Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 34


__ADS_3

3 Hari sudah berlalu semenjak Zeint tinggal di kastil istana. Tak banyak informasi yang ia dapatkan tentang kerajaan Century karena Zeint masih belum bisa berbicara langsung dengan raja walaupun sudah tinggal disana.


Yang ia lakukan hanya latihan bersama Bernald ataupun hanya sebatas mengelilingi kastil istana seperti yang ia lakukan pagi ini.


Zeint sudah mulai kenal dengan beberapa perajurit dan juga beberapa orang lain seperti koki kerajaan maupun para pelayan.


Penampilan Zeint yang selalu memakai topeng tidak begitu di permasalahkan oleh semua yang ada disana malahan itu menjadi salah satu guyonan mereka saat berpapasan dengan Zeint. Seperti "Nona mau kemana?", "ayolah buka topengmu itu sangat mengganggu karena menutupi wajah manismu itu". Zeint tak begitu mempermasalahkan juga dengan guyonan mereka malahan itu menjadi salah satu alasana saat mereka bertanya kenapa ia selalu memakai topeng.


"Zeint !"-Sapa seseorang dari belakang Zeint.


"Iya ada apa putri Ellza?"-Tanya Zeint saat putri Ellza menghampirinya.


"Temani aku kesekolah!"-Pinta putri Ellza sambil menarik tangan Zeint.


"Tuan putri bukankah anda terlalu sering menghabiskan waktu dengan saya? di tambah lagi pas kemarin ikut ke sekolah saya malah menjadi bahan tontonan!"-Ucap Zeint kepada putri Ellza yang kini sikapnya begitu manja kepadanya.


Zeint berkata seperti itu karena sejak ia membawanya ke atas atap menara putri Ellza selalu meminta Zeint melakukan berbagai hal yang membuat ia seperti pelayan saja, mulai dari menyiapkan makanan, mengambilkan buku, membangunkannya saat pagi dan lain sebagainya.


"Hufff kamu kan sudah bersumpah menjadi kesatriaku jadi lakukanlah tugasmu untuk selalu menjagaku!"-Balas putri Ellza sedikit cemberut.


Zeint menghela nafas panjang karena apa yang di ucapkan putri Ellza memang benar apa adanya.


"Baiklah putri....."-Ucap Zeint pasrah.


Putri Ellza bersekolah di Akademi Zelaulilaha disana adalah akademi khusus para bangsawan, berbeda dengan akademi Millita yang di buka umum oleh tuan Vamilon.


Bangunannya juga berbeda dengan akademi Millita disini terlihat lebih mewah dan megah lebih pantas di bilang kastil dari pada sekolah menurut pandangan Zeint pribadi. Di akademi itu putri Ellza sudah berada di tingkat akhir yaitu kelas 3.


Zeint berjalan di belakang putri Ellza menyusuri halaman akademi dan masuk di sebuah ruangan besar dengan beberapa siswa bangsawan disana.


"Selamat pagi putri Ellza!"-Sapa salah satu teman putri Ellza dari tempat duduknya.


"Ya pagi juga Rose bagaimana kabarmu?"-Balas putri Ellza dengan nada sopan.


Mereka berdua saling berbincang-bincang ria namun tetap terlihat anggun.


"Hemmm seperti ini ya sekolah orang kaya!"-Gumam Zeint dalam hati sambil terus menjaga jarak dengan putri Ellza.


"Zeint berapa usiamu?"-Tanya putri Ellza tiba-tiba.


"ehhh itu....kalau tidak salah 16 tahun tuan putri!"-Balas Zeint segera.


"Ehhh masih seumuran dengan kita ya putri!"-Sela bangsawan Rose kepada putri Ellza.


"Hualah..... jadi dia toh pelayan barumu putri!"-Ucap salah satu siswa laki-laki berpenampilan mencolok berambut pirang sambil menghampiri Zeint dengan tatapan merendahkan.


"Mau apa kamu Khard De Futrase?"-Sela putri Ellza sedikit kesal.


"Tuan putri apakah anda tidak salah menunjuk kesatria? dia berbau rakyat jelatah, penampilannya sangat aneh, di tambah lagi dia tak sehebat pelayanku Gorda!"-Balas bangsawan Khard sambil menyanjung pelayannya yang berdiri di belakangnya.


"Hadehhh dasar bocah kaya ingusan!"-Ucap Zeint dalam hati tanpa tersinggung.


"Bangsawan Khard tolong perbaiki tata bicaramu itu!.. karena itu tak mencerminkan sifat seorang bangsawan!"-Pinta putri Ellza dengan sopan.


"Mohon maaf tuan putri saya tak bermaksud tidak sopan hanya saja dia tak pantas sebagai kesatria anda!"-Balas bangsawan Khard sambil menunduk.

__ADS_1


"Hahhh bangsawan Khard walaupun Zeint seperti itu tapi dia lebih hebat dari pada pelayanmu itu!"-Tegas putri Ellza mencoba tetap tenang.


"Ehh... kalu tuan putri berkenan bisa kita tentukan itu?"-Bangsawan Khard mencoba memprovokasi putri Ellza.


"putri jangan terpancing!"-Zeint berdoa dalam hati namun tak berguna karena umpannya telah di makan.


"Baiklah bangsawan Khard aku terima tantanganmu itu!"-Balas putri Ellza yang terpancing dengan ucapan bangsawan Khard.


Mereka langsung menuju ke tengah halaman akademi di ikuti oleh para siswa yang ingin ikut menyaksikan pertandingan itu.


