Reincarnationem : The War Kingdom

Reincarnationem : The War Kingdom
Chapter 04


__ADS_3

Renkarnasi.


Disuatu tempat yang berbeda dari era yang biasanya, terjadi sebuah keributan oleh beberapa orang disana.


[gawat!]


kepanikan di antara mereka memuncak saat dimana sebuah retakan terjadi di antara langit-langit ruangan tersebut.


[Reaktor memberi efek negatif....segera matikan!]-ucap seseorang disana.


[Tidak bisa dimatikan!]


[apa?]


[Distorsi ruang di konfirmasi segera amankan diri kalian secepatnya!]


Retakan tersebut membuat sebuah titik hitam kecil dimana angin mulai mencoba melahap keberadaan yang disana. Dan dalam waktu singkat isi ruangan tersebut berubah kacau.


Benda benda padat dan sejenisnya berterbangan memenuhi sela-sela langit-langit, benturan benda berat itu menghasilkan dentuman bunyi nyaring.


[Hancurkan Reaktor itu segera!]


[jangan bodoh!...ini penemuan besar!]- sela seseorang disana yang masih berpegangan kepada tiang penjangga.


[anda sudah Gila?, kita akan terhisap!.... abaikan ketua segera hancurkan jika kalian ingin hidup]


Seseorang yang ada di dekatnya mulai mencoba meraih tuas di dekatnya,


dengan keadaan masih setengah melayang.


ceklik...


Duar....


Ledakan kecil di salah satu benda yang dinamakan Reaktor itu terjadi sesaat setelah tuas itu di tariknya.


Titik hitam itu merespon dan mulai menghapus keberadaan dirinya.


cpling...plang....brukk.


Benda yang semulanya terbang kini menghantam lantai ruangan, suara nyaring hantaman menandakan kepergian titik hitam itu.


[Albert!!!!]-


Suara beringas seseorang terdengar sangat marah. menghampiri laki-laki yang masih terbaring di lantai.


[Maaf-kan saya ketua klausse, tapi ini jalan terbaik demi keselamatan kita semua]-dengan nada ketakutan lelaki itu berbicara namun tak bisa merendam kemarah orang yang di panggil ketua itu.


Sebuah pukulan telak di wajah menyapa lelaki itu dengan darah yang ikut mengikuti dari lubang hidung lelaki yang di panggil Albert itu tak melawan dan hanya pasrah begitu saja.


Wajah kesal dan amarah dari Ketua Klausse terpampang jelas di wajahnya, kemudian berjalan melewati Albert menjauh ke arah pintu besi di pojok ruangan.


10 orang di ruangan itu kemudian berjalan mengikuti si Klausee meninggalkan Albert yang masih terpaku dalam diam sambil menatap sesuatu di depannya.


"Zeint...kakak pasti akan menyelamatkanmu....walaupun harus menghianati kerajaan paman kita di Selleburk dengan tindakanku ini"


Kata-kata yang di ucapkannya sangat pilu mungkin itu adalah beban penyesalan yang ia pikul selama ini.


Albert bangkit dari duduknya dan berjalan ke depan sambil terhuyung-huyung karena pukulan yang ia terima.


ia menghampiri sebuah bongkahan kristal ungu di hadapannya yang dimana di dalamnya terdapat sebuah bayangan hitam legam berbentuk manusia.

__ADS_1


"Tunggu sebentar lagi Zeint! suatu saat kakak akan membebaskanmu dari sini"


Albert kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu walaupun rasa frustasi masih ada di dalam pikirnya.


-Sehari setelah kejadian itu-


[Ah gelap....


inikah kematian?


kematian yang sangat orang takuti?


kenapa tidak ada rasa sakit?


dan kenapa aku masih bisa berfikir?


bukannkah ini adalah kematian buatku?]


Yu mencoba menganalisa keadaannya yang dimana ia yakini bahwa sudah ada di alam baka walaupun tidak ada kepastian maupun titik terang untuk mengkonfirmasikan keadaanya tersebut.


[Badanku tak bisa bergerak!


ini benar kematian kan?


tapi rasanya janggal...


walaupun tak bisa bergerak namun aku yakin bahwa sekarang aku masih hidup.]


Yu kemudian mencoba membuka matanya lebar.


dengan susah payah berusaha akhirnya perlahan selaput matanya membukakan ruang untuk penglihatan dirinya.


Namun semua itu hanya sia-sia karena yang ia dapati pemandangan di depannya berwarna ungu pekat.


