya duduk sekarang menjadi kuda-kuda menyerang.


kedua Tangannya membentuk salip, bagian kananya memegang pistol ter-arah lurus dengan matanya, sedangkan tangan kiri menggenggam pisau di bawah tangan kanannya.


"ini kematian yang lebih baik dari pada harus mati di truk tanpa melakukan perlawanan!"


kata-kata itu yang kapten Yu gumamkan dalam batinnya, senyum tipis meski terlihat menyedihkan ia pasangkan.


Perasaan takut mungkin sudah ia rasakan namun walau begitu ia tetap tegar untuk melawan musuh yang akan datang itu.


kresek...kresekk....


"ayo ayo keluar sini baj***an!"


kunci pistol di lepaskannya bersiap untuk menembakkan satu atau dua tembakan ke arah musuh yang akan datang dari balik rumput ilalang.


ujung senapan terlihat mulai menerobos sela-sela rerumputan walau masih tak terlihat jelas musuh di baliknya dan hanya sekerabat bayangan hitam saja yang ia lihat.


Mengetahui itu kapten Yu melompat ke arah ujung senapan itu dan langsung menodongkan pistolnya ke arah seseorang yang berada di baliknya.


"jangan bergerak!"-kapten Yu menggeretak musuh di balik rerumputan itu dengan mulut pistol di sodorkan tepat di kepala seseorang tersebut.

__ADS_1


"Kapten Yu......"


kapten Yu terkejut dengan suara yang sangat familiar baginya itu dengan cepat rumput yang menghalangi pandangannya tersebut ia sebat dan alangkah terkejutnya mengetahui orang tersebut ialah salah satu bawahannya.


"Popon kah! bikin jantungan saja"


"anda selamat.....syukurlah...."


hela nafas dari keduanya terdengar tak terelakkan lagi karena rasa lega akan sesuatu sudah berhasil di lewati.


Sejenak setelah itu popon mengangkat tangannya dan memberikan sebuah kode sandi dengan artian berkumpul disini segera.


"mereka semua selamat?"


"ya kapten....semua ini berkat anda!"


"hemmm..."


Tak lama kemudian para bawahan lainnya datang satu persatu dengan keadaan yang masih sama.


Kapten Yu melihat ke arah Terry dengan tatapan menyesal dimana luka di tangan Terry kembali terbuka. itu dapat dia lihat dari perban putih yang kini berubah menjadi warna merah cerah bercampur warna merah gelap di tengah.


"Kapten bagaimana langkah selanjutnya?"


suara dari Popon menghentikan lamunan penyesalannya dan kini kembali fokus mencari pertanyaan yang di lontarkan kepadanya.


"kita tetep ke tujuan utama desa yang ada disana!"


"siap!"


Kapten Yu berfikir kemungkinan disana masih ada warga sipil yang selamat meski terlihat jelas asap hitam itu di akibatkan oleh serangan dari para pihak musuh yang berhasil menyusup ke wilayah sekitar.


"apa ini?"


kapten Yu melihat banyak sekali korban yang terjatuh sesampainya mereka disana.


"kita terlambat!"


dengan raut kesedihan ia memapa seseorang korban anak kecil yang sudah kehilangan nyawa dengan dua lubang kecil di dadanya.


ini semua salah siapa?


sampai-sampai anak tak berdosa sepeeti ini harus kehilangan nyawanya?


tidak!


tidak!


ini salahku karena terlambat menyadarinya!


beben yang ia rasakan saat ini sangat berat dirasakan.para bawahannya hanya menatap sang kapten itu dengan wajah menunduk tanpa bisa mengucapkan sepatah kata apapun.


dor...dor..dor....


suara tembakan kembali terdengar jauh di suatu tempat di sekitar desa tersebut.


"ada musuh kapten!"-Popon memberi intruksi siaga.


"ya aku tau !"


kapten Yu meletakkan tubuh anak kecil itu kembali ke tanah dan menutup mata seraya berkomat kamit membaca sesuatu setelah itu dia kembali berdiri dan mengambil pistol di pinggang.


Badan yang tegap berdiri dengan dada yang sedikit di busungkan memberi perintah.

__ADS_1


"bersiap semua!"


"kita akan membereskan musuh yang ada di sini!"


mereka ber enam langsung menerjang ke arah asal suara tersubut tanpa rasa takut.


suara sorak dan teriakan semakin terdengar jelas menandakan bahwa memang ada musuh di sekitar sana.


kode tenang dia berikan.


mereka semuaengendap di sela-sela rumah dan bebatuan untuk sekedar mengintai.


dor...!


betapa menyakitkan hati melihat pemandangan yang tak mengenakkan itu dimana warga sipil di tembak kepalanya tanpa bisa melawan para tentara musuh, kemudian melontarkan senyuman kebahagian sesaat setelah tubuh tak berdaya itu terkapar di atas tanah.


"woi para serangga .... bersiaplah!"-tentara musuh itu kembali menodongkan senjatanya ke arah wanita paruh baya yang masih memeluk erat sesosok anak kecil di pelukannya.


melihat itu kapten Yu mengambil salah satu senjata milik bawahannya dan langsung membidik sang tentara musuh.


dor....


timah panas bersarang tepat di pelupuk dahinya dan seketika itu tentara musuh tewas.


"SERANGGG!!!!"-kapten Yu berteriak


kapten Yu melompat dan berlari ke arah waga sipil tersebut di ikuti segenap bawahannya.


suara perlawanan kini menghiasi tempat itu tembakan demi tembakan kian membabi buta tentara musuh yang tak menyangka ada mereka disini malah menjadi tegang sehingga banyak celah yang bisa mereka gunakan.


"cepat menjauh dari sini!" ucap kapten Yu kepada warga tersebut.


wanita itu mengikuti perintahnya dan langsung berlari menggopong anak kecil yang sedari tadi ia peluk.


kapten Yu masih melindungi wanita itu dari kejauhan dengan cara menyibukkan salah satu musuh yang ada di hadapannya.


sebuah granat terlihat di lemparkan musuh ke arahnya namun secepat kilat kapten Yu menembak ke arah datangnya geranat itu dan duarrr...granat iti meledak di langit langit.


ia kembali membidik musuh dengan pistolnya namun bisa dihindari oleh sang musuh.


Kapten Yu berlari zigzag menghampiri tempat musuh yang bersembunyi di balik pohon. tembakan musuh sama sekali tidak bisa mengenai dia karena keahliannya di medan tempur bukan hanya sekedar nama.


Dalam sekejap kapten Yu berada di samping musuh dan menebas lehernya dengan pisau.


Dia kembali melihat sekeliling.


mencari keberadaan musuh yang masih tersisa. Tatapannya terhenti ketika melihat Terry kewalahan melawan musuh di depannya.


"AWASSS!"- kapten Yu berteriak lagi karena melihat salah satu musuh sedang bersiap melempar geranat.


Terry sepontan langsung melompat dan berguling menjauh untuk menghindar granat itu.


"kesempatan!".


Yu berlari mendekati musuh yang di lawan Terry dan memberikan satu tembakan langsung ke kepalanya.


"Situasi!"


"musuh telah di lumpuhkan kapten!"


"segera berkumpul dan amankan area!"


"siap!"

__ADS_1


Musuh sudah tak menampakkan diri lagi kemungkinan hanya mereka saja yang berhasil masuk.


Rasa lega kini telah bersama mereka kembali namun itu hanya sesaat!.


__ADS_2