Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
chapter 39 (Penolakan sang Putri)


__ADS_3

Di dalam ruangan rapat istana para raja saling berbicara satu sama lain dengan ramah.


Sedangkan putri Ellza dan pangeran Hars saling menatap satu sama lain tanpa ada sedikit niatan untuk berbicara.


Percakapan yang semula hanya sebatas sapaan kini telah menemui klimaksnya.


"Putri anda begitu cantik raja Delltino mirip sekali dengan anda!"-Ucap raja Fartian memuji putri Ellza.


"Hahaha ya seperti itulah namun matanya mirip dengan milik ibunya!"-Balas raja Delltino.


"Putra anda juga begitu tampan dan rupawan mungkin putriku akan menyukainya!"-Tambah raja Delltino dengan bangga.


Kedua raja tersebut saling menyapa anak dari masing-masing raja dengan sapaan ringan. Mereka saling memuji kelebihan dari anak mereka masing-masing dengan bangga. Namun tiba-tiba putri Ellza mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Raja Fartian bolehkah saya berbicara?"-Tanya putri Ellza dengan sopan.


Semua tatapan mata tertuju kepada putri Ellza terkecuali Zeint yang masih menyantap daging di belakang tubuh Bernald.


"Ya nak Ellza silahkan!"


Raja Fartian memberikan persetujuan kepada putri Ellza tanpa curiga.


"Yang mulia raja Fartian sebelum itu saya mohon maaf atas kelancangan saya jika apa yang hendak saya utarakan akan menyinggung perasaan anda!"-Tambah putri Ellza sambil menundukkan kepalanya.


Raja Fartian melirik ke arah raja Delltino memastikan,


"Baiklah!"


"Yang mulia bisakah saya menolak acara pertunangan ini? karena saya sudah menemukan seseorang yang aku cintai!"


Ucapan dari putri Ellza membuat kaget seluruh isi ruangan tersebut tak terkecuali raja Fartian dan juga pangeran Hars.


Suasana yang tadinya tenang langsung berubah derastis.


Raja Fartian menggepalkan genggaman tangannya dan langsung memukul meja karena marah dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Apa maksudnya ini raja Delltino? apakah anda ingin mempermainkan saya?"-Tanya raja Fartian kesal dan berdiri menanyakan maksud dari kata-kata putri Ellza.


Raja Delltino memegang kepalanya lalu mulai angkat bicara.


"Mohon maaf atas kelancangan putriku ini...Bukan saya mau mempermainkan anda tuan Fartian namun saya juga tak menyangka jika putriku sampai segitunya menolak pertunangannya sendiri!"-Jelas raja Delltino sembari menenangkan raja Fartian yang marah.


"Apa anda tau akibatnya tuan Delltino?"-Ucap raja Fartian dengan nada mengancam.


"Ya saya paham betul.... tapi sebagai orang tua bisakah anda bertanya pendapat putra anda juga?"-Balas raja Delltino sedikit khawatir.


Mendengarkan saran itu raja Fartian menatap pangeran Hars dengan tajam. Ia mengisaratkan kepada pangeran Hars untuk segera menjawab.


"Ayahanda sebenarnya saya juga tidak menyetujui hal ini karena sejujurnya saya sudah dekat dengan putri ketiga kerajaan Rossemary yaitu Tanya Dier Rosse!"-Ucap pangeran Hars dengan wajah serius.


Raja Fartian terperanga kaget mendengar ucapan putranya yang mengatakan bahwa sudah dekat dengan putri kerajaan sekutu Rossemary.

__ADS_1


Kedua raja tersebut terdiam dan saling menghela nafas panjang.


"Hah....apakah kita yang terlalu egois tuan Delltino?"-Ucap Raja Fartian yang sudah mulai tenang kembali.


"Mungkin saja tuan Fartian...!"


"Bagaimana setelah ini? kita tidak mungkin membatalkannya begitu saja kan.....Jika itu di lakukan mungkin akan berakibat buruk terhadap pandangan rakyat kita!"-Seru raja Fartian menjelaskan dampak tak langsung jika acara pertunangan ini di batalkan.


"Putriku apakah benar kamu sudah menemukan seseorang yang kamu sukai?"-Tanya raja Delltino memastikan.


"Tentu saja ayahanda....!"-Balas putri Ellza yakin.


Melihat kepercayaan diri dari sang putri, membuat raja Delltino mencoba sabar.


"Putriku Siapa namanya? dan dari keluarga mana?"


"Dia bernama Zeint ayah....Saya tidak tau dari keluarga mana karena saya membawanya dari kota D'lus dimana tuan Vamilon yang memerintah!"-Jelas putri Ellza.


"Apa??? kamu membawanya? dimana dia sekarang?" Raut wajah raja Delltino mulai sedikit curiga.


"Dia ada di belakang Bernald ayah..!"-Jawab putri Ellza sambil menunjuk ke arah Zeint berada.


Tatapan seluruh orang di dalam ruangan itu langsung teralihkan pada sesosok orang berambut putih panjang yang berdiri membelakangi Bernald.


Bernald yang sedari tadi berada di depan Zeint mulai menyikut punggung Zeint.


"Tuan Zeint anda sebaiknya menghadap kemari !"-Bisik Bernald pelan di samping Zeint.


Saat Zeint mulai menghadap ke depan ia kaget karena mendapati seluruh pandangan orang-orang disana terarah kepadanya.


