Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 26 (Final)


__ADS_3

Acara Guild Turnament sudah mencapai puncaknya dan kini Zeint berhasil masuk ke babak penentuan yaitu Final.


Zeint dan Fin kini berada di atas arena di tonton oleh seluruh penduduk kota D'lus dan juga dari luar kota itu sendiri.


Riuh sorak soraian para penonton saling mendukung di lontarkan kepada mereka berdua sebagai bentuk antusiasme dalam pertandingan tersebut.


"Mari kita bertanding secara adil petualang Fin!"-Sapa Zeint sambil menyodorkan tangan.


"Ya baiklah petualang Yu mari kita tentukan siapa diantara kita yang berhak menjadi yang terkuat!"-Fin membalas sambutan tangan Zeint.


"Sekarang kita akan memulai acara final para kontestan bersiap di posisi!"-Sela Degucaf sebagai pembawa acara.


Mereka mundur beberapa langkah dan langsung memasang kuda-kuda bersiap.


"Mulai".


HuqqqAAAAA..aaa


"ini akan jadi penentu nasib 100 jutaku jadi akan aku lakukan sebaik mungkin!"-Tegas Zeint sambil mengubah posisi awalnya menjadi siap menyerang.


Dengan inisiatif sendiri Zeint langsung berlari ke arah Fin untuk penyerang pertama sedangkan Fin sudah menanti kedatang Zeint sesuai dengan dugaannya.


Pergerakan Zeint terbaca oleh Fin sehingga pada saat ia menyerang ,dengan mudah di balas satu sayatan pedang Rapier milik Fin sehingga menggores topeng iblis yang dipakai Zeint.


"Woi... kalau kena wajah gimana woi Fin!"-Ucap Zeint agak kesal karena seranganya tak berhasil mengenai Fin dan malah dirinya yang terkena serangan.


"Ah... bukannya tidak sopan jika menutupi wajahmu saat bertanding secara adil Yu....Aku hanya mencoba membukakannya saja untuk para penonton disini!"-Balas Fin si pirang tampan itu dengan nada sombong.


"hemmzz baiklah kalau kamu bisa membelahnya aku akan mengaku kalah darimu Fin!...tapi jika kamu bisa sih"-Zeint mulai bersemangat.


Fin menyerang dengan Rapiernya guna menerima tantangan dari Zeint tadi dengan kecepatan kilat.


Fin tiba-tiba menghilang dari pandangan dan kemudian muncul di hadapan Zeint sambil menghunuskan Rapiernya tepat ke muka Zeint namun karena reflek Zeint menundukkan kepalnya dan mengibaskan belatinya ke arah perut Fin.


Tak mau kalah sesaat belati milik Zeint hampir mengibas perutnya, Fin melompat melewati tubuh Zeint yang menunduk itu untuk menghindari serangan telak.


Sruss....


Belati di tangan kiri Zeint di lemparkan mengikuti arah lompatan Fin yang sudah berada 4 meter dari Zeint.


Crang...


Belati itu di tangkis Fin sebelum mengenainya yang membuat belati milik Zeint terpental ke langit.


"Hebat kamu Yu bisa bertahan selama ini!"-Sela Fin sambil mengambil nafas.


"Ya itu juga berlaku untukmu!"-Ucap Zeint sambil menunjuk ke arah perut Fin.


Fin memasang senyuman saat ia mendapatkan sebuah sayatan di bajunya.


"Kau tau kenapa pedang jenis Rapier begitu tipis Yu!"-Ucap Fin sambil memasang kuda-kuda menyerang.


"Entahlah!"-balas Zeint bersiap menerima serangan.


"Karena pedang Rapier mengunggulkan kecepatan!"-ucap Fin yang sudah hilang dari pandangan Zeint dan berada di sampingnya.


Cring...


Zeint menangkis dengan sisa pisau di tangan kanannya.

__ADS_1


"Terimakasih infonya tapi kemenangan akan menjadi milikku Fin kalau tentang kecepatan!"


Zeint mendorong belatinya dan mundur.


Lightning Knife


Speed Ligtning Up


Zeint menghilang dari pandangan mata Fin dan di ikuti oleh Fin yang ikut menghilang juga.


Crang...cring...crang...


Mereka berdua bertarung dengan kecepatan kilat.


Para penonton hanya bisa melihat bayangan hitam saja yang saling bertemu dan menjauh berulang kali.


Dan terkadang juga bayangan hitam itu berubah menjadi mereka berdua yang saling beradu senjata.


Crasss......


Kretakk...


Mereka berdua saling terdorong ke belakang dengan nafas berat dari kedua pihak.


"Satu belati saja belum cukup untuk menangkis serangan pedang Rapier itu...Fin berhasil membuat retakan di topengku....aku butuh belati kiriku!"-Fikir Zeint sambil mencari belatinya.


Belati miliknya berada di belakang Fin dan jarak mereka sekarang lebih dari 10 meter sehingga sihir teleport milik Zeint tak bisa digunakan.


