
Pelayan raja Delltino membawa Zeint dan keluarga kerajaan Selleburk kesebuah ruangan luas dengan beberapa pintu di sampingnya.
Mereka kemudian memilih duduk di kursi panjang untuk kembali meneruskan reuninya.
"Baiklah Zeint banyak yang ingin aku tanyakan tapi sebelum itu aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi!"-Ucap raja Fartian.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda juga paman Fartian."-Balas Zeint.
"Tunggu ayahanda aku belum bisa percaya jika dia adalah benar-benar anak dari paman Weinhart karena setauku paman hanya memiliki dua orang anak!"-Sela pangeran Hars yang masih kebingungan.
Raja Fartian hanya menatap mata sang anak dengan iba karena belum mengetahui tentang hal ini.
"Baiklah putraku lebih baik jika kamu mengetahui hal yang sudah lama di tutupi ini dari pada memasang wajah curiga tersebut!"
Flash back
Saat raja Fartian baru saja memerintah kerajaan Selleburk ia masih belum memiliki keturunan meski sudah 5 tahun menikah dengan istrinya ratu Cerlina Von Selleburk.
Ia sangat menginginkan seorang penerus namun tak bisa ia dapatkan meski adiknya Weinthar sudah lebih dulu memiliki satu orang putra ditambah lagi istrinya sudah mengandung anak kedua mereka.
Raja Fartian sempat berfikir agar memiliki anak walaupun dari kalangan selirnya ,namun karena rasa cintanya pada ratu Cerlina ia mengurungkan niatannya.
Tak lama setelah itu, istri adiknya Weinthart "Merline Caul Selle," diserang oleh iblis dari gunung Nirwa yang mana mengakibatkan anak keduanya lahir dengan keadaan prematur.
Mendengar hal tersebut sebagai srorang pamannya, raja Fartian bersusah payah menyelamatkan anak kedua dari adiknya yang tak lain adalah Zeint , dengan cara memanggil banyak dokter dari seluruh penjuru negri.
Akan tetapi tak ada satupun dokter yang sanggup menyelamatkan Zeint, kondisinya semakin hari semakin lemah yang membuat raja Fartian dan juga adiknya Weinthart merasa frustasi.
Di saat tak ada lagi harapan tersisa datang seseorang berpakaian aneh yang mengklaim dirinya adalah seorang dokter dan berkata dengan penuh percaya diri bahwa ia bisa menolong Zeint.
Tanpa banyak curiga akhirnya mereka membiarkan orang tersebut memeriksa Zeint.
Orang tersebut lalu membuat lingkaran sihir untuk memulai ritual penyembuhan.
Namun...
Mendapati suatu rapalan aneh dan reaksi mana yang kacau raja Fartian langsung mencegah orang tersebut meneruskan ritualnya. Meski naas itu sudah terlambat, cahaya ungu langsung mengibaskan raja Fartian dan juga adiknya ke sudut ruangan di saat hendak mendekat.
Hempasan angin terus menerus memutari sekeliling tubuh sang dokter dan juga Zeint.
Angin tersebut seakan membentuk tembok tak kasat mata agar tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu jalannya ritual.
Perlahan tudung yang di kenakan sang dokter ikut terhempas angin dan membuat raja Fartian dan juga Weinthart sadar jikalau dokter itu bukanlah manusia melainkan iblis.
__ADS_1
Dia adalah sesosok Iblis yang menyerang istri Weinthart "Diabloseus".
Raja Fartian dan juga Weinthart tak bisa menggerakkan anggota tubuh mereka. Hembusan angin tersebut seakan-akan mbuat mereka merasa lumpuh dan hanya bisa memandangi wajah penuh senyuman puas sang iblis Diabloseus yang terus melakukan ritualnya.
Sang Iblis kemudian menyayat pergelangan tangannya lalu meneteskan darah hitam miliknya kedalam mulut Zeint.
Tak sanggup dengan apa yang raja Fartian lihat, ia berusaha sekuat tenaga agar bisa menggerakkan setiap sendi-sendi tubuhnya namun tekanan kekuatan yang bertambah dasyat kembali lagi terpancar dari tubuh Zeint.
Sruuuss...
Mana hitam perlahan masuk kedalam tubuh Zeint mengakibatkan hentakan hebat yang menghancurkan sekelilingnya.
Crang...kranggg...
Bersamaan dengan itu iblis Diabloseus pergi menghilang dengan meninggalkan suara gelak tawa yang begitu memekakkan telinga.
Mendapati iblis tersebut pergi ,raja Fartian langsung segera bangkit dan menghampiri Zeint untuk mengecek kondisinya. Ia sangat kaget saat mengetahui tubuh Zeint sudah normal kembali.
Zeint bayi menangis keras di atas lingkaran sihir tersebut yang kemudian di gendong oleh raja Fartian dengan lembut agar Zeint kembali tenang.
Rasa syukur karena Zeint sudah kembali sehat terpancar dari wajah Raja Fartian dan juga Weinthart. Namun itu tidak menyudahi hal apa yang akan terjadi setelahnya.
Seiring pertumbuhan Zeint hal aneh terus terjadi, dan saat Zeint menginjak usia 5 tahun tubuhnya mulai menampakkan perubahan.
Weinthart sebagai ayahnya mulai mencoba membunuh Zeint berulang kali ,karena tidak mau memiliki seorang garis keturuna berdarah iblis di keluaganya. Usahanya digagalkan oleh sang istri karena tidak setuju dengan perbuatan suaminya.