"Tuan putri Ellza mohon maaf jika nantinya mempermalukan anda!"-Ucap bangsawan Khard saat Zeint dan Gorda saling berhadapan.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu bangsawan Khard!"-Balas putri Ellza yakin.


"tunggu sebentar!"-Sela Zeint yang langsung memecah ketegangan.


"Ada apa Zeint?"-Tanya putri Ellza.


"Apakah boleh bertarung di sini? inikan hanya sebatas keegoisan semata kaliankan tak lebih?"-Ucap Zeint meluruskan masalah.


"Sudah terlambat sana menangkan!"-Balas putri Ellza bernada laki-laki.


"Heeeee!"


"Dasar putri kamvret.....!"-Tambah Zeint dalam hati.


"Sebenarnya saya tidak mau melawan bocah sepertimu jadi saya akan mencoba menahan diri!"-Ucap Gorda dengan keyakinan dimatanya sambil menarik pedang tipis mirip seperti samurai.


"Ehh.... tak perlu cemas tuan anda bisa menyerangku sepenuh hati jadi tak perlu menahan diri...lagian saya juga tidak suka jika ada yang mempermainkan majikan saya!"-Balas Zeint sambil membuka topengnya.


Keringat dingin tak sengaja keluar dari balik keningnya hingga sesaat badannya tak bisa bergerak.


"Hawa apa ini?? ini bukan hawa seseorang amatiran!!"-Fikir Gorda yang mencoba melawan hawa tersebut.


"Ada apa tuan Gorda apakah anda tidak mau menyerang saya?."


"Kalu begitu baiklah biarkan saya yang menyerang anda terlebih dahulu!"-Ucap Zeint seraya melemparkan topengnya ke udara.


Bersamaan dengan itu Zeint maju dengan kecepatan kilatnya.


Gorda yang terlambat melihat pergerakan Zeint hanya tetap memegang pedangnya dengan posisi badan yang sama persis tanpa bergerak.


Zeint melancarkan serangan ke pedang tipis milik Gorda dengan pisaunya kemudian kembali menangkap topeng miliknya yang masih melambung di langit.


"Huupp sudah cukupkan!"-Ucap Zeint sambil memasang kembali topengnya yang baru saja berhasil di tangkap.


"Apa maksudmu?"-Tanya bangsawan Khard dengan nada bingung.


Crakkk


Traasss..


Tiba-tiba pedang di tangan Gorda hancur seperti kaca.


Bangsawan Khard kaget dengan hal itu sedangkan Gorda jatuh terduduk.

__ADS_1


"Apa ini??...Gorda apa yang terjadi?...jelaskan padaku!"-Pinta bangsawan Khard yang masih kebingungan.


"Dengan sekejap mata dia menyerang senjata saya tuan Khard serangannya begitu cepat hingga saya hanya bisa melihat sekilas bayangan saja!"-Jelas Gorda dengan nada kesal.


Kemudian para siswa yang menyaksikan hal itu memberikan tepuk tangan meriah meski mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


Yang mereka lihat hanya Zeint yang melempar topengnya lalu menangkapnya kembali tiba-tiba pedang gorda hancur itu saja.


Putri Ellza berjalan menghampiri bangsawan Khard melewati Zeint yang masih berdiri di tempat semula.


"Baiklah bangsawan Khard dengan ini anda bisa diam kan!"


"Saya mengerti tuan putri maafkan sayaa!"-Balas bangsawan Khard dengan wajah tak percaya.


Putri Ellza berbalik badan lalu berjalan meninggalkan mereka berdua disana.


"Ayo Zeint kita kembali ke kelas!"


"Baik tuan putri!"-Balas Zeint dengan sopan sambil mengikuti putri Ellza di belakang.


Zeint kembali ke kelas putri Ellza dan saat gurunya datang Zeint bergegaa keluar ruangan dan berjaga di depan pintu.


Saat jam istirahat berbunyi Zeint langsung di kerumuni banyak siswa di depan kelas putri Ellza.


"heyy bagaimana anda bisa mengalahkannya?"


"anda laki-laki atau perempuankah?"


"bisakah anda melepas topeng anda?"


Pertanyaan demi pertanyaa terus terucap hingga Zeibt tak tau harus menjawab yang mana.


"Ehhh tunggu...gantian...!"-ucap Zeint kepada kerumunan tersebut.


Brakkkk...


Lalu putri Ellza keluar dari ruangannya dan langsung menyeret Zeint masuk kedalam.


Siswa yang lain hanya diam karena takut membuat masalah dengan putri Ellza mengingat dia adalah putri mahkota kerajaan Aquas.


"Huuhh terimakasih putri!"-Ucap Zeint lega.


"Kamu senang kan Zeint!"-Ucap putri Ellza dengan wajah kesal.


"ehhh senang apanya tuan putri?"-Tanya Zeint memastikan.


"Kamu pasti senangkan di kerumuni banyak gadis bangsawan tadi!"-Putri Ellza mulai memalingkan wajah.


"Ehhh anda salah faham putri!"-Zeint mencoba membela diri.


"terserah kamu...... sekarang pulang saja..! lalu suruh Bernald datang kemari cepat!"-Perintah putri Ellza bernada marah.


"eh putri...!"


"sana cepat!"

__ADS_1


"Baiklah jika itu yang anda minta tuan putri!"-Balas Zeint sembari bergegas kembali ke kastil istana menuruti keinginan sang majikan tanpa berkata apa-apa lagi.


__ADS_2