Zeint berfikir dengan keras bagaimana caranya agar dia mendapatkan kembali belatinya tersebut meskipun ada Fin di depannya.


"Huff!"-Zeint melepas Jubah miliknya karena merasa gerah dan sedikit mengganngu saat pertandingan tadi.


Keduanya saling menatap tajam satu sama lain sambil terus memantapkan posisi bertahan maupun menyerang.


Tak lama kemudian Zeint kembali menerjang kehadapan Fin yang langsung di sambut oleh Fin dengan sigap.


Crang....


Fin melontarkan tendangan dari samping guna memberikan serangan namun Zeint menahannya dan mundur sambil menarik kaki Fin kebelakang.


Buggg..


Fin kehilangan keseimbangan yang membuat tubuhnya jatuh ke lantai arena.


Tak mau kehilangan momentum Zeint melemparkan tubuh Fin itu dengan berputar dan melemparkannya ke udara.


Fin yang tak bisa berbuat apa-apa hanya melayang di udara dan jatuh di samping arena pertandingan.


HuaaaaAaaaaAa.


Sambutan sorakan penonton langsung menggelegar saat tubuh Fin sudah berada di luar arena karena hal itu menandakan kemenangan Zeint.


krakk..


krraakk...


trasss....


Topeng yang di kenakan Zeint hancur sesaat setelah Fin jatuh di luar arena.

__ADS_1


Retakan yang di buat oleh Fin akhirnya menghancurkan topeng iblis milik Zeint.


Suara sorak yang tadinya menggelegar terhenti seketika dan berganti kesunyian sesaat setelah wajah Zeint terlihat oleh penonton.


Rambut putih panjang dengan mata kekuningan disaksikan oleh seluruh orang-orang yang ada disana sehingga suara mereka terbungkam.


"eh..!"-Zeint kebingungan dengan perubahan suasanan yang begitu tiba-tiba itu.


"Pemenang Guild Turnament tahunan kota D'lus di menangkan oleh petualang Yu beri sambutan yang meriah untuk sang juara!"-Sang pembawa acara Degucaf memcoba menghilangkan suasana suram tersebut.


HuaaaAaaa


plakk plokk plakk plokk...


Berkat inisiatif sang pembawa acara tersebut membuat suasana berubah lagi.


Seakan mereka hanya kaget dan tak peduli dengan penampilan Zeint tersebut.


Seperti halnya bodoh amat yang penting dia menang begitu.


Fin berjalan ke tengah arena menemui Zeint yang masih terpaku bersama Degucaf dengan sedikit linglung.


"Beginilah seharusnya sang juara Yu.... selamat atas kemenanganmu!"-Sapa Fin sambil menepuk pundak Zeint pelan.


"eh trimakasih Fin....kamu juga hebat!"-balas Zeint sedikit gugup.


"ngomong-ngomong kamu cewek apa cowok!"-Tanya Fin sambil menatap seluruh tubuh Zeint dri ujung rambut sampai kaki.


"Aku cowok!"-Tegas Zeint kesal.


"Ehh......!"-Seru Fin tak percaya.


"yah aku memakai topeng karena tak ingin ada pertanyaan seperti ini...jadi ini semua salahmu!"-Tambah Zeint beralasan.


"Ehhhhhhhhh..!"


Tak lama kemudian tuan Vamilon ikut mendatangi tengah arena dan di ikuti oleh Arthur.


"Hadirin sekalian terimakasih sudah meramaikan acara tahunan ini saya Vamilon Da Lamier mengucapkan banyak terimakasih!"-Sambut Vamilon yang langsung di ikuti tepuk tangan penonton.


Penyerahan hadiah di lakukan di kediaman Vamilon bersamaan dengan rapat pemilihan anggota Guild dari 16 peserta yang ikut berpartisipasi dalam turnamen saat lonceng kota berdenting.


****


Lonceng kota masih kurang satu jam lagi untuk berbunyi yang menandakan pertengahan hari.


Fin yang sedikit linglung di bantu oleh Zeint untuk meninggalkan Arena gladiator dan segera membawa Fin keruangan pengobatan.


"matamu indah sekali Zeint berwarna kuning cerah!"-Fin memulai obrolan saat di lorong.


"Eh....!"-Zeint tersentak mendengar hal itu sehingga membuat dirinya berhenti berjalan.


"kenapa Yu?"-Tanya Fin lagi karena sikap aneh Zeint.


"Tak masalah cuma kaget saja hahahahha!"-Balas Zeint sambil di paksakan tertawa.


Mereka melanjutkan perjalanan ke tempat perawatan tanpa lagi berbicara karena Fin merasa dia telah mengatakan hal yang tak mengenakkan Zeint.


"mataku kuning apakah ini efek sampingnya karena terlalu lama menggunakan mode putih? lebih baik aku segera memakai topeng itu lagi agar tak terjadi hal yang tak di inginkan lagi"

__ADS_1


Setelah membawa Fin keruangan pengobatan Zeint langsung pamit pergi dari sana dan menuju ke Asrama guna mengecek hal apa saja yang berubah darinya.


__ADS_2