Merline ibunda Zeint memberitahu perbuatan suaminya kepada raja Fartian yang membuat dirinya marah besar terhadap sang adik.
Raja Fartian mendatangi kediaman adiknya dan mulai menasehati sang adik. Namun karena perlahan mental sang adik yang semakin memburuk, raja Fartian mengambil keputusan agar mengurung Zeint sebagai jalan tengah dan juga menghapus nama Zeint caul Selle dari nama keluarga adiknya tersebut.
Flash on
"Setelah 3 tahun kemudian dirimu lahir nak yang membuatku jarang untuk menemui Zeint kembali,"-Ucap raja Fartian sambil mengusap rambut anaknya tersebut.
Wajah tak percaya terpancar dari balik bola mata pangeran Hars yang baru saja mengetahui hal tersebut.Zeint yang juga baru mengetahui tentang kelahirannya membuat ia syok namun karena beberapa ingatan masa lalunya yang kembali teringat membuat Zeint lebih memahami kenyataan.
"Ayahanda jika memang itu terjadi sangat lama kenapa dia masih terlihat lebih muda dariku?"-Tanya pangeran Hars yang masih belum bisa menerima kenyataan walaupun sudah di ceritakan oleh sang ayah.
Mandapati pertanyaan tersebut membuat reaksi raja Fartian juga bingung, lalu dia memalingkan wajahnya kepada Zeint mengisaratkan agar Zeint memberi tahu alasannya kenapa.
"Paman Fartian saat penyerangan di keluarga Selle saya berhasil keluar dari penjara bawah tanah kemudian mencari keberadaan Albert dan juga adikku Laura ,namun saat saya melihat Laura di serang oleh monster dan hampir membuat Laura meninggal, saya teringat ucapan kakakku Albert jika Kehidupan itu terikat dengan Mana. Jadi saat saya berhasil menyalurkan Mana milikku tiba-tiba semuanya tertup es dan saya sendiri malah membeku!"-Jelas Zeint.
"Jadi seperti itu..... Zeint tadi kamu sempat menyinggung tentang Albert apakah benar dia sudah meninggal?"-Tanya raja Fartian tiba-tiba.
__ADS_1
Zeint memejamkan mata sebentar sembari menenangkan diri.
"Ya itu benar paman.... Kak Albert terbunuh saat berhasil membawaku keluar dari kerajaan Centaury!"
"Lalu bagaimana dengan Laura? karena saat aku tiba di kediaman Selle disana tidak ada tubuh Laura! dan hanya ada tubuh membeku Weinhart dan istirinya saja beserta para orang-orang disana,"-Tambah raja Fartian.
"Menurut kak Albert laura berada di kerajaan Centaury juga dan alasan saya berada disinipun karena surat terakhir yang sempat di berikan kak Albert padaku!"-Balas Zeint sambil mengeluarkan surat pemberian Albert kepada raja Fartian.
Dengan mimik serius raja Fartian membaca surat tersebut lalu menutupnya kembali sembari mengembalikannya kepada Zeint.
"Albert kamu terlalu nekat!"-Seru Raja Fartian.
"Zeint apa kamu mau kembali ke kerajaanku? dan disana kita akan membuat rencana agar bisa menemukan keberadaan Laura di kerajaan Centaury ,meskipun nantinya akan ada perang besar!"-Ajak raja Fartian kepada Zeint.
"Mungkin itu baik paman tapi ini hanya dugaan kak Albert saja, jadi sebaiknya paman hentikan dulu niatan ingin segera membawa Laura kembali dan biarkan aku yang akan mencarinya karena dia adalah adikku!"-Tegas Zeint mengatakan pendapatnya.
Raja Fartian tersenyum lega sambil menatap Zeint dengan penuh kerinduan.
"Ya Zeint kamu benar......Mungkin karena banyak hal yang terjadi membuatku hilang kendali!"
"Itu sudah wajar paman !"-Balas Zeint.
"Anu... maaf mengganggu...!"-Sela pangeran Hars yang sempat mereka lupakan.
"Iya ada apa putraku?"-Tanya Raja Fartian kepada sang anak.
"Ayahanda saya harus memanggil Zeint apa?"
Ucapan dari pangeran Hars membuat gelak tawa sang raja dan juga wajah bingung Zeint karena wajar saja mengingat usia Zeint yang lebih tua darinya namun terlihat lebih muda darinya.
"Pangeran Hars anda bisa memanggilku Zeint saja toh kita adalah saudara!"-Ucap Zeint kepada pangeran Hars.
"Kalau begitu panggil saya Hars juga Zeint!"-Balas Pangeran Hars dengan wajah senang.
"Zeint apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"-Tanya raja Fartian kembali.
Zeint menatap lurus kedepan sambil menghela nafas pendek.
"Karena saya sudah menjadi kesatria peribadi tuan putri Ellza, saya akan tetap disini dan mengumpulkan informasi seperti yang tertera di surat peninggalan kak Albert. Lalu saya akan menyusup kesana!"
"Jadi kamu ingin berbicara langsung dengan tuan Delltino Zeint?...baiklah biarkan pamanmu ini yang akan mengurusnya!"-Ucap raja Fartian dengan bangga.
Zeint mengannguk setuju dengan tawaran dari pamannya mengingat selama beberapa hari tinggal disini ia belum sempat berbicara hal tersebut dengan raja Delltino karena masalah jabatan yang tak memungkinkannya.
__ADS_1