Yu kebingungan, karena di dapati tubuhnya tak bisa bergerak, pandangannya hanya tertuju kedepan tanpa bisa menoleh kesisi kanan dan kiri.


seluruh usaha dan tenaga ia kerahkan untuk mencoba bergerak tapi tetap saja tak ada respon sama sekali dari sekujur tubuhnya.


[apa aku lumpuh?,


tidak mungkin !.


tapi kalau di fikir lagi tubuhku terkena granat dan tangan kananku saat itu hilang setengah]


hufff...


Sesaat kemudian pikirannya di hampiri oleh sesuatu yang membuat isi otaknya serasa mau pecah. bayangan-bayangan seperti ingatan seseorang kini mulai menerobos kedalam fikirannya.


[apa ini?]


Teriakan batin yang tak mampu di bendungnya mengakibatkan sebuah getaran hebat di sekelilingnya. memang terjadi getaran hebat yang mungkin bisa di rasakan sekitar namun bagi Yu tak dirasakan olehnya.


Sesuatu itu terus bereaksi dalam ingatannya seakan seperti ingatan orang lain yang tertimpa dengan ingatannya.


Tak lama kemudian....


[Siapa aku?]


Ze...int....caul selle....


Yu.....Sharelite.....ya aku adalah Yu!!!!

__ADS_1


bukan Zeint....


Yu berusaha menolak ingatan itu tapi, semakin ia menolak rasa sakit di kepalanya kembali bereaksi.


Zeint..... apa aku zeint?


Kedua ingatan itu kemudian bercampur menjadi satu yang membuat Yu hampir meragukan jati dirinya sendiri.


Yu menenangkan pikirannya dan menyambungkan setiap bayangan dalam pikirannya seperti puzzle yang berantakan.


"ah......!"


Rasa kantuk kemudian menghampiri. pikiran lelah itu membawa Yu kedalam tidur dalam tenang.


Setelah Yu kembali tertidur suara derapan langkah kaki yang memasuki ruangan terdengar.


Pintu besi di sudut ruangan terbuka dan beberapa orang mulai melangkah masuk.


wajah tercengang orang-orang di ambang pintu menatap lurus ke arah kristal yang semulanya utuh kini mulai terdapat retakan besar di setiap sisinya.


"Albert Cek Reaktor inplus dan beri tahu apa yang barusan terjadi!"-perintah orang berjenggot dengan rambut separuh putih karena uban itu.


Dengan sigap orang yang di panggilnya Albert itu mengotak atik mesin kuno sambil memperhatikan lingkaran sebesar baskom di sampingnya.


Tulisan aneh muncul di balik lingkaran itu dan sepontan mimik wajahnya berubah tak menentu.


"ada apa Albert! jelaskan!"


"gempa barusan di karenakan tekanan sihir dari kristal tersebut!"- jelas Albert.


Mendengar itu senyum sinis Ketua Klausse terlihat di wajahnya. Dia seakan ingin tertawa terbahak-bahak namun di tahan.


"bocah akhirnya kamu bereaksi juga!"


hahaha....


ketawa puas di lemparkannya sambil menatap rendah kristal di hadapannya itu.karena menurut pandangannya ini suatu kemenangan.


Tapi tak semua berfikir demikian. Albert mulai merasa risau jikalau sang Ketua itu dapat menganalisa keristal ungu tersebut.


Klausse berjalan mendekat ke arah keristal di depannya dengan niatan menyentuh kristal tersebut. Kemudian keanehan terjadi kepada Klausse dimana ia jatuh terduduk sebelum niatnya tersampaikan.


"Hahahahahah!"


ketawa terbahak di lontarkannya keadaan wajah berubah pucat pasi dengan keringat yang ikut muncul dari balik kening klausse.


Orang-orang disana bingung menanggapinya namun enggan untuk bertanya ataupun sekedar menghampiri memastikan kondisi Klausse.


Albert berusaha bertanya.


"Ada apa ketua Klausse?"


tanpa menghentikan ketawanya Klausse menjawab dengan nada senang bercampur puas.


"kemarilah!"


Tanpa ragu Albert berjalan mendekat dan sesampainya di dekat Klause tubuh Albert terasa berat.


"ini......!"


"Ya! kristal bagian dalamnya menyerap sihir....kamu bisa melihatnya kan"

__ADS_1


Kegelisahan Albert kembali terlihat karena apa yang ia takutkan kini telah terjadi tanpa bisa mencegahnya.


__ADS_2