
Kobaran api yang masih menyala terang di beberapa sudut tempat menjadi pencahayaan di dalam gelapnya malam.
Cahaya remang-remang itu setidaknya bisa menerangi penglihatan walau masih dalam samar pandangan.
Zeint masih melototi Maya dengan senyuman bringas dari wajahnya.
Tumpukan tubuh tak bernyawa para korban perang membentuk lingkaran yang membuatnya mirip seperti area ring sumo untuk mereka berdua.
Ha.ha ha ha
Tawa Zeint yang bisa membuat bulu kuduk berdiri terdengar keras beserta dirinya yang menghilang dari pandangan Maya.
Cring..
Gelombang tekanan energi terhempas ke seluruh penjuru arah, membentuk sebuah garis putih melingkari keberadaan mereka saat kedua senjata saling menyapa satu sama lain.
Serangan tusukan belati dapat di tangkis dengan mudah oleh Maya menggunakan 'Boses'. Namun tangan kiri Zeint melancarkan serangan diagonal dari arah samping tubuh Maya, sehingga membuat Maya harus memutar Boses searah jarum jam guna menangkis serangan kedua dari Zeint tersebut.
Zeint melompat kebelakang beberapa langkah lalu sebuah es runcing berjumlah banyak muncul di setiap sisi tubuh Zeint.
crek.crekk.crekk
Ha....
Es runcing itu kemudian bergerak melesat cepat ke arah Maya seperti hujan dengan kecepatan luar biasa. Maya menghindar kesamping dengan gerakan perpindahan zigzag, namun anehnya ,es runcing tersebut mengikutinya kembali. Itu mirip seperti sekumpulan lebah yang datang membalas dendam kepada seseorang pengganggu.
Maya memutar Boses kembali agar dapat menagkis serangan tersebut. Hantaman es tersebut pecah saat bersentuhan dengan putaran kapak milik Maya dan menjadi bubuk es dinging berjatuhan memenuhi tanah.
Serangan beruntun dari Zeint terhenti yang membuat Maya mendapatkan celah untuk menyerang.
Boses di kibaskan menggunakan kedua tangan kecilnya ke arah samping kanan ,dan mulai berlari dengan beberapa lompatan panjang hingga tepat berada di hadapan Zeint.
Ayunan lurus horizontal dari samping tubuh Maya langsung mengarah kepada Zeint yang berdiri agak menunduk itu secara cepat.
Zeint mengambil langkah mundur satu hentakan kaki kiri sehingga kibasan dari kapak Maya hanya menyapa angin saja.
Maya yang sepertinya paham dengan reaksi Zeint melanjutkan tebasannya hingga memutar 360 derajat dan berputar terus mengejar tubuh Zeint yang memilih terus melangkah mundur.
Tak ingin serangan Maya mengenainya ,Zeint melompat ke udara dan melancarkan hentakan kaki tepat pada kapak Maya yang berputar menyerupai angin topan itu hingga membuat Boses menghantam permukaan tanah.
Bruggg..
Hantaman tersebut membuat tanah di sekitarnya retak, asap debu menyelimuti mereka berdua sesaat setelah itu ,yang membuat mereka berhenti bergerak dalam sesaat.
Di sekitar mereka tuan Vamilon dan Arthur hanya memandangi pertikaian Zeint dengan putri naga dengan bingung.
Wajah yang menunjukkan ketidak tahuan kenapa bisa terjadi pertikaian itu terlihat dari raut wajah mereka berdua.
"Tuan Vamilon apa yang harus kita lakukan?"-Arthur yang khawatir bertanya kepada Vamilon dengan sedikit keraguan dari nada bicaranya.
__ADS_1
"Yah aku ingin menghentikan mereka....tapi jika kita mendekat apakah kita mampu untuk menahannya?"-Balas Vamilon dengan tegas.
Di kala itu Vamilon sedikit paham tentang ke adaan disana karena tak sengaja melihat raut wajah Zeint yang tak sama seperti biasanya.
Arthur terdiam tanpa kata saat mendengar ucapan tuan Vamilon tersebut sambil memegang erat gagang senjata di tangannya menahan kesal.
"Zeint .... tenangkanlah dirimu!"-Batin Vamilon mulai berbicara lirih.
Maya masih tertahan tak bergerak memegang kapaknya yang di injak oleh Zeint sambil sesekali menatap senyuman menjijikkan di wajah Zeint.
"Boses dua!"-Ucap Maya kepada kapak miliknya tersebut.
"Dimengerti!"-Balas Boses cekatan.
Ukuran kapak Maya perlahan mulai bertambah besar bahkan besarnya melebihi 3 kali lipat tubuh Maya saat ini. Mendapati hal yang mencurigakan Zeint melepas injakannya dan kembali menjaga jarak dengan Maya.
Mata Maya mulai berubah menyerupai naga, dari kulitnya kini terlihat garis tipis yang semakin menebal hingga terlihat seperti sisik.
Kuku miliknya memanjang dengan ujung runcing di setiap jemari kecilnya itu.
Mode dua Maya yaitu dimana Ia meningkatkan kekuatan fisik manusianya hingga mendekati naga. Bukan hanya itu saja aura dan tekanan Mana miliknya juga meningkat pesat sehingga membuat orang yang melihat itu akan merasakan ketakutan.
Zeint menyeringai ,rambutnya yang lurus dan panjang sampai punggung kini mulai berantakan menyerupai sapu lusuh.