"Zeint kemarilah!"-Perintah putri Ellza yang masih duduk di mejanya.


Dengan kegugupan di seluruh tubuh Zeint berjalan mendekat lalu duduk bersimpuh di saat dirinya berada 2 meter dari tempat para tamu berada.


"Ayahanda dialah Zeint!"-Putri Ellza memperkenalkannya kepada sang raja.


Raja Fartian yang tadinya diam langsung beranjak berdiri dari kursinya.


Matanya terbelakak kaget bibirnya tak henti bergetar seakan-akan ia baru saja menemukan sebuah keajaiban.


"Nak....dari mana kamu mendapatkan topeng itu?"-Tanya raja Fartian kepada Zeint.


"Ini adalah hadiah dari kakak saya walau kini telah tiada!"-Jawab Zeint sopan.


"Siapa nama kakakmu itu nak?"


"Albert yang mulia!"


Mendengar jawaban dari Zeint raja Fartian tersentak. Matanya mulai berkaca-kaca namun tetap mencoba menahannya. Kemudian ia mulai berjalan mendekati Zeint.


"Apakah nama lengkapmu Zeint Caul Selle nak? dan nama kakakmu itu adalah Albert Caul Selle?"

__ADS_1


"Itu benar sekali paman Fartian!"-Balas Zeint sembari mulai membuka topengnya.


Raja Fartian langsung mengangkat tubuh Zeint dan memeluknya erat tanpa memperdulikan pandangan semua orang yang kembali teralihkan kepada mereka.


"Zeint maafkan pamanmu ini karena tidak bisa menolongmu!"-Ucap raja Fartian sambil meneteskan air mata.


"Tidak perlu paman minta maaf karena berkat paman juga aku bisa terus hidup!"-Balas Zeint yang ikut kembali mengenang masa lalu.


"Tuan Fartian siapakah dia?"-Tanya raja Delltino karena penasaran dengan apa yang barusan ia lakukan, begitu pula dengan rasa kebingungan orang-orang yang berada di sana.


Raja Fartian menghentikan pelukannya lalu mulai menjawab pertanyaan raja Delltino.


"Dia adalah keponakanku Zeint Caul Selle putra dari adikku Weinthart yang hilang 10 tahun lalu!"


Semua orang langsung kaget mendengar pernyataan dari raja Fartian yang mengaku adalah paman Zeint.


Tak terpungkiri juga wajah kaget putri Ellza yang tak menyangka lelaki yang di bawanya adalah keponakan raja Fartian yang telah menghilang.


"Bisakah kita berbicara hal ini dengan lebih sedikit orang tuan Delltino?"-Ucap Raja Fartian sambil menatap perajurit yang ada.


Faham dengan apa yang di maksud oleh raja Fartian kemudian raja Delltino melambaikan tangan yang membuat para pengawal juga kesatria yang lainnya keluar meninggalkan ruangan.


Kini ruangan tersebut hanya berisi keluarga kerjaan saja tanpa ada orang luar di dalamnya.


Raja Fartian mengajak Zeint duduk di sampingnya dan mulai angkat bicara.


"Tuan Fartian apakah anda pernah dengar nama kota Lost City?"


"Ya saya pernah dengar dimana daerah tersebut membeku setelah tragedi pembantaian terjadi!"-Balas raja Delltino dengan serius.


"Ya itu benar dan dialah salah satu keponakanku yang hilang saat tragedi itu terjadi!"


"Lalu bagaimana ayah tau jika dia adalah anak paman Weinthart saya saja tidak tau tentang hal itu!"-Sela pangeran Hars yang merasakan kejanggalan.


"Putraku apakah kamu ingat dengan huruf Rune di lambang kerajaan kita?"-Tanya raja Fartian kepada putranya.


Pangeran Hars mengangguk pelan."Ya tentu, karena huruf Rune hanya bisa di tulis dan di baca oleh keluarga Selleburk saja! ".


{Huruf Rune adalah tulisan abjad yang hanya bisa di tulis maupun di baca oleh keluarga Selleburk. Dimana jika tulisan tersebut di tulis oleh selain darah keluarga Selleburk maka huruf yang tertera akan menghilang dalam sekejap. Dan meskipun itu di tulis sebagai suatu kepemilikan atas nama selain keluarga Selleburk maka tetap saja tulisan tersebut akan menghilang. Intinya tulisan Rune hanya bisa dimiliki oleh keturan Selleburk saja }


"Benar dan apa kamu bisa membaca tulisan yang ada di topeng ini?"-Raja Fartian menyodorkan topeng milik Zeint kepada pangeran haris.


Pangeran Hars memicingkan mata dan mulai mengeja huruf aneh yang ada di sisi kiri topeng Zeint


"Zeint Caul Selle!"-Ucap pangeran Hars.


"Tepat putraku!"-Ucap Raja Fartian dengan senyuman di wajahnya sehingga membuat pangeran Hars terdiam.


"Tuan Delltino sebaiknya kita akhiri dulu pertemuan ini karena saya ingin berbicara beberapa hal penting dengan Zeint!"-Sela raja Fartian dengan memohon.


"Baiklah tuan Fartian saya mengerti keinginan anda.!"-Balas raja Delltino sembari memenggil salah satu pelayan yang berjaga untuk mengantarkan raja Fartian ke ruangan yang sudah di persiapkan.

__ADS_1


__ADS_2