Kapak yang sudah berubah membesar di kibaskan dengan mudah oleh Maya seakan-akan itu hanya sebuah mainan saja buatnya.
Kaki Maya di rentangkan ke samping 30 derajat, tangan kanan yang memegang Boses teracung ke belakang seraya menatap Zeint dengan tajam.
Tak lama kemudian mereka berdua menerjang maju bersamaan dengan cepat.
Cring crang bug..cring cring.
Suara benturan dan hantaman terdengar beberapa kali dengan tanpa ada orang disana.
Pergerakan Zeint dan Maya sudah melebihi kecepatan manusia normal dimana di tempat itu hanya terlihat percikan percikan bunga api yang bermunculan di sana sini ,tanpa adanya penampakan orang bertarung.
Tiba-tiba suara keras hantaman terdengar dan kedua orang tersebut terpental saling menjauh ke kedua sisi.
Maya melempar Boses dengan satu tangan ke arah Zeint, suara senjata Maya yang terbang melesat di udara memberikan kesan sebuah tombak.
Zeint merapatkan kedua kaki dan menghentakkannya begitu keras hingga tubuh Zeint melesat ke udara menghindari benturan dari senjata Maya.
Bruggggg........
Boses menancap tepat di titik lompatan Zeint mengakibatkan hancurnya permukaan tanah yang tadi sempat menjadi pijakan Zeint tersebut.
Dengan tubuh sedikit di condongkan Maya berlari mengejar. Ia melompat ke arah Boses berputar beberapa kali dan langsung menghempaskan tubuhnya beserta kapak itu menuju ke arah Zeint yang masih melayang di udara.
Sambutan yang tak terduga itu membuat Zeint tak dapat mengelak, mengingat tak ada pijakan yang bisa ia jadikan tumpuan di udara terbuka seperti itu, hingga ayunan vertikal dari atas ke bawah langsung mendarat tepat di tengah dua bilah belati milik Zeint.
__ADS_1
Sruusssss...
BUMmmm..
Tubuh Zeint terpental menghantam tanah, dorongan kekuatan serangan Maya yang begitu luar biasa tak mampu di halau oleh Zeint.
Bersama dengan jatuhnya Zeint suara teriakan kesakitan sempat terdengar di ikuti cairan kental berwarna merah pekat ikut keluar dari mulut Zeint.
Arkh...
Maya kembali berputar di udara secara vertikal membentuk sebuah lingkaran roda mengarah ke tempat Zeint jatuh.
Mata Zeint terbelakak mulutnya yang tersumpal cairan kental itu tak sempat bersuara.
Mendapati Maya yang kini sudah mulai menerjang sebelum beberapa detik lagi mengenainya Zeint mengibaskan tangan kanannya ke arah udara kosong di depannya dan hasilnya.
Maya menghilang dan berpindah jauh di arah barat.
Dummmm
Serangan Maya menapaki tanah penuh mayat tanpa adanya Zeint di sana.
Salah satu sihir Zeint Teleport Gate dimana ia dapat dengan mudah memindahkan sesuatu sesuai keinginannya di gunakan pada detik-detik sebelum Maya mendarat.
Maya yang tak menyadari hal itu kembali menerawang sekeliling mencari sesesok lelaki berambut outih dari banyaknya tubuh tak bernyawa di sekelilingnya.
Arghhh...
Suara teriakan marah terdengar oleh Maya bersamaan dengan kemunculan dua dinding es di kedua sisi tubuhnya.
Maya melompat menghindari balok es tersebut namun dinding es kembali muncul di setiap titik tumpuan pendaratannya hingga membuat Maya terjatuh sebab tersandung.
Zeint berdiri di atas balok es dekat Maya memandangi si gadis itu dengan penuh kemarahan.
Tangan Zeint teracungkan ke arah Maya bersamaan itu dalam sekejap sebuah lingkaran sihir dengan dekorasi altar terbentuk mengelilingi Maya yang tergeletak.
Lingkaran sihir tersebut mengeluarkan aura mistis dengan cahaya biru cerah perlahan terpancar sembari berputar-putar.
Maya mencoba menghindar akan tetapi pergerakannya terhenti. Tubuh dan kakinya seakan terperangkap dalam sebuah lem lengket.
Maya meronta-ronta dengan Boses di tangannya mencoba melepaskan diri, namun sebuah piramida es terbentuk mengakibatkan Maya terperangkap di dalamnya tanpa bisa bergerak.
Senyuman menjijikan milik Zeint kembali terukir, Wajahnya sangat bahagia memandangi tubuh membeku Maya di dalam penjara piramida es.
Vamilin dan Arthur tersentak kaget karena melihat kesatria Angin Timur Maya di hentikan oleh Zeint.
Wajah tak percaya dengan mulut sedikit menganga menjadi tontonan seluruh sisa orang-orang perajurit disana.
"Tuan Vamilon kita harus menyelamatkan kesatria Angin Timur!"-Ucap Arthur dengan tegas sambil menarik pedang besar di punggungnya dengan penuh harapan.
__ADS_1
Vamilon menggertakkan tangannya ke samping.
"Bersiap semua kita harus menolong putri Naga dari Zeint yang lepas kendali ayo acungkan senjata kalian!"-Teriak Vamilon memberikan perintah, di ikuti sorak soraian pasukan tuan Vamilon penuh semangat membara.